BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Hari keberuntungan


__ADS_3

Kimy berjalan cepat ke arah Resepsionis PT ABR.


Dengan Hodie, kacamata dan masker yang masih menutupi tubuhnya. Tidak ada yang mengenalinya sekarang. Dia berjalan cepat lebih tapatnya berlari kecil.


BRAKK


Huh.. huhh...


Resepsionis melihat aneh pada wanita yang baru saja sampai di depan mejanya. Wanita dengan kacamata hitam dan masker. Anehh, jelas pikiran resepsionis itu, mana ada siang-siang panas gini pake hodie,masker dan kacamata hitam gini.


Kimy mengatur nafasnya yang tersengal.


" Mbak.. itu.. huh...Pak..Tristan.." Kata Kimy sambil tersengal.


" ???????!!!! "


Tak ada jawaban dari resepsionis itu, perempuan itu memandang Kimy dengan tatapan aneh. Lebih ke tatapan merendahkan. Merasa di abaikan, Kimy menatap balik resepsionis itu dengan tatapan jengah. Kimy melihat kanan kiri, sedikit menunduk untuk membuka kacamata dan maskernya.


Kimy moeremans


Batin resepsionis itu.


Artis yang di gosipkan sama pak Tristan.


Batinnya lagi.


" Mbak!!.." Bentak Kimy.


" Oh iya..." Jawabnya kaget tersadar dari lamunannya.


" Pak Tristan ya, sebentar.." Katanya lagi sambil menyambungkan telpon ke Angel sekertaris Tristan.


Beberapa saat resepsionis itu berbincang di telpon dengan angel, Kimy hanya mendengarnya sambil memakai kacamata dan maskernya lagi agar orang-orang tidak ada yang mengenalinya.


" Baik bu Angel.." Kata resepsionis itu sambil menutup telpon.


" Mbak maaf , Pak Tristan sedang sibuk beliau tidak biasa di ganggu.."


" What?.." Kata Kimy kesal.


Sialan, dia menghindari gue.. Lu hanya berani di belakang gue ternyata, bastrad..


Kimy berpikir sejenak "Jam berapa dia pulang?.."


" Siapa?.." Jawab resepsionis itu.


" Bosmu, lelaki itu pulang jam berapa?.." Tanya Kimy lagi.


" Tidak pasti mbak, kalau tidak ada rapat atau pertemuan di luar, jam 5 sudah pulang. Tapi kadang juga sampai malam.."

__ADS_1


Yang bener aja jam 5, sekarang baru jam 2. Masa gue harus nunggu selama itu?


Kimy berjalan lemah keluar dari gedung pencakar langit itu. Harapannya hari ini untuk bertemu dengan pria bajingan menurutnya itu, kandas sudah. Dia terus berjalan ke jalan raya untuk mencari taxi, pandanganya masih kosong menatap aspal di depannya.


Sekarang apa yang harus gue lakuin?


Bersamaan dengan pikiranya yang masih fokus mencari cara untuk ketemu pria bajingan itu, ada sebuah mobil minibus berhenti di depannya. Menghalangi pandangan matanya, dia hanya menatap nanar kaca mobil minibus yang tentu tidak tembus pandang itu.


" Mbak.."


Kimy menoleh, karena mendengar suara orang di sampingnya. Dan hal tak terduga terjadi, dari belakang mulutnya di bekap dengan sapu tangan oleh seseorang. Kimy merasakan bau alkohol menyengat di hidungnya dan sekian detik kemudian dia merasa lemas, dia merasakan tubuhnya di dorong untuk masuk ke mobil. Matanya masih sedikit bisa melihat walaupun sudah buram dan tidak jelas, namun tubuh dan mulutnya benar-benar tidak berdaya, bahkan hanya untuk berkata TOLONG saja dia tidak mampu berucap.


**


GELAP


GELAP


GELAP


Hanya itu yang Kimy lihat, saat dirinya tersadar. Entah berapa lama dia pingsan, yang dia ingat cuma ada orang yang membekap mulutnya dan membawanya, selain itu dia tidak mengingat apapun.


Hhhmmm..


Hhhmmm..


Kimy mencoba berteriak karena merasa di mulutnya ada sesuatu yang menekan. Ternyata benar, dia sama sekali tidak bisa berteriak. Selain kepalanya yang di tutup dengan kain hitam, ternyata mulutnya juga di lakban. Dia menggoyang-goyangkan tubuhnya kekanan dan ke kiri. Ternyata juga benar dia sama sekali tidak bisa bergerak, karena tangan dan kakinya di ikat.


