
Kimy menuruni anak tangga satu persatu. Wanita itu terlihat cantik sekali. Tristan sengaja menyewa seorang make up artis kenalannya untuk mendandani Kimy sedemikian rupa. Tristan juga membelikannya gaun indah senada dengan warna baju yang dia pakai.
Tristan dan Mario yang sedari tadi sudah menunggu gadis itu di ruang tengah, ternganga melihat penampilan gadis itu, sangat cantik menurut mereka berdua.
" Bahaya.." Celetuk Mario, membuat Tristan menatap Mario dengan tajam.
" Eghmm, perutku yang bahaya, belom makan siang.." Elak mario canggung.
" Kapan kita berangkat?.." Tanya Kimy seketika saat dia berada di depan kedua lelaki gila itu.
Tristan beranjak di ikuti Mario dibelakangnya, mereka berdua berjalan ke luar villa tanpa sepatah katapun, meninggalkan Kimy, membuat Kimy mengernyit aneh.
Dasar orang-orang aneh, di kira aku bicara sama tembok apa.
Kimy bergegas memasuki mobil mewah Tristan. Dia merasa di permainkan sama dua laki-laki gila itu. Kedua lelaki itu sudah berada di dalam mobil. Mario di balik kemudinya, sedangkan Tristan sudah duduk di kursi penumpang. Keduanya sudah duduk berpose dengan kaca mata hitam bertengger di hidung masing-masing, seperti seorang model yang melakukan sesi pemotretan. Sayang pemandangan indah itu tak menarik perhatian Kimy sama sekali.
" Mereka sebenarnya niat mengajakku apa tidak sih? berjalan buru-buru, di ajak bicara diam saja dan sekarang sudah masuk mobil tanpa menungguku.
Ternyata ada ya, orang di dunia ini seperti mereka.." Gerutu Kimy pelan, sambil berjalan buru-buru.
Brak!!
Kimy menutup pintu mobil itu keras, membuat kedua lelaki tampan itu menatapnya dingin.
" Apa?.." Tanya Kimy pura-pura bodoh.
" Ku perhatikan dari tadi kau menggerutu, kau kesal pada kami?.." Tanya Tristan.
" Kesal pada kalian?.." Kimy menunjuk kedua lelaki itu bergantian.
" Tidak, mana berani aku.." Kimy menjawab sambil menggelengkan kepalanya berulang kali.
Tristan mengacuhkan jawaban Kimy dan menatap remeh gadis cantik di sampingnya itu.
Setelah satu jam perjalanan melalui tol, mereka tiba di jakarta. Mereka bertiga keluar mobil, berjalan menyusuri hotel mewah itu. Semua mata tertuju pada ketiga orang itu. Terutama pada lelaki dan gadis cantik yang saling menggenggam tangan itu.
Itu kan Kimy.
Itu kan Tristan.
Jadi gosipnya beneran.
Wah cantik dan ganteng, cocok ya.
Wanita sialan, berani berselingkuh hanya demi uang.
Auto unfollow wanita gatel itu.
Itu adalah suara-suara orang berbisik yang mereka dengar, walaupun samar-samar tapi mereka tidak tuli untuk mendengar semua itu.
Kimy Ingin sekali menjambak satu persatu orang yang mengatainya itu. Namun apa daya, kepercayaan diri yang dimilikinya dulu seakan musnah entah kemana. Itu adalah pertama kalinya Kimy keluar didepan publik, setelah gosip perselingkuhannya dengan Tristan terungkap di media.
Tristan semakin menggenggam erat tangan mungil gadis cantik itu, mungkin mau memberi kekuatan atau apa. Tidak tahu pasti apa maksudnya laki-laki gila itu bersikap begitu.
Ting!!
Pintu lift terbuka, saat sudah sampai di lantai yang mereka tuju. Semua orang yang masih berlalu lalang di depan ballroom itu seakan berhenti beraktifitas. Mereka menyaksikan pasangan yang sama sekali tak terduga kedatangannya itu dengan tatapan tak percaya.
Beberapa wartawan yang sedang bercengkrama menghampiri mereka dengan buru-buru, dengan sigap para bodyguard yang sudah standby di situpun menghalangi para wartawan itu.
Tentu saja semua sudah di atur dengan sangat rapi oleh Dony dan Mario. Anak buah Mario sudah berjaga di setiap sudut ballroom. Mereka sudah mengantisipasi semua hal, termasuk juga terhadap pasangan itu, yang pasti akan di serbu para wartawan.
