
Di pagi harinya, seperti biasa suasana hangat menyelimuti keluarga abraham. Kimy yang menyiapkan sarapan di bantu para dayang-dayangnya, Tristan yang saat ini sedang duduk santai di kursi yang ada di tepi kolam dengan laptop di depannya. Sedangkan ketiga anak mereka belum terlihat batang hidungnya. Ini hari minggu tentu saja mereka sibuk dengan kegiatan mbangkongnya, apalagi si Sab yang emang doyan sekali tidur.
“Pagi aunty” sapa seorang gadis yang baru saja datang menenteng kresek besar berisi belanjaan.
Kimy menoleh dan mendapati Eve di sana “eh pagi Eve” keduanya pun saling bercipika-cipiki.
“Pagi-pagi sudah datang, bawa apa kamu sayang. Sendirian?” Kimy melongok melihat ke belakang Eve.
Eve mengangguk “Iya aunty, Eve sendirian. Tadi papa bilang akan kesini juga tapi belum berangkat. Eve bawa bahan buat BBQ an sama Sabrina dan Zane”
“Wah kalian mau makan-makan?”
“Kemarin sih rencananya gitu aunty, tapi karena masih pagi Eve taruh di kulkas dulu aja ya”
Kimy mengangguk, memang Eve di rumah itu sudah seperti di rumah sendiri, sudah biasa, saking seringnya berada di lingkungan itu. Eve sangat menyukai kedekatan di keluarga itu, Eve yang haus kasih sayang merasa di perhatikan di situ.
“Kak Eve” panggil Sabrina yang baru turun dari lantai dua di mana kamarnya berada.
“Sab”
“Kakak tumben pagi banget kesini, bang Jeff mana?” Eve celingukan mencari di mana abangnya berada.
“Abangmu belum turun sayang, coba panggil ke kamarnya bilang kalau Eve udah dateng”
“Siap Mom” jawab Sab lalu berlari lagi ke lantai dua.
“Nggak apa-apa aunty, biarin aja Jeff istirahat, dia bilang kecapean semalem”
Kimy menoleh ke Eve “Jeff bilang ke kamu gitu Ve?” Kimy memang sedikit heran, karena Jeff itu orangnya tertutup, tidak pernah mengeluh, tidak pernah curhat padanya ataupun pada suaminya.
“He’em aunty” jawab Eve.
Sedangkan di kamarnya, Jeff masih tidur dengan badan tengkurap. Seperti biasa lelaki itu selalu bertelanjang dada kalau tidur.
Ceklek ceklek ceklek
“Hem” Sab mendengus kesal, kamar Jeff di kunci ternyata. Tapi tenang, Sabrina tahu sandi kamar itu, yaitu ultah Sabrina dan Jeff yang di satukan. Hanya mereka berdua yang tahu.
Tit tit tit
Ceklek
Berhasil terbuka, kini Eve masuk ke kamar Jeff dan melihat abangnya tidur tergulung selimut.
“Bang”
“Abang”
Eve menarik selimut tebal yang membungkus tubuh Jeff dan lagi-lagi matanya ternodai untuk kesekian kali karena ulah abangnya sendiri. Jeff hanya memakai boxers dengan model briefs yang ketat.
“Astaga” Sabrina menutup lagi selimut itu, ini bukan pertama kali Sab melihat pemandangan itu ya.
“Abang bangun!!” Teriak Sab membuat gendang telinga Jeff seperti mau meledak.
Jeff langsung menegakkan badannya, lelaki itu terlihat kaget dengan suara nyaring Sabrina.
“Sabrina”
“Kebiasaan kalau tidur nggak pakai baju, cepet bangun, mandi sana, ada kak Eve di bawah” seru Sab. Ingat ya, hanya Sabrina yang seberani ini terhadap Jeff. Apalagi sampai masuk ke kamar Jeff, hanya Sabrina yang mempunyai akses untuk itu. Dan semua orang tahu, kalau Sabrina emang kesayangan si Jeff. Sabrina itu seperti tuan putri di rumah itu, semua tunduk tidak terkecuali si abangnya yang galakpun tunduk terhadap gadis itu.
