Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 103 Road to Puncak 1


__ADS_3

Setelah drama beberapa hari lalu kini kegiatan di Puncak sudah akan dimulai dan para anggota diharuskan berkumpul di bastcamp PPA karena mereka akan berangkat bersama menggunakan bus yang memang sudah disiapkan sebelumnya.


Amel : "Adindaaaaaaa?!" Teriak Amel dengan langkah kaki yang cepat. "Gue kangen loe!"


Adinda dan sahabatnya yang mendengar suara itu hanya memutar matanya jengah. Pasalnya ini sudah yang kesekian kalinya Amel memanggil Adinda dengan tingkah bar barnya.


"Ameeeel! Bisa enggak sih loe kalau manggil itu enggak pake teriak." Dengus temannya yang lain.


"Iya ih, emang dikira ini hutan apa teriak-teriak kaya gitu." Lanjut yang lain.


Amel : "Kalian itu kenapa sih syirik banget sama gue, huh." Ucapnya sambil mengibaskan rambut sebahunya kebelakang.


Azriel : "Lah loe kan emang aneh Mel, heran gue setiap ketemu Kak Dinda selalu saja teriak. Enggak ada kalem-kalemnya jadi cewek." Ucap Azriel yang kini ada disana.


Geraldi : "Itu kan memang tingkah ajaib sepupu loe Ziel, jadi enggak usah sok kaget gitu." Ucapnya terkekeh.


"Sangaaaatt ajaib." Seru para sahabatnya tak terkecuali Arul, Alvin dan Nauval.


Amel : "Eeh loe ya Rul, sejak kapan loe jadi ngeselin begitu, hem?"


Arul : "Sepertinya sejak lama deh Kak, hanya saja baru sadar sekarang." Amel yang mendengar itu langsung mendelik.


Amel : "Din, seharusnya adik loe itu dijauhin dari mereka." Menunjuk Azriel, Avin, Nauval, Geraldi dan Adit. "Terutama si Gerald, karena dia itu ketuanya. Ketua ngeselin." Sungutnya.


Restu : "Settdah Mel, tumben loe bener." Celetuk Restu yang baru bergabung.


Geraldi : "Loe baru dateng ikut-ikutan aja Res, diem deh loe."


Adit : "Lah kan memang bener loe itu ketua kita Ger." Ucap Adit menaik turunkan kedua alisnya tak lupa juga ia menunjukkan deretan giginya. Pletak!! "Adawwww, sakit ****. Kebiasan tangan loe Ger, mana keras banget lagi tuh tangan, enggak ada dagingnya sama sekali." Ucapnya kesal sambil mengusap kepalanya.


Geraldi : "Rasain tu pukulan maut dari gue Dit, hihi." Ucapnya dengan senyum mengejek.


Adinda : "Sudah deh ya, kalian ini selalu saja bertengkar. Sekali-sekali aku enggak lihat kalian debat kenapa sih, hobi banget." Keluh Dinda pada sahabatnya.


Vania : "Adinda sayaaang, kumpulan tanpa perdebatan itu enggak seru." Ucapan Vania itu langsung dianggukki yang lain. Sedangkan Adinda hanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


Disaat mereka akan kembali berdebat, suara Yayak yang berada di depan Aula langsung menggelegar.


Yayak : "Ayo bagi para anggota segera berkumpul terlebih dahulu, karena kita harus mengadakan brifing dan juga mengecek perlengkapan sebelum berangkat." Ucapnya. "Hei yang disana, jumpling junior segera berkumpul. Kalian ini selalu saja telat datang, tetapi giliran soal makanan pasti nomor satu. Cepat merapat." Lanjutnya lagi, tapi kali ini perintah itu ia tujukan untuk Geraldi dan para anggotanya yang tak lain Adit, Azriel dan juga yang lainnya.


Azriel : "Ettdah itu Bang Yayak, masa kita semua dijuluki jumpling junior." Gerutunya


Alvin : "Bener banget, kaya enggak ada nama yang lain aja. Kasih nama yang bagus kek, kaya The Avengers kan lebih keren."


"Loe kira kita kumpulan Superman!!" Saut mereka yang hampir bersamaan.


Alvin langsung mendapat pukulan dari para lelaki didekatnya hanya meringis, sedangkan Adinda, Amel dan Vania hanya menepuk jidat mereka dengan tingkah laku absurd para sahabatnya.


Amar : "Hei kalian, kok malah jalan santai. Cepat kumpul." Perintah Amar. "Eeh si bar-bar juga malah mainan, buruan loe." Ucapnya lagi namun kali ini pada Amel.


Para kumpulan Superman itu langsung berjalan cepat sebelum Yayak dan Amar kembali meneriaki mereka.


Amel : "Buset dah itu orang, selalu saja bikin kesel. Kenapa enggak hilang aja sih, ngeselin banget." Gerutunya pelan. "Sabar napa sih Kak, emang loe pikir kaki gue ini kaki gurita apa! Cuma dua kaki gue kalau loe enggak lihat." Mendengar jawaban itu, Amar langsung mendelik tidak percaya. Sedangkan Adinda dan Vania hanya diam karena jika mereka menjawab maka akan semakin panjang dan lama.


Ilham : "Gebetan loe itu Mar, haha." Bisiknya pada Amar, sedangkan Amar hanya mendengus.


