
Sedangkan ditempat lain, tepatnya di SMU Mahakarya. Terlihat seorang siswi sedang membaca buku di taman Sekolah dengan menggenggam benda pipih yang ada ditangan kanannya sedangkan buku berada ditangan kiri. Adinda tengah fokus membaca buku karena sebentar lagi ia akan ujian dan jangan lupakan handphone-nya karena sudah beberapa hari ini ia menunggu benda itu mengeluarkan suaranya.
Disaat ia sedang membalikan buku dilembaran terakhir, seseorang berjalan mendekat dan sepasang mata cantiknya itu sedang memperhatikan gerak gerik Adinda yang sedang fokus pada kedua benda yang ada ditangannya, siapa lagi jika bukan Amelia Putri yang notabennya adalah sahabatnya sejak duduk dibangku SMP.
Amel : "Ehem! Serius amat loe Din, dan ini apa?" Adinda mengikuti kemana arah mata Amel.
Adinda : "Ini apa maksudnya Mel? Aku kan baca buku."
Amel : "Sejak kapan loe ketika baca buku, lalu ini.." Menunjuk tangan kanannya. "Sejak kapan loe itu baca buku dan tangan loe yang lain megang Hp?" Selidik Amel yang memang sudah hafal jika Adinda sudah fokus pada buku, maka ia tidak akan memegang benda itu kecuali jika ada panggilan penting.
Adinda : "DEG. Aah ini aku lagi cari referensi buku buat belajar."
Amel : "Serius loe, sejak kapan dan memang di Perpustakaan enggak ada?" Masih dalam mode curiga.
Adinda : "Iya aku serius Amelia Putri. Banyak yang enggak ada di Perpustakaan kita, mungkin nanti aku mau ke Toko Buku tempat biasa buat cari yang lain. Mau ikut?" Ajak Adinda pada sahabatnya itu.
Amel : "Sebenernya, gue pengen ikut. Tappi.... Sepupu gue hari ini dateng terus Mama minta gue pulang cepet." Jawab Amel dengan wajah murung.
Adinda : "Siapa maksud kamu? Aah Bang Arif ya?" Amel mengangguk. "Ya sudah kamu temenin aja Bang Arif selama disini, ohya apa dia kesini sama calon istrinya itu?"
Amel : "Iya makanya itu, gue disuruh pulang cepet karena dia mau kenalin itu calon bininya. Tau sendirikan loe Bang Arif gimana kalau enggak diturutin pasti ngadu sama Mama, kalau gue selama ini, haah nakal." Adinda yang mendengar langsung tertawa namun juga mendapat tatapan sinis dari Amel.
Adinda : "Yasudah yang sabar saja, kamu memang mau cari buku apa?"
Amel : "Hemm🤔 Aha! Buku buat dapetin gebetan yang ganteng aja. Gimana?" Sambil menaik turunkan kedua alisnya dan seketika langsung mendapat pukulan dari Adinda. "Aww sakit Dinda!"
Adinda : "Lagian siapa suruh mikirin buku kaya gitu, inget Amel sebentar lagi kita itu ujian, fokus donk." Keluhnya pada Amel.
Amel : "Yah ini gue juga fokus kok, tapi buku itu juga penting."
Adinda : "Memang dalam soal perhitungan akan ada pertanyaan hitunglah nilai aritmatika melalui lelaki tampan yang ada disini? Enggak kan?"
Amel : "Waaah, bener juga ya kenapa enggak ada soal seperti itu dari dulu. Kalau ada pasti gue juara terus, iya kan Din..." Hening. "Adindaaa..." Amel menoleh namun Adinda sudah berjalan menuju kearah kelas. "Adindaaaaa! Awas loe ya." Adinda hanya tertawa dan masuk kelas karena jam pelajaran terakhir akan segera dimulai.
. . .
Sedangkan di Kampus anggota PPA sedang mengadakan rapat untuk acara selanjutnya, baik pertemuan di SMU, pengukuhan anggota baru maupun yang sudah terjadwal termasuk juga persiapan penerimaan Mahasiswa baru yang akan segera datang.
Indra : "Gimana yang lain sudah ada persiapan belum? Untuk pertemuan di SMU sama dengan yang kemarin ditambah MBA juga Firman. Kemudian pengukuhan bisa dilaksanain di akhir pekan cukup di hari Minggunya saja karena mengingat sebentar lagi akan ujian. Ohya, Dim? Loe bisa dateng kan dipertemuan selanjutnya?" Semua anggota menoleh kearah Dimas.
Dimas : "Gue usahain." Anggota yang mendengar itu hanya menghela nafas berat bukan karena jawabannya namun karena wajah datarnya yang tidak berubah. Sedangkan Yayak hanya menggelengkan kepalanya. "Gue balik dulu." Dimas mulai beranjak dari tempat duduknya.
MBA : "Mau kemana loe? Gue balik loe malah pergi."
__ADS_1
Dimas : "Toko buku cari referensi buat skripsi." Ya saat ini Dimas sedang mempersiapkan untuk skripsinya. Meskipun masih semester 5 tapi dia sudah mengajukan judul skripsi karena jumlah sks yang sudah mencukupi untuk pengajuan. Sedangkan rekan satu angkatannya yang lain masih semester depan.
Yayak : "Perlu gue temenin enggak?"
