
Beberapa saat presentasi produk dari team marketing/pemasaran selesai. Semua orang sedang asyik ngobrol dan ada yang minta foto bareng Kimy. Angela sekretaris Tristan masuk ke ruangan itu.
"Kimy di panggil pak Tristan ya di ruanganya.." Kata wanita sexy itu sambil bersedekap. Semua orang saling pandang dan menatap wanita sexy itu dengan tatapan aneh.
Sopan kenapa panggil Kimy, emang kita kenal. batin Kimy.
Kimy menatap balik wanita itu dengan sorot mata acuhnya. Wanita itu berbalik meninggalkan ruang rapat itu.
" Mbak udah abaikan aja. Dia itu emang kayak gitu, apalagi menghadapi lawan kayak mbak Kimy..." Kata salah satu karyawan di situ, mungkin mereka tahu sifat wanita tadi.
" Emang siapa dia mas?.. Tanya balik Kimy.
" Sekretaris bos.." Jawabnya. Kimy hanya mengangguk dan beranjak ke ruang Tristan di ikuti dengan Lexa.
" Ya udah Kimy duluan ya mas, mbak.." Pamit Kimy.
" Oke mbak Kimy, sering-sering ya ke sini..." Jawab mereka. Di balas lambaian tangan oleh Kimy.
Kimy keluar ruangan dan naik lift ke lantai 50 di mana ruangan Tristan berada. Hati Kimy bergemuruh kencang, tidak tahu apa yang di rasakanya. Dia terus-terus mengatur nafasnya supaya rilex lagi.
" Lu kenapa?.." Tanya Lexa heran melihat tingkah Kimy yang aneh.
" Apanya yang kenapa, gak apa-apa?.." Jawabnya mencoba bersikap rilex.
" Lu kira gue anak kemaren sore. Liat tingkah lu. Lu grogi mau ketemu pak Tristan?.." Tanya Lexa lagi. Jelas Lexa tau, dia sangat memahami artisnya itu.
" Gila lu, ngapain gue grogi?.." Jawab Kimy ngeles.
" Ya karena dia sering kirimin bunga lu.." Ledek Lexa.
Kimy menajamkan pandanganya mendengar ledekan manajernya itu. Namun di abaikan oleh Lexa.
Ting!!!!!
Pintu lift terbuka terlihat Dony sudah berdiri dengan sikap manisnya itu. Membuat mata Lexa dan Kimy memandang kagum pada Asisten pribadi Tristan itu.
" Kak lihat Pak Dony asisten si muka datar itu, dia lumayan ya.." Bisik Kimy sambil berjalan ke arah Dony.
" Hmmm..." Jawaban Lexa membuat Kimy memandangnya jengah.
" Siang nona Kimy..." Sapa Dony dengan ramah.
Begitu Kimy dan Lexa menghampirinya.
" Halo pak Dony.." Balas Kimy.
" Maaf Nona, panggil saya Dony aja.." Katanya lagi.
" Mana bisa, anda panggil saya nona-nona terus pak..." Jawab Kimy sambil tertawa.
" Hehe.. Maaf, anda memang harus di panggil nona.." Bantahnya lagi.
" Panggil Kimy aja pak, atau mbak lebih akrab.." Pinta Kimy, namun cuma senyuman manis yang Kimy dapatkan dari aspri muda Tristan itu.
" Pak Tristan sudah menunggu mari.." mereka berjalan beriringan ke ruangan yang dari luar sudah nampak horor itu. Mereka melewati meja Angela sekretaris sexy Tristan. Kimy hanya menatap acuh pada wanita itu. Aura permusuhan sudah terlihat di antara mereka berdua.
" Ooh ya bu Lexa.." Dony berhenti dan memutar tubuhnya ke arah Kimy dan Lexa.
__ADS_1
" Bu Lexa tunggu di ruang tunggu ya, karena pak Tristan ingin bicara empat mata dengan nona Kimy..."
" Angel antar bu Lexa ke ruang tunggu dan tolong ambilkan minuman untuknya.." Perintahnya pada Angel.
Kimy dan Lexa hanya saling melempar pandangan.
Sial, mau apa dia bicara empat mata sama gue. batin Kimy.
" Mari nona..." Kimy berjalan perlahan mengikuti Dony sedangkan matanya masih menatap Lexa memberi kode untuk melakukan sesuatu.
Tok tok
Dony mengetuk pintu ruangan itu dan membukanya sendiri. Kimy mengikutinya dari belakang. Pemandangan pertama yang Kimy lihat di ruangan itu adalah foto Tristan sedang duduk di kursi kebesarannya dengan gagah dan terlihat tampan 1000x lebih dari biasanya Kimy lihat.
Dasar narsis. batinnya sambil menahan tawa.
Di bawah foto besar itu ada meja kerja dan terlihat Tristan sedang duduk di sana menyandarkan tubuhnya pada kursi putar itu. Mata tajam bagaikan elang itu menatap intens setiap inci tubuh Kimy. Melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki Kimy.
