
"Apa yang kau lakukan?.."
"Ssstt.. Jangan berteriak.." jawab Tristan dengan suara tenang. "Aku ingin kau mengembalikan barang yang seharusnya tidak kau miliki.."
Alis siska mengkerut, wanita itu tak mengerti apa maksud perkataan lelaki tampan tapi terlihat menyeramkan di depannya ini.
"Apa maksudmu? Apa salahku? Kenapa kau melakukan ini, aku benar-benar tak menyangka kau berbuat seperti ini. Apa Ronald tahu perbuatanmu, apa Kimy tahu?.." Siska bertanya tanpa jeda. Perlu di ketahui Ronald adalah anak pertama siska yang juga sahabat dari Tristan.
"Cckk.. Kau berisik sekali persis seperti keponakanmu.."
Siska hanya menggeleng sekaligus terkejut dengan jawaban Tristan. Sungguh siska tak mengerti, pertama kali dia bertemu lelaki itu, dia sangat terkesan dengan pribadi Tristan. Dia masih muda tetapi menjadi lelaki hebat. Siska mengagumi Tristan. Itulah kenapa dia sangat senang saat mendengar lelaki itu menjalin hubungan dengan keponakan cantiknya.
"Katakan dengan jelas apa maumu?.." teriak siska.
"Heh.. Siska mattew, apa pernah kau berfikir bahwa kau sudah menghancurkan hidup seseorang. Apa kau hidup begitu bahagia bisa melihat indahnya dunia bersama suami dan anak-anakmu.." Tristan berkata sambil berjalan memutari kursi yang siska duduki.
Siska menggeleng, dia mencoba mencerna perkataan lelaki itu. Namun otaknya benar-benar tak bisa menangkap apapun.
"Kau terlihat kebingungan, Heh.. Akan aku tunjukan dirimu yang sesungguhnya. Kau tahu, seharusnya kau sekarang berada di sebuah kamar yang sepi dan gelap. Kau seharusnya berjalan memakai tongkat, atau setidaknya suamimu yang menuntunmu kemana-mana.."
Air mata siska mulai mengalir di pipinya. Siska memang tak mengerti apa maksud dari perkataan lelaki itu, tapi entah kenapa mendengar itu hatinya hancur. Siska menatap Tristan dengan lekat, dengan pandangan penuh tanya dan penuh perasaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
"Jangan menatapku seperti itu siska mattew.." Kata Tristan penuh dengan penekanan. Siska terperanjat mendengar perkataan lelaki itu, dia mengalihkan pandangan nya pada obyek yang lain.
"Hanya ibuku yang boleh menatapku seperti itu.."
"Aku benar-benar tidak mengerti.." Siska berkata dengan lemah namun masih bisa di dengar oleh Tristan.
"Apa kau mengenal ibuku nyonya mattew? Seorang wanita yang bunuh diri dan matanya di curi oleh orang yang tidak tahu malu. Apa kau mengenal Rahma kartika Hanggono.."
Siska menggeleng "Tidak, aku tidak mengenalnya.."
Tristan tertawa dengan wajah sangat menakutkan "Kalau begitu aku mnegenalkanmu padanya, dia adalah ibuku pemilik mata yang sekarang menjadi matamu.."
Deg
"Apa?.."
"Orang-orang tak bertanggung jawab itu mencuri nya dari ibuku.."
Deg
"Mencuri??.." Badan siska bergetar hebat mendengar itu. Bagaimana bisa mencuri. Memang beberapa tahun lalu siska mengalami kecelakaan hebat dan dipastikan ia mengalami kebutaan. Tapi saat itu suaminya bilang dia menerima donor mata dari orang yang meninggal karena penyakit jantung. Bahkan siska sempat meminta di antar suaminya untuk bertemu keluarga pendonor itu untuk mengucapkan terima kasih. Bagaimana bisa sekarang Tristan mengaku kalau ibunya pemilik mata itu dan dia bilang mencuri mata itu.
__ADS_1
"Itu tidak benar, aku mendapatkan pendonor mata dari orang yang meninggal karena penyakit jantung. Kenapa kau bilang mencuri?.."
"Heh.." Tristan tersenyum, tapi senyuman itu terlihat menakutkan bagi siska.
"Kau terlalu gampang di bodohi nyonya. Pasti suami dan saudara perempuanmu yang seorang artis itu yang membodohimu.."
"Sarah??.."
"Ya harusnya kau tanya padanya. Tapi sayang kau tak ada lagi kesempatan bertemu dengannya.."
Siska ketakutan mendengar itu, rupanya lelaki itu tak main-main, auranya begitu menakutkan.
"Lalu apa yang akan kau lakukan padaku. Aku tidak tahu apa-apa. Tolong lepaskan aku.."