" Kimy, pak Tristan wawancara sebentar donk.." Kata salah satu wartawan dengan lantang. Mengingat pergerakkan para wartawan yang dihalangi oleh para bodyguard, membuat mereka tak bisa mendekati Tristan dan Kimy, jadi hanya suara wartawan yang terdengar oleh mereka.
" Dasar gila, kenapa tidak bilang kalau ada wartawan di sini?.." Kimy berkata pelan yang masih bisa di dengar oleh Tristan.
__ADS_1
" Tutup mulutmu, atau ku telanjangi kau disini.." Balas laki-laki itu tak kalah pelan, yang juga di dengar oleh Kimy. Kimy menghela nafas panjang.
Kimy dan Tristan berjalan masuk ke dalam ballroom itu, di ikuti Mario di belakangnya, Dony yang sedari tadi memantau acara itu menyadari kedatangan bosnya, dia pun menghampiri bosnya itu. Semua mata menatap pasangan itu, tak percaya.
" Ya tuhan, Kimy !!.." Sarah terperanjat kaget melihat putrinya bersama Tristan. Tanpa di sadari wanita itu berdiri melambaikan tangannya.
" Mami!!.." Kata Kimy antusias, melihat maminya dari kejauhan melambai padanya.
" Awwhh!!.."
Tristan mencengkram pergelangan tangan Kimy, membuat Kimy meringis kesakitan.
" Jangan macam-macam, kau ingat perjanjian kita?.."
" Aku ingat, aku janji tidak akan kabur atau cerita apa-apa. Izinkan aku duduk bersama mereka.." Kata Kimy sedikit memohon sambil berjalan.
" Hah!!.." Tristan berdecak sarkastik. Laki-laki itu sedikit mendorong tubuh Kimy ke kiri, ke arah meja yang di arahkan Dony untuknya. Tentu saja meja itu berlawanan arah dengan meja Daniel.
" Sayang, Kimy.." Kata sarah antusias pada suaminya Daniel. Daniel juga kaget melihat putrinya datang bersama Tristan, tapi Daniel lebih bisa menguasai keadaan, jadi dia terlihat lebih santai dan tenang di banding Sarah.
" Aku akan kesana.." Kata sarah, tapi tangannya dicekal oleh Daniel. Daniel menggelengkan kepalanya.
" Duduklah dulu.." Kata Daniel, yang langsung dilakukan oleh Sarah. Sarah menatap intens suaminya itu.
" Kenapa?.." Tanya sarah.
" Kau percaya kan sama Kimy sayang, Kimy pasti ada alasan melakukan ini.."
" Dia juga pasti punya alasan, kenapa tidak duduk bersama kita di sini.." Katanya lagi.
" Tapi.."
" Ssttt..Tenanglah, tunggu disini, kita akan segera tahu penyebabnya, oke.." Bujuk Daniel. Dijawab anggukan pasrah Sarah.
Tristan duduk di meja bundar itu bersama Kimy, Dony, Mario dan Angel sekertarisnya. Mata angela terus menatap benci pada Kimy, sebaliknya Kimy mengacuhkan wanita sexy itu. Kalau biasanya Kimy membalas wanita itu, kini Kimy lebih banyak diam. Dia memikirkan orang tuanya yang sudah dekat, tapi tak bisa dia sentuh itu. Angela saat ini bukan prioritas Kimy. Nanti ada saatnya sendiri untuk membuat perhitungan dengan wanita sexy itu.
Sialan, pelacur. Jadi gara-gara wanita murahan ini, Tristan tak pernah menyentuhku lagi.
Kimy hanya menggelengkan kepalanya pelan, tanpa ada niat menjawab pertanyaan laki-laki gila itu.
Acara demi acara sudah berjalan, sambutan-sambutan dari para petinggi perusahaan itu juga sudah dilakukan. Daniel selaku pimpinan perusahaan itupun sudah memberi sambutan.
Daniel mengucapkan banyak terima kasih pada semua jajaran direksi dan karyawan yang sudah mendukungnya selama ini. Tanpa mereka perusahaan tidak akan berkembang sepesat itu, dia juga menyerahkan perusahaan itu pada pimpinan baru dengan beberapa pesan menyentuh. Agar pimpinan baru terus mengembangkan perusahaan itu, membuatnya maju lebih dari kepemimpinannya.
