Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 73


__ADS_3

Tak sadar ternyata orang dibalik pintu itu meneteskan airmatanya, suaranya seakan tercekat tak berbunyi sedikitpun, tangisnya seakan tertahan ketika membayangkan bagaimana hidup kedua permata hatinya saat mereka memutuskan untuk berpisah. Melinda semakin merasa bersalah dengan sikapnya selama ini yang hanya mementingkan egonya tanpa bertanya bagaimana perasaan kedua anaknya.


Melinda semakin menyesal karena tamparan yang ia lakukan siang tadi pada wajah sang Putra. Sudut bibir yang lebam sedikit membiru dan berdarah, karena hasil tamparannya itu. Semua yang ia lakukan terngiang difikirannya, pasti sangat sakit begitu fikir Melinda.


Melinda : "Ya Allah apakah benar yang Arya katakan, jika selama ini kami tak pernah memperhatikan mereka sehingga membuat mereka berubah seperti saat ini. Kami berfikir mereka akan baik-baik saja disini karena materi yang selalu kami sediakan, tapi nyatanya semua itu kini menjadi boomerang untuk hidup kami. Saat ini mereka pasti sangat kecewa." Melinda semakin menangis.


Arya : "Anak yang mengalami brokenhome pasti akan merasa tidak dianggap. Sama seperti mereka, setiap kali mereka melihat temannya diantar oleh kedua orangtuanya rasa sakit itu pasti menusuk dihatinya. Jika sudah seperti itu siapa yang tidak akan perihatin dan kasihan dengan dua anak yang malang itu? Mengalami brokenhome, hanya hidup berdua karena kedua orangtuanya pergi meninggalkan mereka, bahkan mereka juga terlantar tidak ada kasih sayang yang lengkap dari kedua orangtuanya tak beda jauh dengan anak diluaran sana yang berawal dari mencoba hingga akhirnya menjadi pemakai. Seharusnya kalian bersyukur, Arse dan Mara tidak menjadi seperti mereka diluaran sana bahkan keduanya tetap bersikap biasa saja, masih bisa tersenyum meski hatinya begitu sakit dengan takdir hidup yang menurut sebagian orang tidak adil. Jiwa sosial mereka sangat tinggi, mereka mendapat teman dan sahabat yang begitu mengerti dan peduli bukan menyayat hati. Sekarang apa yang kurang? Mereka sama sekali tidak menuntut sesuatu yang lebih dari kalian, termasuk meminta kalian untuk kembali dan menjadi keluarga yang utuh, tapi setidaknya tolong berikan kasih sayang kalian untuk kedua anak yang malang itu Mas. Aku tidak ingin mereka merasakan sakit semakin dalam karena ulah kalian berdua."


Akhirnya semua uneg-uneg itu keluar juga. Bahkan ia tidak mempedulikan seseorang yang sudah lama mendengarkan pembicaraannya dengan Reyhan. Malah sebaliknya, ia ingin melihat bagaimana reaksi dua orang yang sudah berpisah itu. Apa yang akan mereka lakukan setelah ini. Apa yang Arya ungkapkan semua hanya untuk kedua ponakannya yang sudah terlalu lama merasakan sakit karena ego dari orangtuanya.


Arya : "Sekarang apa yang ingin kalian lakukan untuk menebus perlakuan kalian ini? Tetap egois membawa kedua anak itu ke Jerman, atau malah harus terpisah? Arse ke Jerman dan Amara ke Belanda?" Arya menghela nafas dengan kasar. "Mereka anak kalian, seharusnya kalian paling tahu apa yang mereka inginkan terutama yang mereka butuhkan. Jangan pernah membawa mereka pergi dari sini, apalagi jika tanpa persetujuan mereka. Jika kalian tetap kekeuh untuk membawa mereka ke Eropa, jangan salahkan aku jika aku tidak memberitahu sebelumnya dan jangan mengatakan apapun padaku jika suatu saat nanti mereka semakin membenci kalian, karena tidak ada yang bisa menjamin semua itu akan terjadi atau tidak mengingat bagaimana sikap kalian selama ini."


Reyhan : "Apa kau saat ini sedang mengancam kakakmu sendiri Arya?"


Arya : "Aku tidak memiliki niat untuk mengancam, tapi aku hanya memberi saran coba kalian fikirkan kembali apa yang baik untuk mereka karena mereka itu anak kalian. Selama ini mereka memendam semua penderitaan mereka sendiri, sikap dingin dan datar Arse sudah menjadi bukti bahwa dia tidak nyaman dengan keadaan yang terjalin saat ini ditambah dengan sikap Mbak Linda pasti akan sangat mempengaruhi keduanya. Aku mohon jangan buat kedua anak yang malang itu semakin menderita." Pintanya. Kemudian Arya berdiri karena ingin kembali ke kamarnya, namun sebelum itu ia berkata... "Untuk malam ini jangan mengkhawatirkan mereka, karena saat ini mereka berada ditempat yang paling aman." Reyhan lamgsung menatap Arya.


