
Tristan perlahan melepaskan tautannya. Pandangannya masih tak bisa lepas dari gadis itu, begitu juga Kimy. Gadis itu masih tak mengerti apa yang terjadi.
Bukankah Tristan mempunyai kekasih, lalu ini apa?
Otak Kimy masih berputar-putar di situ, hingga seseorang datang membuyarkan lamunan mereka berdua.
" Sialan!!! kau wanita jalang.." Kata itu membuat Kimy terperanjat. Laura datang menarik tubuh Kimy.
Plakkk!!!!
Wanita itu menampar keras muka Kimy, hingga gadis itu tersungkur.
" Laura apa yang kau lakukan?.." Bentak Tristan yang juga terkejut dengan kedatangan Laura.
" Kalian berani-beraninya berciuman di belakangku, Sayang apa yang kau lakukan?.." Teriak Laura. Laura menghampiri Kimy lagi namun di cegah oleh Tristan.
" Lepaskan aku Tristan!!.." Laura meronta untuk melepaskan diri. Sementara itu Dony dan Mario merasa terkejut dengan suara bising di lantai atas. Kedua laki-laki itu baru saja sampai rumah Tristan, namun sudah di kejutkan dengan kejadian mencengangkan.
" Hey..hey.. apa yang terjadi?.." Mario berlari menghampiri mereka yang bertengkar.
Dony menghampiri Tristan " Bawa Laura keluar.." perintah Tristan pada Dony. Dony mengangguk lalu membawa wanita itu keluar " Lepaskan aku Don.." Teriak Laura namun tak di indahkan oleh Dony.
Setelah Laura di bawa keluar, Mario menatap Tristan bingung dengan apa yang terjadi. Tristan memberi kode pada Mario untuk membantu Kimy, kemudian Tristan meninggalkan tempat itu.
Mario menatap Kimy yang masih diam tersungkur di lantai " Kau tidak apa-apa?.." Tanya Mario dijawab anggukan oleh Kimy. Tapi Kimy masih tak percaya dengan sikap Tristan yang meninggalkannya begitu saja.
Mario memcoba membantu Kimy namun di tolak oleh gadis itu " pergilah aku tidak apa-apa.." Kata Kimy pada Mario.
" Kau yakin?.." Kimy mengangguk.
" Baiklah, aku ada di bawah. Kau bisa panggil aku jika butuh bantuanku.." Mario beranjak lalu meninggalkan Kimy.
" Kau gila!! Apa yang kau lakukan sialan?.." Tristan menghardik Laura di ruang kerjanya.
" Aku sudah bilang jangan lakukan hal yang tidak seharusnya.."
Mario masuk keruang kerja itu, laki-laki itu dengan santai duduk di sebelah Dony " Luar biasa kalian.." Kata Mario sambil menggelengkan kepalanya.
" Aku melihat kalian berciuman!.." Kata Laura dengan cepat.
" Uhukk..uhuk..uhukk.." Mario terbatuk mendengar ucapan Laura. Dony menatap tajam Mario, laki-laki itu diam seketika mendapat tatapan tajam dari Dony.
" Apa kau kira, aku kuat melihatmu memperlakukannya seperti itu?.. Laura mulai memanas.
" Kalian saling jatuh cinta?.." Tanya Laura pada Tristan. Tristan tak menjawab pertanyaan Laura. Tristan mulai berfikir.
Sepertinya kesalahan aku membawa Laura ke sini.
" Keluar!.." Perintahnya pada Laura.
" Tristan?. "
" Keluar ku bilang.." Kata Tristan penuh penekanan. Laura keluar dari ruangan itu dengan marah. Wanita itu terlihat membanting pintu ruangan itu.
" Kau cari penyakit man, membawa dia kemari.." Kata Mario.
" Rio benar bos, semakin kau coba menyakiti gadis itu, kau sendiri yang akan terluka.." Sahut Dony.
__ADS_1
" Kalian urus saja masalah kalian sendiri, tidak usah ikut campur masalah ini.." Jawab Tristan.
**
Disisi lain, Laura dengan kesal berjalan ke kamarnya. Wanita itu terlihat marah karena Tristan sama sekali tak memikirkan perasaannya.
Benarkah kau jatuh cinta padanya?
Pertanyaan itu terus berputar di otak wanita itu. Dia sama sekali tak percaya kalau Tristan jatuh cinta pada wanita lain.
Wanita itu berdiri tepat di depan pintu kamar Kimy. Dia sedikit menendang pintu kamar itu dengan kakinya, tidak di sangka pintu kamar itu tidak terkunci. Pintu itu sedikit terbuka, Laura mendorong pelan pintu itu.
Kimy yang mendengar langkah kaki masuk, berlari ke luar karena sebelumnya gadis itu tengah berada di kamar mandi.
" Tristan!!.." Pekik Kimy, namun betapa terkejutnya ternyata bukan Tristan yang datang, melainkan Laura yang berdiri di depan pintu kamarnya.
" Heh!!.." Laura tersenyum sinis. "Tidak ku sangka kau murahan juga.." Sindir Laura sambil bersedekap tangan.
" Mau apa kau kesini?.." Tanya Kimy malas.
" Kau belum mengenal Tristan. Kau kira dia menyukaimu. Dia sudah biasa tidur dengan banyak wanita dan itu hanya mainannya. Dia akan tetap kembali padaku akhirnya.."
Kimy tersenyum menanggapi perkataan Laura
" Untuk apa kau mengatakan itu padaku.." Jawab Kimy..
