Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 138 Hilang Kontak (Flashback 1)


__ADS_3

Shekar : "Kita sudah sampai di lokasi Tuan Muda." Ucap Shekar pada Dimas. Dimas mengangguk. "Sudah dua minggu kita berada disini, hari ini semua harus tuntas hingga ke akarnya." Gumamnya pelan.


Dimas : "Apa semua sudah disiapkan Nona Wang?" Tanyanya datar dengan menggunakan bahasa Korea.


Nona Wang : "Sudah Tuan Muda, semua persiapan juga sudah dicek kembali. Tapi Tuan Lee tidak berada disini, sudah dikonfirmasi jika Tuan Lee hanya mengirim wakilnya saja." Dimas mengangguk, namun matanya mulai menajam. "Mari Tuan, para Petinggi Yoosung telah menunggu Anda."


Dimas : "Shekar?" Shekar yang memang sudah mengerti langsung melangkah bersama Nona Wang untuk menggantikannya. "Angga, segera kamu lacak kembali keberadaan Tuan Lee." Angga mengangguk paham.


Kedua lelaki itu hanya berada di tempat parkir tepatnya berada di Mobil. Mereka sibuk dengan benda pipih ditangan mereka sendiri.


Angga : "Maaf Tuan Muda?" Dimas menoleh. "Sepertinya Tuan Lee masih berada ditempatnya, dia masih berada di rumah yang ia huni satu bulan ini." Dimas mengangguk.


Dimas : "Kau tahu apa yang harus kamu lakukan." Angga mengangguk.


Dimas kembali fokus pada layar ponsel pintarnya.


TING!!


Mata Dimas seketika membulat sempurna, rahangnya mulai mengeras, bibirnya mulai tersenyum menyeringai. Angga yang melirik Bossnya itu langsung bergidik seketika ia susah menelan salivanya.


Angga : "Ya Tuhan, coba lihat betapa seramnya seringaian Tuan Muda ini. Gue sampai merinding, padahal hanya meliriknya saja. Semoga tidak terjadi hal buruk nantinya." Gumam Angga dalam hati.


Dimas : "Angga!" Angga terkesiap, lalu menoleh kearah Dimas. "Lakukan persiapan di Kota Seoul, retas semua Perusahaan yang pernah melakukan kerjasama dengan Yoosung." Angga mengangguk paham.


"Apakah mereka benar-benar ingin bermain denganku? Kenapa mereka tidak juga jera, apa harus sampai ke akarnya?" Gumamnya.


"Segera tarik kembali saham dari Investor gelap yang menaungi Perusahan mereka. Fokuskan semua Proyek kita yang berada disini juga pada Yoosung, lalu segera lacak kembali keberadaan Tuan Lee. Saya yakin saat ini dia sudah berpindah tempat." Ucapnya serius, mata tajamnya menatap pintu masuk kearah gedung diatasnya.


"Jangan bermain denganku Tuan Lee, cukup kemarin kau mengorbankan kedua Putrimu itu yang pulang dengan tangan kosong. Sekarang tidak akan adalagi kesempatan untuk Perusahaanmu ini."


Angga : "Tu.tuan, sepertinya Tuan Lee sudah mulai bergerak. Tujuan perjalanannya saat ini mengarah ke Perusahaan Yoon Shera."


Yoon Shera sebuah Perusahaan yang bergerak dalam bidang kecantikan, Perusahaan tersebut adalah salah satu anak Perusahaan yang di miliki oleh Yoosung Grub yang di kelola oleh Istri kedua dari Tuan Lee.


Dimas : "Kerahkan orang-orang Shekar untuk mengawasi pergerakkannya selama disana." Ucapnya dingin.


Beberapa saat kemudian, Angga mendapat laporan jika Tuan Lee sudah berada di Yoon Shera, dan akan mengarah ke Yoosung Grub.

__ADS_1


Angga : "Tuan Muda, sepertinya Tuan Lee dalam perjalanan kemari. Apa saya harus mengirim file itu ke Tuan Shekar?"


Dimas : "Kirimkan. Informasikan padanya jika Ikan besar sedang dalam perjalanan." Angga mengangguk faham.


"Bisnis pribadi saya apakah sudah dalam tahap pemasaran?"


Angga : "Iya Tuan, bisnis pribadi atas nama Dimas Aditya dalam taham pemasaran produk untuk kendaraan juga termasuk bisnis kuliner Indonesia." Dimas hanya diam.


.


.


Sedangkan di ruang rapat gedung Yoosung, Shekar tengah mendengarkan para Petinggi Perusahaan yang sedang berbicara dengan bahasa Korea mereka...


Lelaki tampan itu menggunakan identitas lain di Negara ini, jika di Indonesia ia menggunakan nama aslinya. Disini ia menggunakan nama Hyu.


Tuan Yin : "Maaf Tuan Hyun, tapi saat ini kami sedang berusaha untuk menghubungi Tuan Lee agar segera kemari." Ucap Tuan Yin selaku Direktur Umum.


Tuan Yoo : "Benar Tuan Hyun, bahkan sejak kedua Putrinya pulang dari Indonesia dua minggu lalu, Beliau sangat susah dihubungi dan jarang sekali datang kemari." Selaku Direktur Pemasaran.


Tuan Kang : "Tenanglah Tuan, kami pastikan Tuan Lee tidak akan mengalami masalah dan Perusahaan ini akan baik-baik saja." Sang Direktur Keuangan berucap.


GLEK!!


Kedua orangtua it menelan salivanya susah, mereka tahu apa konsekuensinya jika membangunkan Singa yang sedang tidur dalam kondisi lapar, terlebih lagi orang itu tak lain adalah Shekar utusan dari Adhitama Company.


