Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 9


__ADS_3

Mereka masih membicarakan gadis SMU itu, bahkan obrolan mereka semakin intens dan hal itu semakin membuat Angel menjadi murka, karena mereka tetap masih tidak sadar bahwa masih banyak rekan diantara mereka termasuk dirinya. Hingga akhirnya ia membuka suara untuk menyadarkan mereka...


Angel : "Ekhemm." Tidak ada respon. "Aah, Masih belum sadar juga ternyata yaa." Gumam Angel. "Yayak sayaaaang, apa kau masih ingin membicarakan gadis manis itu?" Tanya Angel dengan menekankan kata gadis manis, hal itu membuat Yayak sadar dan ia segera membalikan tubuhnya.


Yayak : "Sa.sayang ternyata kamu masih disini yaa?" Jawab Yayak sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Septian : "Ehmm Bang Indra, aku merasakan hawa yang tidak enak disini, lebih baik kita pergi saja jangan ikut campur." Indra langsung menjawab dengan anggukkan, namun keduanya langsung mendapat tatapan tajam dari Angel. "Oops, salah ngomong lagi deh gue. A.angel kita berdua keluar dul..." Kata-katanya terhenti.


Angel : "Jangan harap, bontooot!" Teriak Angel kemudian mendapat perhatian semua rekan yang ada disana. Ketiga laki-laki itu langsung bergidik mendengar teriakan Angel.


Mereka yang melihat itu langsung ikut memberikan semangat pada Angel, karena sudah lama mereka tidak melihat Angel memberi hukuman kepada Yayak maupun Septian, namun kali ini mereka juga akan mendapat tontonan gratis pasalnya ketua mereka juga ikut terseret dalam lubang itu.


Yayak : "Sayang jangan gitu, malu tau diliatin sama yang lain, mereka pasti bakalan seneng lihat aku dapat hukuman dari kamu, please."😢


Angel : "Kali ini kamu enggak bisa lolos, sa.yaang, jadi nikmati hukuman kalian bertiga. Sekarang keliling lapangan sebanyak sepuluh putaran." Mereka yang mendengar tak terima terlebih Indra yang menjabat sebagai ketua juga harus terjerumus kedalamnya.


Indra : "Loe, hukum gue Ngel? Gue ketua loh disini, dan loe anak buah gue."

__ADS_1


Angel : "Hecmm, oke gue toleransi karena loe punya jabatan lebih tinggi dari gue sama laki gue ini. Untuk kalian berdua, cepet lakuin hukumannya." Yayak dan Septian hanya mengehela nafas dengan berat, dan segera berlari keliling lapangan. "Memang siapa yang kalian bicarain tadi Ndra?"


Indra : "Ya adalah Ngel, gue harep dengan kehadiran gadis itu bisa merubah sifat dia." Angel yang sudah mengerti langsung mengangguk paham.


Dilain sisi, tepatnya dilapangan kampus Mahasiswa yang sedang berada disana masih melihat aksi Yayak juga Septian pasalnya mereka berlari dengan mengeluarkan celotehan konyol yang membuat mereka yang melihatnya terhibur. Hingga ada dua Mahasiswa yang mengejek mereka, yang tak lain adalah Amar dan juga Ilham karena mereka adalah orang pertama yang merasa bahagia melihat Yayak dan Septian mendapat hukuman.


Amar : "Woi! Pada ngapain loe berdua? Baru dapat diskon dari yayang Angel ya?" Ejek Amar dengan gaya sindirannya, mendengar itu yang lain ikut tertawa.


Ilham : "Bukan diskon Mar, tapi jatah bulanan! Hahaa." Hal itu semakin membuat yang lain tertawa.


Septian : "Kalian, awas yaa." Septian langsung melepas salah satu sepatu miliknya namun sebelum lepas, kedua temannya sudah lari ngibrit. "Takut juga kan loe sama gue." PLAK!! Septian mendapat pukulan dari Yayak. "Apa sih loe Yak." Yayak langsung melirik balkon kampus yang berada dilantai dua, Septian langsung mengikuti kemana arah mata Yayak, dan... "Dimas!"


Ya, yang berada di balkon kampus tidak lain adalah Dimas. Karena dosen yang berhalangan hadir dan hanya menitipkan tugas saja, kelas itu langsung kembali sepi dan Dimas juga ikut keluar. Saat akan melangkahkan kakinya kearah tangga ia melihat dua makhluk yang sangat ia kenal itu sedang mengelilingi lapangan kampus ditambah lagi dua anggota PPA yang ikut mengejek dan tingkah mereka berempat menjadi bahan tertawaan bagi yang melihatnya, kecuali Dimas, sejak saat itulah dia memperhatikan mereka berdua, dan jangan lupakan juga wajah dinginnya itu.


Dimas : "Ternyata loe bener butuh kebebasan." Gumam Dimas. Kemudian ia langsung menuruni tangga. Setelah berada dilantai dasar, ia kembali memperhatikan tingkah sahabatnya dan juga adik lelakinya itu dan masih dengan wajah datarnya. Lalu ia pergi ke perpustakaan.


Setelah sepuluh menit, akhirnya mereka berdua telah selesai melaksanakan tugas dan langsung menuju kearah kantin karena mereka harus mengisi energi, terutama Septian dia harus memperbanyak energi mengingat ia akan segera pulang kerumah dan mendapat ceramah dari Abang angkatnya itu.

__ADS_1


.


.


.


.


Jaga kesehatan untuk kakak semuanya, semoga kita semua terhindar dari segala penyakit.


.


Jangan lupa cuci tangan, hindari keramaian...


.


Salam hangat dari Author...

__ADS_1


__ADS_2