Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 80


__ADS_3

Seketika wajah Adinda kembali menghangat dan tidak dingin seperti sebelumnya. Sedangkan Gerladi dan Adit langsung lega.


Adinda : "Berjanjilah jangan seperti itu lagi, baaimanapun memang seperti itulah Amel. Yaa meski terkadang sering bar bar." Ucap Adinda tersenyum tipis.


Geraldi : "Baiklah gue sama Adit janji, tapi enggak janji juga jika Amel sudah berlebihan." Jawabnya dan menujukkan deretan gigi putihnya, begitu pula dengan Adit.


Adinda : "Kalian ini, selalu saja seperti itu." Adinda menggelengkan kepalanya.


Tak berselang lama terdengar bunyi bel tanda masuk, akhirnya Adinda, Geraldi dan Adit membubarkan diri secara otomatis. Termasuk kedua gadis yang tadi masih berlarian kini sudah berhenti karena kelelahan dan sudah waktunya untuk masuk kelas. Meskipun hanya sebuah pemberitahuan tata cara pelaksanaan Ujian mendatang, mereka tetap masuk ke kelas mereka masing-masing.


Tak berbeda jauh dengan ketiga siswa SMU itu, Arul dan ketiga sahabatnya juga langsung beranjak ke kelas untuk mendengarkan nasihat dan saran dari Guru mengenai Ujian nanti.


Gerladi : "Woi para bocil!" Teriaknya yang membuat ke empat anak lelaki itu menoleh. "Nanti jangan lupa kita kumpul disini lagi, hari ini kita puas-puasin ke Mall. Kita ke Adhi Resto saja, makan bersama sebelum berperang." Lanjutnya.


Azriel : "Waaaah boleh tuh Bang, oke deh gue pasti datang, asal gratis aja." Jawabnya tertawa.


Adit : "Itu anak, giliran soal makanan saja langsung gerak cepat. Saudara siapa sih tu bocah." Gerutunya.


"Saudaranya Kak Memel!!" Jawab keempat anak lelaki itu dengan kompak, kemudian kabur menuju kelas.


Adit : "Lah itu sih Arul ikut-ikutan, adik loe itu Din. Tumben-tumbenan lebar ketawanya." Ucapnya sambil terkekeh. Sedangkan yang diajak bicara sudah tidak ada disana. "Lah si Dinda main kabur." Dengan merangkul Geraldi, ia langsung mengikuti Adinda.


Setelah adanya pemberitahuan dan semua siswa paham, mereka langsung dipulangkan karena hari ini tidak full belajar, hanya setengah karena perihal pelaksanaan Ujian.


Selesai semua, mereka langsung berhambur keluar kelas. Ada yang langsung pulang, ada yang nongkrong di kantin, ada pula yang malah asik pacaran sembari menghabiskan waktu hari ini yang menurut mereka singkat. Tak berbeda jauh dengan yang lain, Geraldi dan keempat sahabatnya berkumpul di taman batas. Lama menunggu keempat lelaki SMP itu akhirnya datang juga.


Amel : "Akhirnya kalian datang juga, lama banget sih kalian ini."


Nauval : "Sabar atuh Kak, kelas kita kan memang masuk." Jawabnya.


Vania : "Sudah kalian ini, debatnya nanti saja sekarang kita makan dulu. Laper nih perut karena dikejar Amel." Amel hanya terkekeh.


Geraldi : "Bagaimana sudah berkumpul semua kan?" Mereka mengangguk. "Jumpling Junior sudah siap?"


"Sudaaaaah!!" Jawab keempatnya dengan kompak.


Azriel : "Ayoo kita segera berangkat, perut ini sudah kelaparan."


Adit : "Giliran soal makanan saja nomor 1 loe Ziel. Sama saja dengan ituu." Sambil melirik Amel. Amel langsung mendelik. "Hehee peace✌ Mel." Lanjutnya.


Geraldi : "Oke ladies firts. Hari ini gue sama Adit akan jadi bodyguard kalian saharian penuh. Ditambah 4 pengawal lagi yang sok cool itu." Adinda, Vania dan Amel hanya terkekeh mendengar ucapan Geraldi.


Akhirnya mereka berjalan menuju tempat parkirn dimana memang mobil Geraldi dan Adit ada disana. Para Gadis berada satu mobil dengan Geraldi, sedangkan Adit bersama keempat Juniornya karena siswa SMP dilarang membawa kendaraan besar terutama mobil. Alhasil kedua pria itu yang menjadi sopir.


Setelah menempuh perjalanan 15 menit, akhirnya mereka sampai digedung pusat perbelanjaan yang biasa disebut Mall. Mereka langsung memarkirkan mobil dan masuk kedalam, banyak pasang mata yang memperhatikan ke sembilang anak muda itu. Ada yang kagum dengan wajah mereka, dan ada pula yang mengatakan tidak pantas dijam begini mereka masuk ke Mall karena masih waktunya belajar. Ya mereka disangka membolos, terutama para Ibu-ibu yang memang terbiasa bersikap over.

__ADS_1


Alvin : "Kita langsung ke Adhi Resto kan?" Mereka serempak mengangguk.


Azriel : "Kali ini gue yang cari tempat duduknya." Seru Azriel ketika hampir dekat.


"Terserah loe deh." Jawab Amel dan Vanis. Sedangkan Adinda hanya menggelengkan kepala. Disebelahnya ada Arul yang setia menggandeng sang Kakak.