“Ngapain pagi gini Eve kesini?” Tanya Jeff, dengan santai lelaki itu membuka selimut tebalnya dan beranjak begitu saja dari kasur king size nya.
Sab membelalak, ia segera balik badan, gadis itu kaget dan malu atas sikap abangnya yang tak tahu malu itu.
“Kenapa kamu?” Tanya Jeff tanpa dosa.
__ADS_1
“Kenapa-kenapa, abang itu yang kenapa. Pakai baju dan celana dulu abaang” teriak Sabrina.
Jeff melihat ke bawah, ia terkekeh melihat dirinya sendiri yang hanya memakai boxers briefs yang amat ketat, di tambah lagi kalau pagi begini si Joni suka bangun sendiri.
Dengan kondisi begitu Jeff malah medekat pada Sab yang membelakanginya. Jeff meraih pinggang adiknya dan memeluknya dari belakang.
Tubuh Sab menegang, ini pertama kalinya Jeff bertindak sejauh ini, biasanya Jeff langsung ngacir ke kamar mandi kalau Sabrina memergokinya hanya memakai briefs.
“A—abang” suara Sabrina bergetar.
Jeff malah mengelus perut rata Sabrina dengan sensual.
“Katanya udah dewasa, udah 17 tahun lewat. Masa di giniin aja udah gemetar” suara Jeff yang serak khas orang bangun tidur dan di bisikan di telinga Sab, mana ada gadis yang biasa-biasa aja merasakan itu, walau Jeff kakak kandungnya pun tetap saja, Sabrina merasa jantungnya kembang kempis saat ini.
“Abang lep—lepas bang, aku sesek nggak bisa nafas” ucap Sabrina pelan.
Jeff malah maraih kedua pinggang adiknya itu dan membalik tubuhnya hingga tubuh ramping itu berhadapan denganya.
“Bang”
“Hm” jawab Jeff sambil mengendus-endus leher Sabrina.
“Abang nggak boleh kayak gini”
“Kenapa?” Suara Jeff semakin berat membuat Sabrina merinding.
“Abang—bang nanti kak Eve lihat” seru si Sab takut.
“Ngak masalah”
“Nant—nanti kak Eve marah sama abang”
“Abang bilang nggak masalah”
“Nanti kak Eve mutusin abang”
“Hah??” tanya Sab dengan berani mendongak melihat ke dalam mata Jeff.
“Sabrina” panggil Jeff dengan suara rendah.
Jedug jedug jedug
Sabrina tak bisa mengendalikan suara jantungnya yang berdetak lebih cepat, entah kenapa Sabrina sendiri tak mengerti.
“Aku——“
“Bang Jeff, Sab” suara Zane mengintrupsi dari luar, dengan segera Sab mendorong tubuh tegap Jeff dan segera lari keluar dari kamar itu.
“Kenapa?” Tanya Zane ketika melihat kembaranya lari ketakutan seperti di kejar hantu.
“Eng—enggak kok” jawab Sab berlalu meninggalkan Zane.
“Eh Sab mana bang Jeff?”
“Masih mandi” teriak Sabrina.
Sabrina tak henti-hentinya memandangi Eve yang sedang mengobrol dengan Mommynya sambil sarapan. Pikiran Sabrina melayang entah kemana, ia masih mengingat saat Jeff memeluknya tadi, sebenarnya sudah sering Jeff memeluknya, tapi tadi berbeda dengan pelukan yang biasanya. Biasanya Jeff hanya memeluk pundaknya saat berfoto bersama keluarga atau Jeff sekedar menggodanya dulu, seinget Sab sih gitu. Tidak tahu lagi kalau di masa kecil mereka. Tapi yang tadi itu pelukanya beda, pokoknya bukan pelukan sebagai kakak ke adiknya. Sabrina benar-benar tak mengerti kenapa Jeff bersikap kurang ajar begitu.