Dia juga percaya pimpinan baru itu bisa membawa perusahaanya lebih berkembang.
Mendengar segala ungkapan Daniel, air mata Kimy sudah tak terbendung lagi. Lagi-lagi gadis itu menahan sesak yang menumpuk di dadanya.
Kimy ingin sekali berlari memeluk tubuh tegap papinya itu, dan mengatakan "its oke papi, semua akan baik-baik saja, ada Kimy dan Mami" Namun itu hanya keinginan semu semata. Kimy terus menundukkan kepalanya, mencoba menutupi air mata yang sudah menumpuk dikelopak matanya.
Tristan menyadari itu, bahkan semua orang juga menyadari. Tristan masih menggenggam tangan gadis itu kuat, mungkin bermaksud menguatkan Kimy. Tidak tahu kenapa, hati laki-laki itu ikut perih melihat gadis itu. Tidak sampai di situ, Tristan mendekat pada Kimy, mengarahkan tubuhnya pada gadis itu. Dia mendekat hingga bibirnya hampir menempel pada telinga Kimy.
" Semua akan baik-baik saja, tenanglah. Bukankah kau mau menjadi pahlawan untuk keluargamu.." Bisik Tristan yang hanya bisa di dengar oleh Kimy. Selanjutnya Tristan mengecup singkat rambut gadis itu.
Pemandangan itu di saksikan jutaan mata, kemesraan mereka sudah terpampang nyata di layar televisi. Jangan lupa kalau acara itu di siarkan secara live, camera sudah di atur sedemikian rupa. Beberapa cameramen dari stasiun tv juga terlihat di dalam ballroom itu. Begitu Tristan mengecup rambut Kimy, seluruh cameramen meng zoom adegan romantis itu.
Kimy tidak menanggapi kata-kata Tristan. Gadis itu masih menundukkan wajahnya.
" Berhenti bersikap konyol Kimy. Atau aku akan menyetubuhimu di sini. Kau mau menunjukkan kebodohamu jalang, berhenti menangis atau.."
Kata-kata barusan cukup membuat nyali Kimy menciut. Kimy dengan cepat mendongakkan wajahnya, menolehkan pada laki-laki gila itu.
Ini mukaku, sialan.
Tristan tersenyum sekilas, karena berhasil menggertak gadis itu. Tristan mendongak kaget kearah panggung, ketika pembawa acara memanggil namanya berkali-kali.
__ADS_1
" Mari pak Tristan.." Kata pembawa acara dari atas panggung, mengulangi suaranya.
Tristan tersenyum mengangguk, lalu menatap Kimy lagi. " Tunggu di sini jangan kemana-mana.." laki-laki gila itu berdiri, dan memberi kode dengan matanya pada Doni dan Mario untuk menjaga Kimy, lalu dia berjalan menuju panggung.
"Eghmm.. Maaf saya tadi agak kurang fokus sebenarnya, karena kekasih saya sedang menangis mendengar papinya berbicara di sini, jadi saya harus menenangkannya dulu.." Kata Tristan sedikit becanda.
" Gilaa.. gila.. romantis banget.." Suara sumbang beberapa orang yang histeris.
" Plok..plok.. plok.." Suara riuh tepuk tangan semua orang.
Daniel dan Sarah hanya diam menatap laki-laki diatas panggung itu tanpa expresi.
Sialan!! batin Angel.
" Sejak kapan si gila itu jadi seperti itu, hah?.." Tanya Mario pada Dony heran, Dony tak merespon ucapan Mario, Dia justru memperhatikan Kimy yang menatap panggung dengan tatapan kosong.
" Baiklah, Selamat siang semuanya. Pak Daniel dan semua jajaran direksi serta seluruh karyawan yang sudah hadir.." Lanjut Tristan bicara serius dan tenang.
" Saya sangat senang dan bangga bisa ikut bergabung pada perusahaan yang hebat ini.
Pak Daniel orang yang mendirikan perusahaan ini, dia layak menjadi icon dan teladan untuk kita semua.
Saya masih sangat butuh bimbingan pak Daniel.
Saya juga sekarang sedang membuka cabang perusahaan di New york. Tentu itu akan menyulitkan saya membagi waktu, saya sangat berharap pak Daniel mau membantu saya, untuk bersama-sama mengembangkan perusahaan ini. Karena saya sudah menganggap pak Daniel seperti keluarga sendiri.." Lanjutnya
" Saya akan sedikit berbicara mengenai kisah percintaan saya dengan putri pak Daniel yang tentunya sudah kalian kenal.." Tristan berhenti berbicara sebentar.
