
Satu minggu setelah kejadian itu, mereka menjalani kehidupan mereka masing-masing Adinda sibuk dengan pelajaran juga kegiatan di Sekolah karena sebentar lagi ia akan melaksanakan ujian akhir jadi dia harus fokus demi kelulusan. Sedangkan Dimas juga sibuk dengan kegiatan di Kampus ditambah lagi beberapa bulan akan ada penerimaan Mahasiswa baru juga kegiatan di PPA.
Siang itu saat di Kampus, tepatnya di aula milik PPA. . .
Angel : "Yak lagi sibuk enggak?" Tanya Angel pada Yayak.
Yayak : "Hecmm, ada apa sih nini sayang? Aku lagi siapin berkas buat ke SMU lusa. Kamu butuh sesuatu?" Namun Angel hanya diam, karena ia merasa Yayak kurang peka dengan keinginannya. "Hei, kenapa diem sih Ngel? Aku ada salah sama kamu?"
Angel : "Kenapa loe enggak peka sih!" Angel pergi meninggalkan Yayak yang masih sibuk dengan berkasnya. Mengetahui kekasihnya pergi ia langsung mengejar.
Yayak : "Hei, kamu kenapa?" Tanya Yayak lembut dengan memegang lengan Angel. "Aku ada salah? Maaf jika ada salah, aku masih ada tugas milah data anggota baru karena hari ini Dimas sibuk di Perusahaan dan Septian, kamu tau sendiri dia gimana. Tolong kasih aku waktu buat selesein semua setelah itu quality time untuk kita hari ini."๐ Bujuk Yayak pada Angel, karena hanya kata-kata lembut yang bisa meluluhkan hati pujaannya itu.
Mendengar hal itu Angel menjawab dengan anggukkan dan Yayak langsung tersenyum. "untung berhasil, kalau enggak bisa perang dunia lagi deh gue." Gumam Yayak dalam hati sambil mengelus dadanya.
Akhirnya Yayak dan Angel kembali seperti biasa dan tingkah mereka mendapat perhatian dari rekan-rekannya. Bahkan orang yang mereka bicarakan juga baru datang ke ruangan itu.
Septian : "Udah, enggak kasian sama yang jomblo apa mesra disini!" Mereka yang ada disana melihat kearah Septian. Yayak langsung mengejarnya untuk memberi balasan. Septian yang mengetahui itu langsung lari mencari perlindungan.
Yayak : "Bontoooooott!! Awas loe yaa, gara-gara loe gue hampir berantem, liat apa yang bakal gue kasih buat loe kalau loe kena."
Mereka masih tetap berlarian seperti tidak ada rasa lelah diantara mereka. Siapapun yang melihat mereka hanya tertawa karena mereka berdua memang selalu seperti itu, bahkan akan terasa sepi jika tidak ada keributan yang dilakukan Septian. Acara kejar-kejaran itu berhenti setelah Septian menabrak seseorang yang sangat ia hindari, Yaa dia adalah Dimas.
DEG. Septian meneguk ludahnya sendiri.
Septian : "Ha.hai Bang!" Septian hanya nyengir.
__ADS_1
Yayak : "Haa! ketangkep loe sekarang, bagus loe dateng Dim, kalau enggak gue bakalan susah nangkep nih bocah." Namun Dimas hanya diam menatap Septian datar. "Kyaaaa! muka loe tolong dikondisikan ya Dim, dateng-dateng muka datar gitu."
Dimas : "Apa yang kalian berdua lakukan? Dan kamu..." Melirik Septian, yang dilirik hanya bergidik. "Nanti pulang kerumah, bawa berkas PPA yang harus kamu kerjakan." Dimas langsung berbalik untuk menuju ke kelasnya, namun sebelum melewati pintu ia menengok kebelakang dan berkata... "Jangan ada laporan lagi tentang absensi dimata kuliah kamu pada semester ini. Berikan berkas itu pada Septian, biar dia yang selesaikan Yak." Dimas langsung menuju ke kelas, karena mata kuliah akan segera dimulai.
