Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 70


__ADS_3

Ketika penghuni lain sedang asik bersenda gurau, tiba-tiba. . .


Drrttt..... Drrttt.....


Sebuah getaran dari dalam tas Adinda. Merasakan hal itu, Adinda langsung mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubungi. Nampak sebuah nama yang jelas dilayarnya, bertulis Om Arya. . .


Adinda : "Hallo Assalamu'alaikum Om." Ucapnya seketika saat panggilan itu sudah ia terima.


Arya : "Hallo, Wa'alaikumussalam Din, bagaimana? Kamu ada dimana sekarang, apa Arul sudah ketemu?" Tanya Arya tak sabar.


Seketika yang lain melihat kearah Adinda, mendengarkan dengan seksama dan juga ingin tahu siapa yang telah menghubunginya.


Adinda : "Alhamdulillah, sekarang Adinda lagi sama Arul. Sekarang kami di rumah Om Rahmad jadi Om tidak perlu khawatir."


Arya : "Baiklah, dimanapun kalian tetap jaga diri ya. Hati-hati disana. Kalau begitu Om matikan, ingat pesan Om tadi dan untuk kedua orangtuamu jangan risaukan mereka. Assalamu'alaikum." Ucapnya dan memutuskan panggilan.


Rahmad : "Siapa yang baru saja menghubungimu Mara?" Suara Rahmad mengalihkan mata Adinda dari layar ponsel yang menampakan pesan dari seseorang. "Amara?" Panggilnya lagi namun Adinda masih diam. "Adinda Amaralia Setiawan." Panggil Rahmad pada keponakannya dengan menekankan nama lengkap Adinda.


Adinda : "Aah, i.iya Om. Maaf jika Mara melamun. Itu tadi Om Arya yang menelepon Om." Seketika Rahmad langsung mengangguk


Randa : "Apa yang dia katakan sayang? Apa dia menanyakan keadaan dan keberadaan kalian saat ini?"


Adinda : "Iya Tan, Om Arya hanya tanya apakah Arul sudah sama Adinda atau belum."


Rahmad : "Adik dari Papa kamu itu memang selalu seperti itu, meski ia terlihat bersikap tenang dan santai tapi sebenarnya dia memiliki rasa khawatir yang tinggi, dia memang keturunan Pebisnis hebat dari Kakekmu Tuan Kemal Setiawan namun keinginannya menjadi seorang dokter tidak membuatnya menyerah dan jadilah dia seperti sekarang ini, berprofesi sebagai dokter dan juga pebisnis, bahkan meski Arya memiliki cita-cita sebagai dokter Kakekmu tidak pernah melarangnya sedikitpun." Adinda dan Arul mengangguk membenarkan.


Tak berselang lama adzan Isya berkumandang, mereka langsung bersiap menuju tempat beribadah yang memang sudah tersedia disana. Kebiasaan Tuan dan Nyonya Wijaya ini selalu membiasakan keluarganya untuk shalat berjama'ah ketika berkumpul dirumah.

__ADS_1


Begitu juga Adinda dan Arul, mereka bersiap untuk ikut berjama'ah. Mengadukan segala yang terjadi hari ini kepada-Nya dengan harapan semua akan berlalu tanpa adanya lagi masalah baru dikemudian hari. Setelah semua siap, Rangga langsung iqamah dan Rahmad mengambil posisi sebagai Imam.


"Allahu Akbar. . ." Ucap Rahmad, kemudian dilanjutkan dengan bacaan surah pendek. Suasana nampak hangat dan haru, bahkan hati Adinda dan Arul terasa begitu tenang dan nyaman. "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" Ucapan itu menandakan bahwa mereka telah mencapai rakaat terakhir. Adinda dan yang lainnya langsung menengadahkan kedua tangannya.


Adinda : "Ya Allah, hamba mohon jaga selalu keluarga hamba terutama adik hamba. Biarkan ia bahagia Ya Rabb, hamba tidak ingin ia semakin terluka. Bukalah hati kedua orangtua hamba, jangan biarkan mereka bertengkar kembali. Hamba tidak ingin keluarga hamba kembali hancur untuk kedua kalinya, hamba mohon berikan kami kekuatan untuk menjalani segala ujian yang Engkau berikan. Ya Rabb, semoga adik hamba bisa menerima kehadiran Dimas dalam hidupnya, karena sejujurnya hamba belum ada keberanian untuk bicara jujur padanya, berikan hamba keberanian agar segalanya berjalan dengan lancar." Doanya dalam hati.


Tak berbeda dengan Adinda, Arul juga memanjatkan sebuah doa bahkan harapannya juga sama dengan sang Kakak, hanya tentang Dimaa yang membedakan karena ia belum mengetahui hubungan itu.