Reyhan : "Apa yang kamu katakan, dimana mereka saat ini?" Arya menghela nafas.


Arya : "Saat ini mereka dikeluarga Wijaya, mereka ditempat Mas Rahmad dan entah sampai kapan mereka pulang kesini. Kalian tidak mungkin akan kesana bukan? terutama Mbak Linda, ia tidak akan kesana. Karena jika sampai Mbak Randa tahu siapa yang melukai Arse maka orang itu akan menanggung akibatnya. Kita sangat tahu bagaimana keluarga Mas Rahmad pada Mara dan Arse terutama Mbak Randa. Dulu mereka hanya diam, tapi sekarang mereka tidak akan berdiam saja. Aku sangat tahu akan hal itu Mas, dan aku sudah memprediksinya. Tapi jika kalian benar-benar ingin memperbaiki hubungan ini, biarkan mereka tenang dulu jangan membuat mereka semakin jauh dari kalian." Jelas Arya pada kakaknya.


Reyhan : "Ya aku sangat tahu bagaimana sifat Mbak Randa pada Arse dan Amara. Bahkan dia tidak pernah memandang siapapun, jika orang itu menyakiti anaknya maka dia sendiri yang akan turun tangan untuk melawan. Meski harus melawan adik dari suaminya sendiri."

__ADS_1


Arya : "Baiklah, ini sudah sangat malam lebih baik Mas istirahat karena aku juga sudah sangat lelah setelah semua ini." Arya langsung meninggalkan Reyhan yang masih duduk diteras, dia mencerna setiap ucapan dari adiknya itu. Ia sangat tahu, meski sifat Arya datar dan terkadang menunjukan rasa kesal tapi dia tetap bersikap tenang.


Kini Reyhan menyusul adiknya masuk kedalam rumah, dan mengunci pintu sebelum masuk kekamarnya. Setelah usai ia melangkah kedalam kamar untuk meluruskan seluruh tubuhnya yang sudah sangat lelah. Tak berbeda jauh, Melinda juga sudah kembali kekamar sebelum kedua lelaki tampan itu mengakhiri pembicaraan mereka.


Terdapat guratan penuh sesal dari wajah cantiknya, meski usia sudah tak lagi muda namun dengan olahraga dan hidup sehat membuatnya tampak awet muda begitu pula dengan Reyhan yang masih terlihat berkharisma. Kini Linda merebahkan tubuhnya yang sudah lelah, meski ada rasa sesal tapi tetap dia harus istirahat karena malam yang sudah semakin larut.


* * *


Satu minggu sudah mereka lalui dengan berbagai aktivitas yang ada. Adinda dan Arul yang memang masih menginap di rumah Wijaya merasa tidak enak karena harus merepotkan Om dan juga Tantenya, namun disisi lain Arul belum ingin kembali ke rumah dan bertemu dengan sang Mama. Bertambah dengan sikap sang Tante yang masih begitu berat melepas keduanya untuk kembali pulang.


Setiap pagi Adinda berangkat bersama Arul dengan menggunakan motornya. Seperti pagi ini, meski sudah dilarang oleh Mama Randa namun Arul tetap bersikeras dengan pilihannya menggunakan motor kesayangan hingga Randa harus kembali mengalah. Firman berangkat namun mengantar Vanya ke SMU Pradipta terlebih dahulu sebelum ke kampus. Sedangkan Tuan Rahmad seperti biasa ia berangkat ke kantor karena akan ada pertemuan.


Sementara dilain tempat seorang lelaki tampan tengah termenung dibalkon Apartemen miliknya, sebuah Apartmen mewah dengan pemandangan langit malam yang indah. The Wesley Luxury City Apartmens, Sebuah Apartemen mewah yang menyuguhkan pemandangan malam yang indah dengan balkon terbuka, siapapun yang melihat pemandangan malam disana akan takjub dengan sendirinya.


"Apa gadis ceroboh itu saat ini masih di Sekolah? Baru satu minggu disini kenapa aku sudah ingin kembali saja, tidak biasanya seperti ini. Dulu sebelum mengenalnya aku akan tenang dan tidak memikirkan yang lain hanya fokus dengan pekerjaan tapi sekarang. Kehadiran gadis ceroboh itu benar-benar merubah hidupku." Gumamnya sendiri dengan menatap ribuan langit diatas sana.


"Maa Paa, apa kalian lihat perubahan Dimas sekarang? Apa kalian bahagia melihat Dimas yang saat ini? Dimas yang kalian kenal dulu sangat dingin bahkan melebihi Papa, meski sekarang masih dingin tapi aku merasa sedikit berubah karena kehadiran gadis itu. Apa aku bisa membuat gadis itu berada disisiku selamanya? Apakah adiknya bisa menerima hubungan kami ini?"


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Salam hangat dari Author untuk kakak semuanya.


__ADS_2