Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 11


__ADS_3

Setelah menunggu sepuluh menit, makanan yang mereka pesan akhirnya datang juga. Mereka menyantap makan malam mereka dengan hikmat namun tanpa diduga sesuatu hal terjadi pada Dimas, ia terbatuk hingga tidak berhenti.


"Uhukk! Uhuk! Uhuk!."


Yayak : "Dim, are you oke?" Namun yang ditanya hanya diam.


Adinda memberikan minum pada Dimas, tanpa sadar ia langsung mengambil gelas itu dan meminumnya. Namun ia masih terbatuk dan lehernya mulai memerah.


Adinda : "Kak Yayak, apa Kak Dimas alergi udang?"


Yayak : "Enggak, tapi dia alergi seafood sedangkan ia tadi pesan nasi goreng udang yang direstoran ini udangnya itu dari air tawar." Yayak langsung memeriksa piring Dimas. "Ini..." Yayak langsung memanggil Manager restoran tersebut dan mengajukan komplain. Setelah selesai ia membawa Dimas keluar dari tempat tersebut.


Adinda : "Bagaimana kak?"


Yayak : "Huft. Nasi goreng itu ternyata tidak sengaja diberi kaldu yang terbuat dari seafood, akhirnya gini deh." Yayak yang melihat sahabatnya lemas karena batuk segera membawa ia ke dokter. "Dek, gue duluan ya kalian hati-hati jangan pulang malem." Yayak langsung meninggalkan Adinda dan Arul.


Arul yang melihat wajah khawatir dari sang kakak langsung mengajaknya pulang. Setelah sampai di Rumah, Adinda tetap diam hingga akhirnya suara Arul membuatnya tersadar.

__ADS_1


Arul : Kakak khawatir sama Kak Dimas ya?" Selidik Arul karena melihat wajah Adinda yang tidak berubah sama sekali.


Adinda : "Eh, enggak kok dek. Kenapa kakak harus khawatir?"


Arul : "Karena setelah kejadian tadi, kakak hanya diam saja."


Adinda : "Enggak kok sayang, udah hayuk siap-siap shalat isya lalu kerjakan tugasmu tapi inget jangan tidur terlalu malam ya." Arul hanya mengangguk lalu memasuki kamarnya. "Kenapa aku jadi kepikiran Kak Dimas dan kenapa perasaanku tiba-tiba begini. Apa dia akan baik-baik saja?" Gumam Adinda dalam hati. Kemudian ia masuk kamar membersihkan diri lalu shalat isya.


Dilain tempat. . .


Yayak mengantar Dimas ke dokter, setelah mendapatkan resep dari dokter ia memutuskan untuk mengantar Dimas pulang. Mobil yang ia bawapun terpaksa ia tinggal diparkiran Mall karena harus mengantar sahabatnya itu. Sesampainya di Rumah Dimas, Yayak langsung membawa Dimas masuk kedalam kamarnya.


Yayak : "Alergi Dimas kambuh lagi Bi, tolong Bibi buatin bubur ya Bi, dia tadi baru makan dua suap langsung kaya gitu."


Bi Arum : "Ya Allah kenapa bisa begitu Mas. Ya sudah Bibi buatin bubur dulu."


Bi Arum segera kembali kedapur untuk membuatkan bubur, sedangkan Yayak kembali kekamar Dimas. Saat akan melangkah ke kamar, samar-samar ia mendengar suara Dimas dari dalam...

__ADS_1


"Ma, Dimas rindu sama Mama." Suara itu yang Yayak dengar dari balik pintu luar. "Sabarlah Dim, loe itu kuat meski loe enggak pernah tunjukin kelemahan loe sama kita semua, tapi gue tau loe kuat." Gumam Yayak kemudian ia melangkah masuk ke kamar.


Yayak : "Gimana kondisi loe?"


Dimas : "Hecmm baik."


Yayak : "Haah! Bahkan disaat sepert ini, loe masih saja dingin, ubahlah muka loe itu Dim kembalilah seperti dulu." Dimas hanya diam tak menjawab. "Istirahatlah dulu di Rumah sampai alergi loe sembuh, lusa kalau belum sembuh jangan ikut ke SMU dulu." Namun Dimas tetap diam. "Dasar kutub utara loe." Sarkas Yayak dengan menunjukkan wajah jengkelnya.


Tidak lama kemudian, Bi Arum masuk membawakan bubur untuk Dimas.


"Uhuk! Uhuk!" Dimas kembali batuk.


Bi Arum : "Ini den dimakan dulu buburnya, biar tenggorokkannya enak lalu diminum obatnya supaya alerginya segera sembuh."


Dimas : "Makasih ya Bi." Bi Arum mengangguk dan keluar dari kamar Dimas. Dimas segera memakan bubur itu, setelah memakan tiga suap sendok ia meminum obatnya. Yayak yang melihatnya hanya menggelengkan kepala.


Yayak : "Istirahatlah Dim, gue pulang dulu. Inget pesen gue dan soal Septian jangan terlalu loe pikirin. Gue balik ya, bye!" Yayakpun keluar dari kamar setelah sampai luar ia membawa mobil Dimas pulang. Setelah kepergian Yayak, Dimas bangun untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat isya yang sempat tertunda. Setelah selesai barulah ia kembali keranjang ukuran king size itu untuk membaringkan tubuhnya yang sudah sangat lelah ditambah dengan alerginya yang kembali kambuh.

__ADS_1


Sudah lewat tengah malam, namun Dimas tetap tidak bisa tidur hal itu dikarenakan alerginya yang membuat ia kembali batuk dan badan yang sudah berbintik merah karena gatal. Disaat ia merasakan batuk yang tidak kunjung reda, muncul wajah gadis yang tadi tengah makan malam bersama dengannya dan juga Yayak, ya gadis itu adalah Adinda


"Kenapa aku mikirin gadis ceroboh itu, ada apa denganku, apa aku punya gejala penyakit? Kenapa dia tidak menghubungiku?" Itulah yang sedang Dimas pikirkan. Namun ia hanya mengabaikannya dan mencoba untuk kembali tidur meskipun tidak bisa.


__ADS_2