BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Wanita bar-bar dan Lelaki tanpa expresi


__ADS_3

Tristan yang terlihat misterius dan dingin itu membuat Laura penasaran. Laura menurunkan kaca mobilnya dan memberikan uang pecahan seratus ribuan kepada segerombolan remaja itu.


Segerombolan anak itu merasa kaget menerima uang sebanyak itu, termasuk Tristan. Tristan melihat Laura yang saat itu juga sedang memperhatikannya. Laura yang memakai kaca mata hitam terlihat cantik di mata Tristan.


Seketika mereka mengucapkan "Terima kasih kakak cantik " lalu pergi meninggalkan mobil Laura. Tristan pun mengikuti teman-temanya.


Tidak sampai di situ, ternyata Laura menyuruh sopirnya untuk mengikuti anak-anak itu. Hingga mobilnya berhenti di depan sebuah ruko kosong. Di lihat dari jauh segerombolan anak itu sedang duduk sambil bermain gitar bersama.


Beberapa saat kemudian segerombolan anak itu pergi entah kemana. Menyisakan Tristan sendiri duduk bersandar pada bangunan tua itu.


Laura berjalan menghampirinya. Di lihatnya Tristan melamun, matanya menerawang entah apa yang di pikirkan.


" Lu sendirian? kemana semua temen lu tadi ?" Tanya Laura sambil duduk di sebelahnya. Tristan tampak kaget dengan kedatangan Laura.


" Kakak? bukanya kakak yang di lampu merah tadi?.." Jawab Tristan.


" Ya , itu aku.." Jawab Laura dengan pandangan penuh pesona pada Lelaki itu.


" Lu keliatannya gak biasa ngamen ya? Di mana rumah lu ?.." Tanya Laura lagi. Tristan tak menjawab, dia hanya diam memperhatikan Laura.


" Kenapa? Lu takut sama gue?.." Tanyanya lagi. Tristan menggelengkan kepalanya.


" Kakak cantik.." Jawabnya. Laura tersenyum mendengar pujian dari Tristan.


" Lu juga ganteng. Makanya gue gak percaya kalau lu beneran pengamen. Lu artis pendatang baru yang lagi nyamar ya?.. Tanya Laura dengan muka penuh selidik.


" Hahahaha..." Seketika Tristan tertawa terbahak mendengar apa yang di dengarnya. Itulah pertama kalinya Tristan tertawa lepas setelah sekian tahun dia mengalami mimpi buruk itu.


Sejak saat itu kehidupan baru Tristan di mulai. Pertemuan yang tidak sengaja dengan Laura membawanya menjadi dirinya yang sekarang.

__ADS_1


Tristan menceritakan segala kisah pahitnya pada Laura. Hubungan kedua manusia yang bertaut usia 11 tahun tidak menjadi penghalang bagi mereka. Mereka memadu kasih setiap hari, Laura seperti candu bagi Tristan begitu juga sebaliknya.


Laura bahkan merubah jati diri Tristan. Tristan muda yang Laura kenal bernama Daffa Putra Hanggono. Nama itu sudah hilang bagi daffa, sekarang yang ada hanyalah Tristan Aditya Abraham.


Beberapa tahun Tristan dan Laura tinggal di luar negeri bersama keluarga besar Laura. Tristan kembali bersekolah di luar negeri.


Saat usia Tristan menginjak ke 22 tahun ada kejadian yang membuatnya membenci Laura. Sejak saat itu Tristan enggan berhubungan dengan wanita itu. Tristan yang baru mengenal cinta dan sex merasa hancur melihat Laura tidur dengan lelaki lain di belakangnya.


Bukan hanya satu, tapi dengan bergonta-ganti lelaki. Di situlah dia yakin kalau di dunia ini tidak ada yang namanya cinta. Setelah apa yang terjadi dengan orang tuanya dan sekarang dengan Laura. kejadian-kejadian itu cukup membuatnya frustasi hingga dia meluapkannya dengan cara yang sama, meniduri setiap wanita yang dia inginkan.


Laura awalnya tidak terima dengan yang di lakukan Tristan. Wanita itu mencintai Tristan, namun dia juga tidak bisa menahan nafsunya ketika bersama lelaki lain. Maka dari itu, Laura membiarkan Tristan melakukan apapun yang di inginkan asalkan Tristan tidak meninggalkannya.


