Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 51


__ADS_3

Septian : "Gue pasti berhasil Ndre, apalagi ada loe sama Dimas. Hecmm tapi gue rindu Dimas yang dulu Ndre, gue rindu Papa, Mama, Ayah juga Ibu. Gue rindu mereka semua, gue berharap selalu bisa lihat Dimas bahagia, gue sedih jika dia harus selalu trauma seperti waktu itu." Ucapnya menunduk.


Andre : "Kita berdoa saja, semoga semua bisa kita lewati dengan baik." Septian mengangguk.


Tanpa mereka sadari Dimas ikut mendengarkan pembicaraan itu, sebenarnya Dimas sudah bangun saat ia mendengar suara langkah Septian, namun ia masih setia diposisinya karena ingin mendengar apa yang mereka bicarakan.


Dimas melanjutkan tidurnya karena ia merasa tubuhnya sedikit lelah. Keduanya tetap berbicara hingga Dimas benar-benar terlelap. Sesaat kemudian Septian melihat dahi Dimas yang berkerut, Dimas terlihat tidak nyaman dalam tidurnya tidak lama kemudian muncul buliran keringat, itu membuat Septian khawatir karna Dimas sangat jarang mengalami hal seperti ini ketika tidur.


Septian : "Apa Dimas baik-baik saja Ndre?" Andre langsung menoleh pada Septian dan menatap Dimas. Andre mulai khawatir dengan keadaan Dimas.


Andre : "Segera bangunkan Dimas, Dia harus segera bangun Sep." Ucapnya cepat.


Septian dan Andre langsung membangunkan Dimas, mereka terpaksa menggoyang lengan kekar itu agar Dimas segera bangun. Hal itu tak lepas dari penglihatan Yayak yang memang tak sengaja menatap kearah Andre dan Septian. Sedetik kemudian Yayak langsung bangun dan berlari, Indra yang melihat terkejut dengan tingkah Yayak yang kurang sopan.


Yayak : "Dimas kenapa? Apa dia sakit? Apa dia mimpi buruk? Kenapa keringat dingin muncul didahinya?" Andre dan Septian terkejut dengan kehadiran Yayak.


Septian : "Gue enggak tahu, tiba-tiba dia seperti ini. Ndre apa perlu gue hubungi Dokter Farhan atau Om Pastu?" Namun Andre tak menjawab dia masih berusaha membangunkan Dimas. "Andre jawab donk!"


Andre : "Loe bisa diem Sep!" Ucapnya dengan suara pelan namun penuh tekanan. Kemudian langsung kembali membangunkan Dimas. "Dim, loe harus bangun. Loe sedang mimpi apa, kenapa loe enggak dengar gue panggil? Loe harus segera bangun Dim." Ucapnya dengan suara bergetar dan menggoyang lengan Dimas.


Indra langsung berdiri dan melangkah kearah mereka karena ia merasa ada yang tidak beres setelah melihat tatapan Andre yang penuh kekhawatiran. Amar dan Ilham hanya diam dan melarang yang lain untuk mendekat. Sedangkan Septian langsung menghubungi Dokter Farhan. Dokter Farhan adalah Dokter keluarga Adhitama, beliau sahabat Pangestu Ramadhan yang tak lain adik dari Nyonya Adhitama Mama Dimas.


Indra : "Ada apa dengan Dimas Sep, Ndre? Apa sesuatu terjadi padanya?" Andre tak menjawab, sedangkan Septian hanya diam.


Yayak : "Segera bawa Dimas ke Rumah Sakit Ndre." Putusnya. "Apa Dokter Farhan bisa kau hubungi?" Septian menggelengkan kepala. "Kita harus segera membawa Dimas. Sep, siapkan mobil gue sama Andre akan bawa Dimas kedepan." Septian langsung keluar.


Namun saat Septian akan melangkah, Dimas langsung membuka kedua matanya. Hal itu sukses membuat Andre senang dan langsung memeluk Dimas dengan erat.


Yayak : "Loe bangun Dim? Loe baik-baik aja kan?" Dimas yang mendengar masih diam.


Indra : "Loe kuat gue yakin loe bisa lalui semua ini Dim, mending loe balik buat istirahat."

__ADS_1


Septian : "Iya Dim, jangan buat kita khawatir lagi seperti tadi, gue kira loe bakalan **** gue takut loe ninggalin gue." Ucapnya dengan pelan.


Andre : "Jika loe ada yang ingin dibicarain, loe cari gue Dim, jangan loe pendam sendiri."


Dimas : "Kalian berempat kenapa? Dan ya, lepaskan pelukanmu Andre." Andre langsung melepaskan pelukannya itu. "Saya baik, hanya sedikit mimpi yang kurang enak saja, kalian bisa kembali ketempat kalian." Jawabnya dengan suara yang kembali dingin.