Dimas : "Enggak perlu. Jangan lupa malam ini pulang ke rumah." Menatap Septian, sedangkan yang ditatap langsung menoleh.
Setelah Dimas pergi, Septian menghela nafas dengan lega sedangkan anggota lain yang melihatnya hanya tertawa. Pasalnya Septian paling tidak tenang jika sudah berhadapan dengan Abangnya itu.
Firman : "Kenapa loe Sep?"
Amar : "Takut dia Fir, Oops keceplosan gue." Yang lain ikut tertawa.
Septian : "Seneng loe ya liat gue sengsara." Sambil melempar pulpen kearah Amar.
Ilham : "Atmosfirnya beeeeuh! Bener-bener deh tu anak enggak pernah berubah." Yang lain ikut mengangguk.
Angel : "Ya semoga saja dia bisa berubah setelah ketemu orang yang dicintainya." Celetuk Angel yang langsung mendapat tatapan anggota lain.
Andre : "Maksud loe apa?"
Pj : "Memang Dimas sudah punya gebetan?" Selidik Pj pada Angel.
Angel : "Yah mana gue tau, kan gue bilangnya semoga aja."
Indra : "Sudah jangan bahas Dimas terus, sekarang fokus kita dengan kegiatan selanjutnya. Sesuaikan dengan jadwal Kampus saja jadi kita juga masih bisa ikut mata kuliah." Yang lain mengangguk setuju. "Loe kenapa Yak diem aja?"
MBA : "Memang kenapa kalau awal bulan?"
Yayak : "Pantas dia beda, hari ini tanggal gajian di Kantor dia."
Ilham : "Sialan loe!" Sedangkan Yayak hanya tertawa melihat wajah cengo Ilham setelah mendengar penjelasan Yayak. Sedangkan yang lain tertawa.
MBA : "Okey, gue ikut masuk kelas dulu deh bentar lagi dosen masuk." Akbar langsung keluar menuju kelas diikuti Angel dan rekan lainnya yang memang ada kelas di jam siang. Yang lain ikut membubarkan diri.
. . .
Dalam perjalanan ke Toko Buku Adinda terkadang melihat handphone miliknya. Tetap sama, tak ada satupun notifikasi yang masuk. Kemudian ia menatap lurus kedepan agar segera sampai ditempat tujuan. Setelah menempuh waktu duapuluh menit akhirnya ia sampai ditujuan. Nampak papan nama yang bertuliskan Toko Buku Amanda, Adinda masuk pelataran bangunan besar itu dan memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam toko tersebut.
Teh Nana (Pelayan Toko) : "Selamat siang Mbak Dinda, sudah lama enggak kesini?"
Adinda : "Eh, selamat siang Teh Nana, iya ini teh sibuk di Sekolah jadi baru sempat mampir kesini. Ohya, buku yang Dinda pesen ada kan Teh?"
Teh Nana : "Oh ada Mbak, sudah siap bukunya tinggal dibawa aja kok."
__ADS_1
Adinda : "Kalau gitu nanti Adinda ambil deh, sekarang mau muter dulu cari buku yang lain." Teh Nana mengangguk sambil tersenyum kemudian mengelilingi setiap rak buku.
Disaat Adinda sedang fokus melihat setiap buku yang ada dirak, ia melihat novel yang membuatnya tertarik namun berada dirak paling atas.
Adinda : "Akhirnya ketemu juga itu novel, tapi tinggi banget." Adinda melompat berusaha mengambil namun kemudian ada sebuah lengan kokoh yang mengambil buku tersebut. "Eeh itu kan buku ak..." Kata-katanya terhenti oleh suara dari si pemilik lengan itu.
??? : "Jika enggak sampai minta tolong, kalau kamu lompat lalu jatuh gimana?!" Sarkas orang tersebut dengan suara sedikit tinggi dan datar.
Seketika mendengar suara itu Adinda mendongakkan kepala keatas. Dengan posisi ia mendongak keatas dan orang tersebut menundukkan kepalanya.
Adinda : "Kak Dimas! DEG. Kenapa dia ada disini? Apa ngikutin aku?" Gumam Adinda dalam hati.
Dimas : "Saya kesini cari buku bukan ikutin kamu." Masih dengan posisi yang sama.
Adinda : "Kakak bisa baca fikiran Adinda ya?" Dimas mengangkat sebelah alisnya. "Iya habis Kak Dimas tahu kalau Adinda mikirin itu." Namun Dimas hanya tersenyum dan berlalu pergi ke rak buku paling pojok yang kemudian diikuti oleh Adinda.
Dimas : "Kamu kenapa ikuti saya kesini?" Mode datar.
Adinda : "Buku Adinda kan masih Kakak bawa, tuuh." Menunjuk tangan Dimas.
Dimas : "Nih." Menyerahkan buku. "Sama siapa kamu kesini?"
Adinda : "Ehmm sendiri, Kakak sudah lama?" Dimas menggelengkan kepala. "Boleh bicara sebentar?"
.
.
.
.
.
.
.
.
Kembali lagi bareng Author nih, dan akhirnya bisa update lagi.
Untuk kakak semua, kasih saranlah atau comment-nya kesian nih Author kan juga pengen dperhatiin😣
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan comment ya kakak semua.
Jaga kesehatan untuk semuanya, salam hangat dari Author.