Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 147 Siapa Kim Joon Ditya?


__ADS_3

Septian : "Yaa, gue ingat. Gue tahu, sangat tahu malahan, bahkan Abang gue juga membela dia dengan alasan rasa sayang dan sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri." Septian tertawa penuh luka, ya terlihat dari wajahnya.


"Tapi yang sebenarnya kalian tidak ada yang tahu bagaimana perasaan Dimas. Kalian tidak tahu sama sekali penderitaan dia!."


Septian langsung beranjak setelah mengatakan hal itu. Ia memilih menghindari perdebatan itu, karena ia sendiri takut jika lepas kendali.


.


.


Selepas kepergian Septian mereka duduk termenung. Tidak ada komentar atau suara sedikitpun, hingga Yayak berdiri dan mendekati Arul cs.


Yayak : "Jangan terlalu memikirkan ucapan Septian, dia memang seperti itu dari dulu. Terutama jika menyangkut Dimas, tolong kamu mengerti akan hal itu." Arul tersenyum mengangguk.


Indra : "Baiklah, sekarang lebih baik kita segera bersiap. Jangan sampai kita datang terlambat, dan kamu Firman." Menatap Firman. "Segera antar Adinda, jika sudah selesai segera datang ke sana." Firman mengangguk.


Amar : "Gue sama jumpling junior ke Adi Resto deh untuk ambil makanan, kebetulan Abang gue ngirim pesan untuk ambil pelengkap ke sana."


Angel : "Abang? Maksud loe siapa?" Tanya Angel setelah tidak menangis.


Amar : "Si Andre, memang siapa lagi Abang gue setelah lelaki dingin itu?" Angel mengangkat kedua bahunya.


Ilham : "Lah emang si Andre mau jadi Abang loe?" Tanyanya menyeringai. Jleb, Amar langsung mendelik mendengar itu.


MBA : "Gue akan langsung ke sana setelah kelas selesai, kebetulan hari ini hanya satu perkuliahan saja." Mereka mengangguk.


.


.


.


Sementara di belahan dunia lain, seorang lelaki berdiri tegap di balkon kamarnya. Lelaki itu tinggal disebuh Apartemen mewah yang memang sudah ia miliki sejak lama.


Lelaki itu memiliki tinggi sekitar 187cm, bertubuh tegap dengan dada bidang bak atletis, wajah yang tampan nan rupawan, berkulit putih, bermata biru hanzel, sungguh mata yang tajam. Perpaduan yang nyata dari Asia-Eropa. Siapapun yang melihat mata itu akan lebih memilih menghindar dari pada harus mati terbunuh dengan siluet tajam bak Singa yang siap menerkam.


Lelaki ini memang terkenal di Dunia bisnis namun tak sedikitpun pernah menampakan wajahnya, hal itu berhasil membuat para pebisnis lain penasaran dengan sosoknya. Sosok hebat yang bisa memiliki Kerajaan Bisnis di hampir seluruh benua.


The second mysterious man. Begitu kata mereka dikalangan para Pebisnis.


#back to topic


Saat ini entah apa yang sedang ia fikirkan, tatapan tajamnya menatap jauh ke depan. Seakan didepannya yang jauh tak terlihat itu ada kehidupan yang masih menanti kedatanganya.


Hingga perhatiannya kini beralih pada layar ponsel miliknya. Ponsel yang baru beberapa bulan ia miliki namun dengan fitur dan data yang sama seperti sebelumnya hanya kecanggihannya yang lebih meningkat dibanding sebelumnya.


Ia buka galeri photo, satu persatu ia lihat gambar yang ada disana. Photo Keluarga, sahabat, adik maupun lainnya hingga detik kemudian, stop.


Matanya kini fokus pada gambar seorang gadis cantik yang sedang berpose menghadap kedepan kamera dengan senyum manisnya. Gadis itu tengah duduk dengan tangan diatas meja untuk menopang kepalanya. Rambut panjang yang menjuntai, dengan beberapa helainya menutupi wajahnya karena tertiup oleh angin.


Sungguh ia rindu dengan gadis itu, namun ada banyak hal yang tidak memungkinkan dirinya untuk menemui gadis manis yang memang sudah memiliki hatinya.


