
Setalah lima tahun berlalu, kini Kimy benar-benar menjelma menjadi sosok wanita yang tidak terbayangkan sebelumnya. Di usianya yang sudah menginjak angka 29 tahun, usia di mana seorang wanita matang dan dewasa. Di situlah versi terbaik dari hidup Kimy selama 29 Tahun.
Kimy sekarang sudah bisa dengan bangga mengakui keberhasilannya mengembangkan perusahaan yang Tristan wariskan padanya menjadi 10x lipat lebih maju dari pada sebelumnya.
Kimy bahkan sudah berhasil masuk menjadi 100 wanita berpengaruh di dunia versi vorbes. Tak sampai di situ prestasi yang Kimy dapatkan, perusahaanya juga sudah menjadi 10 di antara perusahaan besar dan berprestasi di Indonesia.
Siapa yang tak bangga dengan prestasi wanita cantik nan elegan itu. Kimy masih sangat cantik di usianya yang sangat matang itu. Hidup Kimy sempurna, mempunyai suami yang mencintainya dan kaya raya, serta anak yang tampannya seperti malaikat bernama Jeffry Alexandro Hanggono yang sekarang sudah berumur 4 tahun. Jeff adalah anak yang mempunyai paras sangat rupawan.
*
"Mommy, tenapa mommy bawatan jeff dot, memangna jeff anak bayi?" seru jeff ketika mendapati dalam tas ranselnya ada sebuah dot berisi Susu.
Jeff memang tidak pernah mau minum susu lewat dot lagi sejak usia 2,5 tahun, anak itu lebih suka minum pakai Gelas.
Jeff memang terlihat dewasa sebelum waktunya. Itu bukan tanpa sebab ya pemirsa, itu karena didikan yang di dapat Jeff dari opanya, Teddy. Ternyata, setiap seminggu sekali Teddy selalu menjemput jeff untuk dibawa ke rumahnya, tentu saja bukan untuk bermain bersama, melainkan melatih bocah itu dalam bersikap, berbicara bahkan mulai mengenalkan dunia bisnis pada Jeff.
Kimy berdecak malas, kenapa bisa anaknya yang masih berusia 4 tahun bicara seperti itu. Itu pasti karena ulah Teddy. Dengusnya.
"Sayang.. Jeff kan memang masih kecil nak. Kalau sudah besar itu seperti Daddy dan Momy, Jeff nggak perlu minum susu lagi. Tapi Jeff, sekarang kamu harus minum ini karena tubuhmu ini masih dalam masa pertumbuhan nak" bujuk Kimy dengan kalem.
"No.. I Don't" jawab Jeff berlari ke arah Gilang, dimana lelaki itu sekarang sedang bersama Septian di ruang tamu.
"Daddy.. Daddy.." teriak Jeff langsung memeluk tubuh Gilang di sana.
"Hey boy, ada apa? Kenapa lari-lari?" tanya Gilang membalas pelukan Jeff saat ini.
"Dad, bilang te Mommy, Jeff ndak mau minum cucu dali botol ladi. Jeff cudah becal Dad" rengek bocah itu membuat Septian terkekeh geli. Sepertinya memang Jeff sudah dewasa sebelum waktunya, pikir Septian.
"Oh mommy melakukannya lagi?" Tanya Gilang dengan nada pura-pura sedih.
"Iya Dad, Jeff endak mau cekolah kalau di bawakan dot ladi. Nanti Jeff diledekin sama Evelyn"
"Evelyn?" Tanya Gilang heran.
Kini Septian semakin terkekeh dengan bocah itu.
"Memangnya kenapa Jeff, kamu malu sama Evelyn?" Tanya Septian menimpali.
"Iya don, Eve pasti ilfeel sama atu om" Kata bocah tengil itu dengan tampang tak berdosanya.
"Hahahaha" gelak tawa keluar dari mulut Gilang dan Septian mendengar ucapan Jeff itu.
"Apa sih kalian ngetawain anakku" Kimy muncul dengan membawa tas ransel milik Jeff, di ikuti seorang suster di belakangnya.
__ADS_1
"Sayang, masa Jeff bilang nanti Eve ilfeel karena dia masih minum Susu pakai dot" ucap Gilang sembari tertawa renyah.
"Jeeeff.." panggil Kimy dengan pura-pura marah.
Jeff malah semakin dalam masuk ke pelukan Gilang karena takut sama momy nya. Bocah itu memang lebih dekat pada Gilang dari pada Kimy. Kesibukan Kimy di perusahaan membuat dirinya hanya punya waktu sebentar saja untuk seorang Jeff. Alhasil malah Gilang yang lebih punya banyak waktu untuk bocah itu.
*
Kini Jeff sudah berada di dalam mobil alphard berwarna hitam menuju sekolahnya. Tentu saja dia berangkat tidak di antar orang tuanya. Hanya seorang suster, sopir dan satu bodyguard suruhan Teddy yang mengantarkan bocah itu.