Mereka yang melihat itu sudah terbiasa, Dimas memanglah terkenal dingin di seantero kampusnya, maka dari itu ia mendapat julukan raja es. Banyak yang bertanya apa penyebab ia memiliki sifat itu namun setiap ada yang bertanya hanya dianggap angin lalu saja olehnya. Hanya sahabat dekatnyalah yang tahu, terutama Yayak dan Septian, sedangkan Indra hanya tahu dari cerita Yayak saja.
Setelah kepergian Dimas. . .
Septian : "Huft!" Menghela nafas dengan kasar. "Kenapa selalu seperti itu sih Dim." Kemudian ia menundukkan kepalanya. "Untung gue enggak kena semprot disini, tapi gue harus siap perang saat di Rumah deh." Gumam Septian dalam hati.
Yayak : " Kenapa loe?! Takut jadi rempeyek sama Abang loe itu?" Yayak langsung tertawa melihat perubahan wajah Septian. "Hari ini loe lolos dari hukuman gue bontot, tapi lain kali gue habisin loe. Nih kerjaan loe gue balikin." Menyerahkan berkas pada Septian. "Udah sana loe pulang, jangan buat Dimas stres karena mikirin kenakalan loe Sept, loe enggak kasian sama dia harus kuliah terus ngurus Perusahaan belum lagi jika harus nemuin dosen karena absensi loe yang sering kosong."
Indra : "Bener apa yang dibilang Yayak, loe baliklah Sept." Sahut Indra yang baru memasukki aula PPA. "Jangan nambahin pikiran Dimas jika loe butuh sesuatu bilang jangan kabur terus."
Septian : "Gue hanya pengen dia balik kayak dulu, Dimas yang hangat, ceria, ramah bukan dia yang dingin seperti sekarang. Memang apa yang kalian pikirkan kenapa gue sering kabur, gue hanya pengen dia kasih gue perhatian sedikit aja, yaa meskipun gue juga pengen cari kebebasan. Hehee." Septian langsung mendapat toyoran dari Yayak juga Indra karena kalimat terakhirnya. "Tapi gue serius pengen dia seperti dulu." Gumamnya namun masih dapat didengar.
Indra : "Aah dia masih ada urusan keluarga, mungkin empat hari lagi baru balik. Makanya sebagai ketua gue minta kalian yang ke SMU lusa, soalny lusa jadwal yang kosong hanya loe, Dimas, Amar, Ilham, Mara, Angel, Pj, Rara, Andre, sama ini nih si bontot." Sambil menunjuk kearah Septian, dan ia hanya nyengir kuda.
Yayak : "Oke. Yang lain sudah dikasih info kan?"
Indra : "Sudah, loe tenang aja, semua sudah beres kok. Oh iya gue baru inget, gimana sama tu cewek?"
Mendengar itu, Yayak sedikit bingung pasalnya Indra jarang sekali membahas masalah perempuan.
Yayak : " Maksud loe cewek mana?"
__ADS_1
Septian : "Gue tahu, cewek cantik yang daftar jadi anggota baru itu ya?" Hanya diangguki oleh Indra.
Yayak : "Aah. Adinda maksud loe? Kenapa sama gadis SMU itu? Naksir loe sama dia Ndra?" Selidik Yayak menatap Indra.
Indra : "Enggaklah, gue tanya aja gimana menurut loe cewek itu?"
Yayak : "Hecmm dia itu, cantik, lembut kelihatan penyayang, ramah, pinter kelihatan dari mukanya, terus dia itu hangat senyumnya manis, punya lesung pipit yang buat dia tampak bercahaya gtu."
Saat membicarakan itu, mereka tidak sadar bahwa ada seorang wanita disana. Wanita itu sudah berwajah horor dan menunjukkan wajah yang merah padam, ditambah ia mendengar kekasihnya itu memuji wanita lain yang lebih muda darinya dan masih SMU tanpa melihat apakah masih ada dia diantara mereka.๐ก๐ก
.
.
.
.
.
Untuk kita semua, mari jaga kesehatan dan jalankan aturan Pemerintah.
Cuci tangan menggunakan sabun, dan hindari keramaian.
Semoga kita selalu sehat dan terhindar dari segala penyakit, Aaamiin...
__ADS_1
Salam hangat dari Author๐