
Kimy menutup matanya, menikmati berendam dalam air hangat bathtup dalam kamar mandi mewahnya. Entah nasib baik apa yang Kimy alami, gadis itu di culik dan di kurung dalam sangkar emas. Selama seminggu di rumah itu, tak ada yang mengajaknya bicara. Hanya pelayan yang keluar masuk kamarnya, itupun mereka sangat irit bicara.
Fasilitas di kamar Kimy tak main-main. Selain ranjang yang super luxury, di kamar itu juga tersedia home teater dan segala macam judul film yang siap menemani hari Kimy. Ada juga kulkas kecil yang berisi segala minuman dan snack. Meja makan mini juga tersedia di kamar itu.
Ceklek!!!
Pintu kamar mandi terbuka, Kimy terkejut. Gadis itu membuka matanya seketika. Dari balik tirai putih transparan gadis itu melihat bayangan masuk ke dalam.
" Hey siapa?.." Teriak gadis itu sambil meraih kimono handuk yang tergeletak di samping bathtup. Tirai itu di buka oleh sosok laki-laki tampan bak dewa yunani yang sudah beberapa hari ini tidak Kimy lihat.
" Kau!!.." Pekik Kimy sambil menutup area dadanya dengan kedua tangan yang di silangkan.
Senyum devil terlihat di bibir pria gila itu. Hidup Kimy merasa damai setelah beberapa hari tak melihatnya. Kini pria gila itu muncul lagi, membuat jantung Kimy bergetar hebat.
Laki-laki gila itu mulai membuka kancing kemejanya satu persatu, dengan tatapan penuh intimidasi.
" Mau apa kau?.." Teriak Kimy, dengan panik. Kemeja Tristan berhasil di buka, dia melemparnya ke sembarang arah. Laki-laki tampan, dengan tubuh kotak-kotak, pemandangan yang sangat menggiurkan bukan? Namun tidak bagi Kimy, setelah kemeja itu terlepas gadis itu membuang muka ke segala arah.
" Tetap di situ, jangan kesini.." Pinta Kimy dengan panik tanpa menolehkan wajahnya, sementara Tristan, dia masih menikmati kepanikan gadis yang di rindukannya itu. Perlahan dia membuka sabuk dan celananya, masih dengan tatapan intimidasi.
" Stop!!!.." Teriak gadis itu, ketika mendengar sabuk dan celana terlempar ke lantai. Tristan memang tak tahu malu, laki-laki gila itu sudah nak*d sepenuhnya, menunjukan keindahan tubuhnya. Kimy melirik sekilas padanya.
Dasar sinting, tak tahu malu.
" Please stop, aku bilang stop Tristan!!.." Akhirnya gadis itu menatap sepenuhnya laki-laki gila itu. Kimy menelan ludah kasar melihat tubuh polos Tristan. Gadis itu hanya mengerjap-ngejapkan matanya berkali-kali tanpa berkata apapun, dia seperti terhipnotis. Sedangkan Tristan yang sebelumnya menghentikan langkahnya atas permintaan gadis itu, kini dia mulai berjalan mendekat lagi karena reaksi gadis itu hanya diam mematung.
Perlahan tapi pasti, Tristan mulai memasukkan satu kakinya, diikuti kaki lainnya ke dalam bathtup. Lelaki itu duduk di hadapan Kimy, menyandarkan tubuhnya pada bathtup, seperti yang Kimy lakukan sebelumnya. Di luruskannya kaki pria itu, membuatnya bersentuhan dengan kaki Kimy.
" Eghmmm.." Gadis itu berdehem pelan, merasakan sebagian tubuhnya bersentuhan dengan kaki laki-laki gila itu. Tristan memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya pada bathtup. Laki-laki gila itu mulai menyusuri salah satu kaki Kimy dengan sentuhan pelan menggoda.
" Hey.." Kimy mencoba menahan kakinya, ketika merasakan kakinya terangkat ke atas permukaan air yang penuh dengan busa itu. Satu kaki Kimy di angkat oleh Tristan, di letakkan di atas pundak laki-laki itu, kemudian Tristan membuka matanya meraih kaki Kimy dan menciumnya lembut.
__ADS_1
Apa dia sudah gila, dia mencium kakiku.
Kimy mulai meremang merasakan sensasi yang diberikan Tristan. Laki-laki gila tak berperikemanusiaan itu mencium kaki Kimy, baginya itu adalah hal tak wajar. Tristan menurunkan kaki mulus Kimy, lalu dengan cepat, kedua kaki gadis itu di tarik oleh laki-laki itu untuk mendekat padanya.
" Hey kau gila, apa yang kau lakukan?.." Teriak gadis itu.
Apa yang terjadi? sudah bisa di bayangkan kalau kedua tubuh mereka sudah menempel sempurna, dengan posisi Kimy berada di atas pangkuan laki-laki gila itu.
" Kau tak merindukanku?.." Tanya laki-laki gila itu begitu wajah mereka sudah berdekatan.
