
Hari yang dimaksudpun tiba, ya hari Sabtu dimana ada kegiatan lanjutan dari PPA karena memang jadwalnya untuk melanjutkan kegiatan lebih tepatnya lanjutan dalam perkenalan anggota sekaligus pembagian keanggotaan disetiap struktur yang ada.
Pagi itu lebih tepatnya pada pukul 10 kegiatan dimulai dan diadakan di Aula sekolah. Banyak yang antusias dengan kegiatan bahkan yang membuat mereka lebih antusias adalah kedatangan rekan baru dari PPA, terutama Amel yang memang sudah menanti hari ini. Namun sesaat ia memperhatikan sikap Adinda yang sedari kemarin sedikit lebih diam dari hari biasanya.
Amel : "Din loe sakit?" Adinda hanya diam, sambil fokus melihat kearah pintu. "Adinda Amaralia?!"
Adinda : "Ada apa sih Mel."
Amel : "Loe kenapa sih? Dari kemarin gue perhatiin diem aja, ada masalah loe?"
Adinda : "Enggak ada sama sekali kok, aku baik Amel." Kembali menatap arah pintu.
Amel : "Siapa yang loe tunggu sih Din, daritadi lihatin kearah pintu terus? Nunggu Kak Dimas ya loe?" Selidik Amel, namun sang empunya hanya diam saja tak menjawab. "Dasar loe ya gue tanya bukannya jawab malah diem." Merasa diabaikan Amel langsung mengerucutkan bibirnya.
Adinda masih memperhatikan kearah pintu, hingga suara dari depan menghentikan pandangannya.
Yayak : "Selamat pagi menjelang siang kawan-kawan semuanya.
Siswa : "Pagi!" Jawab mereka kompak.
Septian : "Masih ingat dengan kita kan, gue Septian." Mereka hanya mengangguk. "Hari ini kami datang kesini untuk kegiatan lanjutan ya lebih tepatnya pengenalan dan pembagian dalam struktur kami."
Mara : "Karena harus ada pengenalan lanjutan jadi kami kesini juga datang dengan rekan kami yang lain lho, ada yang mau kenalan enggak nih?!"
Siswa : "Mau donk kaaak!" Teriak para siswa kecuali Adinda yang masih diam dan terkadang memperhatikan kearah luar.
Yayak : "Oke saya kenalin satu-satu ya, yang ada disebelah kanan saya ini Angelica Mahendra atau Angel dan sebelahnya itu Rania Maheswari atau Rara jabatan mereka berdua disini itu dibidang kesehatan, lalu yang duduk diujung itu Amar Affandi dan sebelahnya Ilham Fahrurozi jabatan mereka itu sama dengan gue yaitu dibidang keamanan, kemudian ada Putri Juliansyah atau Pj dibidang makanan atau konsumsi dan terakhir ada Andre Anggara dia dibidang kebebasan atau ya bisa dimana saja tergantung kebutuhan." Hening. . . "Ada yang ingin ditanyakan?"
Siswa : "Kakak yang perempuan sudah punya pacar belum?" Celetuk beberapa siswa laki-laki berseragam SMU.
Yayak : "Bagaimana ada yang mau jawab?" Yayak melirik kearah Angel dan rekan wanita yang lain.
__ADS_1
Angel : "Ehecmm. Kebetulan kami masih menyeleksi, apa ada yang ingin memdaftar?" Seketika Yayak langsuk membulatkan kedua matanya setelah mendengar penuturan dari Angel. Hal itu membuat rekan PPA yang lain tertawa.
Yayak : "Ooh, khusus untuk kak Angel sudah ada yang punya ya kawan." Perkataan Yayak langsung mendapat cubitan dipinggang dari kekasihnya itu. "Ouh! Sakit sayang." Teriak Yayak keceplosan, yang mendengar langsung tertawa termasuk anggota baru mereka. Pipi Angel langsung merona merah.
Andre : "Tinggalkan mereka yang sedang kasmaran, oke ada pertanyaan yang lain? Mumpung masih proses pengenalan."
