BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Akhir hidupku


__ADS_3

Tristan mendekat dan menarik wajah Kimy supaya melihat ke arahnya "Lihat aku, kau membuang makananmu, kau mau mati?.." Tanya lelaki itu dengan kasar.


"Lepas brengsek.." jawab Kimy. Entah keberanian dari mana Kimy bisa berteriak seperti itu. Kimy dulu memang gadis tangguh dan pemberani. Saat awal-awal bertemu Tristan Kimy selalu melawan lelaki itu. Terlalu lama ia lelah dan menyadari kalau hatinya sedikit tersentuh oleh lelaki itu, ia pun mulai tunduk, namun baru saja ia menunjukkan kembali keberanian nya lagi. Itu karena dia sudah lelah, ia tak peduli kalaupun akhirnya ia akan mati di tempat itu. Namun Itu justru membuat Tristan bersemangat. Ia lebih senang melihat Kimy melawannya, hatinya akan ikut sakit jika melihat gadis itu terus merutuki nasibnya.


"Heh.. Kau mulai melawanku lagi?.." Tanya Tristan sinis.


"Ya.. Kau gila dan tak waras. Aku membencimu.." jawab Kimy dengan lantang. Ia tak tahu apa yang di ucapkan nya adalah kejujuran atau kebohongan belaka.


"Baiklah kalau itu maumu, aku senang dengan permainan ini baby.." Tristan menyentuh dagu Kimy namun gadis itu menyingkarkan tangan Tristan dengan kasar "Kau marah padaku? Kau tahu, harusnya akulah yang marah. Kau sudah menghianatiku sayang.."


"Apa yang aku lakukan? Kenapa aku menghianatimu, kau bukan kekasihku Tristan, ingat. Aku tawananmu, aku alatmu untuk membalas dendam pada papamu.."


Deg


Tristan terkejut dengan apa yang di ucapkan Kimy. Dia tak menyangka gadis itu mengetahui rahasianya. Apa Laura yang memberi tahu Gadis itu?


Tristan menjauhkan tubuhnya dari Kimy, ia berjalan mundur. Ucapan Kimy barusan seakan membangkitkan amarah nya, dendam nya.


"Apa yang kau katakan?.." Tanya Tristan lirih.


"Kau ingin membalas dendam pada om Teddy dengan mengurung ku. Dengan membuat Gilang hancur, kau sungguh menyedihkan Tristan.." Kimy memandang Tristan remeh. Tristan sungguh sakit mendengar apa yang Kimy ucapkan. Walaupun itu kenyataannya tapi kata-kata itu keluar dari mulut gadis yang merebut hatinya, hati Tristan sungguh sakit.


"Kenapa? kau ingin membununuhku? kau ingin menyiksaku. Lakukan Tristan, lakukanlah toh kau juga sudah melakukannya pada om Teddy. Kau gila, bagaimana bisa papamu sendiri ingin kau lenyapkan. Kau benar-benar psikopat gila.."


Tristan tak bisa berkata-kata, ia hanya diam mencoba mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Kimy. Ternyata di luar dugaan, ia terlalu meremehkan Kimy. Bagaimana bisa gadis itu tahu segalanya. Mata Tristan memerah menahan amarah, kesabaran nya sudah habis. Kimy benar-benar menguji kesabaran nya kali ini.


Tristan berjalan perlahan mendekat pada Kimy lagi "Kau sudah pandai bicara sekarang. Kau perlu di beri hadiah.." pandangan mata lelaki itu begitu menakutkan bagi Kimy. Tapi gadis itu berusaha untuk tak takut. Dia berusaha tegar, walau dalam hatinya ingin berlari menjauh.

__ADS_1


Tristan mencengkram rahang Kimy dengan kuat, membuat gadis itu mendesis kesakitan.


"Kau terlalu banyak bicara dan itu membuatku muak.." tangan Tristan pindah pada rambut panjang Kimy. Lelaki itu menarik rambut itu hingga Kimy mendongak menatap nya.


Perlahan air mata Kimy jatuh, ia begitu kesakitan. Rambutnya seakan ingin terlepas dari kulit kepalanya, sakit sekali.


"Masih ada kesempatan jika kau minta pengampunan.."


"Jangan mimpi sampai mati aku tak sudi minta maaf padamu lagi.." jawab Kimy begitu lantang.


Tristan menarik rambut Kimy sambil berdiri. Lelaki itu berjalan sambil terus menarik rambut panjang itu, hingga gadis itu terseret menahan kesakitan yang teramat sangat. Kimy masih kekeh dengan ego nya, dia tak sudi meminta maaf. Dia berpikir sudah terlanjur basah, maka yang akan terjadi biarlah terjadi.


