Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 151 DEG...


__ADS_3

Bukan karena aku tidak rindu, bukan karena hatiku tidak mau.


Mungkin memang inilah jalan terbaik untuk kita, tetaplah seperti itu, tetap menjadi Ratu di dalam hatiku...


_Kim Joon Ditya


.


.


Ditya seorang lelaki dingin yang saat ini berada di Indonesia. Lelaki itu tengah dalam perjalanan bisnis bersama dengan Asisten sekaligus Sahabatnya pada masa Kuliah di Oxford.


Logan : "Hari ini aku akan pergi ke Cafe Marina untuk bertemu dengan Perusahaan database itu. Sepertinya mereka benar-benar ingin bekerja sama dengan kita."


Ditya : "Jangan terlalu yakin sebelum tahu mereka dengan jelas. Apa kau sudah menyelidiki mereka dengan benar?"


Logan : "Dan Tae sudah mulai menyelidiki semua itu, kita hanya tinggal menunggu laporan darinya saja."


Ditya : "Jangan sampai hasilnya mengecewakan, Logan. Saya tidak suka itu." Ucapnya dingin memberi peringatan.


Beberapa saat kemudian, terdengar bunyi ponsel dari balik jas yang dikenakan oleh Logan. Logan langsung menerima panggilan itu, sedangkan Ditya kembali fokus dengan layar ponsel miliknya. Entah apa yang sedang ia lihat hingga pandangan matanya tidak beralih sedikitpun.


Logan : "Ehecmm, sepertinya kita sudah mendapatkan hasil dari semuanya." Ditya mengalihkan pandangan matanya. "Mereka mengatakan Perusahaan itu masih tergolong baru dan masih beberapa bulan berdiri." Ditya mengangkat salah satu alisnya.


"Ya, Perusahaan itu masih baru dalam dunia bisnis. Pemiliknya seorang pengusaha muda yang berasal dari Kalimantan."


Ditya : "Cukup kamu akuisisi Perusahaan tersebut, saya tidak ingin kembali ada masalah dengan Perusahaan baru seperti sebelumnya." Putusnya yang langsung membuat Logan berhenti bicara.


Logan : "Apa kamu benar-benar ingin melakukan ini, Ditya?" Ditya mengangguk.


"Haah... memang sebaiknya ini jalan yang diambil, mengingat resiko seperti ini juga pernah terjadi dan hampir saja buruk jika lelaki ini tidak berada di garda terdepan. Apa benar tidak ada orang lain yang bisa bersaing dengan Ditya? Lagipula siapa juga yang ingin berdekatan dengan dia, apalagi sampai bersaing? Bisa-bisa orang itu yang mundur duluan." Gerutunya sendiri.


Ditya : "Tidak usah menggerutu, Logan. Lakukan hal yang seharusnya kau lakukan." Ucapnya memberi peringatan.


Logan langsung mengambil langkah seribu untuk menghindari atasan sekaligus sahabat masa Kuliahnya itu.


Disaat Logan sedang menghindari atasannya, berbeda dengan Andre yang hingga detik ini masih penasaran dengan pengunjung yang ia lihat di Pemakaman Adhitama.


Septian : "Apa loe masih mikirin orang yang kemarin datang ke Makam?" Suara Septian langsung memecah keheningan.


Andre : "Ada hal apa hingga membuatmu datang ke Kantor?" Septian mencebik mendengar itu. Bahkan lelaki itu belum menjawab pertanyaannya.


Septian : "Hilangkan kebiasaan burukmu itu Andre, bahkan loe tidak menjawab pertanyaan gue barusan."


Brak. Septian menyerahkan setumpuk berkas yang harus ia kerjakan.


"Gue pusiiiiiiiiiiing! Gue enggak ngerti semua berkas itu, please loe bantuin gue ya?" Ucapnya memohon.


Bahkan wajah Septian sudah ia buat semanis mungkin, tapi akhirnya tetoooootttt. Ekspresi yang diberikan oleh Andre jauh dari harapan Septian, wajahnya masih tetap sama. Datar.


"Muka loe itu memang nyebelin tahu gak Ndre. Bantuin gue lah, ini antara hidup dan mati gue." Andre mengangkat sebelah alisnya.

__ADS_1


Andre : "Kau itu pintar jika serius, dan ingat tidak perlu berwajah seperti ini karena seluruh karyawan disini tidak akan percaya dengan wajah *****mu." Jawabnya sarkas membuat Septian mendelik.


Septian : "Kyaaaa! Sejak kapan loe berkata kasar ke gue?! Gue aduin loe ke Oma, heh." Andre hanya menggelengkan kepala mendengar ancaman adik bontotnya itu.


"Gue serius, loe mikirin orang yang berkunjung ke Makam waktu itu?" Kediaman Andre membuat Septian menebak bahwa itu benar.


"Tapi, siapa yang datang berkunjung ke Makam Keluarga dengan cara seperti itu? Pakaian hitam, wajah tak terlihat sedikitpun. Mereka sungguh misterius." Tambahnya dengan wajah berfikir.


"Gue curiga." Andre mengernyitkan dahinya. "Orang itu bisa dengan mudah masuk kesana tanpa ada halangan sedikitpun. Loe sudah utus penjaga disana kan, Ndre?" Lanjutnya lalu menatap Andre.