Amel : "Eh itu tangan lepas donk, kalian berdua ini seperti sedang pacaran saja."


Arul : "Kenapa? Kan sama Kakak sendiri ini." Jawab Arul setelah tadi hanya diam.


Vania : "Yeee suaranya Arul akhirnya keluar juga setelah sekian lama menanti. Itu adik loe buat gue ya Din?" Yang mendengar hal itu langsung mengernyitkan dahi. "Kenapa? Ada yang salah sama ucapan gue?"


Arul : "Maaf Kak Van, Arul enggak berniat punya pacar."


Kretek!!! Seperti ada sesuatu yang retak didalam tubuhnya. Mereka langsung tertawa mendengr jawaban dari lelaki datar itu. Sedangkan Vania langsung mencebik kesal.


Setelah sampai, mereka masuk kedalam Resto. Sesuai yang dikatakan tadi, Azriel lah yang mencari tempat untuk mereka makan. Dipilihlah meja makan yang memang khusus meja keluarga yang berada disudut ruangan dengan pemandangan yang memang bertema alam. Mereka semua langsung duduk dibangku masing-masing. Geraldi kemudian memanggil seorang waiters dan memesan makanan sesuai permintaan teman-temannya. Sembari menunggu, mereka berceloteh ria.


"Wah-wah coba lihat siapa yang ada disini? Apa kalian sedang reunian?" Tanya seseorang yang baru saja datang. Mereka langsung menoleh kesumber suara.


"Kak Amar!" Jawab mereka kompak. Kemudian mereka melihat orang yang ada dibelakang Amar. "Kalian." Gumam mereka.


Amel : "Kenapa itu orang ada disini sih. Selalu saja datang diwaktu yang tidak tepat." Gerutunya.


Amar : "Eeh loe cewek bar-bar. Kenapa itu muka, enggak seneng loe gue disini."


Vania : "Wah ini anak cari masalah." Gumamnya. Sedangkan Geraldi dan Adit hanya menepuk jidat mereka.


Ilham : "Siapa yang larang kita kesini?" Kini giliran Ilham yang bersuara.


Amar : "Itu tuuuh si cewek bar-bar." Amel langsung mendelik.


Ilham : "Ooh si Amel yah, hai apa kabar? Kalian semua baik? Acara apa nih rame bener" Mereka yang mendengar seakan tidak percaya.


Amel : "Wah Kak Ilham the best, haha. Enggak seperti ituu." Melirik Amar, yang dilirik hanya acuh saja.


Geraldi : "Kita semua baik Bang, ehmm ini Bang anak-anak pengen makan saja sebelum Ujian. Menikmati waktu bersama." Ilham mengangguk. "Abang sendiri sedang ada acara juga? Hanya berdua?" Lanjutnya.


Ilham : "Aah tidak, kami hanya berjalan santai saja karena ini memang timing yang tepat untuk refreshing. Karena kebetulan formasinya sudah lengkap."


Tak berselang lama setelah itu datanglah Yayak, Indra juga Firman. Mereka langsung ikut bergabung.


Amar : "Mereka dimana? Kok hanya kalian yang datang?"


Yayak : "Masih ada kepentingan di dalam." Jawabnya langsung duduk tanpa tahu ada dilingkungan apa. Kemudian Yayak menoleh kesekeliling. "Loh, kalian ada disini juga?" Mereka mengangguk. "Masih pakai seragam sekolah lagi, kenapa enggak pulang dulu?"

__ADS_1


Alvin : "Hanya sebentar kok Bang, mumpung masih luang jadi kumpul deh."


Firman : "Kan loe juga pernah muda Yak, anggap saja saat ini loe sedang melihat diri loe yang dulu."


Amar : "Yaa karena kita dulu memang begitu, sebelum Ujian pasti pesta dulu, haha." Kenangnya.


Indra : "Sudah-sudah kalian ini jangan buat malu, kalian ini senior jaga emage donk depan junior kalian." Tukas Indra pada temannya.


"Yaaa Pak Ketuaa." Jawab mereka dengan kompak. Mereka langsung tertawa.


Pesanan dari para anak berseragam sudah datang, namu saat akan mulai memakannya aksi itu dihentikan oleh Septian.


Ilham : "Stop!! Kalian jangan makan dulu sebelum makanan kita datang." Kedua sepupu itu langsung mendengus kesal, sedangkan yang lain hanya terkekeh termasuk Ilham. "Iya donk, hormati para senior kalian ini." Lima menit kemudian makanan yang ditunggu datang.


Amar : "Akhirnya pesanan datang juga, Indra pimpin doa." Indra langsung memimpin doa untuk mereka semua, setelah usai mereka langsung menyantap makanan itu.


Tak ada yang diam, karena mereka saling berbaur, saling bercanda ria tak ada perbedaan maupun batasan bagi mereka semua. Semua nampak menjadi satu keluarga.


Kegiatan mereka terhenti karena kedatangan orang yang mereka kenal, ditambah suara celotehan dari salah satunya.


"Kalian makan tanpa menunggu kami?" Ucap orang tersebut dengan suara yang dibuat kesal.


Mereka semua menoleh kesumber suara. Ada yang terkejut, adapula yang bersikap biasa. Namun tidak dengan Adinda, karena ia sangat tahu siapa orang yang baru saja datang itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Salam hangat dari Author untuk kakak semuanya...


__ADS_2