
Salahnya kau mencintai dan di cintai oleh Gilang hanggono nona, aku ikut prihatin.
" Kenapa dia begitu membeciku? Aku tidak kenal sebelumnya dengannya, kau tau kan? Waktu di New york adalah pertemuan pertamaku dengan kalian.."
" !!!!!!!!..." Dony hanya diam.
" Apa kau tahu kabar papiku?.. Kau pasti tau kan? aku khawatir sama papi, sama perusahaan papi.."
Khawatirkan dirimu sendiri nonaa, kau dalam bahaya. Harusnya kau tau itu.
Sepanjang obrolan mereka hanya Kimy yang berbicara. Sedangkan Dony hanya menjadi pendengar untuk gadis itu.
" Kalian di sini rupanya?.."
Suara khas seseorang terdengar, membuat Kimy segera mungkin menutup mulutnya.
Dony beranjak dari tempat duduknya, dia segera berdiri di samping bosnya, sedangkan Kimy masih diam di tempat dengan muka acuhnya.
" Don siapkan semuanya, kita ke kantor siang ini.." Perintah Tristan pada asistennya.
" Baik bos.." Dony meninggalkan kedua orang yang terlihat seperti musuh dalam selimut itu.
" Kau menikmati pemandangannya?.." Kata lelaki itu tiba-tiba, membuat Kimy yang tadinya buang muka memandang ke arahnya.
" Lumayan.." Jawab Kimy singkat.
" kalau kau betah, kau boleh tinggal selamanya di sini.." Tristan terlihat bersedakap menatap wanita itu.
" Hah!.." Kimy membuang nafas kasar.
Bisa gila aku tinggal di tempat yang sama denganmu selamanya.
Kimy tak menjawab ucapan Tristan. Dia menatap ke arah lain, wanita itu tak sudi menatap lama-lama lelaki gila itu.
" Kau terlihat bahagia saat bersama Dony, apa dia begitu lucu?.." Lanjut Tristan.
Setidaknya, dia menganggap aku manusia.
"Apa kau bisu?.." Katanya lagi dengan suara lebih dingin. Membuat Kimy menegang, wanita itu menatap Tristan datar.
" Apa kau akan pergi?.." Tanyanya kemudian pada lelaki itu.
Tristan tidak menjawab, dia hanya menatap Kimy malas.
" Bolehkan aku bicara pada orang tuaku?.." lanjutnya Menatap Tristan mengisyaratkan permohonan.
" Dua hari lagi, kau persiapkan pertemuanmu dengan mereka, orang tuamu.."
" Benarkah?.." Kimy terperanjat kaget mendengar apa yang dikatakan pria itu. Matanya berbinar-binar, senyum terlihat merekah di bibir indahnya, tanpa sadar wanita itu sudah berdiri tepat di depan Tristan sambil memegang kedua lengan lelaki itu.
Apa ini, dia kelihatan bahagia sekali.
Melihat wanita di depannya ini tersenyum membuat hati Tristan menghangat. Pasalnya ini pertama kalinya dia melihat wanita itu tersenyum tulus padanya.
__ADS_1
Untuk beberapa saat Tristan menatap manik mata Kimy yang bersinar. Gairah lelaki itu muncul tiba-tiba hanya karena senyuman tulus Kimy. Begitu juga Kimy, wanita itu masih memegang kedua lengan pria itu dengan mata berbinar. Kimy begitu senang, saking senangnya dia tidak sadar kalau dia sudah membangkitkan gairah seorang Tristan.
" Ada syaratnya!!.." Kata laki-laki gila itu penuh smirk, membuyarkan lamunan bahagia Kimy.
" Syarat?.."
" Yah, kau ingin bertemu orang tuamu kan?.." Tawar Tristan.
" Apa syaratnya?.."
***
Kimy mendekatkan wajahnya pada lelaki gila itu. Dengan pelan dan ragu dia terus mendekat. Memutus jarak di antara mereka.