Andre : "Saya sudah memberi perintah, tapi..." Kata-katanya terhenti saat ia mengingat sesuatu dari Orang yang ada di Makam itu. "Apa kau melihat pergelangan tangan kanan orang itu?" Septian mengernyit bingung.


Septian : "Maksud loe apa? Lagipula buat apa gue lihat tangan orang asing itu, apalagi tangan kanan dia..." Sedetik kemudian. "Gue ingat!" Teriaknya keras setelah melihat tangan kanan miliknya.


"Tepat dipergelangan kanan orang itu ada sebuah gelang yang sama dengan milik kita." Ucapnya antusias. "Tapi kenapa loe tanya soal itu ke gue? Kita juga enggak lihat orang itu secara langsung."


Setelah mendengar itu dari Septian, Andre langsung menghubungi Shekar yang hingga saat ini masih berada di Korea karena harus menyelesaikan bisnisnya disana.


Shekar : "Ya halo? Ada hal apa kau menghubungiku saat ini?" Tanya Shekar jelas diseberang sana.


Andre : "Kau masih berada di Korea?" Shekar berdehem sebagau jawaban. "Bisa kau cari tahu tentang Dyt.corp?"


Shekar menghela nafas.


Shekar : "Ada urusan apa kamu dengan Perusahaan itu? Katakan dengan jelas, aku tidak ingin hal yang buruk kembali terjadi."


Andre langsung menceritakan tentang Perusahaan itu dengan detail, terutama tentang id misterius yang memasuki database Adhitama Company dan Pengunjung misterius yang kemarin datang di Pemakaman termasuk perihal gelang tersebut.


Andre : "Apa kau bisa melakukannya? Aku rasa bisa, mengingat kau memang memiliki banyak informan disana."


Andre hanya diam, karena bagaimanapun juga yang ia lakukan ini memang tidak ada siapapun yang tahu kecuali Arya.


"Beruntunglah karena aku masih menganggap kau ada karena Dimas, jika bukan karena lelaki itu maka aku pasti sudah membalasnya." Hening.


"Cobalah untuk mengikhlaskan dia, Andre. Hal ini akan membuatnya tidak tenang." Andre hanya berdehem. "Baiklah, aku akan menyelidiki ini semua. Berikan salamku untuk adikmu itu."


TUT.


Panggilan terputus. Septian hanya diam ketika Andre sedang dalam mode On alias serius.


Andre : "Lusa sudah puasa, sebaiknya kamu tetap berada di Mansion."


Septian memutar matanya jengah, namun tetap mengangguk.


.


#Kembali pada Tuan Ditya


Ditya : "Logan, kirimkan mobil untuk saya. Saya ingin mengunjungi suatu tempat." Ucapnya pada Logan melalui sambungan ponselnya.


Logan : "Baiklah, lima menit lagi mobil itu sudah ada dibawah." Meskipun saat ini Logan sedang ada pertemuan tapi ia tetap melaksanakan perintah atasannya.

__ADS_1


Lima menit kemudian.


Tuan Ditya kini sudah berada didalam mobil yang ia minta dari Logan. Entah kemana tujuannya saat ini, karena untuk saat ini fikirannya belum menentu.


Hingga akhirnya, Mobil ia belokan ke suatu tempat yang berada di pusat kota. Tempat dimana ia sering menyibukan diri dengan berbagai pekerjaan.


Ditya langsung memasuki gedung didepannya setelah Kuda besi yang ia kendarai terparkir dengan sempurna disinggah sananya.


TAP...


TAP..


TAP...


Lelaki tampan itu langsung melangkah menuju taman yang berada ditengah gedung itu. Taman yang memang sudah ada sejak beberapa tahun lalu.


Sesaat matanya melirik keberbagai arah, melihat kesetiap sudut. Tidak ada yang berubah sedikitpun.


Dari balik kacamata hitam yang ia kenakan, siluet matanya menatap ke sudut taman yang terdapat pohon rindang yang dibawahnya terdapat pula sebuah bangku berwarna silver, tak lupa satu meja didepannya.


Ketika Lelaki tampan itu ingin mendekat, langkah kakinya terpaksa ia hentikan.


DEG..


.


.


.


.


Siapa yang Ditya lihat, dan kyaaaaaa!!!


Hey, the second misterious man. Sebenarnya, siapa dirimu itu?


Adakah yang bisa menebaknya?


.


.


.


.


Untuk Akak semua, maafkeun enthor nyak. Dikarenakan sibuk dengan murid paud karena akan kelulusan, jadi enthor mesti ngesampingkeun ini novel. Ditambah persiapan acara lamaran jadi enthor bener bener syibuk syekali. Tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar dan sekarang enthor kembali lagi deh.


Doain enthor ya kak, semoga lancar sampai hari H. Aaamiin..


Maafkeun enthor yang bikin kecewa karena hampit sebulan gagal update. Sekali lagi enthor minta maaf. hikss... semoga enthor dimaafkeun meski bulan Syawal sudah lewat...

__ADS_1


Sekali lagi maaf nyak.


🙏🙏


__ADS_2