Nona Wang : "Bagaimana Anda bisa bicara seperti itu pada kami? Kami adalah utusan dari Adhitama, Kalian mengatakan akan mengajukan kerjasama dengan Kami? Tapi lihatlah, Pimpinan kalian saja tidak ada tanda-tanda kehadirannya."


Tuan Kang : "Tenanglah Nona Wang, Anda tidak perlu khawatir. Kedatangan kalian kemari itu menjadi sumber kekuatan sendiri untuk Kami yang ada disini."


Shekar dan Nona Wang mengernyitkan dahinya.


"Tuan Lee dan istrinya memiliki saham 35% disini, kalian tidak perlu khawatir. Jika Adhitama bisa membeli 45% saham yang dimiliki oleh Investor gelap, Perusahaan kalian pasti akan mendapat untung yang banyak, bukan? hahaa."


TING!!


Sebuah pesan masuk melalui ponsel Shekar. Shekar yang semula mengeratkan rahangnya kini mengatur laju derus nafasnya setelah membaca pesan tersebut.

__ADS_1


Nona Wang : "Siapa maksud Anda? Perusahaan ini memiliki Investor gelap? Saya tidak percaya Kalian mengajukan kerjasama pada Kami tanpa memberitahu tentang hal ini! Lalu apa yang akan kalian berikan pada kami jika saham Tuan Lee hanya 35% saja?"


Tuan Yin : "Maka dari itu Nona, Kalian bisa membeli saham tersebut dengan begitu kalian bisa memiliki saham besar disini. Ditambah dengan kami bertiga juga memiliki saham, jadi kita akan bisa langsung menjadi pemilik Perusahaan ini."


Nona Wang : "Apa kalian ingin melakukan kudeta, dan menghianati Tuan kalian sendiri?"


Ketiga lelaki paruh baya itu saling menatap, detik kemudian ketiganya tersenyum.


Tuan Yoo : "Seperti yang Anda katakan, itulah maksud kami. Sejujurnya kami sudah lelah karena Tuan Lee selalu membawa istrinya kemari dan bertindak semena-mena pada kami yang ada disini."


Nona Wang : "Maaf sebelumnya Tuan, kedatangan kami kesini hanya untuk pembahasan proposal kerjasama Kalian, bukan untuk kerjasama dengan Kalian secara pribadi. Ini urusan Perusahaan."


"Kami tidak akan mengambil langkah dengan tergesa-gesa tanpa melihat kondisi Perusaaan tersebut termasuk untuk para Investor. Apa alasan Anda menawarkan saham Investor gelap tersebut, sedangkan Anda belum mengetahui siapa Investor itu?"


Mereka langsung berubah gugup mendengar pertanyaan dari Nona Wang. Shekar yang sejak tadi diam hanya hanya tersenyum tipis.


Shekar : "Apa kalian fikir, Tuan Muda kami akan tertarik?" Tanyanya menyeringai.


"Permasalahan Perusahaan ini sudah senter terdengar hingga ke Negara lain, apa kalian fikir kami akan menyetujui proposal kalian dan menerima tawaran kalian?" Hening. "Saya rasa, tidak sama sekali."


Tuan Kang : "Sebenarnya Investor gelap itu hanyalah pengusaha kuliner asal Indonesia, itu yang kami ketahui. Jadi kalian bisa saja mencari tahu lebih jelas Investor tersebut."


Ketiga petinggi itu masih berusaha untuk merayu Shekar.


"Apa yang kalian bertiga bicarakan dengan Tuan Hyun?" Kelima orang itu menoleh kesumber suara.


Tuan Yoo : "Tu.tuan Lee. Aah tidak, kami hanya membicarakan tentang bisnis saja. Benarkan Tuan Hyun." Shekar hanya diam tidak menanggapi. Ya orang itu tak lain adalah Pimpinan Yoosung Grub, Tuan Lee.


Tuan Lee : "Aah, maaf Tuan Hyun dan Nona Wang atas keterlambatan saya. Saya masih ada urusan keluarga. Silahkan duduk kembali."


Ketiga lelaki paruh baya itu dan Nona Wang langsung duduk, namun Shekar tidak. Karena ejak tadi ia tetap setia duduk disana.


"Jadi, bagaimana Tuan Hyun? Apakah Tuan Muda Adhitama sudah setuju dengan proyek kami dan menyetujui kerjasama ini?"


Nona Wang : "Maaf sebelumnya, Tuan Muda kami tidak bisa hadir disini karena Beliau masih dalam perjalanan dinas." Tuan Lee mengangguk. "Sebelumnya, tolong Anda jelaskan dan beri kami alasan mengapa kami harus menerima kerjasama Anda."


Tuan Lee : "Ehemm. Begini Tuan dan Nona, proyek ini akan sangat memberi kita keuntungan yang besar karena mengingat zaman sekarang banyak sekali orang yang suka dengan model ataupun barang baru, mereka terkesan memilih tempat yang bersih, nyaman juga menakjubkan. Maka dari itu saya ingin Mall ini dibangun, dan untuk semua itu Perusahaan kami membutuhkan kerjasama dari Adhitama. Mengingat Adhitama Company merupakan Perusahaan terbesar di Asia dan juga terkenal di Benua Eropa." Jelasnya sambil memberikan sanjungan.

__ADS_1


Nona Wang : "Dasar penjilat!" Gerutu Nona Wang dalam hati. "Ehemm, bukankah Anda sudah memiliki Investor yang cukup baik. Ditambah mereka juga telah menanamkan saham yang lumayan besar di Perusahaan ini, dan saya dengar Perusahaan ini memiliki Investor gelap yang mempunyai lebih dari 40% saham." Tuan Lee mendelikan matanya.


__ADS_2