Ya gadis itu adalah sang pemilik hati. Bahkan perasaan itu sedikitpun tidak pudar.

__ADS_1


"Sampai kapan kamu akan terus menatap gambar itu?" Kini matanya menatap nyalang pada sumber suara.


Glek!


Orang itu menelan salivanya dengan susah. Entah lelaki itu yang tidak merasakan kehadiran temannya, atau karena temannya yang terlalu berani memasuki kandang Singa.


"Untuk apa kau datang kemari, Logan?" Tanyanya dengan wajah datar.


Logan : "Mr. Takamura ingin melakukan kerjasama." Ucapnya to the poin**t. "Sebaiknya kau hati-hati Ditya, karena Mr. Takamura tidak jauh berbeda dengan Tuan Lee. Dia rela mengorbankan Putrinya untuk mendapatkan saham yang ia inginkan."


Ditya : "Bukankah saat ini kau yang memimpin? Kenapa kau bertanya padaku?"


Logan : "Meskipun aku yang memimpin, tapi tetap saja Kau adalah pemilik Perusahaan ini." Ucapnya dengan kesal. "Apa dia sedang lupa ingatan? Atau dia berniat untuk memberikan Perusahaan? Oh Tuhan! Jangan sampai dia lepas tanggung jawab dan menyerahkan Perusahaan padaku." Gumamnya sambil bergidik.


Ditya mengernyit seakan tahu apa yang difikirkan oleh Logan.


Ditya : "Aku tidak berniat untuk menyerahkan Perusahaan ini padamu, Logan. Tapi jika memang kau bersedia, maka ambillah." Logan menggelengkan kepalanya cepat.


Logan : "Dengan berat hati saya katakan bahwa saya tidak ingin Perusahaan ini, karena saya masih sayang nyawa saya. Silahkan Anda menikmatinya sendiri Tuan Muda." Ucapnya dengan menunduk hormat.


Sedangkan Ditya hanya menggelengkan kepalanya.


"Sudah sekian lama, tapi tetap saja dia bisa membaca fikiranku. Padahal aku sudah berusaha, hikss." Gumamnya dalam hati.


"Ehemm! Bulan depan Mr. Takamura akan berkunjung ke Dyt.corp Beliau beralasan ingin bertemu langsung dengan CEO untuk membicarakan tentang kerjasama ini lebih lanjut." Hening, tidak ada komentar sedikitpun.


"Hidupmu yang misterius membuat semua orang begitu penasaran. Beruntung kau memiliki sahabat seperti diriku ini, jika tidak maka siapa yang akan membantumu pada saat kejadian itu? Aku tidak bisa membayangkan jika kau menjadi hangus apabila aku terlambat datang." Ucapnya mendramatisir.


Ditya : "Lalu, apa aku harus membayar semuanya?" Tanyanya dingin.


Glek!


Kedua kalinya ia susah menelan saliva.


Logan : "Hei, ayolah jangan menatap Logan seperti itu. Oppa, Logan-eun dagchyeo." ucapnya dengan kikuk sambil memperagakan menutup mulut. "Aah, aku baru ingat. Mereka baik-baik saja, dan aku dengar disana akan diadakan acara seperti..." Logan sedang berfikir nama acara itu, karena ia sendiri bukanlah seorang Muslim.


Ditya : "Hecmm aku tahu, lalu bagaimana dengan Perusahaan itu?"


Logan : "Mr. Andrew melakukan semuanya dengan baik. Tetapi sepertinya Beliau masih berusaha untuk memecahkan id yang telah memasuki data Perusahaan." Ditya menganggukkan kepalanya.


Ditya : "Dia bukan tipe orang yang menyerah, dia akan mencaritahu semua hal yang memasuki kawasannya." Ucapnya memberitahu. "Bahkan aku rasa dia sudah mulai bergerak ketahap selanjutnya." Gumamnya dalam hati.


Logan : "Gue juga baru ingat, bukankah sebentar lagi mulai masuk puasa?" Ditya mengangguk. "Kau tidak ingin berkunjung ke Rumah Orangtuamu?" Ucapnya pelan.


Hening. Tidak ada suara maupun jawaban dari seorang Ditya. Perlahan ia menghela nafas, dia belum sempat memikirkan itu lebih jauh.


