Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 46


__ADS_3

Adinda : "Lagu milik Calum Scott feat, You Are The Reason." Amel yang mendengar langsung berbinar. Tiba-tiba...


Yayak : "Gue boleh request?" Andreas mengangguk tanda setuju. "Ehmmm berhubung sebentar lagi gue juga ultah nih, Anniversary gue sama Angel, gue pengen Dimas yang memainkan piano." Dimas yang baru saja masuk ke Aula langsung terkejut mendengar permintaan Yayak.


Septian : "Gue setuju nih, udah lama banget gue enggak lihat Abang gue main alat musik." Ucapan Septian membuat Dimas menatapnya dengan tajam hingga Septian menunduk.


Yayak : "Ayolah Dim, demi Nini kesayangan gue nih." Ucapnya memohon.


Angel : "Please??? Gue mohon sama loe Dim. Loe bilang kalau gue udah loe anggep adek loe juga, jadi gue minta ini, ya ya yaa?" Dimas menghela nafas dengan kasar dan mengangguk dengan terpaksa. "Yeeeei!! Terimakasih Dimas kesayangan gue." Angel ingin berhambur memeluk Dimas, namun detik kemudian Yayak memegang tangannya dan berucap...


Yayak : "Mau kemana, sa.yaaaaang?" Tanya Yayak dengan menekankan kata sayang.


Angel : "Hehee pengen meluk Dimas, tapi meluk kamu aja deh." Angel langsung memeluk Yayak dengan senyum yang merekah.


Pasangan ini membuat yang lain terharu, pasalnya meski sering bertengkar mereka tetap saja romantis.


Andre : "Apa kau tidak apa?" Dimas hanya menggelengkan kepalanya.


Dimas melangkah menuju keatas panggung, dimana disana sudah ada Adinda. Sekelebat ingatan siang tadi muncul dikepalanya, hal itu membuat Dimas diam dan tak menatap Adinda. Adinda yang menyadari aura dingin Dimas hanya bertanya tanya dalam hati, kenapa dan ada apa. Namun tidak juga ada jawaban.


Dimas berada tepat disebelah Adinda, ia melangkah menuju piano dan mulai duduk bangku yang sudah disiapkan. Ia mulai melantunkan lagu yang sudah diminta sebelumnya.


๐ŸŽต๐ŸŽต๐ŸŽต


There goes my heart beating


'Cause you are the reason


I'm losing my sleep


Please come back now


Alunan musik yang Dimas mainkan langsung membuat anggota yang lain terdiam ditambah suara Adinda membuat mereka meresapi arti lagu yang dinyanyikan.


There goes my mind racing


And you are the reason


That I'm still breathing


I'm hopeless now


I'd climb every mountain


And swim every ocean


Just to be with you


Oh, 'cause I need you to see


That you are the reason


There goes my hands shaking


And you are the reason


My heart keeps bleeding


I need you now, oh

__ADS_1


If I could turn back the clock


I'd make sure the light defeated the dark


I'd spend every hour, of every day oh


Keeping you safe


I'd climb every mountain


And swim every ocean


Just to be with you


Oh, 'cause I need you to see


That you are the reason


I don't wanna fight no more


I don't wanna hide no more (you are)


I don't wanna to cry no more come back, I need you to hold me (that you are the reason)


A little closer now, just a little closer now


Come a little closer, I need you to hold me tonight


I'd climb every mountain


And swim every ocean


Just to be with you


'Cause I need you to see


That you are the reason


๐ŸŽต๐ŸŽถ๐ŸŽถ


Semua mata terpana melihat penampilan Dimas dan adinda diatas panggung. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang serasi.


Sesekali Dimas juga ikut bersuara bahkan suaranya berhasil membius mata kaum hawa yang berada disana. Tak terkecuali Adinda dan juga para teman temannya, pasalnya Dimas memang tidak pernah mau jika diminta untuk menyumbangkan sebuah lagu kecuali jika diminta untuk bermain alat musik.


Setelah lagu selesai mereka nyanyikan, semuanya nampak bahagia dan bertepuk tangan mengiringi alunan lagu mereka yang telah usai. Lagu romantis yang membuat mereka terpana dengan pasangan yang berada didepan mereka.


Hal itu tak luput dari penglihatan Arul yang merasa ada yang berbeda dengan sang kakak. Sedangkan MBA yang sejak awal memperhatikan keduanya ia tak merasa ada yang aneh dengan dua sejoli itu, bahkan ia nampak terpana pada gadis yang baru saja selesai dengan lagunya.


Angel : "Dimaaaaaassss!" Teriak Angel dan ia langsung berhambur pada Dimas tanpa mempedulikan sang kekasih. "Terimakasih ya udah kasih hadiah yang indah buat gue." Ucapnya dengan mata berbinar.


