Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 10


__ADS_3

Dilain tempat, pada jam istirahat kedua di SMU Mahakarya Adinda sedang membaca buku untuk persiapan ujian. Namun baru sepuluh menit kegiatannya itu harus ia hentikan karena gangguan dari sahabatnya.


Amel : "Adindaaaaa!" Teriak Amel yang kemudian mendapat tatapan tajam dari teman sekelasnya. "Oops, sory deh buat kalian semua, hehee." Dengan mengangkat dua jari kanannya membentuk huruf V.


Adinda : "Ckck kamu kebiasaan ya Mel, rasain tu dapet tatapan elang dari kawan sekelas kan, hehee."


Amel : "Seneng banget loe ya kalau gue jadi incaran mereka."


Adinda : "Lagian sudah tahu ini di Kelas, eh kamu malah teriak gitu, siapa yang enggak keganggu cob Mel."


Amel : "Ya maaf deh, gue lagi semangat banget ini nih, loe inget kan lusa itu hari apa?" Adinda hanya mengangkat salah satu alisnya.


Adinda : "Ehmm hari Sabtu, memang kenapa? Kamu ada janji sama pacar kamu itu?"


Amel : "Ehmm lebih tepatnya calon pacar loe Dind."


Adinda : "Apa maksud kamu Mel, aku enggak ingin pacaran dan juga memang siapa yang kamu maksud itu? Kak Rendi?"


Amel : "What! Rendi? Si cecunguk itu playboy tingkat absurd kaya dia? sory ya gue enggak mau dia jadi cowok loe, heh."


Adinda : "Terus siapa? Karena kan yang sering ganggu kita itu dia, dan biasanya reaksimu juga enggak berlebihan begini? Memang siapa?"


Amel : "Kak Dimas Aditya sayangkuh." Adinda memutar bola matanya dengan jengah. "Loe kenapa? Kan dia itu ganteng Din, kelihatan dia itu sosok penyayang tahu, ya meskipun dia itu tsundere sih."


Adinda : "Sudah jangan bahas tentang es balok itu lagi deh Mel, semoga aja lusa bukan dia yang dateng."


Amel : "Malahan gue berharap dia yang datang Din, terus gue juga berharap dia kesini sama temennya yang lain biar gue bisa cuci mata."


Adinda : "Itu sih memang maunya kamu Amelia Putri."


Kemudian mereka saling tertawa, dan jam pelajaran selanjutnya segera dimulai karena guru sudah masuk ke kelas itu.


Bu Meisya : "Selamat siang semua, keluarkan tugas kalian minggu lalu, dan kumpulkan. Restu!"


Restu : "Iya saya Bu?"


Bu Meisya : "Segera kumpulkan tugas kalian pada Restu, dan kita lanjutkan halaman berikutnya."


Semua Siswa : "Baik Buu!" Jawab mereka semua.


Tepat pukul setengah tiga mata pelajaran usai dan semua siswa SMU langsung berhambur keparkiran untuk pulang kerumah. Terlihat dari sudut parkiran ada seorang siswa berseragam SMP sedang menunggu disebuah mobil. Tak lama dari itu Adinda sampai di parkiran ia melihat sang Adik dan segera menuju mobil.

__ADS_1


Amel : "Dind, gue duluan yah, udah jam segini nih. Bye! Hati-hati loe ya salam buat adik tercinta gue." Adinda hanya mengangguk.


Adinda : "Sudah nunggu lama ya? Maaf hari ini Kakak sedikit telat keluar kelas☹


Arul : "Enggak lama kok Kak, baru satu jam saja kok, hehee."


Adinda : "Hecmm kamu ya seneng banget buat Kakak deg deg an, kakak pikir adek marah."


Arul : "Hahaa maaf sayangnya adek😘 Ehmm boleh enggak Kak kalau kita jalan berdua, udah lama enggak keluar berdua, apalagi sudah mau ujian, Arul pengen jalan bareng Kakak."


Adinda : "Okey! Ayo kita berangkat tapi pulang dulu yaa, sebentar lagi kan Ashar jadi kita pulang dulu shalat lalu siap-siap untuk keluar."


Akhirnya mereka memutuskan untuk keluar rumah malam ini, karena sudah lama Arul tidak pergi berdua dengan sosok wanitanya itu. Hari sudah mulai petang Adinda melajukan mobilnya menuju rumah, karena jika telat maka mereka tidak bisa melaksanakan shalat dirumah. Setelah duapuluh menit diperjalanan, akhirnya mereka sampai, Adinda dan Arul keluar dari mobil lalu masuk rumah ketika masuk mereka segera disambut oleh Bi Narti wanita paruhbaya yang sudah dianggap keluarga sendiri oleh keduanya.


Bi Narti adalah pengasuh Adinda sejak ia masih kecil dan masih tinggal di Rumah Neneknya, setelah Arul lahir kedua orangtuanya memutuskan untuk tinggal dirumah sendiri setelah itu Bi Narti diminta untuk ikut dengan mereka karena beliau juga diminta untuk mengasuh Arul kecil, dan sampai sekarang Bi Narti masih setia dengan mereka meskipun kedua majikannya sudah bercerai.


