BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Gallery Nadine


__ADS_3

" Kau bawa kemana aku?.." Tanya Kimy heran karena Mario membawa mobil itu tidak ke arah rumah Tristan.


Mario menggedikkan bahunya " Aku tidak akan membawamu kabur nona Kimy tenang saja.." jawab Mario dengan tampang cengengesan.


" Kemana bosmu?.."


" Kau merindukannya ya? Baru juga beberapa jam berpisah.." ledek Mario.


" Ternyata bukan bos saja yang psikopat gila, kau juga terlalu banyak berkhayal.." jawab Kimy ketus tanpa melihat ke arah Mario. Mario terkekeh mendengar ocehan kimy, mario memang suka sekali menggoda gadis itu. Mario membelokkan mobilnya memasuki sebuah gellery yang cukup mewah dan besar. Mata Kimy sedikit melebar ketika sampai di tempat itu, tidak salah lagi, dia membaca tulisan yang yang terpampang nyata di depan itu GALERY & BRIDAL N_DIEN.


Deg


Ini kan GALERY nya nadine, musuh bebuyutanku serta sahabatnya Gilang. Mau apa ke sini?


Mario mematikan mesin mobilnya, dia bersiap keluar "Ayo turun.."


" Nggak mau.." jawab Kimy. Mario menatap Kimy yang menatap nanar depan.


" Kau mau Tristan yang menyeretmu ke dalam, ayo cepatlah dia sudah menunggumu.."


Tristan di dalam, sedang apa dia di sini?


Kimy perlahan membuka pintu mobil dan keluar. Mario dan Kimy pun masuk ke dalam GALERY itu dan di sambut beberapa karyawan di situ. Mario yang menyebut nama Tristan langsung di arahkan untuk ke lantai dua.


Sampai di lantai dua, Kimy bisa melihat Tristan, dony dan seorang wanita yang duduk memunggunginya berada di sebuah ruangan yang bertembok kaca, jelas saja keberadaan mereka langsung bisa di lihat oleh kimy. Kimy yakini kalau wanita yang duduk itu adalah nadine, Kimy bisa memastikan dari postur tubuhnya. Kimy menghela nafas pasrah dengan apa yang akan di hadapinya saat ini.


Tok tok


Mario mengetuk pintu kaca itu dan masuk bersama Kimy, ketiga orang itu menatap kedatangan Mario dan Kimy, termasuk nadine yang sedikit terkejut melihat kimy lagi setelah beberapa lama. Sebenarnya nadine sudah tahu kalau dia akan bertemu Kimy hari ini, karena Tristan bilang kalau sedang menunggu calon istrinya dan siapa yang tak mengenal Tristan yang riwa riwi di media online maupun cetak itu, nadine tahu kalau lelaki inilah yang membuat Kimy kabur meninggalkan Gilang. Gosip tentang Tristan dan kimy kan sudah menyebar luas.


" Kimy.." sapa nadine namun tak di hiraukan oleh kimy. Gadis itu acuh terhadap nadine.


" Kalian saling mengenal?.." Tanya Mario yang sedikit heran


Nadine mengangguk " Tentu saja dia temanku.."

__ADS_1


" Aku tidak kenal dia.." jawab Kimy bersamaan, Kimy mendengus kesal mendengar perkataan nadine. Sejak kapan dia berteman dengan wanita sundel itu. Batin Kimy.Kimypun berjalan dan duduk di sofa bersebalahan dengan Tristan.


" Jadi kalian akan menikah?.." Tanya nadine spontan.


Kimy melebarkan matanya pada nadine, dari mana sundel ini tahu? Watak asli kimypun mulai terlihat.


" Jangan bilang kau memesan gaun pengantin sama dia?.." Tanya Kimy pada Tristan dengan kesal.


Tristan dan kedua anak buah nya itu saling memandang " Apa ada yang salah?.." jawab Tristan.


" Aku nggak sudi memakai baju yang dia buat.." jawab Kimy ketus.


Tristan tersenyum melihat tingkah Kimy, akhirnya dia melihat lagi gadis itu arogan seperti dulu, gadis yang angkuh penuh kesombongan terhadapnya. Tristan lebih menyukai Kimy yang seperti ini, dari pada Kimy yang lemah dan penurut karena takut padanya.


" Heh.." nadine menahan tawa. Kimy menatap nadine dengan tatapan membunuh.