Jeff terlihat menuruni tangga dengan gaya cool nya, kedua tangan ia masukkan ke dalam saku celana, pandangan tetap tajam seperti biasanya, sama sekali tidak ada keramahan.
“Pagi” sapa Jeff pada semua orang dengan dingin sambil menarik kursi dan mendudukinya.
“Pagi Jeff”
“Pagi sayang”
__ADS_1
“Pagi Jeff”
“Pagi bang”
Jawab Tristan, Kimy, Eve dan Zane bersamaan, sedangkan Sabrina ia hanya melirik saja sambil mencibir Jeff tanpa orang lain sadari.
“Jeff kamu baik-baik aja kan?” Tanya Kimy memastikan putranya baik-baik saja, ia ingat ucapan Eve kalau Jeff lagi kecapean.
“Maksud Mommy?”
“Kamu nggak sakit kan?”
“Seperti yang mommy lihat, aku baik-baik aja” jawabnya sambil menerima piring dari Eve. Gadis itu baru saja mengisi piring Jeff. Sudah seperti pasangan pengantin baru bukan.
Sedangkan Sabrina, tetap mengunyah makananya sambil matanya terus melihat interaksi antara abangnya dan Eve.
Dasar cowok, di depan ceweknya aja tunduk kayak kambing congek. Lupa ya tadi hampir bikin jantung orang copot. Batin Eve.
Tiba-tiba mata tajam Jeff melihat ke arah Sabrina, gadis itu kelabakan mengedip-ngedipkan mata seperti orang kelilipan dan langsung melihat ke arah lain.
Jeff tersenyum miring melihat tingkah adiknya itu, Menggemaskan.
“Jeff kalau kamu lagi capek istirahatlah, liburan atau kemana. Jangan di forsir kerja terus” lanjut si Mommy Kimy.
“Apa ada masalah di kantor Jeff?” Tanya Tristan.
“Nggak ada pa” jawab singkat Jeff.
“Jeff hari ini kita pesta BBQ an, aku udah bawa bahan-bahanya”
Jeff tersenyum manis pada pemilik suara itu siapa lagi kalau bukan si Eve.
Sabrina yang melihatnya serasa mau muntah, dasar psikopat gila. Tumben manusia datar itu bisa senyum, oh iya dia lupa kalau tawa dan senyum Jeff hanya untuk satu orang saja yaitu Eve.
“Sab” panggil sang papa.
“Hem ya pa” kaget Sabrina.
“Nanti ikut papa sama Mommy”
“Hah kemana?”
“Ke rumah temen papa, iya kan sayang?” Tanya Tristan pada Kimy.
“He’em, mereka ingin mengenalmu sayang. Mereka ingin tahu secantik apa sih anak gadis papa Tristan. Apa seperti yang orang-orang gosipkan di luar sana”
“Gosip apaan?” Tanya Sabrina.
“Loh kamu nggak denger di luar sana banyak beredar kalau di rumah ini ada bidadari tersembunyi, ada barby di dunia nyata”
“Uhuk-uhuk” Eve terbatuk-batuk mendengar omongan Kimy.
“Ah mommy bisa aja” seru Eve.
“Minum dulu” kata si Jeff pada Eve. Gadis itu mengangguk dan menurut saja.
Kimy melirik ke arah Jeff. Terlihat sekali kalau Jeff mengetatkan rahangnya saat ini. Walaupun ia lagi membantu Eve mengambilkan minum.
“Jangan bilang kalau papa mau jodohin Sab sama anak temen papa?” Sahut si Zane.
“Cerdas kamu Zane” jawab Tristan sambil terkekeh.
“Ngarang ya lu ndroo” sela Sabrina mengatai kembaranya.
Sedangkan Kimy melirik lagi ke arah Jeff, ia menghela nafas panjang melihat tatapan Jeff yang begitu menakutkan.
__ADS_1
Bersambung