
Andre : "Tuan Muda, are you oke?" Dimas mengangguk. "Apa makanannya kurang hangat? Saya khawatir, karena wajah Anda seperti menahan sesuatu diperut."
Dimas : "Kau tenang saja, saya baik Andre. Selesaikan dulu saja makanmu, baru fokus dengan ponselmu. Ah ya, jangan memanggilku Tuan jika bukan di Kantor Andre." Lanjutnya dengan datar. Andre mengangguk patuh kemudian menghabiskan makanannya. Setelah usai ia beranjak dari duduknya dan menuju kearah waiters, kemudian ia kembali duduk.
Tanpa mempedulikan sahabat dan anggota lain yang sedang bercanda, Dimas hanya fokus dengan ipad miliknya, namun sesekali tetap mencoba melahap makanannya meski sedikit tidak nyaman. Seorang waiters menghampiri meja itu. Sejenak kegiatan anggota yang lain terhenti dan melihat waiters itu.
Pelayan : "Ini pesanan Anda Tuan Muda." Ucap Pelayan itu sembari menunduk ketika mentap Dimas dan Andre.
Andre : "Baik, letakkan saja disini. Lalu kembalilah." Pelayan itu langsung menuruti perinta Andre. "Bang, minumlah ini dulu." Andre menyerahkan dua gelas minuman yang satu minuman jahe*, sedangkan satunya lagi adalah minumam teh chamomile**. Keduanya pun masih hangat.
*Jahe mempunyai efek gastroprotektif yang menghambat asam dan menekan bakteri helicobacter pylori. Kandungan fenol di dalam jahe berperan sebagai antioksidan, serta antiinflamasi yang membantu mengurangi dan menetralisir kadar asam lambung.
**Teh herbal yang tidak mengandung kafein. Membantu memperlancar sistem pencernaan dan meredakan rasa mual. Meningkatkan lapisan lendir di esofagus sehingga terlindungi dari iritasi akibat asam lambung.
(*Sumber: halodoc)
Yang lain hanya melihat interaksi keduanya, tanpa berfikir ingin menyela sedikitpun.
Indra : "Are you oke Dim?" Dimas mengangguk. Sedangkan Septian tiba-tiba langsung duduk disebelah Dimas.
Septian : "Loe tidak apa-apakan Bang?" Tanya Septian dengan serius karena saat ini dia mulai merasa khawatir ditambah dengan minuman herbal yang baru datang.
Dimas : "Tenanglah, saya baik-baik saja." Jawabnya datar.
Septian : "Disaat seperti ini, kau masih saja bersikap dingin padaku." Ucapnya kesal.
Andre : "Septian jaga ucapanmu." Ucap Andre dengan tegas dan tak kalah dingin. Septian mendengus kesal.
Dimas : "Apa kalian bisa diam?" Ucapnya lirih namun tegas dan penuh penekanan. Aura Dimas semakin dingin, tatapan matanya semakin nyalang dan tajam mendengar perdebatan kedua adiknya itu.
Siapapun yang sudah mengenal sifat Dimas dan mendengar ucapannya dengan dingin dan datar maka mereka tidak lagi berani untuk membantah. Ditambah mata elangnya yang begitu tajam seakan bisa membunuh siapapun.
Interaksi ketiga anak manusia itu sungguh tak lepas dari mata anggota yang lain. Bahkan dari mereka ada yang bergidik ngeri melihat tatapan tajam Dimas, termasuk Ilham maupun Amar. Meski mereka bersahabat tapi jika sifat Dimas sudah berubah seperti ini maka mereka lebih baik diam. Bahkan Yayak sekalipun akan diam jika harus berhadapan dengan Dimas. Dari sekian teman, hanya Indra yang bisa tenang untuk menghadapi sifat Dimas itu.
__ADS_1
Indra : "Tenanglah Dim." Ucap Indra dengan halus. Dimas segera beranjak memasuki ruang yang ada di Restoran itu, yang tak lain ruang Pimpinan. Melihat itu Indra hanya menghela nafas. "Hentikan perdebatan kalian ini, jangan membuat mood-nya berubah. Kalian fikirkan dulu kesehatannya, baru berdebat tentang sifatnya." Ucapnya tegas. Andre menghela nafas dengan kasar dan langsung beranjak mengikuti Dimas.
Yayak : "Loe sudah dewasa Sep, tenanglah saat bersama dengan mereka. Kau tahu sendiri bagaimana sifat Dimas sesungguhnya." Septian langsung menunduk.
Firman : "Sudah, kita lanjutkan dulu makannya. Hari sudah semakin siang." Mereka menangguk. "Sep habiskan makanmu, baru bicara dengan Andre dan Dimas. Ingat kesehatan Abang loe, sekarang kondisinya belum begitu stabil. Meski ia terlihat baik tetapi siapa yang tahu dalamnya bagaimana, disaat seperti ini dia hanya butuh ketenangan."
Dengan perasaan yang tak menentu mereka menghabiskan makanan itu. Namun berbeda dengan Adinda yang terlihat sedang termenung.
Vania : "Din, loe baik-baik saja kan?" Adinda terkesiap dan menatap Vania. Adinda hanya membalas dengan senyum dan mengangguk.
