
Di dalam mobil mewahnya Sinta tampak menahan kekesalan karena lagi-lagi rencananya gagal. Sudah beberapa tahun dia mengincar panti asuhan itu, bagaimanapun caranya dia berusaha mendapatkan.
Dengan cara menyuruh orang untuk membeli tempat itu tapi gagal. Karena tempat itu tidak akan pernah di jual. Lalu dia punya ide untuk diam-diam masuk ke dalam lingkungan panti itu dengan cara menjadi donatur tetap. Menyokong segala kebutuhan panti itu. Menggunakan cara licik dengan menyetop donatur-donatur besar, hal itu dengan mudah di lakukanya. Tujuannya cuma satu agar panti bergantung hanya kepadanya.
Hampir saja rencananya berhasil, namun terjadi hal yang tak di sangka, hal itu membuat emosinya naik turun tak karuan. Kalau saja sekarang tidak ada Kimy calon mantunya dan Sarah calon besannya yang semobil denganya, pasti sudah meradang dia.
" Mama sudah jangan sedih.." Hibur Kimy sambil menggenggam tangan Sinta. Kimy yang sedari tadi melihat calon mertuanya itu dengan muka muram bisa tau apa yang di pikirkan Sinta.
Sinta hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya sambil membalas genggaman tangan calon mantunya.
" Iya Sint, sudah gak usah di fikirin.." Kata Sarah di jawab anggukan oleh Sinta.
Sesampainya di rumah Sinta menghubungi orang kepercayaanya, di lemparkan tas bermerk miliknya ke ranjang dengan kesal dan sekali pencet dia mendengarkan suara seseorang di balik ponselnya.
" Kenapa bisa kacau gini, kau bilang semua beres tidak ada gangguan?... Katanya dengan suara lantang pada orang di sebrang sana.
" Kau cari tau laki-laki itu. Mukanya tidak asing, pasti dia bukan orang biasa..." Katanya lagi.
" Tungguu..." Kata Sinta menggantung ucapannya dengan sorot mata mengatakan sesuatu.
" Kau cari tau latar belakang keluarganya..." Katanya sambil tersenyum miring menyiratkan sesuatu. Seakan menemukan sesuatu hal yang carinya selama ini. Lalu dengan cepat dia menutup ponselnya.
Ini bukan sebuah kebetulan. Ohh sayang, apa benar itu kau. Hahaha.. Kalau benar itu kau, sungguh luar biasa sekali. Kau kira aku bodoh seperti wanita itu. Batin Sinta berbicara dengan muka penuh seringai.
**************
Tristan sedang duduk di balik meja kerjanya serta ada Dony sang asisten yang berdiri di depannya.
" Benar dugaan kita bos, wanita itu mencari tahu latar belakang anda.."
" Hhhmmm..." Jawab Tristan sembari memberi senyuman devilnya.
" Apa yang harus saya lakukan?..
" Tidak ada.." Jawab Tristan santai.
__ADS_1
" Cukup pantau dan lihat apa yang akan terjadi.." Kata Tristan lagi. Dony mengganggukan kepalanya tanda mengerti.
Malam hari sesampai di rumah mewahnya Tristan masuk ke dalam kamarnya. Dia masuk ke dalam ruang wardrope, melepas semua yang menempel di tubuhnya, melempar asal baju kotor itu ke tempatnya.
Tristan masuk ke dalam kamar mandi dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun menempel pada tubuhnya. Tubuh indah dengan perut kotak-kotak dan lengan kekarnya sungguh akan menggoda iman setiap orang yang melihatnya.
Sosok Tristan yang banyak di dambakan wanita. Namun sampai saat ini belom ada satupun wanita yang bisa menyentuh hati dinginnya.
Tristan berdiri di bawah guyuran air shower. Tristan menatap tajam kaca yang ada di depanya. Perlahan dia mengeratkan kepalan kedua tanganya, begitu erat, dengan sorot mata yang menakutkan.
Hari ini aku melihat wanita itu lagi ma, wanita yang membuatmu menderita seumur hidup. Aku melihatnya dari jarak yang sangat dekat. Wanita yang bertahun-tahun ingin aku temui. Sebentar lagi, tunggu sebentar lagi ma. Aku akan akan membuatnya membayar mahal. batin Tristan dengan sorot mata tajam.