Tristan yang duduk di tepi ranjang membiarkan wanita itu memimpin permainan. Ya, Tristan memberi syarat pada Kimy untuk membuatnya puas sebelum dia kembali ke kantor. Melihat wanita itu begitu senang saat mau ketemu orang tuanya, Tristan yakini perempuan itu tak akan menolak.
Kimy sudah menempelkan bibirnya pada laki-laki gila itu. Katakanlah dia seperti menjual tubuhnya, dia tak peduli. Toh lelaki gila ini sudah menjadikannya budak s❤x selama seminggu ini, jadi dia tidak peduli kalau sekali lagi dia memberikan tubuhnya.
Pertama kalinya mereka berdua bergumul dengan lembut, selama ini Tristan mencumbui Kimy dengan kasar. Tanpa peduli yang Kimy rasakan. Saat ini Tristan benar-benar merasakan bibir indah Kimy menciumnya, **********, menggigitnya dengan lembut. Kimy melakukannya dengan penuh perasaan.
Tristan belum membalas permainan bibir Kimy. Lelaki itu masih diam menikmati permainan wanita itu, untuk pertama kalinya bagi Tristan, dia bercumbu dengan seorang wanita dengan begitu lembut. Selama ini dia selalu mencari jalang yang agresif, Tristan tidak suka dengan perempuan lemah.
Perlahan Tristan mencari tengkuk Kimy, lelaki itu membelainya dengan lembut. Kimy bisa merasakan perlakuan beda lelaki itu.
Tidak berhenti di situ, Tristan mulai membuka mulutnya, mengaitkan kedua lidah itu untuk saling mengecap. Keduanya begitu terbuai dengan permainan itu.
Apa yang di rasakan Kimy? Dia menikmati permainan itu dalam mata tertutupnya. Dia tak berani membuka mata, dia takut pada laki-laki itu, bagaimanapun laki-laki itu selama ini menyakitinya, ada rasa trauma, sesak, menjadi satu. Dia melakukan itu semata hanya untuk bertemu orang tuanya.
Mereka terbuai dengan sentuhan masing-masing. Hingga tak sadar keduanya sudah melepas dan membuang baju masing-masing.
" Kau menangis?.." Bisiknya dengan suara serak.
Kimy membuka matanya, dia bersikap senormal mungkin agar tak menyinggung perasaan laki-laki itu.
Kimy menggelengkan kepalanya pelan. Dia menatap Tristan teduh.
Tolong jangan marah, aku janji akan membuatmu senang . Setelahnya kita tidak akan bertemu lagi.
Mereka saling menatap sejenak. Memandang ke dalam manik mata masing-masing. Dengan fikirannya masing-masing.
Kau sangat cantik, pantas dia sangat mencintaimu.
Kimy merasa kalau air matanya menyinggung laki-laki itu, dia tidak mau kalau sampai laki-laki gila itu berubah fikiran, maka dengan cepat dia melakukan hal yang tak tristan duga.
Cup
cup
cup
Kimy mengecup bibir Tristan dengan cepat sebanyak tiga kali. " Maaf.." Katanya sok malu-malu dengan senyum yang di buat-buat. Tristan begitu gemas melihat wanita itu.
Manis sekali.
__ADS_1
Cuma sebuah kecupan kecil yang lucu membuat hati Tristan berbunga-bunga. Bukan ciuman penuh nafsu seperti perempuan binal yang selama ini dia dapatkan.
Tristan sudah tak dapat membendung hasratnya lagi, dengan cepat dia menyambar bibir Kimy menciumnya, **********, menggigitnya dengan begitu intens tanpa menyakiti, lelaki itu seperti sangat berhati-hati menyentuh tiap inci kulit Kimy.
Keduanya melampiaskan hasratnya begitu lama. Mereka berdua begitu menikmati pergumulan ini.
Saat di rasa Tristan mau menuntaskan hasratnya, Kimy sedikit mendorong tubuh laki-laki itu.
" Tristan, Jangan di dalam.." Katanya pelan.