Amar : "Atau ada yang mau minta nomor Handphone saya?" Seketika Amar langsung mendapat toyoran dari Ilham. "Apa loe! Bilang aja kalau loe juga mau kan. . ."
Ilham : "Enak aja, jelas donk gue mauuuu.!" Ilham langsung mendapat sorakan dari penghuni Aula tak terkecuali Arul dan kedua sahabatnya.
Alvin : "Ternyata seru juga mereka, enggak salah kita gabung jadi anggota." Yang dibalas anggukkan oleh Arul dan Naufal.
Amel : "Ehmm kak, gue mau tanya donk!" Teriak Amel dari kejauhan. Kemudian dibalas anggukkan oleh Yayak dan yang lainnya. "Kak Indra sama Kak. Dim.mas, enggak ikut?"
Pertanyaan itu sukses membuat Adinda mendongak kearah Amel, lalu Yayak seketika melihat kearah Adinda. Karena sedari tadi ia memperhatikan Adinda tanpa disadari yang lainnya. Sedangkan Arul hanya diam.
Yayak : "Aah, kebetulan hari ini Indra sedang ada kegiatan lain di Kampus dan ia juga ada mata kuliah yang tidak bisa ia tinggalkan, lalu untuk Dimas ia sedang berhalangan hadir karena kurang sehat." Septian yang mendengar kaget pasalnya pada hari saat ia diminta pulang ia tidak pulang ke Rumah.
Andre : "Kenapa dia tidak memberitahuku jika sedang sakit? Malah membuatku sibuk di Kantor." Gumam Andre setelah mendengar kabar dari Yayak.
Banyak yang tidak tahu bahwa Andre adalah orang kepercayaan Dimas, sama seperti Septian Andre juga bahkan adik dari Dimas.
Acara pengenalan selesai tepat pada saat adzan Dzuhur berkumandang, seluruh penghuni Aula langsung berhambur menuju ke Masjid untuk melaksanakan shalat berjama'ah. Lima belas menit selesai mereka langsung istirahat. Septian yang melihat Yayak di Taman langsung menghampirinya.
Septian : "Ngapain loe disini? Cuci mata loe?
Yayak : "Ckk.. sok tau loe Sep, ngapain loe kesini enggak nyari gebetan loe?"
Septian : "Angel dan yang lain kemana?"
Yayak : "Dia sama anak-anak yang lain pergi ke Kantin buat makan siang." Hening.
__ADS_1
Septian : "Ehmm bener, Dimas lagi sakit?" Tanya Septian dengan suara lemah.
Yayak : "Kenapa loe tanya itu ke gue, emang loe enggak pulang?" Septian hanya menggelengkan kepalanya. "Pulanglah Sep, kasian dia di Rumah sendiri cuma sama Bi Arum, Om Pastu di Luar Kota dan loe hanya kelayapan kabur gitu aja. Sedangkan Andre, pasti juga baru saja tahu karena dia juga sibuk di Kantor."
Septian : "Dia sakit apa?"
Yayak : "Alerginya kambuh lagi, dua malam sebelumnya kami makan di Restoran dan pesan nasi goreng udang dan ternyata dipiringnya ada kaldu seafood langsung deh alerginya kambuh lagi. Pulanglah Sep, temui dia karena dia enggak sekuat apa yang kita lihat.
Septian yang mendengar itu memutuskan bahwa ia nanti akan pulang ke Rumah dan melihat kondisi Dimas. Sedangkan Yayak yang melihat Adinda berada di Taman memanggilnya.
Yayak : "Adinda! Kamu disini sendiri?"
Adinda : "Eeh, i.iya kak sendiri."
Yayak : "Boleh kota ngobrol dulu?" Adinda merasa ragu. "Ini tentang Dimas."
Adinda : "Ada apa dengan Kak Dimas? Apa terjadi sesuatu dengannya?"
Yayak : "Loe suka sama Dimas?" Selidik Yayak pada Adinda.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jaga kesehatan untuk kakak semua, salam hangat dari Author.