************
Di pagi hari seorang perempuan terlihat terlelap dalam dekapan seorang lelaki. Tangan kekar dengan tato bergambar naga menjadi bantalnya.
Wanita itu menggeliat manja, mencoba menutupi raut mukanya yang terkena sorot sinar matahari yang masuk melalui celah gorden di kamar mewah itu.
" Eehhmmmhh..." Terdengar lenguhan pria itu perlahan tapi pasti membuka matanya.
" Lauraa?..."
" Hhmmm..." Jawab wanita itu tanpa membuka mata.
" Shiiit... siall.. Apa yang lu lakuin?" Pria itu bangkit dari ranjangnya dan mendapati dirinya hanya memakai pakaian dalam.
" Oohh.. God.. Dasar gila.." Umpatnya pada si wanita.
Wanita itu tampak terkekeh mendengar umpatan pria itu. Dia membuka matanya dan tertawa lebar.
" Apa yang lu pikirin Tristan?.. Katanya terkekeh.
" Lu kira gue menyetubuhi lu, saat lu enak-enaknya ngorok.." Katanya lagi.
" Lu gila, ngapain tidur di sini?..." Jawab Tristan sambil mengenakan celana trainingnya. Karena kebiasaanya melepas celana saat tidur dan hanya memakai ****** ***** aja.
__ADS_1
" Salah sendiri, pintunya gak di kunci.." Jawab wanita itu menggoda.
" Bukan berarti, seenak lu tidur di sini.."
" Bukannya dulu ini kamar kita?.." Jawabnya sambil menahan tawa.
" Shiiitt diem lu, keluar.." Usir Tristan pada si wanita.
" Gue capek banget Tan. GUe baru nyampek jam 2 pagi, gue telpon lu setengah mati gak lu angkat. Jadi biarin gue tidur dulu bentar di sini.." Pintanya
" Pergi atau gue akan..."
" Okeee.. gue pergi.." Sambil bangkit dari ranjang Tristan dan berjalan keluar dengan muka marah.
Wanita itu keluar dan menutup pintu kamar dengan kencang. Laura adalah Janda cantik berumur 40 tahun, penampilan Laura sangat sexy, wanita itu tidak terlihat menua sama sekali. Penampilan cantik dan modisnya itu sempat membuat Tristan tergila di masa lalunya.
Perlu di ketahui, Laura lah yang membuat Tristan menjadi casanova. Laura lah yang mengambil keperjakaan Tristan. Laura lah yang mengajari tristan tentang sex, hingga tristan kecanduan dan tidak bisa berhenti berhubungan badan denganya.
Flasback 9 tahun lalu.
Saat itu umur tristan masih sangat muda 18 tahun. Tristan muda yang di kenal laura dengan nama daffa hidupnya sangat memprihatinkan. Di umurnya yang harusnya dia masih sekolah, tapi dia menjadi gelandangan di jalan, tidak tentu arah, dan menjadi pengamen di lampu merah bersama teman temannya.
Tristan saat itu bersekolah sampai SMA, itupun tidak lulus karena tristan merasa malas bersekolah, tidak ada semangat hidup dalam dirinya. Selain itu dia juga merasa kasian pada bi Inah yang merawatnya dan membiayai sekolahnya.
Sejak mamanya rahma meninggal, Tristan di rawat oleh bi Inah. Tristan tinggal bersama bi Inah di rumah kos yang besarnya hanya sepetak.
Bi Inah bekerja sebagai buruh cuci untuk membesarkan tristan, dia sangat menyayangi tristan dengan tulus.
Karena merasa kasian dengan bi Inah, Tristan memutuskan untuk berhenti sekolah dan bergabung dengan anak jalanan. Di situlah dia bertemu dengan laura.
Mobil mewah Laura berhenti di lampu merah. Segerombolan anak jalanan bernyanyi di samping mobilnya. Nyanyian mereka yang lucu membuat Laura menoleh memperhatikan satu persatu mereka, hingga pandangan matanya terhenti pada sosok lelaki muda yang tampan, tinggi, serta badan proposional. Lelaki muda itu berkulit putih bersih sangat menarik hati laura saat itu.
Laura merasa aneh pada lelaki muda itu. Karena penampilanya yang berbeda dari temanya dan juga dia yang cenderung hanya diam dan berdiri saja di sana. Berdiri paling belakang, tanpa ikut bernyanyi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=😍😍😍\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1