Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 52


__ADS_3

Tepat pukul 08:15 kegiatan kembali dilaksanakan, banyak dari mereka yang sudah lelah terlihat dari raut wajah mereka, tapi banyak juga yang nampak semangat dengan berbagai tingkahnya seperti kedua saudara sepupu itu yang tak lain Amel juga Azriel.


Mereka tampak menikmati setiap waktu yang mereka dapatkan, waktu yang belum tentu datang setiap hari. Disaat seperti inilah mereka bisa mencurahkan segala unek-unek yang mereka miliki untuk dicurahkan pada anggota baru yang lain maupun anggota senior.


Indra : "Bagaimana kegiatan hari ini? Seru enggak nih?"


"Seruuuuuu!" Jawab mereka dengan kompak. Kemudian ada seorang anggota yang memberikan usulannya.


Azriel : "Bang! Boleh enggak lain kali kegiatan kita itu selain disini, ditempat lain. Yaa seperti di Puncak gitu."


Amel : "Huuuu, itu mah maunya loe doang. Biar libur dari sekolah kan" Ucap Amel menanggapi, Azriel hanya terkekeh dan dan menunjukan ibu jarinya. "Dasar ada maunya aja..." Gerutunya.


Firman : "Waaah boleh deh tu sarannya, tapi kegiatan harus di isi lebih seru lagi."


MBA : "Yaa kebetulan memang dalam waktu dekat kita ada rencana kegiatan disana." Indra mengangguk.


Indra : "Benar, kami memang memiliki rencana akan jalan ke Puncak. Tujuan utama jelas refreshing ya, tapi selain itu kita juga ada kegiatan kerja bakti maupun kegiatan sosial lainnya."


Yayak : "Betul banget tuh, sebenarnya kita sudah lama tidak kesana karena ya setiap anggota memiliki kesibukan mereka sendiri, selain itu tugas kuliah juga berbeda karena kami semua beda fakultas. Meski satu Fakultas tapi Jurusan beda."


Indra : "Maka dari itu, kami belum memiliki target kapan akan dilaksanakan kegiatan itu. Karena semua harus direncanakan dengan baik, kegiatan ini sama saja membawa nama Universitas, jadi kita harus mematangkan segalanya agar tidak ada kendala. Apa ada yang memiliki usulan?" Tiba-tiba Adinda mengangkat tangannya ia ingin melontarkan usulannya. "Iya Dek, gimana?"


Adinda : "Bagaimana jika disana kita adakan bedah buku, meski bukan buku baru tapi paling tidak kita bisa memberikan pelajaran untuk anak anak yang memang kurang dalam pendidikan. Untuk buku, kita bisa mencari buku yang memang masih bagus untuk di donasikan bila perlu kita juga membeli buku bacaan yang baru untuk anak anak disana. Serta bagi siapapun dari kita yang memiliki skill bisa memberikan privat untuk mereka agar mereka semakin mengetahui apa bakat mereka, anggap saja mencari jati diri dari kemampuan yang di miliki." Semua anggota dengan seksama mendengarkan penuturan Adinda, bahkan ada yang terpana dan memperhatikan gaya bicaranya yang tenang juga luges, termasuk MBA yang memang memiliki perasaan terhadap gadis itu. "Kemudian kita juga bisa berbaur dengan masyarakat disana, saling membantu bergotong royong. Jika kita bisa mendonasikan sebagian hasil kita pada mereka pasti itu juga membantu meski tidak besar setidaknya itu bisa mengurangi apa yang mereka butuhkan." Lanjutnya kembali.


Amar : "Waaah Dek, kamu bener banget memang cocok deh jika loe ada di Humas karena bisa jadi partner yang sempurna buat Dimas. Sikap yang dingin dan hangat."


Ilham : "Setuju gue mah, asal ada uang jalan aja untuk kita terutama dari pembina. Bagaimana menurut kalian."


MBA : "Gue setuju!" Ucap MBA secara lantang dan tegas. Yayak langsung menatap temannya itu, ada rasa yang tak menentu yang ia fikirkan.


Indra : "Oke, itu usulan yang bagus Din, nanti kamu coba diskusikan dengan Dimas atau Arya. Tapi lebih baiknya kamu diskusikan dengan Dimas, karena dia Ketua dibidang kamu ini. Untuk urusan kapan atau yang lainnya bisa kita diskusikan di pertemuan selanjutnya, mengingat kalian yang sudah kelas XII sebentar lagi akan ujian, jadi kita harus mematangkan semuanya."


PJ : "Lalu bagaimana dengan yang lain? Apa anggota masih tetap seperti ini, sesuai dengan jabatannya?" Indra mengangguk.


Indra : "Yaa untuk anggota tetap diposisi kalian, sesuai dengan bidangnya."


Azriel : "Setuju gua Bang, nanti gue yang bakalan jaga para cewek terutama Kak Angel." Ucapnya cekikikan, Yayak yang mendengar langsung menatap tajam.


Yayak : "Apa maksud loe, hah?! Berani loe sama gue ya bocah." Yang lain hanya terkekeh.

