
Dimas : "Apa kau akan pergi begitu saja?" Adinda mngernyitkan dahinya. "Hecmmm baiklah jika inginmu begitu." Adinda semakin bingung.
Adinda : "Apa yang Kak Dimas inginkan." Tanyanya pelan. Namun Dimas hanya diam, dan tak bergeming. Adinda menghela nafas. "Hecmm mulai lagi dinginya." Gumamnya dalam hati.
Dimas : "Hei aku memang dingin dan datar." Ucap Dimas seakan tahu apa yang Adinda fikirkan.
Adinda : "Apa dia ini cenayang? Kenapa dia selalu tahu apa yang aku fikirkan." gumamnya kembali.
Dimas : "Hei jangan menatapku seperti itu Dinda, Aku bukan cenayang yang harus selalu kamu fikirkan dan aku juga bukan peramal yang harus selalu membaca apa yang kau inginkan." Adinda tersentak mendengar perkataan dari Dimas.
Adinda : "Kenapa Kakak selalu tahu apa yang aku fikirkan sih?" Ucapnya polos namun juga sedikit kesal, tak lupa bibir cantiknya yang semakin mengerucut membuat siapapun yang melihatnya pasti gemas.
Dimas : "Adinda Amaralia." Panggilnya tegas. Adinda langsung menatap Dimas dan mengernyitkan dahinya. "Jangan berwajah seperti itu didepan lelaki lain, dan yah apa kau lupa disini tidak hanya kita berdua tapi lihatlah didepan." Ucapnya sedikit kesal sambil mencubit pipi Dinda dengan gemas.
Adinda langsung menoleh ke depan, ia melihat Andre dan juga Pak Anwar yang hanya diam namun sesekali Andre juga melirik ke belakang untuk melihat dua sejoli yang sedang dalam tahap pendekatan hati dari keduanya.
Adinda yang menyadari itu langsung mengalihkan pandangannya pada Dimas, mata mereka bertemu dan saling mengunci. Dimas mendekat kewajah gadis ceroboh itu, perlahan semakin dekat dan....
CUP....
Sebuah benda kenyal nan lembut menyambar dahi gadis itu, hembusam nafas yang beraroma mint membuat Adinda tenang dan memejamkan matanya untuk menikmati kehangatan dari Dimas.
Tak peduli dengan dua mahkluk Tuhan yang sedang duduk di bangku depan, seakan dunia hanya milik mereka berdua. Sedangkan Andre nampak terkejut dengan kedua sejoli yang berada dibelakangnya, terutama Dimas. Karena dari yang ia tahu Dimas tidak pernah dekat dengan wanita manapun, meski memang banyak dari client nya yang memperkenalkan putri mereka pada CEO Adhitama Company itu. Namun ia menolak semuanya dengan tegas dan aura yang mematikan.
Tetapi kini ia sangat terkejut dengan apa yang terjadi? Didepan matanya sendiri, sang Abang bisa bersikap hangat pada makhluk Tuhan yang bernama wanita dan yang mengejutkan wanita itu adalah seorang gadis SMU. Entah apa yang dimiliki gadis ini hingga membuat Pengusaha besar yang terkenal Raja Es itu mencair seperti sekarang ini.
__ADS_1
Andre : "Apakah sudah sedekat ini hubungan mereka? Dimas terlihat sangat berbeda tidak seperti biasanya. Sikap hangat, tenang meski masih sedikit dingin dan datar. Atau hal ini terjadi hanya saat dengan gadis SMU ini? Bahkan meski dengan kami ia sangat jarang menunjukan sikap hangat ini. Tetapi kini, gadis kecil bernama Adinda Amaralia berhasil mencairkan Raja Es, entah apa yang ia miliki hingga bisa merubah sikap Dimas." Hening sesaat. "Mah, Pa apa kalian melihat perubahan Dimas ketika dengan gadis ini? Andre harap kalian melihat kehangatan Dimas saat ini, aku harap kalian bisa mengatakan pada Tuhan untuk selalu menjaga dan memberi kebahagiaan untuk kami semua terutama Dimas. Karena ia sudah terlalu lama menderita, dia mengorbankan segalanya demi kami berdua. Andre harap Mama dan Papa selalu menjaga Dimas meski kalian tak ada lagi disini." Gumam Andre dalam hati sambil menengadahkan wajahnya kelangit mobil, mencoba menahan air matanya agar tidak tumpah.
Tak berselang lama Dimas melepas sentuhan itu dan menatap mata Adinda, kedua tangannya mengepung pipi milik Adinda yang merona itu. Perlahan Dimas menghembuskan nafasnya menyapu bersih anak rambut yang menutupi wajah indah gadisnya, sehingga membuat Adinda terkesiap dengan hal itu.
Dimas : "Jaga diri kamu baik-baik selama saya tidak ada disini, tetaplah berhubungan baik dengan orangtuamu dan orang terdekatmu, jaga Arul dan diri kamu terutama hati kamu ini. Karena jika sesuatu terjadi padamu saya belum tentu bisa langsung datang didepanmu. Seperti yang saya bilanh setelah dari Singapore saya akan langsung ke London dan hanya Andre yang kembali ke Indonesia." Sambil menoleh pada Andre. "Jadi saya harap kamu selalu ingat pesan saya ini. Ingat tetaplah berhubungan baik dengan mereka karena bagaimanapun mereka tetap orangtuamu dan ya jangan menunjukan wajah imut kamu didepan lelaki lain." Ucap Dimas panjang lebar yang diakhiri dengan sebuah cubitan dihidung mancung Adinda.
