Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 77


__ADS_3

MBA : "Apa dia sudah mengetahui tentang rencana kegiatan ini?"


Arya : "Itu memang ide Dimas." Semua menoleh. "Sebenarnya sebelum dia pergi kami sempat diskusi tentang hal ini. Terutama tentang kegiatan kita selanjutnya, dia mengatakan acara selanjutnya akan di Puncak tapi yah gue enggak tanya dia tahu darimana soal ini."


Indra : "Ide untuk ke Puncak dari Dimas." Semua kembali menatap tapi buka kearah Arya melainkan Indra. "Sebelumnya kami berbicara tentang Puncak, dan saat itulah Dimas ingin kegiatan selanjutnya diadakan disana. Disatu sisi warga disana masih banyak yang kekurangan maka dari itu kita harus membantu mereka dan disisi lain kalian juga membutuhkan tempat untuk menyegarkan fikiran lewat suasana disana, yah hitung-hitung refreshing."


Septian : "Waah Abang gue memang terbaik!!"


Indra : "Meski begitu bukan berarti loe bisa seenaknya selama disana, karena Dimas akan hadir dan mengawasi sikapmu itu." Septian langsung menunduk lemas.


Yayak : "Untuk urusan ketua bidang perlengkapan, bagaimana?"


Indra : "Perihal itu Pembina sudah memilih, karena Pembina yang lain juga setuju akan hal ini terutama sosok pendiri PPA itu sendiri adalah Pembina terkuat disini. Ditambah kejadian beberapa waktu lalu membuat keputusan itu harus segera dilaksanakan, dan itu alasan kuat untuk pergantian posisi. Baik gue maupun Dimas sudah berusaha agar semua sesuai prosedur tetapi itu kembali lagi pada Pembina. Jadi bagaimana untuk kegiatan selanjutnya apa kalian semua setuju?"


"Setuju!!!" Jawab para wanita dengan kompak.


MBA : "Giliran untuk liburan semua langsung bilang setuju." Mendengar hal itu mereka langsung tertawa.


Raka : "Yaa beginilah wanita." Tambahnya yang semakin membuat para perempuan disana berada diatas angin.


* * *


Sementara ditempat lain, Agista dan kedua temannya sudah berada didepan ruangan Pak Septa yang tak lain Pembina dari PPA. Mereka menghela nafas sebelum memutuskan masuk kedalam.


"Kalian bertiga kenapa berdiri disini? Sedang menunggu siapa?" Tanya seseorang pada mereka bertiga. Ketiga wanita itu langsung menoleh kesumber suara.


Merry : "Eh Bu Arini, kami ingin bertemu Pak Septa Bu." Jawabnya.


Bu Arini : "Wah kebetulan sekali, Pak Septa baru saja sampai. Tapi sepertinya sebentar lagi Beliau akan ada jadwal mengajar." Jawab Dosen Sastra Indonesia itu.


Agista : "Kalau begitu, kami bertiga masuk dulu ya Bu." Bu Arini langsung mengangguk.


Tok... Tok... Tok... "Permisi Pak." Ucap Agista, mereka langsung masuk setelah dipersilahkan."

__ADS_1


Pak Septa : " Ada apa kalian kemari?" Tanyanya to the point. "Sebentar lagi saya ada kelas." Ucapnya tegas.


Keisya : "Kami ada urusan sebentar Pak." Jawab Keisya sedikit terbata.


Pak Septa : "Mengenai apa? Apa tentang PPA?" Ucapnya tepat sasaran.


Merry : "Gila nih orang, tahu aja kita kesini buat bahasa itu. Punya indera keenam apa yah." Gerutunya dalam hati. Mereka langsung menangguk.


Pak Septa : "Hecmmm. Ada masalah apa?"


Keisya : "Kami tidak terima jika Bapak mengganti ketua bidang perlengkapan begitu saja." Merry mengangguk, sedangkan Septa langsung mengernyitkan kedua dahinya.


Agista : "Saya masih sanggup untuk menjabat itu Pak. Kenapa Bapak mengganti tanpa bertanya dan persetujuan saya terlebih dahulu? Itu tidak adil buat saya Pak." Ucap Agista dengan tak sabaran. "Atau karena Raka itu keponakan Bapak, jadi Bapak bisa melakukan hal itu?"


Merry : "Kami tetap tidak setuju jika ketua bidang perlengkapan diganti."


Mereka mengatur deru nafas yang sudah menggebu dengan perlahan.


