Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 110 Rencana Kegiatan 2


__ADS_3

Pastu : "Apa yang kalian bertiga lakukan?! Biarkan mereka masuk."


Ilham : "Wahai Bang Pastu, kita bertiga rindu dengan Abang kita ini. Jadi biarkan kami seperti ini sebentar." Amar dan Septian mengangguk setuju.


Dimas : "Baiklah, saya masuk terlebih dahulu. Mang Ujang saya masuk terlebih dulu, Andre tolong kirimkan file melalui e-mail." Ucapnya datar dan melangkah masuk.


Ketiga jumpling itu melihat ke sumber suara, mereka langsung mendongak pada orang yang mereka peluk, dan ternyata!


"Loe?!" Teriak mereka hampir bersamaan. Orang itu hanya terdiam dengan wajah datarnya seperti Andre.


Amar : "Loe siapa? Kenapa loe ada disini sama Abang gue?" Sambil melepaskan pelukannya yang diikuti Ilham juga Septian.


Ilham : "Iyaa, ganggu adj loe tuh." Orang itu hanya mengernyitkan dahinya saja.


Septian : "Kenapa loe bisa datang kesini? Firman, kenapa enggak bilang kalau yang gue peluk bukan Dimas sih! Terkontaminasi deh gue sama kembaran Andre." Gerutunya dengan kesal.


Shekar : "Ternyata kamu sudah besar yaah, jangan sering kabur lagi. Ingat itu." Ucapnya sambil mengacak puncak kepala Septian dan langsung mengikuti Pastu yang sudah terlebih dahulu masuk.


Amar : "Memang dia siapa sih?" Ilham ikut menangguk.


Septian : "Dia Shekar, kembaran Andre, si duplikat Dimas." Jelasnya.


"Ooh." . . . "What?! Shekar?" Septian mengangguk.


Firman : "Sudah enggak usah sok kaget seperti itu. Lagian kenapa kalian ada disini bukan di Aula tengah?"


Yayak : "Mereka baru saja perang bantal, lihat saja penampilan mereka. Beruntung para junior ada di aula tengah, jika tidak beuuuuh malu banget pasti." Jelasnya. "Oke, gue balik ke aula dulu, mereka pasti belum selesai sekarang." Yayak langsung pergi meninggalkan trio jumpling diikuti Firman dibelakangnya.


Firman : "Jumpliiiiiiiing! Cepat masuk, jangan sampai MBA maupun Dimas turun tangan untuk menyeret kalian." Dengan malasnya, mereka melangkah masuk.

__ADS_1


Sementara di aula tengah. . .


MBA : "Bagaimana untuk malam ini? Apa semua sudah disiapkan?" Mereka mengangguk terutama dari bidang keamanan.


Alvin : "Keamanan siap Bang, semua sudah dibagi tugas untuk setiap harinya."


MBA : "Yaa memang harus seperti itu, tapi tetap harus jaga kesehatan hal itu berlaku untuk yang lainnya juga."


Indra : "Karena kita berada disini tidak hanya sehari atau dua hari jadi segala kegiatan harus terjadwal termasuk setiap keamanan maupun untuk kegiatan lainnya." Mereka mengangguk paham.


Adinda : "Bagaimana mengenai kegiatan sosial kita? Apa malam ini juga harus diselesaikan jadwalnya atau esok pagi?"


MBA : "Nah untuk kegiatan tersebut lebih baik kita jadwalkan malam ini, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak memungkinkan nantinya." Adinda dan yang lain langsung mengangguk.


Raka : "Untuk perlengkapan kegiatan sosial kita nanti, semua sudah memadai insha allah. Termasuk kegiatan gebyar buku kita untuk para anak kecil yang ada disini, karena sebelumnya sudah dilengkapi jadi esok tinggal eksekusi saja."


Angel : "Untuk koordinator bedah buku, ketuanya ada pada Kak Shinta. Jadi hal apapun silahkan bicarakan padanya." Mereka yang mendengar langsung mengangguk.


"Hallo everybody!" Ucap Amar dan Ilham bersamaan. Yayak dan Septian yang dibelakang mereka hanya menggeleng saja.


Amar : "Sudah sampai mana rapatnya? Kita berempat enggak ketinggalan kan ya?"


Amel : "Enggak ketinggalan sih Bang, hanya tertinggal saja seperti tertinggal jodoh ditikungan rumah." Amar yang mendengar itu langsung mendelik pada Amel.


Ilham : "Itu mulut kadang suka bener deh Mel." Ucapnya sok akrab.


PJ : "Loe sok akrab banget sama mereka Ham. Naksir ya loe?"


Ilham : "Enak aja, enggaklah. Kalau sampai gue naksir sama dia bakalan ada yang panas."

