
Di dalam saku celana, kedua tangannya mengepal kuat, entah apa yang di rasakan nya. Rahang nya begitu mengeras. Dadanya sedikit sesak.
Haruskah aku memaafkan mu?
Beberapa saat Tristan berdiri di situ, dia melihat ibu jari Teddy bergerak pelan. Seketika Tristan sedikit gelisah, ia menoleh ke kanan dan kiri.
Apa dia sadar?
Tristan berjalan mundur dan meninggalkan tempat itu dengan buru-buru. Hendra dan Gilang yang melihat Tristan keluar segera berjalan masuk ke ruangan Teddy.
Setelah membuka pintu Hendra melihat pergerakan di jari Teddy.
"Tuan.." hendra berlari mendekat di ikuti Gilang.
"Pa.." melihat itu Gilang segera memencet tombol untuk memanggil perawat.
Beberapa saat setelah dokter memeriksa Teddy, dokter itu sedikit tersenyum.
"Sungguh keajaiban, ada respon dari tubuh tuan Teddy. Ini kabar bagus, kalau keadaan terus seperti ini, tidak ada yang tidak mungkin, beliau bisa sadar.." Kata dokter itu antusias.
Gilang dan Hendra senang mendengar apa yang di katakan dokter itu.
"Terima kasih dok.." Kata Gilang pada dokter itu.
Setelah dokter meninggalkan ruangan itu, Gilang menatap Hendra "Sudah aku bilang om, dia bisa membantu kesembuhan papa.."
Hendra mengangguk tapi dia juga sedikit heran "Apa kau tidak apa-apa lang?.."
"Tidak masalah om, selama papa bisa sembuh.." Hendra menatap Gilang bangga. Tidak tahu apa yang di rasakan Gilang sesungguhnya, dia pun sesungguhnya merasa sedih karena kehadirannya tak berarti apapun untuk papanya, tapi semua rasa ia abaikan untuk kesembuhan sang papa.
**
Esok hari sayup-sayup Kimy mendengar suara orang berbicara.
"Sakit apa dia, kenapa belum sadar juga.."
"Dia mengalami luka yang parah waktu di bawa kesini dan juga mengalami keguguran.."
__ADS_1
"Apa dia koma?.."
"Sepertinya tidak, tapi butuh waktu untuk memulihkan kesadaran nya.."
Deg
Keguguran? Aku hamil?
Kimy mendengar percakapan seorang perawat satu dan lainnya. Sebenarnya dia sudah mulai sadar, dia bisa mendengar tapi matanya masih terasa berat untuk di buka, juga tubuhnya masih terasa sakit saat mau di gerakkan. Itulah kenapa dia pura-pura tak mendengar apapun ketika perawat itu membicarakan nya.
Air mata menetes di pelupuk matanya. Bersamaan dengan itu Mario masuk ke ruangan itu.
"Ehem.." Mario berdehem, seketika kedua perawat itu meninggalkan ruangan itu.
"Apa mereka baru saja bergosip, dasar wanita di manapun berada selalu saja bergosip.." Kata Mario sambil terkekeh.
Itu suara Mario?
Perlahan Kimy mulai menggerakkan tangannya pelan. Dia pun mulai membuka matanya, Mario yang melihatnya sangat terkejut.
"Oh tuhan.. Kau sadar?.." Tanya Mario mendekat pada Kimy. Lelaki itu sedikit panik, dia pun memencet bel untuk memanggil perawat.
Beberapa saat setelahnya dokterpun datang. Dia memeriksa Kimy dengan teliti. Menyenteri kedua mata gadis itu, menggerakkan kedua tangan serta kakinya, hanya ingin memastikan kalau tubuh nya tak ada yang cacat.
"Tidak ada yang cacat, semua baik-baik saja. Tapi memang tangan dan kaki anda masih akan sakit jika berjalan atau di gerak kan. Jadi anda masih harus badrest sementara waktu ini.." Kimy tak menjawab dia hanya menatap nanar dokter itu.
Kenapa aku tidak mati saja. Itu lebih baik dari pada harus begini. Aku pernah mengandung anak psikopat itu, aku sudah sangat kotor. Buat apa aku hidup. Dia membunuh anakku. Hidupku sudah benar-benar hancur. Kimy bicara dalam hati.
