BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Adik


__ADS_3

Kimy mengernyitkan matanya ketika matahari mulai masuk ke dalam kamar, melalui celah-celah jendela di kamar mewah itu.


Dia merasakan kaki dan tangannya nyeri, sulit untuk bergerak. Ketika kesadarannya mulai penuh, dia ingat kalau saat ini dia tidak lagi di kamarnya, dia ingat saat ini dia sedang di sekap pria gila itu.


Oh shitt, gue ketiduran semalem..


CEKLEK!!


Pintu kamar terbuka, lelaki dewasa berbadan kekar umur sekitar 35 tahun yang Kimy yakini sebagai bodyguard itu datang dengan membawa nampan. Lelaki itu meletakkan nampan yang berisi makanan di meja kecil sebelah ranjang yang dia tiduri. Perlahn lelaki itu mendekatinya, reflek Kimy menjauhkan tubuhnya dari lelaki itu.


" Kau bisa diam?.." Lelaki itu lalu membuka ikatan di tangan dan kaki Kimy. Kimy hanya diam memperhatikan gerak-gerik lelaki yang lumayan tampan itu, sebelas dua belas dengan asisten Tristan Dony.


" Jangan kira setelah ikatan ini kubuka, kau bisa kabur diam-diam, kau ada di tengah hutan. Sebelum kau kabur, sudah ku pastikan kau mati di terkam binatang buas.." Katanya sambil terus membuka tali yang mengikat kaki dan tangannya.


" Bersikap manislah, jangan menyulitkanku.." Katanya lagi. Kimy hanya diam memandangi lelaki itu dengan tatapan bencinya.


" Di mana ponselku?..." Jawab Kimy , setelah lelaki itu menyelesaikan aktivitasnya.


Lelaki itu hanya diam tanpa merespon kata-kata Kimy, dia berlalu meninggalkan kamar itu. Kimy berlari mengikuti lelaki itu namun terlambat, pintu itu tertutup rapat, terkunci dari luar.


Brak.. brak... " Buka!!.. hey buka!!.."


Brak.. brak... Kimy terus menendang-nendang pintu itu dari luar.


Merasa tenaganya terkuras tanpa hasil, Kimy berlari kejendela kamar itu. Dia berharap ada celah yang bisa dia gunakan untuk kabur, namun hasilnya Nol. Jendela-jendela di situ rupanya model paten, yang tak bisa di buka. Dia menyingkap gorden putih yang menjuntai di jendela itu, dia melihat keluar dan apa yang di lihatnya. Ternyata dia berada di lantai dua, dia menganga melihat pemandangan di luar.


Wahh indah sekali, beneran ini di tengah hutan. Kenapa ada tempat seindah ini. Gue dimana sebenarnya?


Di balik jendela kokoh itu, dia melihat padang rerumputan berwarna hijau, ada danau yang indah di tengah-tengahnya. Di pinggir padang rerumputan itu ada pohon-pohon besar yang memutar, seperti sebuah pagar yang mengitari rumah itu. Sepanjang yang dia lihat, dia tidak melihat adanya bangunan lain. Dia cuma melihat pohon-pohon yang tinggi.


CEKLEK!!!


Pintu terbuka membuat Kimy terperanjat berbalik ke arah pintu, menampilkan sosok lelaki tampan dengan wajah khas devilnya.


" Kau menikmati pemandanganya baby.." Kata lelaki itu berjalan kearahnya. Sambil berjalan Tristan sekilas melirik nampan di meja kecil itu.


" Kau tidak memakan sarapanmu?..." Katanya tepat di depan Kimy.


" Aku tidak lapar.." Jawab Kimy ketus.


" Kau bisa mati baby, kalau keras kepala.." Katanya menatap manik mata Kimy dengan tajam. Secepat kilat lelaki itu menarik tangan Kimy kasar dan mendorongnya ke sofa yang ada di sudut kamar itu.


Bug!! " Awhh.." Jeritnya kesakitan karena pantat dan punggungnya terduduk kasar di sofa itu.

__ADS_1


Tristan berbalik, berjalan menuju meja kecil itu. Dengan satu tangan kirinya, dia mengambil nampan, meletakannya pada meja yang ada di depan sofa itu.


" Makan!!!.." Katanya sambil berdiri bersedekap menatap Kimy.


" AKU BILANG AKU TIDAK LAPAR!!!.." Jawab Kimy berteriak dan dengan penuh penekanan pada tiap katanya. Tristan terlihat berdecih malas.


" Kau sedang menguji kesabaranku?.."


" Kau mau aku menyuapimu dengan bibirku?.." Jawabnya lagi dengan senyum smirknya.


" Dalam MIMPIMU!!.. Aku memang tidak lapar, aku tidak biasa sarapan dengan makanan seperti itu.." Jawabnya dengan suara tinggi.


Tristan mengernyitkan dahinya, dia melihat makanan yang ada di nampan itu. Ada nasi putih, daging lada hitam dan sup merah di mangkuk kecil, dan susu di gelas. Tidak ada yang salah menurut Tristan, itu adalah makanan sehat, tapi kenapa gadis pembangkang ini menolak.


" Kau becanda? Baiklah, aku akan memasukkan makanan ini ke dalam mulutmu dengan caraku.." Tristan bergerak mau mengambil makanan itu, namun secepat kilat tangan Kimy meraih nasi itu dan memasukkan ke mulutnya dengan cepat.


" Good!!.."


**


Lexa pusing harus menjawab telepon dari semua klien yang menghubunginy hari itu. Pasalnya hari itu Kimy harus datang ke beberapa acara sesuai perjanjian kontrak. Dan orang tua Kimy memberi kabar kalau Kimy pergi ke luar kota untuk menenangkan diri. Bosnya di manajemen artis itupun juga seperti sudah memberi ultimatum agar Kimy segera klarifikasi atas segala masalahnya, namun sekarang Kimy malah menghilang. Benar-benar kewalahan wanita itu.