Hhhmmmm....hhhmmmmm.....hhhmmmm


Kimy terus mencoba berteriak sekuat tenaga, walaupun dia yakin tidak ada yang mendengarnya.


Bajingan siapa yang lakuin ini ke gue?


Shiiitt....


Sial....


Hatinya terus mengumpat kesal dengan semua yang telah di alaminya.


**


Tristan terlihat mengendarai mobil mewahnya sendiri. Pria itu cukup fokus kejalanan, karena dia mengemudi dengan kecepatan tinggi. Terlihat kilatan devil di matanya yang tajam.


Hari ini mungkin termasuk salah satu hari keberuntungan buatnya. Bagaimana tidak, setelah seminggu anak buahnya melaporkan kalau Kimy tidak tampak keluar rumah sama sekali, semenjak berita itu keluar. Itu cukup merepotkan baginya, padahal segala rencana sudah dia susun rapi. Akan gagal menurutnya, kalau gadis itu terus-menerus mengurung diri.


Dia cukup tertawa lebar saat satu jam lalu, anak buahnya melaporkan kalau mereka sedang mengikuti gadis itu. Tidak di sangka ternyata gadis itu datang ke kantornya. Di ruang kerjanya dia memantau gadis itu melalui cctv. Sungguh pemandangan lucu baginya, melihat gadis itu berpakaian seperti ninja dan berjalan terendap-endap seperti maling. Dia menunggu dengan santai gadis itu di ruanganya. Hingga saat dia sadari kalau Kimy tidak naik kelift justru malah keluar dari kantornya.


Secepat kilat Tristan menghubungi Dony dan menyuruh membereskan semuanya. Dia juga ingin tahu apa yang terjadi, kenapa Kimy tidak jadi menemuinya. Dua menit kemudian Dony berjalan cepat menuju lift sambil memasang earphone ke pendengaranya.

__ADS_1


" Akan saya bereskan bos, Angel yang menolak kedatangan nona Kimy. Baik.." Katanya kemudian, dia terus berjalan cepat keluar gedung, hingga mendapati sosok Kimy berdiri di pinggir jalan raya di depan gedung pencakar langit itu.


Tristan tersenyum simpul ketika 15 menit lalu Dony menghubunginya kalau masalah sudah beres, dia segera keluar kantor menuju tempat di mana Kimy sekarang berada.


BRAK


Kimy mendengar pintu terbuka kasar, dia yang tadinya berteriak, terdiam mendengarkan langkah kaki berat menghampirinya.


Hhmmmm...


Dia berteriak lagi karena merasa tidak ada pergerakan dari seseorang.


Hhhhmmm...


" Apa kabar baby?.." DEG, suara itu.


Bastrad, ternyata dia, sialan, lihat gue bakal masukin lu kepenjara kalau gue bebas.


" Kenapa diam?.. Takut?.." Katanya lagi.


Bajingan, terkutuk.. ternyata gue diem selama ini salah. Harusnya gue laporin lu kepolisi karena udah ngelakuin pelecehan ke gue.


" Mana keberanianmu yang dulu?.."


Papiiii, Gilaaang tolongin gue..


Gilang?


Sekilas Kimy mengingat lelaki yang di cintainya itu.


Bagaimana kabar Gilang?


Bagaimana dia mendengar semua berita bohong itu?


Maafkan aku Gilaangg, haruskan aku menjelaskan semuanya.


Air mata yang di pendamnya tumpah juga, badanya bergetar mengingat kekasihnya itu.


" Buka.." Perintah Tristan.


Seseorang membuka penutup kepala Kimy. Kimy masih menyesuaikan pandangan matanya dari gelap ke terang, beberapa kali dia mengerjabkan matanya.


Perlahan dia menangkap sosok Tristan berdiri tepat di depannya berjarak sekitar 4 meter. Lelaki itu di temani dengan Dony dan satu orang laki-laki besar lainya, yang kimy yakini sebagai bodyguard.


Kimy membuang muka, menolak tatapan tajam Tristan. Dia melihat dirinya sendiri yang ternyata berada di sebuah kamar besar dengan ranjang berukuran king size yang dia duduki sekarang. Kimy diam-diam memperhatikan kesemua sudut ruangan yang terlihat mewah itu, dia berusaha mencari pintu keluar yang mungkin bisa dia gunakan kabur kalau ada waktu yang tepat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2