Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 13


__ADS_3

Yayak : "Loe suka sama Dimas?" Selidik Yayak pada Adinda.


DEG. . .


Adinda : "Ma.maksud Kak Yayak apa? Aku enggak ngerti."


Yayak : "Iya loe jelas ngerti yang saat ini gue omongin Din."


Adinda : "Mana mungkin Adinda suka sama orang yang dingin kaya gitu kak, apalagi kaya es balok gitu."


Yayak : "Yakin loe enggak suka sama sahabat gue?" Selidik Yayak, namun Adinda hanya menganggukan kepala. "Kalau loe enggak suka, kenapa malam itu loe kelihatan khawatir dan cemas pas lihat dia kesakitan?"


Adinda : "Aku enggak khawatir kok, hanya kasihan aja kak." Adinda masih tetap menunduk.


Yayak : "Yang bener? Tapi, mata kamu enggak bisa bohong loh Dek. Jelas sekali terlihat sorot mata kamu itu menunjukkan kalau loe itu khawatir sama dia."


Adinda : "Beneran kok Kak." Yayak hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


Yayak : "Lalu. . . kenapa sedari di Aula tadi, loe sering banget liat kearah pintu luar? Ada yang loe tunggu. . kan dan orang itu Dimas?!" Adinda langsung mendongakkan kepalanya menghadap Yayak. "Ternyata tebakan gue bener." Gumam Yayak dalam hati. "Berapa kali kalian pernah ketemu setelah pengenalan pertama itu?"


Adinda : "Aah itu, sudah beberapa kali sih kak, kenapa?"


Yayak : "Loe tahu, Dimas itu bukan orang yang gampang dekat dengan orang lain terutama makhluk yang bernama wanita, ya meskipun ia juga punya temen wanita di Kampus tapi bukan berarti dekat karena dia tetap dingin kepada siapapun termasuk sama gue. Loe bisa bertemu dengan dia lebih dari tiga kali itu sudah termasuk jodoh."

__ADS_1


Adinda : "Ma.maksud Kak Yayak? Aku enggak ngerti." Yayak kembali menjelaskan.


Yayak : "Hecmm Dimas memang bukanlah orang yang bisa ditebak Din, dari dulu dia sudah dingin apalagi setelah kedua orangtuanya meninggal dia menjadi lebih dingin dari dulu. Dia yang hangat, dia yang ceria berubah setelah kecelakaan itu."


Adinda : "Ke.kecelakaan maksud Kak Yayak Kak Dimas pernah kecelakaan?!" Tanya Adinda dengan suara agak tinggi.


Yayak : "Bilang aja kalau khawatir Dek. Hecmm bukan dia yang kecelakaan tapi orangtua Dimas. Waktu itu Om dan Tante sedang dinas karena memang setiap bulan mereka akan mengecek Perusahaan di Luar Negeri dan pada bulan itu setelah satu minggu di Singapura mereka memutuskan untuk segera pulang. Disaat mereka menuju Jakarta kami yang disini menyiapkan pesta kejutan tapi siang itu Dimas mendapat kabar bahwa pesawat yang mereka tumpangi kecelakaan karena kerusakan pada mesin. Apa kau tahu pesta apa yang kami siapkan?" Dinda hanya menggelengkan kepala. "Pesta pernikahan kedua orangtua Dimas."


Adinda : "Apa Kak Dimas baik-baik saja saat itu?"


Yayak : "Tentu tidak, dia sangat terpukul dengan kabar itu. Hampir satu minggu dia mengurung diri di Rumah tidak melakukan kegiatan apapun bahkan Om Pastu hampir saja frustasi melihat keadaan keponakannya itu."


Adinda : "Lalu apa yang membuat Kak Dimas kembali bangkit?"


Yayak : "Sejujurnya aku enggak yakin, tapi dia sempat bercerita bahwa dia mimpi bertemu dengan Tante dan memimpikan seorang gadis kecil yang dulu pernah mengganggunya."


Kembali setelah orangtua Dimas meninggal. Pagi itu di Kampus. . .


Yayak : "Udah balik loe Dim?" Dimas hanya diam tidak menjawab. "Kenapa dinginmu masih?"


Dimas : "Ada apa?"


Yayak : "Apa yang buat loe akhirnya bangkit?"

__ADS_1


Dimas : "Gue semalam mimpi ketemu Nyokap dan gadis kecil yang dulu pernah ganggu gue."


Yayak : "Gadis kecil?! Maksud loe siapa?"


Dimas : "Gue lupa namanya tapi saat itu dia sering gue panggil Aya." Yayak hanya mengangkat salah satu alisnya. "Dimimpi itu gue ketemu lagi sama itu bocah dan dia bilang kalau gue harus bangun dan kejar dia."


Yayak : "Lalu loe langsung sadar?" Dimas mengangguk. "Terus sekarang dimana gadis itu?"


Dimas : "Gue enggak tau dia dimana, karena saat itu Bokap harus balik ke Jakarta jadi kita pindah dan enggak ketemu lagi sampai sekarang."


Yayak : "Dia cinta pertama loe?" Selidik Yayak.


Dimas : "Ya bisa dibilang begitu, meskipun dia masih bocah tapi gue udah jatuh hati dengan tingkahnya yang menurut gue lucu meskipun dia sedikit ceroboh."


Yayak : "Pantas loe cuek dan dingin sama semua cewek selama ini bahkan cewek di Kampus loe acuhin dengan sifat dingin loe itu." Dimas hanya diam saja.


Flashback End


Yayak : "Tapi meskipun gadis itu cinta pertamanya tapi gue rasa loe bisa buat dia luluh. Dengan sifat kamu yang beda dari yang lain gue rasa loe bisa deket dia."


Adinda : "Aah sudah jam dua siang, aku ke Aula dulu ya kak." Kemudian Adinda bangun dari duduknya dan melangkah menuju Aula.


Yayak : "Jenguklah dia Dek!." Teriak Yayak pada Adinda sebelum ia menghilang dibalik pintu.

__ADS_1


Melihat sikap Adinda, ia semakin yakin jika antara Adinda juga Dimas memiliki hubungan yang tidak diketahui oleh orang lain mengingat sikap keduanya yang masih sama seperti biasa.


Tanpa mereka sadari, ternyata sedari tadi ada beberapa pasang mata yang tengah memperhatikan mereka berdua. Siapa lagi jika bukan Angel yang memang daritadi mencari keberadaan kekasihnya itu. Sedangkan disisi lain ada Arul yang juga melihat Adinda setelah bercengkerama dengan Yayak di Taman.


__ADS_2