Tristan tak peduli dengan ucapan perempuan itu, dia terus memompa tubuh wanita itu.
" Tristan!!.."
Secepat kilat Tristan membungkam bibir Kimy dengan bibirnya. Tentu saja agar wanita itu diam. Dia sudah beberapa kali memasukan cairannya ke dalam rahim Kimy sejak pertama kali dia memperk❤sanya, jadi tidak masalah kalau di tambah sekali lagi.
Keduanya terengah ketika hasrat keduanya sudah tersalurkan. Tristan masih di atas Kimy, laki-laki itu menyangga tubuhnya dengan kedua sikunya agar tubuhnya tidak menimpa Kimy. Dia memandang intens wajah lelah itu. Pertama kalinya dia tidak melihat air mata Kimy saat mereka melakukan adegan dewasa itu.
" Kau milikku.." Katanya pelan, lalu mengecup kening Kimy lembut dan begitu lama.
Entah apa yang terjadi dengan laki-laki gila itu. Kata itu tiba-tiba muncul dari mulutnya. Katakanlah saat ini dia sudah jatuh cinta pada wanita itu, tapi apakah semudah itu dendamnya terkalahkan oleh cinta? Mungkin dia tidak peduli dengan yang terjadi nanti. Yang di ucapkan adalah yang ada di hatinya saat itu. Saat bersama wanita itu, dia merasa hidup. Hatinya yang seperti sungai kering, kini mulai berembun lagi.
Hanya dengan sebuah senyuman tulus, kecupan ringan dan sentuhan lembut membuat jantung Tristan seakan meledak, jiwanya terbang ke awan. Semudah itukah Tristan di takhlukkan? Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi satu detik kemudian di hidup kita. Kita juga tidak bisa memilih pada siapa hati kita terpaut. Ada maha yang membolak-balikkan hati, Cinta jadi benci dan begitu juga sebaliknya. Orang yang kita benci bisa jadi orang yang sangat kita sukai.
Kimy merasa jantungnya bergetar hebat ketika Tristan mendaratkan bibirnya di keningnya. Dia menutup mata menikmati perasaan itu.
Tristan berguling kesamping Kimy, memeluk tubuh wanita cantik itu posesive. Menyelimuti tubuhnya bersama wanita itu. Mereka masih terdiam dengan fikiran masing-masing. Kimy merasa aneh dengan sikap manis Tristan. Dia tidak biasa menerima perlakuan seperti itu dari laki-laki gila itu.
Apakah dia harus senang?
Kimy sendiri tidak tahu harus senang atau sedih. Perasaanya sudah benar-benar kacau beberapa hari ini. laki-laki gila ini benar-benar membuatnya frustasi.
Kimy merasa tangan Tritan dibawah selimut menari-nari diperut ratanya.
Mau apa lagi dia?
Kimy berbalik dan menatap laki-laki yang memejamkan mata itu. Kimy menatapnya intens.
" Sudah puas melihatku.." Kata Tristan masih dengan mata tertutup. Membuat Kimy bersemu malu.
Tristan membuka matanya, dan secepat Kilat menyambar bibir merah Kimy lagi.
" Aku mau lagi sayaang.." Katanya lembut, membuat Kimy terbelalak.
Tristan menguasai tubuh wanita itu. Mereka melakukan adegan dewasa lagi dan lagi.
" Sayaaang, kamu membuatku gila.." Tristan merancau dalam aktivitasnya.
" Sebut namaku baby.." Rancaunya lagi.
Tentu saja Kimy melakukan apa yang pria itu mau. Berkali-kali dia mengerang merasakan kenikmatan, mendesah, menyebut nama laki-laki itu, menikmati service seorang Tristan. Katakanlah sekarang Kimy sudah gila, ya.. bisa di katakan seperti itu.
Entah sudah berapa jam mereka bergumul di dalam kamar. Sempat berhenti dan ketiduran, namun setelah bangun laki-laki itu meminta jatah lagi dan lagi.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=