Sempurna batin Tristan.
Pandangan kedua manusia itu bertemu, mata tajam itu bertemu dengan mata sendu nan elok. Mata sendu yang berusaha kuat menghadapi mata tajam di depannya itu, padahal dalam hatinya dia ingin kabur dari suasana itu.
" Nona silahkan sebelah sini.." Dony mengarahkan Kimy untuk duduk di sofa yang ada di pojok sisi kiri ruangan itu.
Kimy duduk dan berusaha merilexkan dirinya. Dia berusaha tidak menatap lelaki yang ada di sana. Semakin menatapnya, semakin membuatnya terintimidasi.
Sialan gak pernah gue mati kutu gini di depan orang. batinnya.
" Saya permisi dulu.." Kata Dony, membuat Kimy terkejut.
" e..pak Dony.." Kimy spontan menjawab.
" e.. emm.. ehhmm.. bisakah pak Dony gak ninggalin kita berdua. Maksud saya, saya dan pak Tris..."
" Don pergilah..." Belum Kimy menyelesaikan ucapannya sudah di sela oleh Tristan membuat Kimy mendengus kesal. Dony hanya menganggukan badannya dan sekilas melirik Kimy lalu meninggalkan mereka berdua.
Tristan beranjak dari kursi kebesarannya berjalan menuju sofa tempat Kimy duduk. Lelaki itu tidak melepas pandangannya terhadap Kimy, namun wanita itu sedikitpun tak melihat ke arahnya.
" Mau minum sesuatu?..Suara Tristan pertama kalinya jelas terdengar di gendang telinga Kimy.
Akhirnya lu mau ngomong juga sama gue muka dataaaaaaarrr....
" ehg.. enggak terima kasih.." Jawab Kimy singkat tanpa memandang lekaki itu.
" Ada yang salah?...Tanyanya lagi.
Lu ngomong apa sih.
" ???????..." Kimy hanya diam tak mengerti.
" Kamu? Kimy? apa ada yang salah dengan wajahku?.."
What, dia menyebut namaku hahahaha, kamu, kimy, apaan ini? Emang kita akrab..hahahaha
" Saya pak? tidak ada yang salah.." Jawabnya asal sambil sesekali melihat Tristan walau cuma sekilas untuk memastikan beneran gak ada yang salah di muka gantengnya itu.
" Kenapa tidak melihat ke arahku.."
__ADS_1
" Look at me.." Perintahnya dengan suara dingin namun terlihat sexy di kuping Kimy.
Perlahan tapi pasti Kimy menatap lelaki dingin itu. Pandangan mereka bertemu beberapa saat. Namun ternyata Kimy yang tidak kuat berlama-lama menatap mata lelaki itu.
Bahaya ,batinnya.
" Kenapa? kamu takut melihat wajahku, kamu takut jatuh cinta padaku?..." Katanya Tristan frontal membuat Kimy membulatkan matanya menatap lelaki itu.
" Ha ha ha..Ternyata benar.." katanya lagi.
" Benar apanya pak?.." Jawab Kimy.
" Saya gak takut sama bapak?.. Jawab Kimy sok berani
" Oh ya?. " Jawab Tristan dengan tatapan dinginnya lagi.
Oh ya, oh ya apa? Aneh, tadi ketawa sekarang horor lagi mukanya.
" Jadi sebenarnya ada apa? kenapa saya di suruh ke sini pak?.."
" Kamu sudah terima bunga dariku?.."
Gila nih orang ya, gak ada basa-basinya, to the point banget. Ga ngerti apa dari tadi gue hampir pingsan karna salting.
" Itu ya, saya kira saya di panggil karena mau membahas kerjaan.."
" Bukankah sudah ada team dari perusahaan yang mengurus kontrak kerja kamu?..." Katanya dengan suara tegas.
" Iya sih pak.." Jawab Kimy mulai takut lagi.
" Aku tidak akan mengurus masalah yang sudah di tangani karyawanku.."
" Aku tidak akan mencampur masalah kerja dan pribadiku, aku memanggilmu kesini karena urusan pribadi kita.."
Urusan pribadi dari hongkong, orang aneh.
" Jadi bagaimana tanggapanmu? Soal bunga kirimanku? kamu menyukainya?.." Katanya terdengar lebih lembut.
kenapa gue harus suka.
" Bunganya bagus dan harum pak?.."
" Cuma itu?.."
Emang mau apalagi, muka dataaaaaaaarrrr.
" Kamu tahu apa alasanku mengirimimu bunga setiap hari..." Tanyanya lagi sambil beranjak dari tempat duduknya.
Mana gue tahu, gue bukan dukun begoo.
" Itu karena aku menyukaimu..." Kata Tristan terdengar begitu lugas. Membuat mulut Kimy mengangnga mendengarnya tak percaya.
" Hah!!!!.." Kimy membuka mulutnya sambil memandangi lelaki yang baru saja menyatakan perasaannya itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Akankah Kimy menerima cinta Tristan??
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=