Adinda : "Hecmm sakit Kak." Rengeknya dengan manja. "Apakah ini hobi baru Kak Dimas? Sebelumnya kau mengacak rambutku tapi sekarang kau bahkan mencubit hidungku ini. Apakah tidak ada yang lain selain hidungku, hidung ini aset berharga milikku." Dimas yang melihat malah tertawa karena sikap gadis cerobohnya itu, gadis yang sejak awal ia kenal lembut juga dewasa tapi lihatlah sekarang sikapnya berubah manja seperti anak kecil yang ingin permen pada Ayahnya.
Mereka yang ada didalam mobil ikut tertegun dengan tawa Dimas yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun. Terutama Andre, kali ini sepertinya ia akan mendukung gadis yang dipilih oleh Abangnya itu untun berada disisinya, sebuah senyum terbit disudut bibir merah Andre karena melihat tawa sang Kakak yang nampak begitu bahagia, tak lupa juga dengan Pak Anwar yang merasa bahagia melihat atasannya begitu hangat.
Dimas : "Hei, dasar gadis ceroboh. Jangan bersikap manja seperti itu pada orang lain, dengar itu." Perintahnya dengan tegas tanpa ingin dibantah. "Ehmm dan ya, sejak kapan kau mulai manja seperti ini, hem? Sekarang kau berani ya bersikap seperti ini." Adinda yang mendengar langsung merutuki sikapnya itu. Dimas langsung tersenyum melihat gadis cerobohnya ini. "Ingat jangan seperti itu dengan lelaki lain, pada siapapun itu dan hal ini juga berlaku untuk anggota PPA lain." Adinda tertegun dengan ucapan yang baru saja ia dengar, apakah ini berhubungan dengan MBA begitu fikirnya "Sekarang keluar dan masuklah ke rumah, sebentar lagi pesawat saya akan berangkat dan saya harus sampai tepat waktu disana. Ingat Dek, jaga keluarga kamu tetaplah bersikap baik pada mereka." Dimas melirik rumah itu sekilas dan kembali menatap kekasihnya yang membuat Adinda mengangguk.
Sekali lagi Dimas mengecup kening gadis pujaannya dengan lembut dan penuh sayang, kemudian setelah usai Adinda keluar dari mobil. Namun sebelum itu...
Adinda : "Jaga diri Kakak disana, Kakak harus kembali dengan sehat tanpa kurang suatu apapun. Jangan telat makan dan jangan terlalu fokus dengan pekerjaan disana jangan sampai Kak Dimas sakit lagi karena telat makan atau lainnya. Kak Andre, tolong jaga Kak Dimas yah." Andre yang mendengar permintaan Adinda hanya mengangguk dengan sikap dinginnya, sedangkan Dimas langsung tersenyum mengacak puncak kepala Adinda yang membuat si empunya mengerucutkan bibir indahnya itu.
Adinda masih setia melambaikan tangannya hingga mobil yang dinaiki Dimas hilang tertutup oleh kendaraan lainnya. Adinda menghela nafas dengan kasar, untuk sementara ia lupa dengan masalah yang baru saja terjadi dalam hidupnya.
Namun saat ini, ia seakan kembali dalam dunianya sendiri. Adinda menatap rumah yang berada dihadapannya itu, ia melangkah masuk meski masih ada rasa kecewa disana tapi ia ingat pesan Dimas bahwa bagaimanapun mereka tetap orangtuanya sendiri. Adinda menghela nafas dan melanjutkan langkahnya yang kini sudah berada didepan pintu.
* * *
Mobil yang Dimas kendarai melaju dengan kencang setelah sebelumnya berhenti sejenak ke sebuah Masjid untuk shala Ashar. Karena waktu sudah sedikit mepet, meskipun Dimas menggunakan jet pribadinya sendiri tapi ia tetap membiasakan diri untuk disiplin. Kini dalam mobil Dimas bersandar pada bangku, tangan kanannya menggenggam ponsel sedangkan matanya ia pejamkan, ada sebuah guratan diwajah itu yang terlihat seakan memikirkan sesuatu yang membuat Andre langsung menoleh kebelakang untuk mengecek Dimas.
Andre : "Apa Anda baik-baik saja Tuan Muda? Wajah Anda terlihat sedang memikirkan sesuatu." Tanya Andre penasaran. Sedangkan Dimas hanya menatapnya dan kembali dengan fikirannya sendiri, itu membuat Andre menghela nafas dengan kasar. "Apa kau memikirkan gadis itu Bang?" Kini Andre bersuara dengan serius dan tidak bersikap formal seperti sebelumnya. Dimaa yang mendengar langsung mengulas senyum tampannya itu.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf jika banya typo😔
Maaf juga baru bisa update😔😔
Insha allah diusahakan besok bisa update..
Aaamiinn...
__ADS_1
Salam hangay dari Author😄