__ADS_1


Septian : "Apanya yang panas? Bukankah malam ini dingin?" Tanyanya dengan wajah polos, Yayak hanya mengernyitkan dahinya.


Yayak : "Sudah, hentikan pembicaraan absurd kalian. Enggak ada faedahnya." Putusnya dengan tangan kanan membelai kepala sang kekasih.


Septian : "Semua yang kita bicarakan ada faedahnya Yak, yang pasti untuk menurunkan kadar pikiran kita." Belanya. Sedangkan Yayak memutar matanya jengah.


Angel : "Nanti kita keliling taman ya?" Ajak Angel pada Yayak dengan suara pelan.


Yayak : "Iya, apapun untuk Nini gue yang tersayang." Tingkah pasangan itu langsung mengundang tatapan sinis dari anggota lainnya.


Andreas : "Sudah. Hentikan tingkah kalian itu, tahu tempat donk banyak anak dibawah umur kalau kalian lupa." Angel langsung menatapnya tajam.


Raka : "Serasa dunia milik berdua, yang lain hanya ngontrak yang setiap bulan ditagih karena telat bayar." Ucapnya menambahi Andreas.


MBA : "Kalian ini selalu saja bertengkar. Sekarang kita buat jadwal terlebih dahulu untuk kegiatan besok, ingat jadwal ini harus sesuai dengan keputusan bersama." Mereka mengangguk paham. "Berhubung kegiatan kita ini adalah kegiatan sosial, saya harap semua anggota ikut andil didalamnya. Saya tidak ingin disaat kita sibuk bekerja tetapi ada anggota lain yang hanya bermain saja dan tidak melaksanakan tugas yang sudah diterima." Peringatnya pada seluruh anggota. "Baiklah, untuk bedah buku bidang humaslah yang paling besar andil dalam hal ini, dibantu dengan bidang lainnya yang harus siap menerima perintah. Perlengkapan bertugas untuk menyiapkan maupun membawa apa-apa saja, termasuk buku-buku yang menjadi modal kita."


"Khusus bidang kesehatan, kalian juga ditugaskan untuk mengadakan hari sehat. Dalam hal ini kita harus membuat camp bagi warga yang akan memeriksa kesehatan. Bidang konsumsi sudah pasti mengurus makanan, tetapi perlu diingat disini kita juga harus menyediakan sebuah makanan ringan untuk warga sekitar yang periksa kesehatan maupun dalam bedah buku. Keamanan sudah jelas menjaga setiap kegiatan agar tidak ada hal yang merugikan kita semua. Karena tugas mereka dua kali lipat dalam mengamankan acara kita dan jaga malam, jadi dalam hal ini kita perlu bekerja sama. Kita tunjukkan solidaritas kita, bahwa PPA tidak hanya berpangku tangan dengan hal kecil tapi juga mengangkat tangan kita untuk meringankan setiap orang yang membutuhkan. Jadi bagaimana, apakah kalian setuju? Karena sebenarnya ini juga saran dari pembina utama kita yang saat ini juga hadir dikegiatan ini."


Yayak : "Gue sih setuju saja dengan usul ini, karena menurut gue ini tidak membebankan salah satu bidang. Juga dari setiap bidang semua saling berkaitan, antara fokus pada kegiatan bidang maupun kegiatan universal yang mencakup semuanya."


Agista : "Gue kasih saran donk." Ucapnya. "Kalau bisa kegiatan kita dilakukan didalam gedung ya, karena jika diluar pasti akan panas."


Angel : "Yang namanya Pecinta Alam, pasti tidak akan takut panas apalagi hitam. Kita disini untuk belajar mendewasakan diri kita, dengan cara saling berbaur dengan orang lain baik itu kalangan atas, menengah maupun mendekati tengah. Jangan suka pilih-pilih karena takutnya itu tidak akan baik." Sanggahnya pada Agista.


Agista : "Tetap saja, gue ingin kegiatan nanti ada didalam gedung, bukan diluar." Ucapnya keukeuh dengan pendiriannya


Amar : "Kalian ini kenapa ribut sih. Sudahlah, apa kalian tidak malu dilihat para junior?" Ya saat ini mata para junior mengarah pada seniornya.


Indra : "Sekali lagi, yang memutuskan ini adalah ketua. Jadi MBA yang berhak karena dialah ketua pelaksana dikegiatan kita sekarang ini. Kalian tidak perlu berdebat, jika memang ada yang tidak setuju mari kita bicarakan bersama dan cari solusi terbaik untuk semuanya." Agista dan Angek langsung diam mendengar suara serius dari Indra. "Satu hal lagi, jangan bangunkan singa yang saat ini sedang tidur jika kalian tidak ingin mendapat amukannya."

__ADS_1


Yayak yang mengerti itu langsung menahan Angel yang ingin kembali membuka suara.


__ADS_2