Kimy tak menjawab, gadis itu sudah kehilangan akal sehatnya. Yang dia rasakan sekarang jantungnya berpacu sangat kencang, seperti mau melompat keluar. Laki-laki itu perlahan mengangkat tubuh Kimy dan bles, mereka menyatu dengan sempurna.
" Awh!!.." Kimy meremang, menahan suaranya.
Perlahan,Tristan memaju-mundurkan ****** Kimy dengan kedua tangannya, sebanyak tiga kali dia mengulanginya.
" Kau bisa melakukannya?.." Tanya laki-laki itu sambil membelai pipi mulus Kimy. Sungguh lembut sekali perlakuan laki-laki itu, mungkin sekarang Kimy sudah jatuh pada pesona laki-laki gila yang tampan itu.
Kimy memulai aksinya, mereka berdua saling melepas hasratnya.
Setelah beberapa jam berada di kamar mandi, Kimy keluar mendahului Tristan. Gadis itu sudah berganti baju, dia berdiri di balik jendela dengan tirai yang sudah terbuka lebar. Entah apa yang di fikirkannya, dia hanya menatap jauh keluar jendela dengan pandangan kosong.
Tristan keluar kamar mandi, masih dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Dengan rambut yang masih basah, menambah keseksian laki-laki itu.
Tristan mendekat pada Kimy, melingkarkan tangannya pada pinggang gadis yang diam-diam mencuri hatinya itu.
" Hey, apa yang kau lihat?.." Katanya sambil menempelkan wajahnya pada ceruk leher Kimy.
Kimy meliriknya sekilas " Apa aku boleh ke sana?.." Jawab Kimy sambil menunjuk halaman belakang rumah mewah itu, gadis itu melihat sebuah kolam renang dan taman di sampingnya.
" Kau ingin kesana?.." Tanya Tristan, Di jawab anggukan oleh Kimy.
__ADS_1
" Aku sangat bosan, aku ingin keluar dari kamar ini.." Kimy memutar tubuhnya menghadap pria tampan itu. Tristan masih memeluk pinggang Kimy, laki-laki itu justru menempelkan tubuhnya pada gadis cantik itu.
" Aku tidak mau seperti orang yang di penjara, kau tahu kan aku tidak mungkin kabur lagi.." Bujuk Kimy lagi. Tristan tersenyum mendengar perkataan gadis itu.
" Kabur saja kalau bisa.." Jawabnya sambil menempelkan dahinya pada dahi gadis itu. " Kau sudah jadi milikku, kemanapun kau kabur, aku pasti akan menemukanmu.." Katanya pelan sambil mengecup bibir Kimy singkat. Mungkin laki-laki gila itu sudah benar-benar bertekuk lutut sama Kimy, hanya saja, dia tidak menyadari perasaannya. Karena sudah sejak lama dia mengubur perasaan cinta dalam hatinya.
" Jadi aku boleh keluar?.." Kimy memastikan lagi.
" Apa orang tua yang dulu itu nenekmu?.." Tanya Kimy lagi, membuat Tristan melepas pelukannya. Laki-laki itu berdecak pinggang, memunggungi Kimy.
" Hey.." Kimy memegang lengan Tristan, hingga laki-laki itu menoleh padanya lagi.
" Dengar Kimy, kau boleh keluar, tapi kau harus janji padaku?.." Laki-laki itu berkata sambil memegang kedua lengan Kimy dengan serius. Kimy menganggukkan kepalanya, tanda mengerti.
" Pertama, Kau tak boleh bicara sama siapapun di rumah ini kecuali aku, kau boleh bertanya tentang keperluan mu, hanya pada pelayan, cuma sebatas itu.." Kimy mendengarkan serius.
" Kedua, jika ada yang mengatakan sesuatu padamu, yang tak kau mengerti, jangan kau percaya. Bertanyalah padaku dulu, aku akan memberitahumu.
Apa kau menyuruku, hanya percaya padamu? ah yang benar saja gila.
" Ketiga, kau hanya boleh ada di area rumah ini. Kalau harus keluar, itu hanya denganku. Jangan biarkan dirimu berdekatan dengan pria manapun, di dalam maupun di luar rumah ini, kau mengerti baby?.."
Apa kau over posesif padaku? ha ha ha jangan gila Kimy, laki-laki gila ini hanya mau tubuhmu, kau cukup iyain aja biar dia seneng.
" Baiklah aku janji.." Jawab Kimy, lalu gadis itu memeluk tubuh atletis Tristan, dia sengaja melakukannya, seperti sedikit berakting, agar laki-laki gila itu percaya padanya.
Tristan membalas pelukan gadis itu dengan hangat, laki-laki itu begitu bahagia. Mungkin dia mendapatkan Kimy dengan cara yang salah, tapi mana peduli dia dengan semua itu. Apa yang dia tuju, pasti akan dia capai dengan cara apapun, itulah semboyan gila nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1