BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Belum percaya


__ADS_3

"Kenapa kau mondar-mandir dari tadi. Ada apa, apa ada masalah serius?.." Mario bertanya pada Tristan karena bosnya itu sudah seperti setrikaan sedari tadi.


Tristan tak menjawab, dia terus menampakan wajah menakutkannya. "Bos apa ada yang mengganggu pikiran anda?.." tanya Dony menghampiri Tristan yang berdiri dideket jendela.


Tristan menatap Dony intens "Apa kau sudah melakukan perintahku?.."


"Perintah?.."


"Kau sudah membunuh sarah? Artis itu.."


Deg


Dony tersentak, begitu juga Mario yang mendengarnya.


"Kenapa anda tiba-tiba menanyakan itu, bukankah itu sudah lama?.." jawab Dony.


"Aku ada tugas untuk kalian. Temukan sarah hidup ataupun mati. Aku ingin tubuh wanita itu di temukan.."


"Kau gila!!!.." sahut Mario, tangan Dony naik ke atas menandakan kalau Mario harus diam saat itu juga.


"Maksudku, bagaimana mungkin kami menemukan dia. Dia pasti sudah dimakan binatang buas, terbukti polisi-polisi itu tidak dapat menemukannya.." Kata mario lagi.


"Kami akan berusaha temukan dia.." sahut Dony. Mario yang mendengarnya tak percaya kalau Dony akan berkata begitu.


"Baiklah, bergeraklah cepat. Sebelum pernikahan, masalah ini harus sudah beres.." Tristan berkata sambil berlalu meninggalkan kedua anak buahnya itu.


Setelah kepergian Tristan, Dony duduk berhadapan dengan Mario "Apa dia sudah gila? Apa yang akan kita lakukan?.." Tanya Mario pada Dony.


"Sesuai rencana, kita akan pertemukan mereka. Sudah saatnya.."


"Bajingan, dia akan membunuh kita. Kau tahu itu kan?.."


"Dia juga akan membunuh kita kalau tidak menemukan wanita itu, kau pilih yang mana?.."

__ADS_1


"Persetan, aku yang akan membunuhnya dulu.." jawab Mario sambil berdiri meninggalkan Dony sendirian.


**


Seorang wanita paruh baya sedang berada di sebuah gubug disebuah hutan yang ada di pulau Kalimantan. Wanita itu terlihat memakai kaos oversize dan celana pendek sederhana. Walaupun begitu, terlihat kecantikan masih terpancar di wajahnya. Kulitnya yang putih bercahaya terpancar di sana.


"Dasar Mario sialan, brengsek sampai kapan aku di sini?.." gerutu wanita itu. Wanita itu terlihat mengelap keringat didahinya. Dia terlihat lelah.


"Aku dengar dari tadi kau terus saja memaki keponakanku. Aku tidak akan memberimu makan malam nanti.." suara perempuan paruh baya yang lainnya terdengar. Wanita itu muncul dengan membawa sayur mayur di keranjang yang ia bawa.


"Terserah, aku sudah bosan sama masakanmu yang tidak enak itu. Keponakanmu itu benar-benar brengsek. Dia bilang aku disini tidak lama. Tapi sampai sekarang dia sama sekali tidak ada kabar. Tidak ada tv, tidak ada ponsel. Mau mati rasanya hidup dihutan seperti ini.. " Kata sarah sambil berdecak pinggang. Ya.. Wanita paruh baya yang masih cantik itu adalah sarah moeremans. Sarah memang di sembunyikan oleh Mario dan Dony. Kedua lelaki itu membohongi Tristan dengan seolah-olah sudah melenyapkan sarah. Padahal sarah tampak baik - baik saja, dia tinggal dengan bibi Mario yang ada di pedalaman Kalimantan.


"Dari dulu yang kau keluhkan masakanku yang tidak enak. Tapi setiap makan kau selalu tak menyisakan makananmu.."


"Itu karena aku masih ingin hidup bodoh.." jawab sarah kasar.


"Hahahaha.. Kau bilang lebih baik mati daripada tinggal di sini terus-menerus.."


"Kau terus saja meledekku, kau belum tahu siapa aku. Aku istri Daniel moeremans, aku artis terkenal.."


"Sialan, bener-bener sialan. Percuma aku bicara denganmu.." sarah merebahkan tubuhnya. Pikirannya menerawang. Dia ingat saat mau di bawa kesini. Mario mengatakan kalau dia suruhan orang untuk membunuhnya. Tapi karena Kimy putrinya, dia tidak akan membunuh sarah. Sarah sebenarnya tidak percaya begitu saja, tapi ketika dia mendengar sendiri bosnya memerintah Mario melalui telepon sarah benar-benar ketakutan saat itu. Dia pasrah saja di bawa ke sini, dia hanya ingin hidup. Dan Mario juga menjanjikan sarah di tempat itu tidak akan lama. Tapi sudah hampir 2 bulan dia di situ tidak ada tanda-tanda Mario datang menjemputnya.