Laura mengernyit " Agar kau tahu, dia itu milikku.." Kimy diam tak menanggapi perkataan Laura.
" Apa kau lupa sama kekasihmu?.." Kata Laura sembari duduk di sofa yang ada di kamar itu.
Deg.. Kimy terperanjat, gadis itu melihat Laura lekat-lekat.
"Aku tidak menyelidikimu.." Jawab Laura malas " Dia yang datang mencariku.." Kimy mendekat ke arah Laura, gadis itu duduk di sofa, berhadapan dengan Laura " Apa maksudmu Laura?.." Tanya Kimy menahan emosi.
" Gilang.. kekasihmu mencariku.." Jawab Laura.
Kimy tersenyum tak percaya " Kau mau membodohiku? kau kira aku percaya padamu?.." Kata Kimy meremehkan Laura.
" Menurutmu apa untungnya aku berbohong. Tapi sepertinya, kau lebih suka tinggal di sini dari pada kembali pada kekasihmu yang sudah seperti orang gila itu.." Laura tersenyum mengejek.
" Apa maksudmu? Gilang baik-baik saja bukan?.." Tanya Kimy serius.
" hah.." Laura membuang nafas kasar " Menurutmu, apa dia akan baik-baik saja setelah di tinggal pergi oleh kekasihnya bersama pria lain.."
" Itu tidak seperti.." Kimy berhenti berbicara, gadis itu ingat perjanjiannya dengan Tristan, dia tidak mau membahayakan posisi Daniel di perusahaan.
" Aku sudah tahu semuanya, kau di sini karena apa, jadi kau tak usah takut kalau Tristan tahu, kalau aku mengetahui sesuatu.." Kata Laura, seakan tahu kenapa Kimy menghentikan bicaranya.
Jadi Tristan sudah menceritakan padanya. Dia sudah tahu kalau laki-laki gila itu hanya pura-pura tertarik padaku.
" Aku ingin tahu keadaan Gilang.." Kata Kimy cepat.
" Hanya itu?.." Jawab Laura. Kimy menatap heran wanita itu.
" Aku bahkan bisa melakukan lebih dari itu.." Kata Laura lagi.
" Apa maksudmu?.." Tanya Kimy. " Aku bisa mempertemukan kalian berdua kalau kau mau.." Jawab Laura.
__ADS_1
Bertemu Gilang?
Kimy diam membisu, gadis itu menatap Laura nanar. Entah apa yang di fikirkannya. Tentu dia senang jika bertemu Gilang, tapi kalau Tristan tahu, apa yang akan terjadi? Bukan hanya itu, entah kenapa hatinya tak seantusias dulu untuk bertemu kekasihnya itu.
" Kenapa?.." Tanya Laura heran " Kau tak ingin menemuinya? kau takut pada Tristan?.." Kimy menatap Laura tak percaya, gadis itu heran Laura seakan tahu segala yang dia fikirkan.
" Kau tahu dia begitu menderita, aku sungguh kasihan padanya.." Kata Laura.
Gilang, maafkan aku.
" Kau bilang tahu semuanya kan?.." Tanya Kimy, Laura mengernyit tak mengerti " Kenapa aku bisa di sini?.." Lanjut Kimy.
" Oh itu, ya aku tahu.." Jawab Laura santai.
" Apa kau tahu hubungan Tristan dan om Teddy?.."
" Teddy!!.." Laura terkejut.
" Maksudmu Teddy Hanggono?.." Tanya Laura di jawab anggukan oleh Kimy.
" Tentu aku tahu.." Laura berhenti berbicara, wanita itu menatap Kimy penuh selidik.
" Kenapa kau menanyakannya? Apa Kau tahu sesuatu?.." Laura curiga.
Jadi wanita ini sungguh kekasih Tristan. Dia pasti orang yang penting sehingga tahu segalanya tentang laki-laki gila itu.
" Tidak penting aku tahu atau tidak. Kau yakin bisa mempertemukanku dengan Gilang?.." dijawab anggukan oleh Laura.
" Kita buat kesepakatan, bagaimana?.." Tanya Laura.
" Kesepakatan apa?.." Jawab Kimy, mulai curiga.
" Aku janji akan mempertemukanmu dengan pacarmu itu, tapi kau harus janji satu hal.."
Kimy hanya menyimak perkataan Laura tanpa menjawab.
" Kau tidak boleh jatuh cinta pada Tristan, dia milikku. Buat dia membencimu.." Laura berkata dengan penuh penekanan.
" Aku akan mencoba membantumu keluar dari sini, menjauhkanmu darinya.." Lanjut Laura.
" Kau tahu dia sudah membenciku, sejak pertama kali aku di bawa olehnya.." Jawab Kimy lirih.
" Tapi sayangnya, kau yang mulai menyukainya.." Deg.. jantung Kimy bergetar mendengar perkataan Laura.
Benarkah aku menyukainya? tidak aku hanya kasihan padanya.
" Kalau begitu ikutlah denganku sekarang.." Laura beranjak dari duduknya dia bersiap untuk keluar dari ruangan itu.
" Kemana? kau tidak mempertemukanku dengan Gilang sekarang kan?.."
" Tenanglah nona, sabaaar.. Kita temui Tristan sekarang.." Jawab Laura.
" Mau apa kita bertemu dengannya?.." Kimy mulai panik.
" Kau mau bertemu dengan kekasihmu kan? ini caranya, terserah kau ikut denganku atau tidak.." Kata Laura sambil berjalan keluar. Kimy berfikir sejenak, gadis itu sedikit bingung. Tapi akhirnya dia berjalan menyusul Laura.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=