" Sayang, dia adalah designer terkenal di ibu kota. Kau mau rancangan siapa lagi.." Tristan bicara dengan lembut sambil meraih tangan Kimy dan menggenggamnya


Kimy melihat nadine yang memperhatikan nya, Kimy pun menarik tangannya, dia tak mau kalau nadine mengadukan apa yang di lihatnya pada Gilang.


Kimy tahu betul sifat wanita sundel itu.


" Baiklah, saya serahkan saja pada tuan Tristan enaknya bagaimana. Saya tidak mau memaksa calon mempelai wanita memakai gaun rancangan saya tuan.." Kata nadine sambil tersenyum mengejek ke arah Kimy.


Dasar sundel, kalau tidak ada lelaki-lelaki ini, sudah habis kau di tanganku. Batin Kimy.


" Baguslah kau sadar, rancanganmu tidak cocok sama sekali dengan seleraku. Modelnya terlalu norak.." balas Kimy dengan nada mengejek.


Mario dan Dony saling menatap, mereka merasakan aura permusuhan di antara kedua gadis itu.


" Baiklah, bicaralah pada asisten saya. Saya akan mengurus calon istriku yang nakal ini.." Tristan berdiri sambil menarik tangan Kimy keluar dari ruangan itu. " Mario ikut aku.." Kata Tristan sambil berlalu.


Ketiga orang itu meninggalkan nadine dan Dony di ruangan itu." Dasar munafik.." Kata nadine mencibir Kimy saat ketiga orang itu sudah berlalu dari ruanganya.


" Maaf.." Dony mendengar perkataan nadine.

__ADS_1


" owh maaf.." jawab nadine dengan kalem lagi.


" Sepertinya anda ada masalah dengan nona Kimy. Saya lihat hubungan kalian tidak baik-baik saja.."


Nadine melipat tangannya kedepan dadanya. " ya tebakan anda betul, dia selalu memusuhi saya. Hehe.. Saya tidak menyangka, saya kira dia benar-benar cinta mati sama Gilang, ternyata hhmm.."


" Sepertinya anda yang kurang senang dengan nona Kimy.." tebak Dony.


" Apa maksudmu?.." jawab nadine dengan kesal. Tidak ada lagi bahasa formal.


" Sudahlah tidak usah di bahas.." jawab Dony santai.


" Jangan bandingin aku dengan cewek munafik seperti dia.." tiba-tiba saja nadine semakin marah pada Dony. Melihat itu Dony hanya tersenyum datar.


" Maaf nona, sepertinya kita tidak akan bisa bicara dalam keadaan seperti ini. Sebaiknya lain kali kita jadwalkan pertemuan lagi, setelah emosi anda stabil.." Dony berdiri dan meninggalkan nadine. Melihat itu nadine hanya diam, ia hanya menatap punggung Dony. Mood nya sudah terlanjur berantakan sejak pertama melihat Kimy datang.


" Sialan.." umpatnya.


**


" Lepas.." Kimy menyentakkan tangan Tristan hingga genggamannya terlepas. Tristan sedikit mengibaskan tangannya karena bekas suntikan pengambilan darah tadi terasa nyeri kena goyangan barusan.


Lelaki itu menatap tajam kimy " Kau kenapa sebenarnya?.."


" Kau sengaja kan menyuruhku pakai baju rancangan wanita sundel itu?.." teriak Kimy. Mario yang melihat perdebatan kedua orang itu hanya melihat sambil menyandarkan tubuhnya pada mobilnya. Ia seperti menikmati pertengkaran mereka sambil menghisap sebatang rokok.


" Apa nya yang salah kimy?.." Tanya Tristan.


" Terserah.. Pokoknya aku tidak mau.." bentak Kimy lalu pergi meninggalkan Tristan. Ia membuka pintu mobil namun tak bisa.


" Ayo buka.." teriaknya pada Mario yang bersandar di mobil itu.


" Hoossttt.. Okey-okey.." jawab mario mencari kunci mobil di sakunya dan segera memencet tombol buka pada kunci mobil itu. Kimy pun masuk ke dalam mobil dan membanting mobil itu dengan keras. Tristan yang melihat itu hanya tersenyum dan menggeleng pelan, gadis bar-barnya telah kembali. Batinnya.


" Apa dia sakit? Dia kenapa?.." Tanya Mario lirih pada Tristan, kemudian lelaki itu berjalan ke pintu kemudi

__ADS_1


Begitu juga Tristan ia masuk ke kursi penumpang sebelah Kimy. Mario pun menjalankan mobilnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2