
Mobil yang Dimas kendarai melaju dengan kencang setelah sebelumnya berhenti sejenak ke sebuah Masjid untuk shalat Ashar. Karena waktu sudah sedikit mepet, meskipun Dimas menggunakan jet pribadinya sendiri tapi ia tetap membiasakan diri untuk disiplin. Kini dalam mobil Dimas bersandar pada bangku, tangan kanannya menggenggam ponsel sedangkan matanya ia pejamkan, ada sebuah guratan diwajah itu yang terlihat seakan memikirkan sesuatu yang membuat Andre langsung menoleh kebelakang untuk mengecek Dimas.
Andre : "Apa Anda baik-baik saja Tuan Muda? Wajah Anda terlihat sedang memikirkan sesuatu." Tanya Andre penasaran. Sedangkan Dimas hanya menatapnya sekilas dan kembali dengan fikirannya sendiri, itu membuat Andre menghela nafas dengan kasar. "Apa kau memikirkan gadis itu Bang?" Kini Andre bersuara dengan serius dan tidak bersikap formal seperti sebelumnya. Dimas yang mendengar langsung mengulas senyum tampannya itu dengan tipis. "Jangan tunjukkan senyummu itu, aku sedang bertanya."
Dimas : "Apa kau mulai berani protes sekarang?" Ucapnya dengan masih memejamkan kedua matanya. "Setelah saya ke London dan kamu pulang nanti tolong kamu jaga gadis itu, dia sedikit ceroboh. Yayak memang mengenalnya tapi dia tidak mungkin berada didekat gadia itu. Hubungan kami hanya kalian dan Yayak yang tahu, jadi saya meminta sebagai seorang sahabat bukan sebagai Kakak." Ucapnya panjang lebar.
Andre : "Apa aku juga harus selalu berada didekatnya? Kau begitu mencintainya dan bersikap hangat padanya. Itu tidak adil Bang." Jawabnya sedikit kesal dengan sikap Dimas. Dimas yang mendengar langsung membuka matanya dan menatap Andre, ia ikut menghela nafas dan memijit pangkal hidungnya. Entah kenapa Andre mulai bersikap manja dan sensitif setelah lama tidak seperti itu, jika Andre bisa seperti ini bagaimana dengan Septian, begitu fikir Dimas.
Dimas : "Apa kau mulai cemburu pada gadis kecil itu Andre?" Ucapnya dengan datar dan dinginnya, Andre yang sadar dengan sikapnya langsung berusaha kembali bersikap normal. "Bahkan kau yang menjadi duplikat saya bisa cemburu, bagaimana jika si bontot yang memiliki sikap dan tingkah laku selengekan, pasti dia akan diluar ekspektasi dan lebih cemburu daripada kamu."
Andre : "Bu.bukan begitu maksudnya, aku hanya bertanya saja." Ucapnya sedikit gugup, ia tahu jika sampai Singa dan mata Elang dalam diri Dimas bangun maka akan habis semuanya. Dimas menghela nafas dan memalingkan wajahnya menatap keluar jendela.
Beberapa saat kemudian, mobil berhenti di sebuah gedung yang memiliki *luas 18 km², memiliki 2 landasan paralel yang dipisahkan oleh 2 taxiway sepanjang 2,4 km. Ya mereka kini sudah sampai di Bandara Soekarno-Hatta. Andre dan Dimas keluar dari mobil dan langsung memasuki pintu selamat datang, tanpa diantar oleh Pak Anwar kedua lelaki tampan dan dingin itu langsung menuju kearah penerbangan khusus Internasional karena Jet pribadi tepat berada disana.
*SumberWikipedia
Pak Anwar yang memang sudah terbiasa dengan sikap kedua majikannya itu langsung memutar kemudi untuk kembali kerumah keluarga Adhitama. Sedangkan Dimas juga Andre kini sudah memasuki Jet pribadinya karena sang Pilot akan segera lepas landas.
Setelah semua dirasa siap, sang Pilot langsung lepas landas meninggalkan Bandara. Dimas yang duduk disebelah Andre langsung menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata. Sedangkan Andre hanya bermain games yang ada diponselnya, itulah kegiatan Andre yang akhir-akhir ini sedikit melenceng dari biasanya karena pengaruh dari si bontot yang tak lain adalah Septian.
Dimas : "Apa kau sudah mempelajari file yang aku kirim kemarin?" Andre hanya ber-hecmm saja. "Ternyata kau benar-benar sudah terpengaruh oleh Septian." Andre yang mendengar langsung menoleh pada lelaki yang masih memejamkan matanya itu.
Andre : "Aku memang sudah mempelajari berkas yang kau kirim dan untuk ini hanya salah satu selingan untuk istirahat sejenak." Ucapnya dan kembali melanjutkan permainan yang sebelumnya sudah ia pause.
