
Ilham : "Bontooooott!" Septian terkesiap dan langsung melihat kearah Ilham dengan tajam.
Septian : "Kaliaaaaan, bisa enggak sih jangan ganggu gue. Loe juga Ham, enggak usah teriak! Telinga gue masih normal kalau loe lupa." Ucapnya kesal. Mereka yang ada disana tertawa melihat ketiganya. "Hei kalian, jaga itu muka enggak ada yang lucu disini." Dengusnya.
Arya : "Sudahlah ayoo kita lanjutkan saja rencana konsernya. Sep, loe maju sekarang."
Septian : "Ogah gue mah, itu si Amar aja yang konser. Ngantuk gue pengen tidur."
Amar terpaksa maju namun ia juga menarik Septian untuk ikut.
Amar : "Gue enggak akan biarin loe hidup dengan tenang. Ayo ikut maju, kita harus bersenang-senang." Kini bukan hanya Septian yang ditarik tetapi Ilham juga.
Yayak : "Apa yang akan kalian nyanyikan?" Sebelum Yayak kembali berbicara, Septian mulai memetik senar gitar.
Setdaah, sejak kapan itu si bontot Septian megang alat musik?π€
πΈ
πΈπΈ
πΈπΆπΆ
'Ku tak bahagia, melihat kau bahagia dengannya.
Aku terluka, tak bisa dapatkan kau sepenuhnya.
Kini Ilham yang mulai mengawali lagu dari petikan gitar Septian.
π΅πΆ
Aku terluka, melihat kau bermesraan dengannya.
'Ku tak bahagia, melihat kau bahagia.
Suara Amar juga mulai menggema di Bus itu, bahkan Amel tercengang saat mendengarnya.
π΅πΆ
Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia.
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia.
Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya.
Harusnya yang kau pilih bukan dia.
Kini Ilham dan Amar menyatukan suara mereka yang terdengar begitu kompak.
'Ku tak bahagia, melihat kau bahagia dengannya.
'Ku tak bahagia, melihat kau bahagia.
Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia.
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia.
Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya.
Harusnya yang kau pilih bukan dia.
πΈ
πΈ
πΈπΈ
Suara gitar Septian mulai membuat anggota yang lain berdecak kagum, karena tak menyangka dibalik sifatnya yang aneh ternyata ia jago bermain alat musik.
Para anggota lain ikut bertepuk tangan mengikuti alunan gitar, bahkan tak jarang Azriel, Restu, dan Adit berjoget dan mengeluarkan uang lima ribuan seperti sedang memberi saweran pada penyanyi.
π΅πΆ
Oh...
Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia.
__ADS_1
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia.
Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya.
Harusnya yang kau pilih bukan dia.
Diakhir lagu mereka bernyanyi bersama, Sang sopir hanya menggelengkan kepalanya karena tingkah ketiga jumpling itu. Bahkan jika diperhatikan dari luar Bus itu akan tampak bergoyang karena saking serunga mereka bernyanyi.
.
Hayoo siapa yang pernah seperti ituu?? Keingat zaman Author waktu masih berseragam Putih Abu-abu, sampai Jakarta Bus nya langsung goyang karena saking hebohnya.πβ Oke lanjuuut. . .
.
Arya : "Oke, siapa yang ingin request lagu atau yang berkenan untuk bernyanyi mungkin. Babang Septian, Amar dan Ilham siap mengiringi dengan gitar."
Amel yang sejak tadi sudah menunggu waktu ini, ia langsung mengangkat tangannya dan langsung berteriak.
Amel : "Gue Baaaaaaang!" Serunya dengan teriakan yang khas ia miliki.
"Meemeeeeeeeeel?!" Teriak para sahabatnya tak kalah keras.
Amel : "Hehee sory deh." Ucapnya dengan kedua jari membentuk huru V atau peaceβ "Bang, gue mau nyumbangin lagu nih."
Amar : "Sana dah nyumbang ditrotoar." Ucapnya spontan. Amel langsung mendelik mendengar itu.
Amel : "Enak aja, lah kalau gue ditrotoar loe dimana Bang? Di jembatan?" Ledeknya yang kemudian langsung berbisik pada Arya.
Arya : "Baiklah, Nona Amel ini ingin menyanyikan sebuah lagu ciptaan dari Project Pop yang berjudul Ingatlah hari ini. Bang Amar tolong diiringi dengan gitarnya yaa." Pinta Arya pada temannya itu. Amat hanya mengangguk.