Setelah shalat Maghrib, Adinda dan Arul segera keluar kamar Adinda dengan celana jeans dipadu dengan kemeja navy berlengan panjang yang dilipat sampai sikunya, rambut yang diikat dipadu dengan jepit rambut disisi kanan, kemudian Arul yang memakai celana sepanjang lutut dipadu dengan kaos navy dibalut dengan jacket arminya tak lupa kacamata yang bertengger dihidung mancungnya. Mereka segera berpamitan pada Bi Narti karena mereka ingin keluar sekedar untuk meluangkan waktu berdua, karena mereka sudah lama tidak jalan berdua.


Tujuan pertama mereka adalah Mall yang ada dipusat kota, setelah menempuh perjalanan empat puluh menit akhirnya mereka sampai dan segera memarkirkan mobil. Banyak pasang mata yang melihat kearah keduanya, seakan mereka adalah sepasang kekasih yang detik itu menjadi pusat perhatian.


Gadis 1 : "Waah! ganteng banget sih itu cowok. Mau donk gue jadi ceweknya"


Gadis 2 : "Bener gayanya keren banget, tapi sayang dia sama cewek tuh."


Masih banyak lagi yang membicarakan mereka. Sedangkan disisi lain sepasang mata tidak sengaja memperhatikan mereka berdua, dan kemudian menghampirinya.


Yayak : "Hai, kalian!" Arul dan Adinda langsung menoleh kesumber suara.


Arul : "Si.apa ya?"


Yayak : "Ini gue Yayak anggota PPA, inget kan kalian berdua." Arul hanya ber o saja setelah mengingat siapa. "Sedang apa kalian disini, serasi banget sih. Kamu udah punya cowok dek?"


Adinda : "Aah, dia adik aku kak, Arul namanya dia juga anggota baru di PPA." Yayak hanya mengangguk saja.


Yayak : "Ehmm kirain ini cowoknya ternyata adiknya, tapi kalian keihatan serasi seperti sepasang kekasih apalagi gaya kalian ini ckck mudamudi banget, meskipun kalian memang mudamudi sih."


Arul : "Kak Yayak sedang apa disini? lagi kencan ya?"


Yayak : "Haha biasalah nyari angin sekalian cuci mata." Kalian sedang apa?"


Adinda : "Eh kita sedang ingin jalan berdua pengen makan diluar, soalny sudah lama enggak keluar bareng."

__ADS_1


Yayak : "Wah kebetulan banget, ayo gabung aja sama kita kebetulan gue kesini bareng sama seseorang dan gue juga lagi nunggu dia, gimana? maukan, ayolah." Paksa Yayak pada mereka, Arul yang tidak enak hanya mengangguk dan Adinda hanya pasrah mengikuti keinginan Adiknya.


Akhirnya mereka memasuki restoran di Mall tersebut, Yayak mencari tempat dusuk yang berada didekat jendela agar bisa melihat pemandangan luar dimalam hari. Setelah lima menit oran yang dimaksud Yayak akhirnya datang juga.


Yayak : "Akhirnya dateng juga loe, lama gue nunggu sampe garing gue disini."


Dimas : "Sory lama, baru balik dari kantor." Adinda dan Arul menoleh, dan DEG. "Kalian! Sedang apa kalian disini."


Adinda : "Muncul deh mode dinginnya, dasar es balok." Gumam Adinda namun masih bisa didengar oleh Dimas.


Dimas : "Saya dengar.!"


Yayak : "Sudah enggak usah ribut, kebetulan gue ketemu dek Dinda sama adiknya Arul yaudah gue ajak gabung. Gue udah laper nih. Mbak!" Teriak Yayak memanggil pelayan restoran. "Kalian pesen apa?"


Arul : "Ehmm aku pesen nasi goreng seafood sama minumnya jus alpulat aja."


"Nasi goreng udang" Jawab Adinda dan Dimas kompak. Kemudian saling melirik. Sedangkan Arul hanya diam.


Yayak : "Wah kalian kompak banget ya makanannya sama, minumnya apa?"


Adinda : "Dinda jus alpukat sama kaya Arul."


Yayak : "Loe apa Dim? Sama lagi? Hehe." Yayak langsung mendapat tatapan tajam. "Wow biasa aja donk muka datar loe itu ganggu gue."


Dimas : "Minumnya seperti biasa saja."


Yayak : "Oke, nasi goreng seafood dua porsi, nasi goreng udang dua porsi lalu jus alpukat dua jus jeruk satu sama kopi hitam satu juga air putihnya juga satu."


Setelah memesan makanan mereka hanya diam sambil menunggu makanan tiba, Adinda mengobrol dengan Yayak sedangkan Arul dan Dimas fokus pada ponsel mereka.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jaga kesehatan untuk kakak semua, mari kita lawan covid-19 selalu cuci tangan dan jauhi keramaian.


salam hangat dari author.


__ADS_2