"Kyaaaaaaa! Loe ya Dim." Teriak Septian dan Yayak secara kompak. Sedangkan Dimas hanya mengangkat kedua bahunya dengan wajah datar.


Septian : "Gue bangunin loe, gue sampai jantungan gue kira loe bakal nyusul Mama Papa, eh tahunya pas bangun Raja Es balik lagi."


Yayak : "Enggak hargai kita loe Dim, kita khawatir tapi muka loe itu kayanya bener-bener cari masalah deh sama gue."


Sedangkan Indra hanya tersenyum dengan tingkah Yayak dan Septian. Ia bersyukur karena Dimas hanya bermimpi buruk saja.


Indra : "Sudah kalian berdua balik kesana, udah ditungguin tuh sama yang lain. Dan loe Dim, jaga kesehatan." Kemudian Indra menyeret kedua sahabatnya itu meski Septian tidak terima tapi dia tetap menurut.


Sedangkan anggota lain yang melihatnya hanya terkekeh karena pagi-pagi sudah disuguhi sebuah drama kolosal dari Yayak, Indra dan Septian.


Amar : "Sudah duduk loe Sep, kita lanjutin lagi brifingnya." Gerutu Amar kesal.


Septian : "Enggak mau, gue mau sama Dimas." Ucapnya kemudian ia menatap kearah Dimas, tepat disana Dimas menatap Septian dengan tajam padanya. "Kyaaaaa! Loe Dim, tega loe tunjukkin itu mata elang ke gue, iya nih iyaa gue duduk anteng disisni." Yang lain langsung terkekeh dengan sikap Septian. Wajah Septian yang sedang kesal tampak lucu dimata temannya karena mereka jarang sekali melihat Septian dengan wajah kesal seperti itu.


Yayak : "Udah itu muka enggak usah ditekuk kaya gitu, gue aja biasa kok." Ucapnya dengan membanggakan diri.


Septian : "Lah loe enak enggak dapat mata elang, ini gue dapat tatapan membunuh dari Abang gue sendiri. Ya Allah gini amat yah jadi adik bontot." Tiba-tiba, BUAK!! Septian langsung mendapatkan hadiah dari Ilham. "Kyaaaa!! Ilham loe berani sama gue, loe tega sama gue, gue aduin loe sama Dimas. Abaaaaaang!!" Seketika Dimas kembali menatapnya tajam. Sedangkan Septian langsung diam menutup mulutnya.


Indra kembali membahas untuk kegiatan hari ini. Sedangkan yang lain hanya mendengarkan dam terkadang ikut memberi solusi maupun saran.


Indra : "Bagaimana, apa bisa kita lanjutkan kegiatan sesuai dengan rencana kita?"


MBA : "Ehmm bisa Ndra, tapi kita harus benar-benar melakukannya jangan asal seperti sebelumnya sampai anak lain buat onar." Yang lain mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


Indra : "Berhubung kegiatan hari ini hanya untuk mempererat hubungan kita dengan anggota baru, jadi insha allah semua akan lancar, maka dari itu kita semua harus selalu menjaga hubungan antar anggota. Baiklah sudah pukul 06.35 lebih baik kita kembali ke Aula untuk acara selanjutnya."


Septian : "Apa Dimas sama Andre akan ikut?" Tanya Septian sambil menatap orang yang ia maksud.


Yayak : "Jika dia sudah selesai, maka dia akan ikut bergabung Sep." Septian mengangguk.


Mereka langsung membubarkan diri, keluar dari Masjid dan kembali ke Aula untuk acara hari ini. Karena acara yang hanya setengah hari jadi mereka hanya akan mengadakan sesi tanya jawab, saling memberi saran juga masukan, saling instropeksi diri dan belajar lebih bertanggungjawab lagi dalam memegang sebuah jabatan yang mereka miliki.


. . .


Tepat pukul 08:15 kegiatan kembali dilaksanakan, banyak dari mereka yang sudah lelah terlihat dari raut wajah mereka, tapi banyak juga yang nampak semangat dengan berbagai tingkahnya seperti kedua saudara sepupu itu yang tak lain Amel juga Azriel.


Mereka tampak menikmati setiap waktu yang mereka dapatkan, waktu yang belum tentu datang setiap hari. Disaat seperti inilah mereka bisa mencurahkan segala unek-unek yang mereka miliki untuk dicurahkan pada anggota baru yang lain maupun anggota senior.


.


.


.


.


.


.


.


Alhamdulillah bisa update,


Jangan lupa like, comment juga saran ya kakak.

__ADS_1


Salam hangat dari Author....


__ADS_2