
Dimas : "Apakah Arya sudah menyetujui permintaan darinya?"
Andre : "Belum. Arya tidak akan berani melangkah lebih jauh dari ini. Dia hanya memberi alasan untuk menyampaikan permintaannya terlebih dahulu tanpa adanya persetujuan sedikitpun. Dengan alasan itu, pihak Yosuung Grup menerimanya." Dimas yang mendengar hal itu mengeratkan rahangnya namun masih dengan mimik muka yang tenang.
Dimas : "Baiklah kau tahu apa yang harus kau lakukan Andre." Ucapnya dengan tegas. Andre yang memang faham langsung mengangguk mengerti dan mengerjakan semuanya tanpa ada yang terlewati.
Andre langsung keluar dengan menggenggam ponselnya sembari menghubungi seseorang yang tak tau siapa.
Arya Felistyawan adalah seseorang yang menjadi wakil ketua dibidang Humas. Dia yang meng-handle bidang tersebut jika Dimas tidak hadir. Arya juga menjabat sebagai sekretaris Dimas di Perusahaan, Bu Maya juga sekretaris Dimas namun beliau hanya sekretaris yang mengurus jadwal perusahaan dari dalam Negeri, sedangkan Arya dari Luar Negeri. Karena masalah ekonomi dan keluarga akhirnya Dimas memutuskan teman kampusnya itu menjadi sekretarisnya sejak 1 tahun lalu hingga saat ini.
Bahkan karena Dimas pula akhirnya Arya bisa melanjutkan kuliahnya hingga semester sekarang.
Andre keluar ruangan dan langsung melangkah keluar dari Restoran tanpa mempedulikan pasang mata dari teman-teman yang memperhatikan langkah dan raut wajahnya yang nampak serius.
Yayak : "Apa terjadi sesuatu?" Gumamnya dalam hati.
_back to Andre
Andre saat ini sudah berada disudut lantai 1 yang memang sudut itu adalah tempat tunggu para pengunjung yang sedang menunggu jemputan, dan ingin bersantai. Ia langsung mengambil benda pipih miliknya yang ada dibalik jas.
Andre : "Hallo, apa kau masih disana?" Tanyanya pada seseorang.
? ? ? : "Ya saya masih berada disini, apakah Tuan Muda kembali membutuhkan sesuatu?" Jawab orang tersebut.
Andre : "Yah. Kembali selidiki Yosuung Grup, segera laporkan semuanya. Pastikan seluruh pemegang saham menjual saham mereka, tapi ingat jangan menggunakan cara licik ataupun jalan yang haram lainnya, karena kau tahu sendiri bagaimana kepribadian Tuan Muda. Bahkan ia bisa dengan cepat mengetahui siapa orang yang baik maupun tidak." Orang tersebut mengangguk walau ia tahu Andre tidak akan melihatnya. "Satu hal lagi, jangan sampai identitas Tuan Muda sebagai investor gelap diketahui oleh mereka."
? ? ? : "Baiklah, saya mengerti. Saya akan laporkan setelah semuanya sudah selesai. Lalu bagaimana dengan laporan saya sebelumnya?"
Andre : "Kau tenang saja Shekar, Tuan Muda tidak akan terpengaruh dengan hal seperti itu, apalagi soal wanita. Karena dia sudah memiliki gadis kecilnya sendiri. Jadi kau tenang saja."
__ADS_1
Orang itu tak lain adalah Shekar. Beberapa tahun silam ia pernah menjadi korban penculikan dan ditolong oleh Dimas ketika masih berada di Semarang. Sejak saat itulah Shekar memutuskan untuk mengikuti kemanapun Dimas pergi termasuk jika harus menjadi kaki kanan Dimas, karena tangan kanan Dimas sudah ditempati oleh adiknya yang tak lain adalah Andre.
Shekar adalah anak Yatim piatu yang dibuang oleh adik Mamanya karena mereka menginginkan harta peninggalan orangtuanya, semua itu diketahui setelah Dimas menyelidiki asal usul Shekar. Dimas langsung memberitahu Shekar tentang keluarga Mamanya, namun ia sudah tidak peduli lagi dengan mereka dan memutuskan untuk tetap berada disamping penolongnya. Namun Dimas tidak melarangnya jika suatu saat nanti Shekar ingin kembali dan merebut apa yang sudah menjadi haknya.
Shekar : "Saya tidak bisa tenang jika sudah berhadapan dengan orang tamak seperti mereka Andre. Bahkan saya tidak akan membiarkan rencana mereka berhasil sedikitpun."
Andre : "Apa kau sekhawatir itu dengan Dimas." Tanyanya dengan nada yang tak formal.
Shekar : "Gue berhutang budi sama dia, jika bukan karena dia mungkin gue udah enggak hidup lagi sekarang." Jawabnya sembari mengingat masa lalu. "Mereka berurusan dengan orang yang salah, bahkan jika sampai mereka tahu bagaimana sifat Dimas sesungguhnya maka mereka tidak akan berani." Andre hanya terkekeh. "Mengenai gadis itu..."