"Cus nti danan itutin Jeff ke keyas ya, cus tunggu di lual adza" perintah Jeff pada suster yang duduk di sebelahnya.
Suster itu tersenyum gemas "Baik, tapi den Jeff nggak boleh nakal ya. Nanti kalau nakal suster di marahi sama mommy aden" jawab suster itu.
"Ciap cus" Jeff memberi dua jempol tangannya pada suster itu. Kini bocah itu bersenandung riang sambil menggelembung-gelembungkan pipinya yang tembem, mirip sekali dengan bakpao.
Jeff sudah sampai di sekolah TK Internasional. Di situ hanya kalangan berduit saja yang mampu masuk. Dari arah berlawanan terlihat Evelyn berlari menghampiri Jeff dengan riang.
"Deff" panggil Eve sambil berlari riang.
"Stop Eve janan lari-lari nanti tamu datuh" teriak Jeff yang berdiri di tempatnya.
Eve tak menggubris omelan lelaki yang lebih tua beberapa bulan saja denganya itu. Ia terus berlari mendekat pada Jeff, hingga kini tubuh Jeff yang gembul sudah berada di depannya.
"Hah.. Hah.. Huh.. Huh.. Tapek tekali Jeff" Kata Eve sambil bernafas berat.
*
Saat ini kedua bocah itu sudah duduk di bangku kelas. Jeff adalah gambaran bucin Gilang versi mininya. Jeff selalu duduk berdua dengan Eve, Jeff tak pernah membiarkan bocah lelaki lain mendekati Evenya yang cantik.
"Epe.. Becok kan tita libul, minta sama papa mu buat main ke lumah. Di mana, tamu mau ndak?" Tanya Jeff dengan ceria.
"Tapi bunda tu ndak idinin atu main te lumah mu Deff" jawab Eve dengan polosnya.
"Memangna tenapa?" Tanya Jeff tak mengerti karena Eve selalu bicara begitu jika ia meminta gadis cantik itu main ke rumahnya.
Eve menggedikkan bahunya tak tahu.
"Ote.. nanti atu minta Daddy tu aja buat antal atu ke lumahmu"
Ucapan Jeff itu mendapat anggukan dari Eve. Setelah itu keduanya pun mengobrol tak terbatas khas anak-anak.
*
__ADS_1
"Lang, aku positif" Kata Kimy keluar dari kamar mandi dan langsung menunjukan hasil tespek pada suaminya. Gilang yang sedari tadi mondar-mandir di depan kamar mandi itu cengo mendengar ucapan Kimy.
Ia masih belum percaya, akhirnya Kimy hamil setelah dua tahun penantian.
Kenapa dua tahun?
Itu karena hubungan mereka benar-benar sebagai suami istri setelah dua tahun ini. Sebelumnya hubungan mereka masih seperti dulu. Tidak ada ikatan yang lebih, hanya sebatas status. Kimy baru menerima Gilang lagi setelah dua tahun ini.
"Lang" Kimy menyentuh tangan Gilang dan Gilang langsung tersadar saat itu juga.
Tubuh Kimy seperti melayang ke udara karena tiba-tiba Gilang mengangkat dan memutar-mutar tubuhnya.
Gilang kesenangan.
"Lang, turunin nanti jatuh" Kata Kimy sedikit ngeri melihat ke bawah. Gilang pun menuruti kata-kata istrinya.
"Nanti sore kita kasih tahu kakak ya" Kata Gilang membuat Kimy tersenyum karena terharu.
Kimy mengangguk dan memeluk lelaki itu.
"Dia pasti senang kan?" Tanya Kimy di angguki oleh Gilang.
*
Sore itu, benar saja Gilang membawa Kimy ke tepi laut seperti biasanya. Mereka bicara seakan ada Tristan di sana. Benar-benar seperti orang gila, mereka sudah melakukan ritual itu selama lima tahun dan akan terus melakukannya tanpa ada niat berhenti.
"Kak, Jeff akan segera punya adik. Kamu seneng kan denger kabar ini?" Kata Gilang sambil menatap ke tengah laut.
Kimy menyandarkan kepalanya di pundak Gilang.
"Kamu bahagia kan di sana melihat kita Tristan" Kata Kimy dengan menatap pandangan yang sama dengan Gilang.
"Terima kasih kak, udah memberi aku kehidupan sebaik ini. Andai saja kamu masih ada, aku akan memberikan apapun yang kamu mau. Kebahagiaan ini adalah milikmu" Kata Gilang lalu mengecup pucuk kepala Kimy.
Keduanya benar-benar larut dalam percakapan super absurd itu hingga malam tiba.
Bersambung...
**
Jangan lupa like dan komen ya sayang-sayangku.. Like dan komen kalian adalah semangatku.
Selamat membaca
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️