"Kau kesakitan? Kau begitu lemah ini belum seberapa.." Kata Tristan sambil tersenyum miris, entah apa yang di rasakan dalam hatinya.


Kimy tak menjawab, ia hanya mampu menangis menahan sakit sambil memegang pangkal rambut nya untuk mengurangi rasa sakit.


Kimy menggeleng "Sudah cukup Tristan, kau jangan terus bermimpi. Apa yang kau harapkan tidak semuanya bisa kau dapatkan. Aku kasihan padamu, kau begitu keji. Apa mamamu di surga bahagia melihat perbuatan mu?.."


Deg


Tristan tersentak hatinya karena mamanya di singgung oleh Kimy. Seperti membangunkan lagi singa yang tertidur.


Plak


"Bicara apa kau? Kau tidak tahu apa-apa, kau hanya ****** murahan, berani sekali kau menyinggung mama ku.."


Tristan menampar Kimy dengan keras hingga tubuhnya terkulai ke lantai. Ada sedikit darah di sudut bibirnya.

__ADS_1


"Kau tunjuk kan lagi siapa dirimu Tristan. Aku membencimu, sampai mati aku akan membencimu.." air mata Kimy tumpah.


Tristan mengeraskan rahang nya, dia menjambak lagi rambut gadis itu dan melemparkan tubuh mungil itu pada tembok yang tak jauh darinya. Tubuh Kimy terlempar pada tembok dan terkulai lemas di lantai.


Ya tuhan apa ini akan jadi akhir hidupku?


Nafas Tristan memburu, ia mendekat pada Kimy yang tak berdaya itu "Ayo bangun, akan ku tunjukkan siapa diriku sebenarnya.."


"Kau akan menyesal.." Kata Kimy pelan tapi masih bisa di dengar oleh Tristan.


Tristan sedikit tersenyum mendengarnya, kemudian ia menarik tangan Kimy agar gadis itu berdiri. Namun Kimy seakan tak punya kekuatan lagi. Kakinya sudah lemas, tubuhnya sudah tak bertenaga. Lengan, bibir, pelipisnya sudah terdapat luka akibat perbuatan Tristan.


"Ayo bangun ******, kita selesaikan sekarang.." setelah Kimy berada pada posisi berdiri Tristan melepas tangan nya dan tubuh gadis itu kembali limbung. Melihat itu Tristan semakin emosi, dengan membabi buta ia menendang tubuh Kimy, kaki Kimy serta semua anggota badan Kimy yang bisa ia capai dengan kakinya.


"Ayo bangun.. Ayo bangun.." Kata Tristan dengan Nafas terengah sambil terus menendang-nendang tubuh Kimy.


Pandangan Kimy sudah kabur, tubuhnya begitu kesakitan. Ia yakin kali ini ia akan mati. Air mata masih terus menetes, tapi suara rintihan sudah tak keluar lagi dari mulutnya. Matanya perlahan sedikit tertutup, namun ia masih bisa melihat bayangan kaki yang terus menghantam tubuhnya.


Tristan, ini kah yang kau harapkan dariku. Jika kematianku bisa membuatmu sadar, aku rela harus berkorban. Semoga kau bisa hidup dengan baik-baik saja setelah ini.


Mata gadis itu perlahan tertutup bersamaan dengan. Datangnya Dony.


"Tristan hentikan.." Teriak Dony sambil menarik tubuh Tristan menjauh dari Kimy. Namun lelaki gila itu masih terus ingin menghujam Kimy "Tristan dia bisa mati, hentikan.." seketika Tristan berhenti. Ia berdiri sambil melihat tubuh Kimy yang terbujur kaku. Air mata Tristan menetes dan Dony melihat itu.


"Kau gila, kau benar-benar sudah gila Tristan. Kali ini aku benar-benar kecewa padamu.." Kata dony, kemudian dony merengkuh tubuh Kimy. Saat ia mau mengangkat tubuh itu, ada begitu banyak darah di tangan dony "Oh tuhan Kimy.. Apa ini?.." dony melihat darah di tangannya. Begitu juga Tristan, ia begitu terkejut melihatnya.


"Bertahanlah Kimy.." dony mengangkat tubuh Kimy keluar dari ruangan itu, sedangkan Tristan ia masih berdiri mematung menyaksikan lantai yang begitu banyak darah. Beberapa saat kemudian ia pun ikut berlari menyusul Dony.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2