"Akan aku lepaskan. Tapi... Setelah kau mengembalikan mata itu pada pemiliknya.."
Deg
Apa maksudnya si gila ini. Apa dia mau membunuhku?
"Apa maksudmu, tidak mungkin aku mengembalikan mata ini. Bagaimana caranya?.."
"Kau mau tahu caranya nyonya, bersiaplah. Aku akan membantumu.." Tangan Tristan seperti memberi kode pada anak buahnya dan Dony maju kedepan untuk memberikan sebuah pistol pada Tristan. Sekatika tubuh siska menegang hebat.
"Tunggu.. Apa yang akan kau lakukan nak. Tolong Tristan. Bukankah kau sahabat putraku, kau kekasih Kimy kan? Jangan lakukan itu, aku mohon.."
"Tolong jangan, aku tidak bisa meninggalkan suamiku, anak-anakku. Tolong.. Jangan.."
Dooorrrr
Peluru itu tepat mengenai dahi seorang siska mattew. Wanita itu langsung terjungkal kebelakang. Dony menunduk menyaksikan itu. Akhirnya Tristan si psikopat kembali, lelaki itu sudah lama tak membunuh orang. Dan sekarang siska mattew adalah korban pertama setelah sekian lama. Jiwa psikopat Tristan bangkit. Lelaki gila penuh dengan perlakuan sadis dan jahat di masa lalu. Dan sekarang ia kembali.
**
"Sayang.. Sayang.." joseph berjalan kesana kemari mencari istrinya siska. Ia melihat makanan sudah tersaji di meja namun tak menemukan istri cantiknya itu.
"Kemana dia? Cuma telat 15 menit padahal.." gumamnya lirih. Joseph berjalan kebelakang mencari para asisten rumah tangga tapi mereka juga tidak ada. Lelaki itu kemudian mengeluarkan ponselnya, ia menelepon ponsel siska, tak ada jawaban juga, kemudian Joseph menelepon salah satu asisten rumah tangga. Setelah beberapa saat asisten itu mengangkat telepon joseph dan mengatakan kalau para asisten itu sedang jalan-jalan atas perintah siska.
**
"Harusnya aku tidak bertemu dengannya.." Kimy berbicara lirih sendiri, di kamarnya.
Bagaimana kalau Tristan tahu.
__ADS_1
Kimy bergerak kesana-kemari di atas kasurnya. Gadis itu sangat gelisah. Setelah pertemuannya dengan Gilang siang tadi, pikirannya benar-benar kacau. Tidak seharusnya dia menemui Gilang, Saat dia sudah membuat keputusan untuk menikah dengan Tristan.
Drrtt.. Ddrrrt..
Kimy melirik ponselnya, terlihat nama my hubby disana. Tentu saja itu Tristan, karena satu-satunya kontak yang ada di ponsel nya adalah nomor lelaki itu. Dan Tristan juga yang memberi nama nomornya sendiri di ponsel Kimy. Kimy menghela nafas sebelum akhirnya ia menjawab panggilan itu.
"Hhmm.."
"Hallo baby, apa kau sudah tidur?.."
"Mau tidur.." jawab Kimy singkat.
"Aku merindukanmu sayang.. Kemana saja kau hari ini.."
Deg
Kimy menelan ludah kasar "Aku dirumah saja.."
"Benarkah?.."
"Kenapa, kau tidak percaya? Terserah kau.."
"Aku percaya padamu.."
Deg
Sialan, kenapa si brengsek ini. Biasanya dia tidak begini. Kalau dia begini, aku jadi merasa bersalah karena telah membohonginya.
"Kimy... Hallo kau masih mendengarku?.." Tristan mengira Kimy menutup telepon karena tak ada suara lagi.
"Ehem.. Ya.." jawab Kimy gagap.
"Bersiaplah sebentar lagi kita akan bertemu. Aku akan segera pulang sayang. Kita akan segera menikah.."
"Memangnya sekarang kau ada di mana?.." Kimy merasa heran sudah seminggu lebih lelaki itu tak mendatanginya, ia hanya menelepon dan mengirim pesan saja.
"Kenapa, kau merindukanmu?.."
"Sudahlah, aku mau tidur.."
Tristan terkekeh pelan, karena membayangkan saat ini pasti wajah Kimy merah merona.
"Oke baiklah.. Selamat tidur baby, semoga kau memimpikan aku.." goda Tristan. Kimy tak menjawab, gadis itu langsung saja mematikan ponselnya dan membanting ponsel itu kekasur.
__ADS_1
Gadis itu memejamkan matanya, dia tak tahu dengan hatinya. Sejak pertemuannya dengan Gilang tadi pikirannya benar-benar kacau. Rasanya Kimy seperti orang gila.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=