
Adinda yang mendengar teriakan Yayak hanya diam dan terus berjalan menuju ke Aula karena kegiatan selanjutnya akan segera dimulai.
Arul : "Kakak darimana?" Celetuk Arul dari balik pintu yang kemudian mengagetkan Adinda.
Adinda : "Astaghfirullah! Kamu bikin kakak kaget tau nggak." Sambil mengelus dadanya.
Arul : "Hehe maaf, habisnya Kakak serius banget sih jalannya. Memangnya Kakak habis ngobrolin apa sama Kak Yayak? Kelihatan serius banget."
Adinda : "Eeh, enggak ngobrolin apa-apa kok hanya tanya biasa saja soal kegiatan dan soal. . ." Kata-kata Adinda terhenti karena suara Amar dan Ilham yang menggema diruangan.
Akhirnya Adinda dan Arul duduk ditempatnya masing-masing. Sedangkan ditempat lain. . .
Angel : "Selamat siang Cahya Saputra Dinata!" Panggil Angel dengan lembut namun penuh penekanan ketika menyebut nama lengkap Yayak.
Yayak : "Oops, bakalan perang lagi deh ****** gue." Gumam Yayak dalam hati yang sudah sangat hafal dengan pemilik suara itu. Yayak membalikkan badannya kearah sumber suara. "Ha.hai sayy.yang." Sambil cengengesan.
Angel : "Sudah berani terang-terangan loe ya sama gue, udah bosen hidup loe!" Sambil mengepalkan tangan kanannya.
Yayak : "Glek." Yayak menelan salivanya sendiri. "Ma.maksud kamu apa sih sayang?"
Angel : "Enggak usah belagak be**k ya loe. Jelasin siapa cewek tadi?!"
Yayak : "Oh soal cewek tadi?" Angel hanya diam. "Huft. Inget yang gue bicarain bareng sama Indra waktu itu."
Angel : "Soal cewek yang kalian maksud itu?" Selidik Angel.
__ADS_1
Yayak : "Iya bener banget pujaan hatiku ini😘
Angel : "Enggak usah sok manis loe!" Angel kembali menjawab dengan Ketus. "Jelasin ke gue semuanya."
Yayak : "Dia Adinda yang pernah gue bahas sama Indra waktu itu, gue hanya ngerasa Dimas lagi deket sama gadis ceroboh itu."
Angel : "Gadis ceroboh? Maksud loe dia?" Yayak mengangguk. "Kenapa gadis ceroboh, dan yakin Dimas deket sama itu cewek?" Angel langsung penasaran dengan perkataan Yayak.
Yayak : "Gadis ceroboh, itu nama yang dikasih Dimas dan itu nama panggilan juga buat cewek itu karena dia pernah enggak sengaja nabrak Dimas ketika awal penerimaan anggota dua minggu lalu. Juga sebenernya sih, gue enggak yakin apa iya Dimas deket sama cewek dan cewek itu Gadis SMU dari sini, tapi setelah gue perhatiin sikap Dimas yang sedikit melunak ketika ia alergi malam itu lalu melihat perubahan wajah Adinda yang khawatir kemudian ditambah hari ini gue jadi yakin mereka sedang dekat."
Angel : "Tunggu, maksud loe hari ini apa?"
Yayak : "Sebenernya dari di Aula tadi gue perhatiin Dinda, dimulai dari pengenalan kita tadi dia enggak lepas dari arah luar baru setelah temannya tanya soal Dimas tadi dia sedikit murung. Maka dari itu aku ambil kesimpulan kalau ada yang disembunyiin dari mereka berdua dan aku putusin buat ngobrol sama dia."
Angel : "Tapi bentar deh, memang mereka sedekat itu? Seorang Dimas Aditya yang populer sebagai Raja Es di Kampus kita deket sama yang namanya wanita?! Gue kurang yakin deh."
Angel : "Stop! loe bilang enggak tau berapa kali mereka ketemu?" Yayak mengangguk. "Apa mereka sering ketemu dibelakang kita semua?" Yayak hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau.
Yayak : "Aku enggak tau pasti yang jelas Adinda tadi bilang memang mereka sempat bertemu beberapa kali. Yaah, kita tunggu aja kelanjutannya bagaimana, yang pasti gue hanya berharap Dimas dapat kebahagiaan sekalipun itu berasal dari gadis itu."
Angel : "Aah semoga saja semua baik, dan Dimas juga bahagia. Tapi, gue masih marah ya sama loe, jangan harap loe dapet jatah dari gue!" Angel langsung pergi, sedangkan Yayak yang mendengar kalimat terakhir hanya bisa pasrah dan menghela nafasnya dengan berat.
Yayak : "Gagal deh gue buat rujuk." Gerutu Yayak dengan menepuk kepalanya sendiri.
Kemudian Yayak mengejar Angel yang menuju kearah Aula sekolah itu. Akhirnya sekitar pukul setengah empat sore acara telah selesai dan semua siswa berhambur keluar ruangan termasuk Adinda. Namun ia masih menetap di Sekolah karena jam ditangannya sudah menunjukkan waktu untuk shalat Ashar.
__ADS_1
Setelah melaksanakan shalat, Adinda bergegas menuju parkiran namun kali ini ia pulang sendiri karena Adiknya sudah pulang terlebih dahulu bersama kedua sahabatnya. Saat didalam mobil terdengar suara Handphone dari dalam tas Adinda, kemudian ia segera mengambil benda pipih itu dan melihat siapa yang mengirim pesan, sesaat ia tertegun dengan isi pesan itu. "kamu dimana?" Itulah isi pesannya. Namun karena belum ia balas, akhirnya Handphone itu kembali berdering dan ia segera menekan tanda hijau itu. . .
??? : "Assalamu'alaikum, kamu dimana?" Tanya seseorang dibalik suara itu.
Adinda : "Aah aku masih diparkiran Sekolah, apa perlu sesuatu?"
??? : "Datanglah kerumah sebentar."
Adinda : "Ta.tapi. . ." Tut.. tut.. tut.. Melihat sambungan yang sudah terputus Adinda langsung mendengus kesal. "Selalu seperti ini, kapan sih dia berubah." Kemudian ia melajukan mobilnya namun sebelum itu ia mengirim pesan terlebih dahulu pada Arul karena ia akan sedikit pulang terlambat.
.
.
.
.
Mari jaga kesehatan, dan patuhi Pemerintah..
Hindari keramaian. . .
#DirumahSaja #SocialDistancing
Jangan lupa like, vote dan commentnya kakak,
__ADS_1
Salam hangat dari Author😉😄