Semakin lama hubungan mereka semakin jauh. Bahkan Tristan enggan untuk menyentuh Laura lagi. Bagi Tristan rasa yang ada buat Laura sudah hilang. Dia menganggap wanita itu hanya sebagai penolongnya.


Tristan benar-benar meninggalkan Laura untuk kuliah di Inggris. Jarak itu yang akhirnya benar-benar memutus hubungan mereka. Tristan berkelana menjadi casanova. Sama hal nya dengan Laura yang setiap saat berganti teman tidurnya.


Beberapa tahun setelah Tristan di Inggris dan lulus dari Universitas. Laura banyak mendengar berita tentang lelaki itu. Lelaki dingin, misterius yang mencintainya itu sudah berubah. Lelaki itu sering di lihatnya wara-wiri di dunia bisnis.


Tristan menjelma menjadi pembisnis muda saat itu di Inggris. Dengan kecerdasan yang di miliki dia mampu membuat perusahaan-perusahaan besar menyerahkan proyek kepadanya. Di situlah jalan kesuksesanya di mulai. Tristan menjadi pengusaha terkenal sampai sekarang dan kini, dia sudah kembali ke negaranya. Hanya satu tujuanya balas dendam.


Di meja makan Laura masih tampak kesal. Dia mengunyah sarapanya tanpa bicara sepatah katapun. Nenek Inah yang kini sudah berumur 70 tahun itu menatap Laura dengan tatapan bingung.


" Kamu kenapa?.." Tanyanya pada Laura.


" Tristan usir aku nek.." Jawab Laura kesal. Nek Inah hanya tersenyum mengerti.


" Laura, berapa tahun kamu kenal Tristan? Kenapa kamu belom ngerti dia. Dia menyayangimu, tapi dia tidak bisa menunjukan rasa sayangnya.." Kata nek Inah.


" Coba liat, selama ini hanya sama kamu dia bisa bersikap dan bicara rilex, tenang, bahkan bisa tertawa lepas.." Imbuhnya.

__ADS_1


" Lagian udah berapa umurmu? apa masih pantes ngambek kayak anak ABG gitu.." Nek Inah mencibir Laura.


" Nenek kok bawa-bawa umur sih?.. Nek tau gak? wlopun Laura udah berumur, lihat nih penampilanku, ABG aja kalah. Berondong aja masih banyak yang kecantol sama aku.." Katanya kepedean tapi Laura langsung menutup mulutnya saat di sadari kalau dia sudah kebablasan ngocehnya.


Nek Inah hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ocehan Laura. Karena nek Inah tau, Laura wanita yang baik. Selama ini dia yang sudah menolong Tristan cucu kesayanganya. Dia berharap Tristan dan Laura berjodoh pada Akhirnya, karena hanya Lauralah yang pantas untuk Tristan.


Langkah kaki Tristan terdengar menghampiri kedua wanita beda generasi itu.


" Lu masih di sini?.." Tanya lelaki yang sudah terlihat rapi dengan setelan kerjanya itu.


" Heemm, kenapa? Gue juga gak boleh sarapan di sini?.." Kata Laura sambil memonyongkan bibirnya.


" Sapa yang melarang.." Katanya santai sambil menarik kursi makannya, bersiap untuk sarapan.


" Luuu..."


" Lucu banget, pingin gue tabok rasanya.." Jawab Tristan lagi. Hubungan mereka memang sekarang tidak lebih seperti saudara. Tristan menganggapnya begitu.


" Pake ini kan?.." Laura menggerakkan bibirnya sensual ke arah Tristan. Di balas gidikan oleh Tristan.


" Astaga, kalian lupa ada orang tua di sini?.." Kata nek Inah menyela obrolan gila dua orang itu.


Tak ada jawaban dari Tristan. Tristan tetaplah Tristan, walaupun dia terlihat bicara santai dengan Laura. Namun sikap dingin nya tidak bisa hilang darinya. Dia terus mengacuhkan Laura.


" Tristaaannn!!!..." Bentak Laura.


Nek Inah hanya bisa mengelus dada mendengar kedua bocah itu, yang satu wanita bar-bar yang satunya lelaki dingin tanpa expresi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2