Andre : "Yaa saat ini Abang gue sudah memiliki someone special dalam hidupnya. Gadis itu masih SMU tapi sebentar lagi lulus." Shekar yang mendengar langsung terkejut.
Shekar : "Suriously? Wow i like it. Semoga gadis itu bisa membuat Raja Es kita mencair. Gue jadi enggak sabar ingin segera bertemu dengan gadis itu, seberapa cantik gadis itu hingga bisa meluluhkan Dimas."
Andre : "Tenang saja, semua sesuai keinginan kita. Baiklah, hati-hati selama berada disana dan tetap awasi cabang kita yang berada di Soul. Satu hal lagi, segeralah kembali karena si bontot pasti juga merindukanmu. Jangan lupa hubungi Om Pastu sebelum pulang." Panggilan terputus setelah Andre selesai berbicara.
Tidak ada yang tahu memang jika pemilik saham terbesar Yosuung Grup adalah Dimas. Karena yang mereka ketahui pemegang saham terbesar itu hanyalah pengusaha biasa yang berasal dari Singapore dan hanya memiliki 3 cabang bisnis kuliner. Dimas memiliki saham 40% di Perusahaan itu, Tuan Lee memiliki saham sebesar 30%, saham sebesar 5% milik istri Tuan Lee yang tak lain Nyonya Kim Yoona. Sedangkan sisanya dimiliki oleh para investor lain yang berasal dari perusahaan disana.
Bahkan untuk rapat sekalipun, Dimas hanya mengutus orang kepercayaannya saja untuk menghadiri rapat tersebut. Hingga saat ini tidak ada yang mengetahui siapa pemegang saham itu, maka dari itu mereka menyebut Dimas sebagai investor gelap karena memang hidupnya yang penuh misteri dan tak bisa diungkap oleh orang lain, bahkan orang pemerintahan sekalipun.
_Maaf jika ada kesalahan, karena ini hanya imajinasi Author yang terlalu tinggi😅
Andre segera kembali masuk kedalam, namun sebelum menemui Dimas ia menatap teman dan juniornya disana. Tampak mereka menatap Andre dengan sebuah pertanyaan namun tidak terlontar melalui ucapan hanya melalui mimik muka mereka saja. Sedangkan Andre hanya mengedikan kedua bahunya sebagai tanda tak ingin menanggapi. Ia melanjutkan langkahnya.
Amar : "Dasar si duplikat. Ya Allah kenapa hamba memiliki sahabat seperti Raja Es dan si duplikat." Celetuk Amar tanpa pikir panjang.
Buak!! Pletak!! Seketika Amar langsung mendapat lemparan makanan ringan dari semua sahabatnya yang ada disana, bahkan Yayak langsung menjitak kepala Amar.
Septian : "Abang gue itu, kalau loe lupa." Dengusnya kesal.
__ADS_1
Amar : "Gue enggak lupa, tapi kan memang kenyataan mereka berdua seperti itu. Kalian juga kenapa ikut nimpuk gue sih! Awas aja gue aduin loe orang ke Mama gue." Ucapnya dengan suara yang dibuat-buat sambil mengusap kepalanya yang sempat dijitak oleh Yayak.
Firman : "Aduin dah sono, dasar anak emak loe mah." Jawab Firman sekenanya.
Ilham : "Tenang saja, jika Mama Rani yang maju. Diantara kita biar gue saja yang maju. Semuanya pasti beres kok."
Yayak : "Jika loe yang maju bisa dipastikan Mani langsung nimpuk muka loe itu dengan senjata andalannya." Ucap Yayak sambil memperagakan sebuah alat dengan tangannya.
Septian : "Waah bener banget tuh, tapi tidak apa yang penting diantara kita sudah ada yang jadi tumbal. Ikhlas kok gue mah." Ucapnya dengan tertawa.
Ilham : "Settdaaaah, ogah gue deket senjata andalan itu lagi, kapok gue." Jawabnya bergidik ngeri. Yang ada disana hanya tertawa.
Geraldi : "Memang apa senjata andalan Mamanya Bang Amar." Mereka langsung menoleh kesumber suara.
Firman : "Loe tahu yang namanya seorang Ibu pasti punya senjata andalan entah apapun itu pasti jadi senjatanya. Senjata itu selalu dimiliki, selalu ada dimanapun baik di Kantor maupun di Sekolah bahkan selalu ada disetiap rumah."
Yayak : "Sebuah tongkat ajaib yang bisa merubah siapa saja merasakan sakit yang cukup hebat." Sambungnya.
Septian : "Yaa senjata itu sungguh ajaib, bukan hanya harganya saja yang murah meriah tapi rasanya juga sangat mantap dan membuat tubuh kita langsung merah seperti tomat yang sudah matang." Geraldi, Adit dan juniornya semakin penasaran senjata apa yang ampuh dan murah itu.
Azriel : "Senjata model apa itu Bang? Apa Mama punya yah"🤔 Ucapnya sambil mengingat.
Alvin : "Senjata apa yang murah meriah tapi rasanya mantap Bang?" Mereka yang mengerti hanya menahan tawa melihat wajah bingung juniornya.
*
*
*
__ADS_1
Hayyo senjata apa ituuu???
Hanya para emak nih yang tauuu...