Setelah dokter itu pergi, Mario menarik kursi dan duduk di samping ranjang Kimy.
"Apa kau pingin sesuatu, katakanlah.." Kimy diam tak menjawab, gadis itu sudah benar-benar merasa hancur dan dia tak peduli lagi dengan orang sekitar.
"Aku akan menelepon Tristan.." Mario mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Tristan.
Satu jam kemudian Tristan dan Dony datang. Mereka masuk dengan terburu-buru. Setelah Mario menelepon nya memberi kabar kalau Kimy sudah sadar, dia langsung meninggalkan rapatnya.
Tristan masuk di ikuti Dony "Bagaimana keadaan nya?.." Tanya nya pada Mario yang saat ini sudah duduk di sofa lagi.
__ADS_1
"Dia susah sadar, tapi dia tidak mau bicara. Dari tadi diam saja, padahal aku sudah mengajak nya bicara.." jawab Mario.
Tristan mendekat, menarik kursi dan duduk di sebelah Kimy. Begitu juga Dony dan Mario mereka terlihat mendekat pada gadis itu.
Kimy terlihat memejamkan matanya, namun saat tangan nya di genggam oleh Tristan ia membuka perlahan matanya.
Ia sedikit menoleh dan melihat Tristan, Dony serta Mario.
"Apa yang kau rasakan?.."tanya Tristan namun tak di jawab oleh Kimy. Gadis itu hanya melihat ke depan tanpa expresi.
"Kimy.." panggil Tristan lagi.
Dony memegang pundak Tristan "Biarkan dulu, dia butuh istirahat.."
"Tinggalkan kami.." jawab Tristan dingin. Dony dan Mario saling pandang dan mereka pun meninggalkan ruangan itu.
"Maafkan aku.." Kata Tristan lirih. "Aku sudah membuatmu seperti ini.."
Tristan menggenggam tangan Kimy "Tolong bicaralah Kimy.." Tristan terus melihat wajah Kimy yang melihat ke depan dengan pandangan kosong itu.
Di tempat lain Daniel merasa sangat frustrasi karena polisi dan tim SAR belum juga menemukan sarah istrinya. Sudah beberapa hari sejak kecelakaan itu tapi belum ada hasil yang pasti.
Daniel merenung di dalam kamarnya, beberapa hari ini dia juga tak datang ke kantor. Dia mengabaikan segala panggilan telepon dari siapapun kecuali dari polisi. Lelaki paruh baya yang masih kelihatan tampan itu merasa separuh jiwanya pergi.
"Sayang.. Kau di mana? Aku merindukan mu.." katanya pelan dengan air mata terus menetes di pipinya.
"Kenapa kau meninggalkan aku dan anak kita sayang. Kimy pasti sedih mendengar berita ini.."
Sejenak pikiran nya beralih pada putri cantiknya yang tak ada kabar. Kenapa Kimy tak menghubungi nya sejak kabar kecelakaan sarah, apa Kimy tak tahu kabar kecelakaan itu? Mana mungkin.
Hingga ia ber inisiatif menghubungi Tristan untuk menanyakan keadaan Kimy. Daniel mencari no ponsel Tristan dan menghubungi lelaki itu. Terdengar nada dering di sana tapi tak di jawab oleh pemiliknya.
Apa kau baik-baik saja Kimy?
Daniel seperti sudah lelah dengan segala masalah yang terus menerus datang. Saat kehilangan sarah seluruh jiwanya seperti pergi, dia seperti tak punya kekuatan lagi. Daniel sangat mencintai sarah, dalam kondisi terpuruk dia masih bisa bertahan karna ada wanita itu di sisinya. Tapi sekarang, hidupnya seakan benar-benar hancur, dia seperti kehilangan arah ditambah lagi Kimy putri kesayangan nya bagai hilang di telan bumi. Harus bagaimana ia menghadapi dunia tanpa kedua wanita yang ia cintai itu.
Harusnya kalian baik-baik saja, harusnya aku yang mengalami semua itu.
__ADS_1
Kenangan-kenanangan manis tentang istri dan putrinya seakan-akan menari di benaknya dan itu semakin membuatnya terluka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=