Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 87 Dimas Aditya


__ADS_3

Surya Adhitama, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pebisnis Dermawan itu adalah seorang konglomerat di Indonesia bahkan tidak hanya dikenal di Negaranya tapi juga di Negara lain. Surya Adhitama, seorang yang memiliki wibawa yang tinggi karena ketegasannya. Pengusaha yang terkenal tegas, dingin itu juga terkenal dengan kesantunannya, karena setiap bulannya ia selalu menyumbangkan sebagian rezekinya untuk orang yang lebih membutuhkan terutama untuk para lansia dan anak yatim piatu yang berada di Yayasan sosial miliknya.


Didampingi seorang wanita cantik yang sangat hangat dan penuh kasih sayang namun juga tegas, membuatnya memiliki kehidupan yang begitu sempurna. Wanita itu bernama Ivanka Laila Adhitama, seorang wanita cantik yang berhasil membuat Surya Adhitama luluh dan begitu mencintai dirinya. Seorang wanita yang berasal dari keluarga Perancis dan Jerman, berhasil membuat pangeran Es Adhitama mencair dan penuh kehangatan.


Kedua pasangan itu memiliki seorang putra yang diberi nama Dimas Surya Adhitama, seorang anak yang cerdas dan pintar sejak ia masih berusia 6 bulan. Diusianya itu ia sudah pandai berceloteh ria menyebut nama Papa Mama, dan belajar merangkak dengan sendirinya.


Banyak yang tidak tahu memang mengenai kehidupan Surya Adhitama dan sang istri. Putra tunggalnya bahkan tidak pernah terpapar oleh kamera wartawan sedikitpun, hal itu dilakukan untuk mencegah berbagai berita yang nantinya akan membuat mereka tersudut karena tidak dipungkiri pasti setiap berita akan diselipkan sebuah kata yang akan memprovokasi pihak lain untuk memusuhi.


Dimas Surya Adhitama lahir dari keluarga yang sangat berpengaruh di Indonesia maupun di Luar Negeri. Banyak pesaing yang mengincar kesuksesan yang telah ia dapat selama ini, itulah salah satu alasan mengapa kehidupan putranya harus dirahasiakan.


Dimas anak dari pasangan yang sangat baik dalam segala hal, baik dalam materi maupun dalam Agama. Sejak ia masuk Sekolah Dasar Dimas sudah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan kedua orangtuanya.


Dimas mengenyam pendidikan disalah satu Yayasan Mahakarya, dimana Yayasan itu masih menjadi salah satu Foundation Adhitama Company dengan harapan agar anak Indonesia cerdas, meski memang tidak banya yang mengetahui hal itu.


Dimas tumbuh menjadi lelaki yang sangat tampan, perpaduan darah Indonesia dan Eropa melekat dari matanya. Tubuh yang tinggi, gagah, dengan mata biru hazel yang tajam, membuatnya menjadi lelaki yang sangat dikagumi oleh kaum hawa. Namun tidak ada yang bisa meluluhkan hatinya mengingat sifatnya yang dingin seperti Ayahnya.


Setelah ia lulus dari Mahakarya. Dimas melanjutkan kuliah di London tepatnya di Oxford University. Dimas masuk di Fakultas Bisnis Management dan mengambil Jurusan Economics and Management yang dijalaninya hanya sebentar, karena selama disana Dimas berhasil menyelesaikan S1-nya selama 2.5 tahun, di usia yang ke 20. Kemudian ia kembali ke Indonesia.

__ADS_1


Selama di Indonesia ia sudah memiliki usaha dalam bidanb otomotif terutama untuk pabrikan Mobil yang memang digemari oleh para pengusaha kaya yang sangat menyukai bidang itu. Dari usaha itu Dimas berhasil memperluas pangsa pasar baik di dalam maupun di Luar Negeri.


Karena kesuksesannya itu, ia mengubah identitasnya menjadi Dimas Aditya meski sempat mendapat penolakan dari orangtuanya tetapi dengan alasan yang masuk akal dia mendapat persetujuan.


Flashback On. . .


Keluarga Adhitama malam itu tengah berkumpul. Namun tidak semua, karena hanya ada Tuan dan Nyonya Adhitama serta putra tunggal mereka, Dimas. Sedangkan kedua anak angkat mereka Andre dan Septian sedang berada di gazebo menghabiskan malam berdua.


Kedua anak itu tidak berani keluar dari Rumah untuk bersenang-senang dengan teman yang lain. Karena bisa dipastika jika keduanya keluar maka pandangan horor sang Mama akan langsung menghunus mereka berdua.


Dimas : "Tama ingin merubah identitas, dan memiliki dua identitas." Ucapnya tiba-tiba yang membuat orangtuanya terkejut.


Surya : "Yaa, Papa juga tidak setuju dengan keinginan kamu. Apa alasan kamu dengan semua ini Tama, lihatlah Mamamu sudah khawatir?"