Pak Septa : "Apa kalian sudah selesai bicara, atau masih ada yang ingin dikatakan lagi?" Mereka diam. "Sekarang giliran saya yang bicara. Mengenai perihal yang kalian bicarakan tadi, semua itu sudah keputusan dari para Petinggi Kampus dan Pembina yang lain juga sudah setuju tentang hal itu. Apa kalian lupa jika Pembina PPA bukan hanya saya saja, tapi masih ada yang lain juga. Mereka ingin para perempuan menjadi anggota jadi biarkan para lelaki yang bekerja keras. Rekan kalian yang lain juga sudah setuju Gista, saya harap kamu paham tentang hal ini. Selain hal itu, sikap kalian beberapa waktu lalu juga keterlaluan membuat keributan, tidak seharusnya kalian bersikap seperti itu apalagi Andre dan Septian itu juga teman kalian sendiri. Kalian masih satu keluarga, keluarga besar PPA. Bahkan itu sudah sampai ke para Petinggi Kampus dan karena masalah ini yang membuat mereka kekeuh ingin kamu lepas dari jabatan yang kamu pegang. Yang harus kalian ingat ini tidak ada sangkut pautnya tentang status Raka." Jelasnya panjang lebar dengan harapan ketiga Mahasiswinya mengerti.


Pak Septa : "Semua yang kalian ucapkan memang benar, tetapi kalian berurusan dengan orang yang salah." Gumamnya dalam hati. "Meski semua itu benar adanya, tapi bukan berarti kalian bisa seenaknya berbicara seperti itu tentang teman kalian sendiri. Sikap kalian itu sangat salah. Semua keputusan sudah ada dan baik saya maupun kalian tidak bisa menolak, bahkan Rektor tidak bisa mentolelir sikap kalian lagi. Saya sudah memberikan penjelasan tentang sikap kalian, tapi hasilnya sudah final. Jadi kalian harus terima keputusan itu." Mereka bertiga keluar dengan perasaan kesal. "Huh, akhirnya mereka keluar. Pastu sungguh tidak main-main dengan ucapannya. Sejak dulu dia selalu bersikap dingin dan tidak bisa dibantah, tapi apa hubungan dia dengan Dimas, Andre dan Septian? Kenapa dia bisa bersikap seperti ini, bahkan Rektor Kampus tidak bisa berkutik." Gerutunya dengan memainkan ponsel ditangannya. "Lebih baik aku hubungi dia dulu, aku harus memberi kabar."


Septa langsung mencari nama Pastu dilayar ponselnya. Setelah ketemu ia langsung men-dial pemilik nomor itu.


TUT... TUT... TUT... Bunyi dering dari seberang sana. 1 detik... 2 detik... 3 detik... Kemudian. . .


Pastu : "Hallo, Assalamu'alaikum. Ada apa kamu menghubungiku?" Tanyanya to the point.


Septa : "Kyaaaa! Loe kebiasaan deh, biasakan hangat dengan teman sendiri." Dengusnya kesal.


Pastu : "Baiklah ada apa? " Ucapnya pelan, namun kemudian... "Apa kau tidak tahu sekarang jam berapa? Kau mengganggu waktu tidurku Riya!" Umpatnya dengan kesal. "Katakan ada apa kau menghubungiku dijam segini?" Tanyanya lagi.


Septa : "Santai donk Bro! Disana sudah hampir Subuh, jadi lebih baik kau segera bangun." Hal itu membuat Pastu bertambah kesal.

__ADS_1


Pastu : "Si*l*n loe, gue baru tidur 2jam, lebih baik katakan ada apa. Jika tidak kau akan tahu apa akibatnya." Ucapnya tegas tanpa ingin dibantah.


Septa : "Baiklah, gue hanya ingin kasih kabar buat loe. Para Petinggi Kampus sudah setuju jika ketua bidang perlengkapan diganti dan sekarang Raka yang menjabat, meski belum secara resmi tapi sudah disampaikan oleh Indra. Aah ya, kau juga harus menepati janjimu untuk hadir dikegiatan selanjutnya yang akan dilaksanakan di Puncak. Keluarlah dari sangkar emasmu, kami ingin kau hadir. Jangan mencoba untuk kabur dengan alasan dinas lagi." Ucapnya mengingatkan.


Pastu langsung terkekeh dengan ucapan Septa. Pasalnya setiap diadakan acara, Pastu selalu memiliki alasan untuk tidak hadir terutama tentang Perusahaan yang mengharuskan dia untuk dinas. Baik itu dinas ke Luar Kota maupun ke Luar Negeri. Entah kenapa, kedua hal itu selalu bersamaan.


Pastu : "Iya, baiklah aku akan usahakan untuk menyelesaikan urusanku disini dan kembali secepat mungkin agar bisa hadir di acara itu. Setelah semua selesai, aku akan langsung terbang ke Indonesia. Sekarang segera matikan panggilan ini, karena kau benar-benar mengganggu waktu istirahatku Riya!." Ucapnya dengan ketus, bahkan nada datarnya sudah kembali muncul.


Mendengar hal itu, Septa langsung tertawa. Namun sedetik kemudian berhenti dan menetralkan suara tawanya.


Septa : "Hecmmm baiklah, aku akan mematikannya sesuai keinginanmu karena sebentar lagi aku akan ada kelas. Baik-baiklah selama disana, segera hubungi aku jika terjadi sesuatu." Tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya, Septa langsung memutuskan panggilannya, karena bisa dipastika bahwa orang diseberang sana sudah melanjutkan tidurnya yang sudah terganggu."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Salam hangat dari Author untuk kakak semuanya.😄😄


__ADS_2