__ADS_1
Dimas : "Jangan cemburu pada Adinda lagi, karena meski saya mencintai dia kalian berdua tidak akan saya lupakan. Kalian tetaplah adik-adik saya, kebanggaan saya juga keluarga saya jadi jangan terlalu berfikir jauh dengan sesuatu hal yang belum tentu terjadi." Andre mengehentikan kegiatannya dan mendengarkan perkataan Dimas. "Bahkan seharusnya kau juga ingat apa yang aku ceritakan tentang hubunganku dengan Adinda, jangankan sebuah restu, untuk mengatakan jujur pada Arul gadis itu belum berani." Andre tertegun dengan hal itu, pasalnya memang benar bahwa Arul belum mengetahui tentang hubungan Dimas dan juga gadia SMU itu. "Jadi sekarang nikmatilah apa yang ada dihadapanmu saat ini Ndre, jalanmu juga Septian masih panjang. Kalian tidak perlu khawatir tentang Perusahaan karena saya akan mengatasinya dan memulihkan semuanya. Cukup kamu jaga adik kamu itu, dan yah jaga juga diri kamu karena semua itu akan membuat MaPa bahagia disana." Lanjutnya kembali dengan mata yang sama masih terpejam.
Andre bergelut dengan pemikirannya sendiri setelah mendengar ucapan Dimas yang panjang. Hanya beberapa hal yang membuatnya terganggu pertama tentang hubungan rahasia itu dan yang kedua tentang ucapan terakhir Dimas.
Andre : "Kebahagiaan loe juga kebahagiaan kami Dim." Kini ucapannya tak lagi formal layaknya atasan juga karyawan maupun kakak juga adik namun sebagai sahabat. "Apapun yang buat loe bahagia, pasti akan membiat kami juga ikut bahagia termasuk dengan hubungan loe itu. Mama dan Papa memang melihat loe berhasil menjaga juga melindungi kami, tapi apa mereka juga bisa bahagia dengan asmara loe yang seperti ini? Gue maupun Septian ingin loe selalu bahagia Dim." Kini Andre diam menunduk, sedangkan Dimas langsung membuka matanya dan melihat kearah lelaki yang ia anggao sebagai adiknya sendiri itu.
Lelaki yang sudah lama hidup dengannya, yang mendapatkan kasih sayang yang sama dari kedua orangtuanya bahkan juga mendapatkan fasilitas yang sama begitu juga dengan Septian tak ada yang berbeda untuk ketiganya.
Lelaki tampan yang terkenal sebagai duplikat Dimas itu masih tertunduk dengan wajah sendu. Lelaki yang memiliki sifat hampir sama dengan Dimas kini ia berbeda dari biasanya, terlihat lemah juga rapuh. Dimas yang melihat semakin mengerti dengan hal ini, ia menghela nafas dengan pelan, dan...
Dimas : "Apa kau membutuhkan sebuah pelukan?" Kata Dimas dengan hangat. Andre yang mendengar langsung menatap Dimas.
Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum manis dan memgangguk menunjukan ketulusannya, Andre langsung berhambur memeluk lelaki yang kini menjadi Kakaknya itu. Tanpa disangka sebuah getaran terasa dari tubuh Andre, ya lelaki itu kini menangis.
Andre : "Terima kasih Bang!" Ucapnya setelah sampai dalam dekapan Dimas. Dimas mengusap punggung Andre dengan hangat. "Terima kasih karena kau selalu ada untuk kami berdua, menjaga dan melindungi kami seperti keluarga sendiri, terima kasih."
Andre : "Apakah aku boleh mengambil foto bersama. Aku ingin menunjukkan hal ini pada Septian." Dimas hanya mengangguk, kali ini ia ingin menuruti permintaan sang Adik. Seketika Andre langsung mengambil ponselnya dan keluar dari permainan, ia langsung mengarahkan kamera tepat dihadapannya tak lupa senyum manis ia tampilkan begitu juga dengan Dimas.
Dimas yang melihat sikap lain Andre hanya bisa tersenyum, karena Andre memang sangat jarang bersikap manja karena ia memanglah duplikat dari Dimas namun berbeda dengan Septian yang selalu bersikap manja tetapi akan dingin dan datar jika sudah menyangkut kehidupan pribadinya terutama tentang Dimas.
Setelah usai mengambil foto, Andre langsung mengirimkan foto itu ke salah satu nomor yang ada diponselnya yang sangat ia yakini orang tersebut akan merasa sangat kesal. Selesai, ia sudah mengirim gambar itu kini tinggal menunggu balasan dari si penerima. Dimas yang melihat hanya menggelengkan kepala sambil menunggu sebuah drama keluarga yang sebentar lagi akan tayang didepannya.
Tak berselang lama sebuah getaran mendarat pada ponsel yang kini digenggam oleh Andre. Sebuah panggilan vidoe call . Tertulis nama Bontot dilayar, Andre langsung menggeser tombol berwarna hijau. Belum sempat ia mengucap salam, Septian langsung berteriak yang membuat Andre menjauhkan ponselnya seketika.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf telat kakak semua😔 dan
Salam hangat dari Author😊