Bisa gila gue kayak gini, kenapa semua jadi kacau gini.


Sebelumnya Kimy tak pernah ada masalah dalam kerjaan. Selama ini artisnya itu selalu profesional dalam bekerja, sejak Kimy mengenal pria itu, Lexa merasa Kimy aneh, tidak terbuka padanya lagi. Sekarang semua jadi kacau.


Benar saja, dia melihat Gilang turun dari mobil sportnya sedang berjalan menghampirinya.


Mampus gue, kapan Gilang balik.


" Mana Kimy?.." Ulangnya lagi.


Lexa membuang nafas kasar, rasanya dia sudah lelah. Hari ini sudah berapa orang yang memarahinya dan sekarang di tambah Gilang, tentu saja pria tampan ini datang untuk memarahinya juga, tidak mungkin untuk memujinya, bukan.


" Lang, gue juga gak tau Kimy dimana?.." Jawabnya lemah.


" Maksud lu apa gak tau?.." Gilang sedikit bingung, mana bisa Lexa gak tau Kimy dimana, padahal selama ini dimana ada Kimy di situlah Lexa berada.


" Nomornya gak bisa di hubungi juga, dia ganti nomer?..." Lanjut Gilang lagi.


Lexa hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah. Dia bingung harus mulai menjelaskan dari mana.


" Lang, gue juga bingung sama masalahnya Kimy. Semua orang mencarinya, semua orang berharap Kimy muncul dan klarifikasi tentang semua ini.."

__ADS_1


" Semua ini gak bener kan Lex?.."


" Gue tau Kimy, bahkan jika semua orang menyalahkannya dan gak percaya sama dia. Gue percaya, Kimy bukan wanita kayak gitu.." Kata Gilang sedikit ngegas.


Lexa tersentak mendengar apa yang di ucapkan Gilang. Mungkin harusnya dia juga percaya sama Kimy tanpa harus Kimy menjelaskan. Karena selama ini dia tau, sikap artisnya mungkin agak buruk atau terkesan jahat tapi Kimy bukan wanita murahan. Kimy sangat mencintai Gilang. Tapi sekali lagi hati lainya Lexa menjawab, mungkin hanya wanita bego yang bisa menolak pesona lelaki seperti Tristan. Godaan itu sungguh berat, dan Lexa gak yakin Kimy bisa lewati godaan berat itu.


" Papi, maminya bilang Kimy lagi nenangin diri dan ga mau di ganggu siapapun Lang.."


" Jadi papi, mami tahu keberadaan Kimy?.." Jawab Gilang.


" Harusnya gitu, karena mereka yang kasih tau gue kalau Kimy gak boleh di ganggu dulu.."


" Brengsek, gue pastiin lelaki itu mati di tangan gue kalau Kimy kenapa-kenapa.." Kata Gilang dengan tampang marahnya.


**


Tristan berjalan dengan elegan keluar dari gedung pencakar langit miliknya di ikuti Dony di belakang. Saat security membukakan pintu mobil untuknya, ada sebuah mobil sport berkecepatan tinggi berhenti tepat di belakang mobilnya.


Ciiiiiittttttt!!!


Sontak membuat Tristan menghentikan aktivitasnya untuk melihat siapa yang datang. Lelaki tampan dengan kacamata hitam bertengger di hidungnya keluar dari mobil dengan tampang garangnya.


Ya, dia adalah Gilang lelaki yang beberapa minggu terakhir pergi ke luar negeri itu telah kembali.


Semua mata seakan berhenti untuk menyaksikan dua lelaki tampan yang bisa menghipnotis setiap orang yang memandangnya.


Gilang dengan ketampanan paripurna, di tambah dengan dia yang memakai Kaos dan celana jeans serba hitam ditambah dengan jaket denim serta kacamata hitam untuk menunjang penampilan fashionablenya.


Sedangkan Tristan yang sudah tidak di ragukan lagi ketampananya bagaikan dewa yunani itu, memakai setelan kantor berwarna hitam yang terlihat pas ditubuhnya, sehingga otot-otot kekarnya terlihat nyata bagi yang memandangnya.


Keduanya berpandangan dengan tatapan membunuh satu sama lain.


Sialan, jadi seperti ini rupanya lelaki yang berani menggoda milikku.


Bagi Gilang lelaki di depannya itu sudah mengganggu ketentraman hubungan percintaanya dengan kekasih yang di cintainya, dia tidak akan rela, dia tidak akan tinggal diam. Kimy hanya miliknya, siapapun yang berusaha merebutnya akan dia hadapi apapun resikonya, bahkan nyawanya, sedalam itu dia mencintai kekasihnya.


Akhirnya kita bertemu adik, sayangnya bukan untuk saling menyapa, tapi kita bertemu untuk satu hal, menghancurkan segala yang berhubungan denganmu.


Tujuan Tristan sudah jelas, balas dendam. Tristan melihat kehidupan lelaki di depannya itu sangat sempurna. Dia hidup serba ada, mempunyai wajah tampan, sudah jelas karena keturunan Hanggono sudah pasti berwajah di atas rata-rata, hidup dengan keluarga utuh yang menyayanginya, kekasih yang mencintainya. Dia tidak iri sama sekali, karena kehidupan sempurna pria di depannya itu adalah hasil dari mencuri kehidupan orang lain. Baginya, dengan melihat orang-orang yang di cintainya menderita, jelas akan membuatnya menderita juga. Secara perlahan Tristan akan menghancurkan segalanya.


Adik, sudah lama aku menantikan pertemuan ini.


Tistan menampilkan senyum smirknya sesaat.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2