" Kita saling mencintai, itu adalah fakta.." Lanjutnya singkat.
"What the hell!!!.." Kata Kimy spontan, mendengar kata-kata pria gila itu, membuat kedua pria di hadapannya itu spontan melotot tajam padanya. Kimy membuang nafas kasar, sambil terus menatap kedua anak buah Tristan yang gila itu.
" Kimy sangat mencintai orang tuanya. Kami berdua minta maaf karena belum sempat menemui kalian berdua, untuk klarifikasi atas segala gosip yang beredar di luar. Kimy frustasi dengan segala pemberitaan itu, dia mengurung diri dan beberapa hari terakhir dia berada di tempat saya. Maafkan kami pak Daniel dan bu Sarah. Semua orang di luar menyalahkannya tanpa memikirkan perasaannya. Di sini saya akan klarifikasi semuanya. Benar saya dan Kimy mempunyai hubungan. Kami saling mencintai, dan tidak ada yang salah dengan cinta kami. Bukan salahku mencintainya, begitu sebaliknya. Kami hanya dua manusia yang sedang jatuh cinta.." Tristan berkata dengan tulus, orang dengan mudah akan percaya dengan mulut manis pria gila itu.
" Hah!!! Tidak bisa di percaya, bastrad itu pintar sekali berakting.." Kata Kimy pelan.
" Nona tolong jaga sikap.." Dony mengingatkan gadis itu. Dibalas lenguhan kesal Kimy.
" Dia calon aktor yang hebat kan?.." Tanya Mario pada Dony, Dony hanya menatap Mario datar tidak berniat menjawab.
"?????????.." Angel tak mengerti dengan percakapan orang-orang di meja itu.
" Mulai saat ini saya tegaskan, Kimy adalah tanggung jawab saya. Keluarga Kimy adalah keluarga saya, musuh Kimy adalah musuh saya. Siapa yang dengan terang-terangan berani menjelekkannya, membulynya akan saya tuntut secara hukum. Saya tidak pernah main-main dengan apa yang saya ucapkan, silahkna coba kalau berani.." Lanjutnya.
" Mengenai perusahaan, saya akan tetap menunjuk pak Daniel sebagai wali saya, untuk mengelola perusahaan ini sebagai mana mestinya. Saya percaya padanya, karena dialah yang membangun perusahaan ini. Seluruh karyawan akan tetap di pekerjakan. Saya melimpahkan segala hak wewenang saya kepada pak Daniel. Keputusan pak Daniel adalah keputusan saya, siapa yang melawan kepemimpinan pak Daniel tentu akan berhadapan dengan saya. Semua berkas-berkas sudah di siapkan asisten saya Dony.." Lanjutnya lagi.
Dony beranjak dari duduknya, dia ikut bergabung di panggung bersama bosnya dengan membawa beberapa berkas. Dony memberi kode pada pembawa acara dengan matanya.
" Untuk pak Daniel silahkan maju kedepan untuk menandatangani berkas-berkas.." Kata pembawa acara itu.
Daniel masih terpaku diam di posisinya, dia tidak percaya dengan yang didengarnya. Laki-laki kurang ajar yang tak punya sopan santun itu menyerahkan kekuasaannya padanya, benar-benar tak masuk akal baginya.
Dan apalagi yang di dengarnya tadi, laki-laki itu dan Kimy puteri kesayangannya saling mencintai. Oh tuhan sungguh bagi Daniel ini tidak bisa di percaya. Anak gadisnya menyelingkuhi pacarnya Gilang, yang Daniel yakini kalau putrinya sangat mencintai Gilang.
Semua itu terasa tak masuk akal baginya.
" Pak Daniel, pak mari ke depan.." Beberapa kali panggilan membuyarkan lamunan lelaki paruh baya yang masih terlihat sangat tampan itu.
Daniel tersadar, dia menatap istrinya sarah. Sarah terlihat menganggukkan kepalanya, Daniel membuang nafas pelan, berdiri dan berjalan untuk bergabung bersama Tristan di atas panggung.
Kimy berkaca-kaca, menahan sesak di dadanya.
Setidaknya papi masih tetap berada di posisi papi, Kimy tidak melihat papi hancur. Kimy akan baik-baik saja pi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=