__ADS_1


Azriel : "Kasian dedek jomblo Bang! Sekali-kali biarin deket sama cewek, Bang Amar sama Bang Ilham juga jomblo. Jadi biar enggak iri, Kak Angel gue aja yang jaga. Bagaimana?" Ucap Azriel sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Loe bilang kita apa?!" Teriak Amar juga Ilham hampir bersamaan.


Azriel : "Jomblo!" Ucapnya dengan cepat.


Ilham : "Wah ternyata ini bocah dikasih hati minta jantung ya. Awas loe ya gue beri loe."


Amel : "Heh, loe bikin malu gue aja deh Ziel!" Kali ini Amel ikut bicara.


Amar : "Ternyata kalian sepupu sama saja tingkahnya, sangat bar bar." Ucap Amar kesal.


Amel : "Loe bilang apa?! Awas aja loe jatuh cinta sama cewek bar bar kaya gue Bang." Jawab Amel sambil melengos.


Amar : "Enggak akan gue naksir sama cewek kaya loe."


Amel : "Oke, lihat aja nanti. Kita tunggu tanggal mainnya, kalau sampai itu terjadi loe harus nurutin semua mau gue."


Amar : "Ooke, tapi jika enggak terjadi loe yang harus jadi b*** gue seminggu." Amel mengangguk mantap tak lupa senyumnya yang seakan meremehkan.


Mereka yang melihat drama itu seakan terhibur juga menunggu cerita selanjutnya. Sedangkan Yayak yang sebelumnya kesal sudah tenang dengan elusan lembut dari kekasihnya.


Indra : "Oke kita lanjutkan kembali, tapi maaf saya dan Yayak harus ke Fakultas Sastra dulu karena ada keperluan. Tolong untuk anggota seniornya dilanjutkan." Kemudian Indra dan Yayak keluar dan menuju gedung sastra.


Ilham : "Andre akhirnya loe gabung juga, dimana Dimas?"


Andre : "Dimas ada di mobil. Oh ya dimana Indra atau Yayak?"


Amar : "Mereka berdua masih keluar sebentar, sepertinya masih di Fakultas Sastra. kenapa? Apa ada sesuatu?" Andre menggelengkan kepalanya.


Septian : "Apa Dimas tidak ikut kemari? Dimana dia, biar gue paksa ikut." Lanjut Septian yang baru datang.


Ilham : "Dimas di mobil Sep. Oh iya ini sudah jam 10:00 nih, kalian tadi enggak ikut sarapan kan Ndre." Septian langsung menatap Andre.


Septian : "Jika Andre tidak ada, berarti Dimas juga tidak ikut makan." Batin Septian. "Apa Abang gue baik-baik saja?"


Andre : "Dia baik, dia juga sudah sarapan tadi gue keluar cari bubur ayam."


Amar : "Memang kalau pagi Dimas makan buryam ya Ndre?" Tanya Amar penasaran.

__ADS_1


Belum sempat Andre menjawab, Indra datang bersama Yayak.


Andre : "Ndra gue ada keperluan diluar, gue duluan ya." Ucapnya tanpa basa basi sedikitpun, padahal Indra masih belum berhenti dan belum bertanya padanya.


Yayak : "Kyaaaaa! Loe memang enggak pernah basa basi ya Ndre. Kebiasaan loe sama Dimas." Sergah Yayak yang hanya didiamkan oleh Andre. "Ini nih, loe memang duplikatnya Dimas."


Indra : "Kemana lagi hari ini Ndre? Lalu dimana Dimas?"


Andre : "Siang ini ada meeting baru sore nanti ke Singapore." Mereka yang mendengar langsung menatap Andre, tapi tidak dengan Septian karena ia sudah mengetahui sebelumnya.


Yayak : "Apa ada masalah serius?" Sekarang Yayak yang mulai serius. Sedangkan yang lain masih setia mendengarkan.


Andre : "Hanya ada masalah kecil saja, anggap saja ada lalat yang ada dimakanan Dimas kalian tidak perlu khawatir seperti ini. Kalau begitu gue pamit duluan, salam juga sama yang lain." Andre langsung bergegas menuju parkiran karena Dimas sudah menunggunya.


Sesampainya di mobil. . .


Andre : "Apa kau baik-baik saja? Maaf sedikit lama karena Indra baru datang dari Fakultas Sastra." Dimas mengangguk. "Apa kita perlu memanggil dokter Farhan kerumah?"


Dimas : "Tidak perlu, saya hanya butuh istirahat sebentar. Jam berapa kita meeting?"


Andre : "Jam 13:20 meeting dimulai. Apa kau serius tidak perlu memanggil dokter Farhan? Kita bisa menunda meeting hari ini."


Dimas : "Tidak perlu Andre, saya tidak ingin mendengar pertanyaan yang sama." Ucapnya dingin. "Kita langsung kerumah saja."


.


.


.


.


.


.


.


Selamat hari raya Idul Adha untuk kakak semua,,

__ADS_1


Semoga semuanya berkah, aaamiin...


Salam hangat dari Author...


__ADS_2