Yang lain yang melihat terharu dengan hal itu, dimana mereka memang tahu bahwa Angel memang telah menganggap sahabatnya itu sebagai kakak untuknya, banyak yang tidak tahu bahwa sejujurnya Angel memiliki seorang Kakak tetapi sudah tiada karena penyakit yang dideritanya. Kakak dari Angel adalah teman lama Dimas saat masih di Semarang, mereka cukup dekat hingga akhir hayatnya ia berpesan untuk melindungi adiknya.


Melihat Angel yang sedikit manja padanya membuat Dimas sedikit tersenyum dan mengacak puncak kepala Angel dengan gemas.


Angel : "Dimass loe kebiasaan deh, nanti rambut gue rusak." Gerutunya dengan kesal, hingga membuat para sahabatnya tertawa. "Cahyaaaaa! lihat nih rambut aku jadi rusak." Adunya dengan wajah cemberut.


Yayak : "Udah donk Dim, kesian nih Nini gue nanti nangis gue enggak dapat jatah." Hal itu sukses membuat yang lain tertawa namun Angel langsung menatap Yayak dengan tajam. "Oops sory sayang. Happy Anniversary untuk kita berdua yah." Angel langsung memeluk Yayak.


Tiba-tiba Andre mendekat dan berkata....

__ADS_1


Andre : "Apa kau baik-baik saja?" Tanya Andre yang berbisik pada Dimas. Dimas hanya mengangguk saja.


Dimas : "Kita ke Masjid tapi sebelum itu kita ke Mobil terlebih dulu. Aku ingin mengambil barangku yang tertinggal." Andre mengangguk dan mengikuti langkah Dimas.


Ilham : "Dim loe mau kemana? Acara belum selesai." Dimas berhenti.


Dimas : "Saya ada pekerjaan yang belum selesai, kalian nikmati saja acara malam ini." Akhirnya Dimas melanjutkan langkahnya.


Sementara disudut lain Adinda langsung mendapat pelukan hangat dari Amel dan Vania.


Azriel : "Wah Kak Dinda jago banget nyanyi, suaranya beuuh merdu enggak kaya itu tuu..." Amel langsung mendelik.


Amel : "Jaga tuh mulut yah, awas aja ngomong yang enggak-enggak gue potong uang jajan loe."


Azriel : "Sory, gue enggak takut karena Tante Arin udah kasih gue jatah. Wleeewk." Amel langsung melepas pelukannya dan berniat memukul sepupunya itu tapi langkahnya kalah cepat dengan Azriel yang sudah kabur. Hal itu membuat yang lain tertawa.


Adinda : "Sudah kalian nih selalu saja bertengkar, sekali-kali mengalah sama sepupu Mel." Amel yang mendengar langsung protes.


Amel : "Lho enggak bisa gitu donk Adinda, dia itu nyebelin selalu bikin mood gue rusak."


Restu : "Sudah jangan diterusin, bisakah kita istirahat sekarang? Gue udah ngantuk banget nih." Mereka menatap Restu, dan saat itu juga Restu sudah terlelap.


"Huh dasar pelorrrr!" Teriak Amel, Geraldi dan Vania secara bersama. Sedangkan Alvin dan Nauval langsung tertawa.


Geraldi : "Baiklah sekarang kita harus istirahat karena besok kita harus siap-siap berkemas. Ohiya dimana sih Azriel?"


Alvin : "Mungkin dia lagi di toilet Kak, kebiasaan tuh anak."


Nauval : "Baiklah, ayo kita tidur gue ngantuk nih. Rul kita tidur bertiga yaa biarin aja tuh si aziel tidur sendiri."


Arul : "Memang kenapa?" Tanyanya heran.


Nauval : "Loe enggak inget waktu kita kemah dulu, dia tidurnya bertingkah, kakinya diatas perut gue bahkan badan gue langsung sakit." Yang lain langsung tertawa.


Tiba-tiba terdengar suara Indra. . .


Indra : "Baiklah karena sudah malam, kita istirahat. Untuk bidang keamanan kalian giliran jaga ya." Semua mengangguk. "Yang lain jika masih ingin disini kami tidak melarang tapi usahakan harus kembali seperti semula. Yak kondisikan untuk malam ini."


Yayak : "Beres Ndra!" Jawab Yayak mengacungkan ibu jarinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Alhamdulillah bisa up, tanpa gangguan sedikitpun๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


Jaga kesehatan utnuk kakak semua,

__ADS_1


Salam hangat dari Auor, untuk kakak semuanya...


__ADS_2