Kemudian setelah usai, mereka bersantai ria hanya saja tidak ada suara antara Firman maupun Adinda. Mereka seperti orang jauh saja, dan baru bertemu sekarang. Rahmad dan Randa duduk santai diruang keluarga diikuti dengan Vanya dan Arul, Firman berada diruang tamu dengan berkas kuliah miliknya. Sedangkan Adinda duduk santai diteras rumah dengan benda pipih ditangannya. Tiba-tiba ponselnya kembali bergetar, melihat siapa yang sekarang menghubunginya Adinda langsung menggeser tombol hijau itu...


Adinda : "Assalamu'alaikum Kak. Maaf tadi Dinda masih sibuk mencari Arul dan ponselnya didalam tas."


Dimas : "Apa sesuatu terjadi pada Arul? Lalu bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya orang itu yang tak lain adalah Dimas. Tanpa membahas kemana gadis cerobohnya sejak tadi, ketika mendengar soal Arul, ia langsung bertanya tentang Arul.


Adinda : "Alhamdulillah sekarang Dinda sudah sama Arul dirumah Om Rahmad. Kenapa Kakak terdengar begitu khawatir sengan Arul? Sebenarnya yang menjadi kekasih Kakak itu Dinda atau Arul sih atau jangan-jangan kalian memiliki hubungan dibelakangku?" Ucapan Adinda itu langsung mengundang gelak tawa Dimas diseberang sana. "Kyaaa! Kenapa Kakak tertawa? Apa ada yang lucu?"


Adinda : "Hecmmm, baiklah Adinda percaya. Aah, apakah saat ini Kak Dimas sedang tidak sibuk, bukankah besok akan ada pertemuan? Bagaimana perjalanan kalian tadi, apakah lancar?" Tanya Adinda seakan tidak sabar.


Dimas : "Hei sejak kapan kau menjadi cerewet seperti ini, baru saja saya tinggal beberapa jam sekarang sudah berubah. Apakah ada yang mengajarimu cerewet, hem? Alhamdulillah, perjalanan tadi lancar ya saat ini saya sedang mempelajari beberapa berkas untuk besok. Apa kau sudah makan?" Jawab Dimas panjang lebar.


Adinda : "Tidak ada yang mengajariku untuk cerewet, karena aku bersikap seperti ini hanya dengan Kakak saja. Ehmm ya, Kak Dimas tenang saja, aku sudah makan disini. Baiklah sekarang lebih baik Kakak lanjutkan pekerjaannya, dan selalu jaga kesehatan disana. Apa Kak Dimas ingat pesan itu." Sedangkan Dimas hanya terkekeh dibalik telepon itu.


Dimas : "Hei, ingatlah gadis ceroboh jangan berwajah imut didepan lelaki lain. Karena bisa saya pastikan jika kau bersikap seperti ini dengan lelaki lain, kau akan tahu akibatnya." Ancamnya dengan suara datar dan dingin. Adinda langsung bergidik mendengar itu.


"Dimas??" Gumam seseorang yang berada tak jauh dari Adinda. Orang itu tak lain adalah Firman yang baru saja tiba diteras untuk melihat keadaan Adinda. Firman yang terkejut dan juga penasaran dia memutuskan untuk tetap berdiri disana tanpa ada keinginan untuk melangkah maju atau mundur.


Tak berselang lama, obrolan mereka terhenti dengan suara lembut dari Adinda. Firman yang mendengar dan melihat Adinda semakin yakin jika nama yang disebut tadi adalah nama dari sahabatnya Dimas Aditya ditambah sang adik juga yang menyebutkan nama Andre.

__ADS_1


Adinda : "Baiklah, sekali lagi jaga kesehatan kalian disana. Meski nantinya hanya Kak Andre yang akan pulang kesini, tapi Kakak juga harus hati-hati selama di London. Semoga semuanya dipermudah dan tesisnya segera selesai, jadi Kakak bisa segera kembali." Dimas semakin terkekeh mendengar itu.


Dimas : "Baiklah akan saya ingat pesan itu Dek, kalau begitu jaga diri kamu baik-baik disana karena saya belum tahu kapan akan pulang." Ucapnya yang kini serius. "Jangan berwajah masam seperti itu Adinda, saya harap kamu bisa mengerti kehidupan saya ini." Pintanya penuh harap pada sang kekasih. Akhirnya dengan berat hati panggilan harus segera dihentikan, panggilan itupun terputus dengan ucapan salam dan selamat malam dari keduanya.


Setelah selesai, Adinda kembali fokus dengan pemandangan langit malam, langit yang begitu bersih tanpa awan yang mengitarinya terlihat begitu terang dan cerah karena disana menampakkan keindahan dari ribuan cahaya bintang yang bersinar diatas. Adinda yang masih fokus dengan pemandangan disana, namun seketika fokusnya itu harus terhenti karena kedatangan dan juga ucpan Firman yang membuatnya terkejut.


Firman : "Apa saat ini kau memiliki hubungan dengan Dimas Dek?" Adinda tersentak dan langsung melihat kesumber suara. "Dimas. . . Aditya. . ." Nama lengkap keluar dari bibir Firman.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Salam hangat dari Author untuk kakak semuanya😊


__ADS_2