Ditya : "Aku sudah ada niat untuk berkunjung, tapi aku belum menentukan jadwalnya." Jawabnya. "Ternyata sudah lama aku tidak mengunjungi mereka." Ucapnya dalam hati. "Siapkan penerbanganku untuk lusa, Logan." Perintahnya tanpa bertanya apakah lusa ia memiliki jadwal atau tidak.


Logan : "Tapi Mr. Takamura akan berkunjung kemari, Ditya." Ucapnya mengingatkan.


Ditya : "Apakah saya sudah menyetujui hal tersebut, Park Logan Lee?" Logan langsung menggelengkan kepalanya.


Logan : "Baiklah aku akan melakukan apa yang Anda minta, Tuan Kim Joon Ditya." Setelah mengatakan itu, Logan langsung mengambil langkah seribu untuk menghindari pertarungan berdarah antar sahabat.

__ADS_1


Selepas kepergian Logan, Ditya langsung merebahkan tubuhnya. Memejamkan matanya walau hanya sesaat untuk menormalkan kembali perasaannya.


#Kembali ke Indonesia


Andre yang saat ini berada di Mansion utama Adhitama tengah duduk termenung. Entah apa yang sedang ia fikirkan, hingga membuatnya gelisah.


Hingga suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya. Menoleh kearah pintu, ada kepala yang menyembul masuk kedalam ruang kerjanya. Dengan senyum tak jelas kepala itu menatap Andre dengan berbinar.


Andre : "Apa kepalamu ingin dipisahkan dari tubuhnya, Septian?" Ya orang itu adalah Septian. Septian langsung memberengut kesal.


Septian : "Sejak tadi loe di Kamar, keluar gih. Noh dicariin Arya. Dia barusan datang bareng anak-anak yang lain."


Andre : "Minta dia untuk masuk ke Ruang Kerja ku sekarang." Perintahnya.


Meski kesal, Septian tetap menuruti perintah Andre untuk memanggil Arya. Tak berselah lama...


TOK... TOK... TOK...


Arya langsung masuk setelah diperintahkan.


Andre : "Apakah ada yang kamu dapatkan mengenai pemilik asli id itu?" Arya masih diam. "Siapa peretas yang memasuki data Perusahaan?"


Arya : "Sorry, sepertinya aku belum bisa menemukan siapa orang itu." Andre menghela nafas kasar. " Tapi Shekar beberapa hari ini sudah menyelidikinya seperti yang kau minta. Shekar mengatakan tentang rumor yang saat ini berkembang di Korea." Andre mengernyit.


"Ada rumor yang mengatakan dyt adalah Perusahaan yang baru saja hadir tiga tahun ini. Dyt.corp sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang otomotif maupun dunia elektronik, juga properti yang sudah memasuki pangsa internasional."


"Banyak Perusahaan yang ingin bergabung dengan Perusahaan ini, tetapi pemilik Dyt.corp tidak menyetujui. Alasannya hanya Perusahaan tertentu yang bisa ikut bergabung dengan Perusahaan miliknya. Produk yang langsung terkenal dan diminati membuat Pebisnis lain berbondong-bondong ingin menawarkan kerjasama, seperti halnya Mr. Takamura." Andre langsung menatap Arya tak percaya.


Andre : "Mr. Takamura?" Arya mengangguk. "Kenapa seorang Takamura ingin bekerjasama dengan Perusahaan ini? Bukankah dia sudah tidak memiliki seorang Putri untuk dijadikan pertukaran?" Gumamnya pelan, namun kemudian ia ingat sesuatu. "Apakah lelaki tua itu akan mengeluarkan putri emasnya?" Ucapnya dalam hati.


Arya : "Apa kau tahu?" Andre menatap Arya. "CEO dari dyt.corp adalah sosok orang yang misterius, sama seperti Dimas."


"Shekar juga mengatakan pemilik Dyt.corp bernama Park Logan Lee. Sedangkan sang CEO asli bernama Kim Joon Ditya."


Andre : "Kim Joon Ditya?" Gumamnya pelan. "*Siapa lelaki itu? Kenapa aku baru mengetahui Perusahaan ini sekarang?"


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Selamat berbuka puasa untuk akak semuanya. Salam hangat dari enthorrr*..


__ADS_2