**


"Sayang.." Tristan memeluk tubuh Kimy dari belakang. Kimy tak bereaksi, dia hanya diam mematung. "Kau sudah minum obatmu?.." Kimy menggeleng "Kenapa kau tidak minum obat hem.." Tristan membalik tubuh Kimy menghadap padanya.


"Sebenarnya obat apa yang aku minum itu?.."


"Itu untuk daya tubuhmu sayang. Kau sering pingsan kan? Itu hanya vitamin biasa.."


"Aku tidak mau minum lagi.." jawab Kimy ketus.


"Ada apa? Apa yang kau pikirkan.." Tanya Tristan, dia merasa Kimy mulai berubah lagi.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa.." Kimy berlalu meninggalkan tristan, namun belum jauh kakinya melangkah tangannya di tahan oleh lelaki itu.


"Dari mana saja kau hari ini?.."


"Tidak kemana-mana, aku hanya jalan-jalan ke mall sama kak lexa.."


"Kau yakin?.."


"Terserah kau percaya atau tidak.." kali ini Kimy benar - benar meninggalkan Tristan di ambang pintu balkon kamarnya.


"Sialan, bukan jawaban itu yang ku inginkan Kimy.." Kimy tak menghiraukan ucapan Tristan, wanita itu terus berjalan masuk ke kamar mandi. Kimy menutup pintu kamar mandi dengan sangat kencang. Tristan yang melihatnya hanya mematung di tempatnya.


Sialan, ada apa lagi dengannya. Pasti ada yang tidak beres. Tristan keluar kamar, dia menghubungi Dony untuk melacak kemana saja wanitanya pergi seharian ini.


Di dalam kamar mandi Kimy berdiri di depan kaca. Dia mengusap air mata yang membasahi pipinya. Pikirannya sangat kacau. Dia benar-benar tidak tahu lelaki seperti apa yang akan menikahinya itu. Tadinya dia bertekad akan membuka hati untuk lelaki itu. Apalagi ketika Tristan berjanji akan menemukan maminya. Kimy bertekad akan melupakan kesalahan-kesalahan lelaki itu dan membuka lembaran baru, membuka hati untuknya tapi hal yang tak disangka seakan di suguhkan di depan matanya. Belum kering luka akibat perbuatannya. Belum kering air mata Daniel papinya kehilangan sarah maminya. Kini Kimy harus menghadapi sebuah kenyataan kalau kemungkinan besar Tristan jugalah yang membunuh siska tantenya. Apakah orang-orang yang di cintainya akan pergi dengan begitu mengenaskan karena ulah lelaki itu. Kimy benar-benar frustrasi, apa benar dia bisa menikahi lelaki gila seperti itu. Lelaki gila yang sudah menghancurkan hidupnya dan juga orang-orang yang di cintainya.


Flasback on


"Jadi kita mau kemana ini?.." lexa bertanya pada Kimy yang sedang fokus dengan ponselnya. Saat ini lexa sedang menyetir untuk kimy.


"Kim.."


"Hhmm.." jawab Kimy sedikit kaget.


"Kamu ngapain sih? Kita ini mau kemana, aku sudah muter-muter dari tadi nggak ada tujuan lo.."


"Hhmm.. Ke mall aja kak. Aku bosen dirumah, aku pingin cuci mata.."


"Heh.. Berani kamu cuci mata. Mau mata kamu tu di congkel sama calon suamimu.." cibir lexa.


Kimy membuang nafasnya kasar mendengar kata-kata lexa itu. Lexa yang menyadarinya sedikit melirik pada gadis cantik yang sedang fokus melihat luar dari kaca mobil itu.


"Aku becanda bodoh. Kamu nggak asyik banget sih sekarang. Lagian mana mungkin Tristan itu berbuat kasar sama kamu sekarang. Aku lihat dia sudah tergila-gila sama kamu. Dia sudah tunduk sama kamu Kim, sekarang saatnya kamu manfaatkan dia seperti kimy yang dulu.."

__ADS_1


Mendengar itu Kimy berdecak malas. "Nggak tahu kak, walaupun aku udah janji sama diriku sendiri buat mulai lagi dari awal sama dia, tapi hatiku selalu ragu. Aku masih belum bisa percaya sama dia.."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2