Dimas : "Tama hanya ingin hidup dengan normal Ma, Pa. Bukan berarti Tama tidak bersyukur, tapi kehidupan yang setiap hari harus diganggu oleh pemburu berita membuat Tama tidak ada pilihan yang lain selain ini. Bahkan Yayak dan yang lain juga mengetahui rencana Tama, ditambah saat ini memang Tama sudah memiliki bisnis sendiri dan Alhamdulillah beberapa bulan ini sudah berkembang. Kebetulan juga pada usaha ini Tama sudah memiliki nama lain."


Surya : "Apa?! Apa kau sedang bermain-main Tama? Kau bahkan sudah mengambil keputusan sebelum berbicara terlebih dulu dengan kami. Lalu apakah mereka setuju dengan rencana kamu ini?" Dimas mengangguk. "Apa Andre dan Septian juga tahu hal ini?" Dimas kembali mengangguk.

__ADS_1


Ivanka : "Kenapa mereka bisa langsung setuju seperti itu?! Kenapa mereka tidak memberitahu Mama, dasar mereka berdua ini memang anak nakal, lihat saja Mama akan menghukum kedua adikmu itu."


Dimas : "Jadi. Bagaimana? Apa Mama dan Papa setuju dengan ini?" Tuan Surya terpaksa menyetujui permintaan anaknya.


Ivanka : "Eeeh mana bisa?! Enggak. Pokoknya Mama enggak setuju soal itu. Papa juga kenapa langsung setuju saja sih." Nyonya besar itu langsung menatap sang suami dengan tajam.


Surya : "Maa, mungkin ini keputusan yang baik untuk Tama. Selama ini dia harus bersembunyi agar tidak ada seorangpun yang bisa mengusik kehidupannya. Papa fikir itu tidak bagus, apalagi sekarang sudah banyak alat pintar yang bisa mereka gunakan untuk menyudutkan keluarga kita ini." Nyonya Ivanka masih tetap diam. "Ayolah sayang, restui keinginan Tama saat ini dia sudah memiliki bisnisnya sendiri. Dia sudah sejak lama bermain saham dan sekarang lihatlah hasilnya, karena semangatnya ia bisa berdiri sendiri tanpa nama besar orangtuanya. Itu sudah menunjukkan bahwa dia memang pantas dalam hal ini. Satu hal lagi, ia juga bisa mengetahui siapa orang yang memang benar-benar setia dengan kita dan siapa yang berhianat, karena memang tidak da yang mengetahui putra tunggal kita." Jelasnya pada sang istri.


Ivanka : "Memang benar sih Pa, tapi tetap saja Mama tidak setuju. Apakah tidak ada cara lain selain itu?"


Dimas : "Maa, Tama mohon sama Mama. Tidak ada yang percuma maupun yang mustahil dengan ini. Tama yakin ini semua adalah hal yang baik. Lagipula tidak banyak yang mengetahui siapa Tama sebenarnya, kecuali teman dekat Tama dan para tetangga kita yang ada di Semarang dulu." Mohonnya lagi. "Dengan hal ini pula, aku bisa mengetahui orang-orang yang memang berniat mengancurkan Perusahaan kita." Gumamnya dalam hati. Dengan sifat dingin dan mata tajamnya Tuan Surya sudah merasakan sikap putranya itu.


Ivanka : "Baiklah Mama akan menyetujui keputusan kamu ini. Tapi berjanjilah bahwa kamu akan selalu baik-baik saja." Dimas mengangguk. "Lalu bagaimana dengan kegiatanmu setelah pulang ini sayang?"


Dimas : "Tama akan melanjutkan studi di Nusa Bangsa Ma, Pa. Dengan begitu tidak akan ada yang curiga siapa Tama sebenarnya kecuali sahabat Tama yang memang sudah tahu, dan ya mereka disana hanya akan tahu jika Tama ini memiliki usaha dalam bidang kuliner saja." Tuan dan Nyonya Adhitama menangguk setuju."


Flashback End. . .

__ADS_1


Beberapa bulam Dimas memasuki Nusa Bangsa, ia harus kehilangan kedua orangtuanya karena kecelakaam sebuah pesawat yang akan bertolak dari Bandara Internasional Changi, Singapura menuju Bandara Soekarno Hatta. Naasnya pada saat itu adalah hari Anniversary Tuan dan Nyonya Adhitama yang ke 26 tahun. Dimas yang pada hari itu sedang menyiapkan kejutan untuk orangtuanya begitu sangat terpukul dan hal itu membuatnya mengalami trauma setiap tahunnya tepat ditanggal yang sama dengan kecelakaan itu.


Karena trauma itu, Dimas menjadi sangat berubah. Selama satu minggu ia masih meratapu kepergian orang yang ia cintai, tidak hanya satu namun keduanya pergi sekaligus. Sikapnya ini membuatnya berhenti sementara dalam studinya selama kurang lebih 1 tahun. Selama itu pula sikapnya menjadi berubah, ia yang memang sudah dingin menjadi lebih dingin dan sangat datar, tatapan matanya berubah menjadi semakin tajam.


__ADS_2