Amar : "Lihat aja loe ya, gue kerjain loe nanti." Ucapnya pelan.


Semua anggota telah berkumpul. . .


MBA : "Apa semuanya sudah berkumpul dan sudah siap?" Tanya MBA pada anggota yang lain.


"Siap, sudaaah!!" Jawab mereka dengan kompak.


MBA : "Baiklah kurang lebih 30 menit lagi kita akan segera berangkat, jadi selama itu pula kalian diwajibkan untuk memeriksa kembali barang bawaan kalian kecuali yang sudah masuk kedalam Bus, yang merupakan barang dari setiap bidang."


Raka : "Yaa karena ketika nanti sudah sampai di Puncak dan ternyata masih ada barang bawaan yang tertinggal maka para senior tidak ada yang bertanggung jawab karena hal itu sudah diinformasikan sebelumnya." Lanjut Raka yang memang menjadi Ka. Perlengkapan yang baru untuk menggantikan posisi Agista.


Angel : "Untuk yang perempuan, khusus kalian yang memang sakit atau kurang fit tolong diperiksa kembali obat-obat pribadi kalian. Karena kami bidang kesehatan hanya menyediakan obat-obatan yang umum saja, kecuali jika itu sakit bulanan yaa hehe." Tambah Angel yang memang satu bidang dengan MBA dalam kesehatan.


PJ : "Untuk yang perempuan jika perlu apa-apa katakan pada kami, atau pada Kakak seniornya yang lain." Mereka langsung mengangguk.

__ADS_1


Andreas : "Baiklah, kurang dari 15 menit lagi kita berkumpul didekat Bus. Jangan ada yang tertinggal apalagi ketinggalan, karena sebelum memasuki Bus kita akan sekalian mengabsen."


Arya : "Oke, tolong nanti ketika sudah sampai disana jangan berbuat hal yang aneh-aneh yaa. Kita tanamkan rasa cinta kita terhadap lingkungan karena itulah PPA ada dan tercipta. Biasakan untuk berdo'a terlebih dahulu ketika datang ketempat baru, jaga bicara, jangan merusak lingkungan dan harus tetap sopan."


Mereka yang mendapat pengarahan dan wejangan mengangguk paham. Setelah itu mereka langsung diperintahkan untuk berada didekat Bus yang sudah ada dihalaman Kampus.


Amel : "Huaaaa!! Akhirnya kita akan segera berangkat juga." Ucapnya senang.


Azriel : "Memeeel tolong ya dijaga itu punya mulut, kebiasaan loe yang suka teriak itu harus segera dikurangi." Amel menatapnya sengit.


Adinda : "Kalian ini bersaudara tapi tetap saja berisik. Amel kamu segera duduk, Aziel kembali kebangku kamu." Perintahnya.


Amel hanya mendengus kesal, sedangkan yang lain langsung tertawa melihat drama keluarga itu tak terkecuali sahabatnya yang lain, yang memang berada satu mobil dengan mereka. Tak berselang lama mobil langsung tancap gas keluar dari halaman Kampus.


Perjalanan ke Puncak menggunakan 4 mobil yang diisi oleh para anggota senior maupun junior. Untuk setiap Bus yang berisi anggota baru akan ada 4 perwakilan dari para seniornya.


Mereka bersenandung bersama, menyanyikan setiap lagu dengan petikan gitar yang menjadi pengiringnya. Canda tawa terlihat dari mereka, ada yang ikut bernyanyi, bertepuk tangan dan adapula yang hanya bersandar pada jendela untuk memejamkan matanya alias tidur.


Khusus Bus yang Adinda masuki disana lebih banyak anggota senior karena itu merupakan Bus ke empat, yaa Bus terakhir. Dimana bangku didalamnya banyak yang masih kosong namun sekarang penuh.


Yayak : "Buat kalian yang merasa tidak fit bisa istirahat karena perjalanan masih jauh dan kita baru saja berangkat."


Azriel : "Bang gue bawa gitar nih, gimana kalau kita adain konser?" Yayak dan senior lain mengangguk setuju.


Amar : "Baiklah kita setuju, dimulai dari si bontot terlebih dahulu." Septian hanya diam dibangkunya, bahkan ia tampak biasa saja.


Ilham : "Bontooooott!" Septian terkesiap dan langsung melihat kearah Ilham.


Septian : "Kaliaaaaan, bisa enggak sih jangan ganggu gue. Loe juga Ham, enggak usah teriak telinga gue masih normal kalau loe lupa." Ucapnya kesal. Mereka yang ada disana tertawa melihat ketiganya. "Hei kalian, jaga itu muka enggak ada yang lucu disini." Dengusnya.


Arya : "Sudahlah ayoo kita lanjutkan saja rencana konsernya. Sep, loe maju sekarang."


Septian : "Ogah gue mah, tu si Amar aja yang konser. Ngantuk gue pengen tidur."


Amar terpaksa maju namun ia juga menarik Septian untuk ikut.

__ADS_1


Amar : "Gue enggak akan biarin loe tidur dengan tenang. Ayo ikut maju, kita harus bersenang-senang." Kini bukan hanya Septian yang ditarik tetapi Ilham juga.


Yayak : "Apa yang akan kalian nyanyikan? Ingat jangan buat bosan." Ancamnya.


__ADS_2