Sedangkan Arul yang sedari tadi diam kini menatap Adinda memperhatikan guratan wajah sang Kakak yang sedikit berubah. Namun ia tetap melanjutkan makan dan akan berbicara nanti ketika sudah berada di Rumah.
* * *
Sementara diruang pimpinan Restoran itu, Dimas berkutat dengan beberapa berkas laporan rumah kulinernya. Kondisi saat ini sudah membaik setelah laporan sebelumnya diperbaiki, dan orang yang berusaha untuk curang sudah kembali jujur meski harus menerima pengurangan gaji setiap bulanny.
CEKLEK!! Pintu terbuka.
Andre langsung memasuki ruangan itu setelah mendapat persetujuan dari Dimas.
Dimas : "Jangan diulangi lagi Ndre, kamu tahu saya bagaimana dan apa yang tidak saya suka." Andre hanya mengangguk tanda mengerti.
Andre : "Sekali lagi maaf. Ehmm apa gadis itu tidak mengetahui jika kau sedang kurang fit?" Dimas yang fokus dengan berkasnya kini ia mengalihkan pandangannya.
Dimas : "Tidak. Saat ini dia sedang fokus untuk Ujian jadi biarkan saja. Jika dia bertanya nanti saya yang akan menjelaskan." Jelasnya tanpa mengalihkan matanya yang masih menatap laporan Restoran.
Andre : "Barusaja saya mendapat kabar dari Arya bahwa minggu depan kita akan ada jadwal untuk melihat pembangunan proyek yang ada di Korea. Tuan Kim Lee Yoo ingin Anda sendiri yang hadir kesana karena ia masih belum yakin dengan yang lain, dan saya rasa karena Beliau juga begitu penasaran dengan CEO Adhitama Company." Kini Andre bersikap formal karena mereka sedang membahas masalah kerja.
Dimas : "Apa yang dia tawarkan hingga dia berani meminta saya untuk datang kesana?" Jawabnya dingin.
Andre : "Dia tidak menawarkan sedikitpun tentang saham atau yang lainnya. Karena dia hanya beralasan belum yakin dengan yang lain juga belum yakin dengan kita jika belum melihat secara langsung kinerja Anda. Saya rasa jika sudah bertemu dengan Anda, spertinya dia ingin menjodohkan putrinya dengan Anda. Karena dia memiliki seorang putri yang saat ini masih berusia 17 tahun, 1 tahun lebih muda dari Adinda. "
Dimas : "Biarkan saja dia seperti itu. Saya ingin lihat apa yang akan dia lakukan jika kita tidak datang memenuhi undangannya itu." Hening. "Apa kau sudah menyelidiki latar belakangnya dan kehidupannya?" Andre menangguk. "Bagaimana hasilnya?"
__ADS_1
Andre : "Kim Lee Yoo ia seorang pengusaha terkenal nomor 6 di Seol, Dia biasa disapa Tuan Lee oleh karyawan dan keluarganya, perusahaan itu bernama Yoosung Grup. Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang properti dan kuliner. Dia memiliki dua orang istri namun istri keduanya hanya dinikahi secara siri dan tidak pernah ada yang tahu karena pernikahan di sembunyikan, semua itu terjadi setelah mengetahui wanita itu hamil anaknya. Istri pertama bernama Kim Yoona, dan istri kedua bernama Oh Wang sool. Saat ini perusahaan itu mengalami penurunan, seluruh saham mulai ditarik keluar oleh para investor karena beberapa alasan yang memang sudah menjadi rahasia umum."
Dimas : "Alasan apa yang membuat mereka menarik saham disana?"
Andre : "Mereka beralasan karena Istri dan kedua putrinya selalu bertindak semena-mena baik pada karyawan maupun para investor. Mereka selalu menhabiskan dana hanya untuk hidup royal mereka selama ini, terkadang mereka juga menggunakan dana perusahaan yang seharusnya diperuntukkan untuk pengembangan proyek lain. Karena Mendengar Perusahaan kita yang sukses dan terkenal di berbagai Negara dan ditambah mereka kekurangan dana maka dari itu Yoosung Grup mengirimkan proposal agar kita bisa memberikan suntikan dana untuk mereka."
Dimas : "Lalu soal kedua putrinya?"
Andre : "Dia memiliki 2 orang putri, putrinya yang pertama bernama Kim Nisha berusia 17 tahun dan yang kedua bernama Kim Shera berusia 16 tahun Kedua putrinya itu memiliki sifat yang sama dengan orangtuanya, sifat yang tamak dan selalu hidup royal setiap harinya. Beberapa hari lalu saya sudah mendapat hasil penyelidikan bahwa Tuan Lee berencana ingin memperkenalkan putrinya yang bernama Kim Nisha untuk mendekati Anda dan menarik perhatian Anda. Jika Kim Nisha sudah berhasil dengan begitu Anda akan mudah dikuasai dan royal kepada mereka, bahkan bisa lebih dari itu semua."
Dimas : "Apakah Arya sudah menyetujui permintaan darinya?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Salam hangat dari Author untuk kakak semuanya😄