πΈπΈ
Kawan, dengarlah yang akan aku katakan
Tentang dirimu setelah selama ini
Ternyata kepalamu akan selalu botak
Eh, kamu kaya gorila
Cobalah kamu ngaca tu bibir balapan
Yang ini udah gendut suka marah-marah
Kau cacing kepanasan
Tapi 'ku tak peduli
Kau selalu di hati
Kamu sangat berarti, istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
Ketika kesepian menyerang diriku
Nggak enak badan, resah nggak menentu
Kutahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku
Amel menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatakn, hingga tak terasa air mata keluar dengan sendirinya. Begitu juga dengan para sahabatnya dan teman yang lain yang memang baru saja melaksanakan Ujian Akhir yang bahkan akan bertemu lagi atau tidak
Amar yang melihat itu hanya tersenyum tipis ternyata gadis itu ada sisi lembutnya.
πΈ
Don't you worry, just be happy
Temanmu di sini
__ADS_1
Kamu sangat berarti, istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
Don't you worry, don't be angry
Mending happy-happy
Amar ikut bernyanyi karena melihat Amel yang belum juga bersuara. Mendengar itu Amel langsung menatap Amar dan ia tersenyum tipis pada lelaki itu.
πΈ
Kamu sangat berarti, istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
Kamu sangat berarti, istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
Kamu sangat berarti, istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
Di tiga bait terakhir mereka bernyanyi bersama, meski dengan deraian air mata tapi mereka tetap tertawa. Amel langsung berhambur memeluk Adinda yang diikuti juga oleh Vania. Begitu juga dengan teman yang lain, tangis campur haru membuat mereka benar-benar mencurahkan rasa bahagianya.
Amel : "Gue sayang banget sama kalian semua, hiks." Bisiknya pada Adinda dan Vania. Kedua sahabatnya itu tersenyum mengangguk.
Arya : "Baiklah, kita sudahi tangis haru kita hari ini. Semoga setelah kalian lulus nanti kalian tetap menjadi teman yang baik, jangan saling bertengkar dan tetap saling jaga pertemanan kalian." Ucap Arya dengan tulus pada anggota baru didepannya.
Yayak : "Perjalanan kita masih 3 jam lagi, silahkan untuk kalian yang ingin istirahat dahulu tetapi jika masih ada yang ingin bernyanyi kami juga tidak melarang." Ucapnya. "Ham, loe tahu Ninik gue di Bus berapa?" Tanyanya yang kemudian duduk disebelah Ilham.
Ilham : "Gue denger tadi Angel, Shinta, Mara, Rara dan yang lain ada di Bus khusus senior. Tetapi yang lain ada juga yang berpencar." Yayak mengangguk.
Azriel : "Bang, gue boleh tanya enggak?" Tanya Azriel sedikit teriak.
"Tanya apa?" Jawab mereka kompak.
Azriel : "Setttdah kompak bener Bang, hihi." Jawabnya dengan terkekeh. "ohiya, gue enggak lihat Bang Firman, Andre sama Bang Dimas. Apa mereka tidak ikut?"
Arya : "Mereka masih ada pekerjaan, siang nanti mereka akan menyusul."
Yayak : "Memang kenapa kamu tanya tentang mereka?" Selidiknya.
Azriel : "Hanya sekedar tanya Bang, kurang seru aja kalau belum lengkap." Jelasnya.
Disaat mereka masih asik berbicara, benda pipih milik Septian bergetar. Ia segera mengambil ponsel miliknya itu.
Septian : "Shekar?" Gumamnya pelan. "Ada apa?" Septian langsung menggeser tombol hijau diponselnya. "Ya Halo, ada apa? Tumben banget loe nelpon gue."
Shekar : "Hei, jaga bicaramu itu. Hari ini Dimas belum bisa datang kesana, hanya Om Pastu yang datang bersama Pak Anwar." Jawabnya memberitahu.
Septian : "Apa terjadi sesuatu disana? Apa dia baik-baik saja?" Ucapan Septian itu langsung mendapat perhatian dari para sahabat dan juga Mahakarya yang lain termasuk Adinda.
Shekar : "B*d*h apa yang kau katakan! Jangan berbicara seperti itu lagi. Dimas baik-baik saja, kesehatannya juga stabil, kami masih mengurus kecoa kecil itu. Fokuslah dengan kegiatan disana, hanya itu pesan yang disampaikan."
Septian : "Bukan begitu, loe jangan marah sama gue donk. Loe itu sama aja kaya si duplikat, lagipula gue itu khawatir sama dia. Loe kan tahu gue sam Andre hanya punya dia." Ucapnya pelan. Terdengar suara helaan diseberang sana.
Shekar : "Hecmmm baiklah, aku akan sampaikan keluhanmu itu padanya. Jaga diri kamu baik-baik selama kami belum datang, karena dia belum bisa datang hari ini."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Shekar langsung mematikan panggilannya. Sedangkan Septian terdiam dengan memejamkan matanya mencoba untuk mengatur nafasnya agar kembali normal.
Arya : "Apa terjadi masalah?" Tanya Arya dengan tidak sabar. Semua menatap Arya.