Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)

Cerita A'D (Adinda Dn Dimas)
A'd 16


__ADS_3

Dimas : "Kamu masih ingat Rumah?"


GLEK. . . Orang itu menelan salivanya sendiri. Saat akan menjawab, terdengar seseorang mengucapkan salam dan masuk ke Rumah. Yayak, dialah orang yang berkunjung.


Yayak : "Wow, ada apa ini? Kenapa wajah kalian serius banget? Loe kenapa Sep muka kaya gitu?" Selidik Yayak yang melihat wajah serius Septian.


Septian : "Enggak kenapa-kenapa. Loe ada apa jam segini kesini?"


Yayak : "Bosen gue di Rumah, ohya anak-anak bakalan kesini tapi enggak semuanya hanya Amar, Ilham, Indra, sama Firman kalau MBA masih belum balik dari Bandung dia."


Septian : "Wah bakalan rame donk disini. Ohya, loe bawa makanan enggak?"


Yayak : "Ya enggaklah, emang di Rumah enggak ada makanan? Gue liat Bi Arum sudah masak tuh diatas meja ada makanan. Makan yang ada, jangan pilih-pilih makanan." Sambil melirik seseorang yang sibuk didepan laptopnya.


Dimas hanya diam dan tidak ikut berbicara dengan mereka berdua, ia masih tetap fokus pada laptopnya itu. Saat Septian dan Yayak bercanda terdengar suara mobil dari luar, Yayak yang sudah mengetahui siapa langsung keluar dan membukakan pintu.


Yayak : "Wah, masuk semua. Kebetulan nih si bontot ada di Rumah."


Indra : "Masih inget Rumah dia?" Celetuk Indra dan hanya dibalas dengan lemparan bantal sofa oleh Septian.


"Itu kenyataan!" Jawab Amar dan Ilham dengan kompak. Hal itu membuat yang lain tertawa kecuali pemilik Rumah.


Firman : "Loe ada tugas apa Dim? Bukannya loe lagi sakit? Andre tidak datang kemari?"


Dimas : "Kerjaan kantor. Andre masih ada urusan. Ada apa kalian kemari?"


Amar : "Ini nih, punya temen tapi enggak peka udah dijengukin bukannya terima kasih."


Dimas : "Gue enggak minta." Masih dengan sikap dinginnya.


Ilham : "Bener-bener dah Raja Es loe itu." Tidak ada tanggapan.


Indra : "Sudah, jangan ditanggapin nih Raja Es. Ohya, gimana kegiatan hari ini?"


Septian : "Kegiatan hari ini? Termasuk yang ngobrol berdua di Taman tadi enggak?"


Indra : "Siapa? Memang ada yang lagi PDKT sama anak SMU?"


Amar : "Jelas ada donk Ndra, enggak mungkinlah enggak ada."

__ADS_1


Firman : "Siapa? Jangan-jangan loe Ham?"


Ilham : "Ya enggak donk, gue kan sukanya sama bebeb Amar."


Amar : "Hidiiiiih. Najis gue amit-amit dah." Ilham mendekati Amar. "Jauh-jauh loe sana dari gue." Namun bukannya menjauh Ilham semakin mendekat dan Amar langsung lari mencari perlindungan Bi Arum yang saat itu sedang menyuguhkan minuman. Sedangkan yang lain hanya tertawa melihat mereka berdua.


Indra : "Sudah, kalian ini liat tuh yang punya Rumah masih fokus sama kerjaan." Mereka langsung berhenti karena takut si Raja Es membekukan mereka. "Tapi memang siapa yang lagi PDKT?"


Septian : "Yayak yang lagi deketin cewek."


Firman : "Wah, siapa namanya? Penasaran gue, emang enggak takut dilahap Angel loe?"


Amar : "Cewek itu manis kok, namanya emm Andin eh Adni eeh siapa sih lupa gue."


Ilham : "Dinda namanya, tadi gue denger ada yang manggil dia dengan nama itu." Dimas masih diam karena masih fokus pada laptopnya.


Septian : "Betul Adinda namanya, Adinda Amaralia nama gadis itu."


DEG. . . Dimas yang mendengar nama itu disebut langsung menghentikan kegiatannya dan melirik pada teman-temannya itu dengan tajam. Yayak yang melihat Dimas langsung mengerti, dan Dimas melanjutkan pekerjaannya dengan hati yang bergemuruh.


Firman : "A.adinda Amaralia Setiawan maksud loe?"


Septian : "Mungkin, karena yang tertera di absensi itu hanya Adinda Amaralia saja tanpa ada Setiawan. Kenapa, loe kenal?" Firman hanya diam.


Indra : "Yang bener aja loe mau deketin gadis itu. Angel gimana?"


Yayak : "Jelas dia marahlah sama gue, enggak dikasih jatah gue sama dia karena kejadian siang tadi." Yayak langsung mendapat lemparan bantal sofa dari Amar juga Ilham. "Seneng loe berdua ya liat gue kesiksa gini."


Ilham : "Orang pertama yang seneng liat loe begini itu gue sama Amar." Mereka tertawa puas kecuali Dimas yang masih didepan laptop namun dengan raut wajah yang sudah berubah karena mendengar perkataan temannya itu.


Sedangkan ditempat lain. . .


Arul : "Kakak tadi kemana kok setengah enam baru pulang?" Adinda yang masih fokus dengan bukunya langsung menoleh kesumber suara.


Adinda : "Ehmm tadi kakak mampir dulu ke Toko kue, beli kue kesukaan kamu dulu. Arul sudah makan belum?" Namun Arul tidak menjawab dan berhambur keluar kamar Dinda.


Arul : "Kakak! Kuenya dikulkas kan?" Teriak Arul yang sudah berada didapur. Adinda langsung turun menemui Adiknya itu.


Adinda : "Kamu kebiasaan ya kalau denger kata kue langsung lupa sama Kakaknya." Dengan wajah yang pura-pura kesal. Melihat itu Arul langsung memeluk Kakaknya.

__ADS_1


Arul : "Maaf bukan maksud Adek lupa tapi kan Kakak tau kalau Arul suka kue apalagi kue pilihan Kakak ini." Sambil menunjuk kue diatas meja.


Adinda : "Baiklah, maaf diterima kalau gitu kita makan kue dulu baru siap-siap shalat isya ya, lalu kerjakan tugas kamu karena sebentar lagi ujian."


Arul : "Siap." Sambil mengangkat tangan layaknya prajurit memberi hormat pada atasannya.


Adinda dan Arul telah selesai melaksanakan shalat dan kembali kekamar masing-masing untuk melanjutkan belajarnya. Saat didalam kamar, Adinda melirik benda pipih yang ada diatas ranjang miliknya. Diambilah benda itu dan ia buka namun tidak ada pesan yang masuk.


Adinda : "Ada apa? Kenapa enggak dibales pesanku tadi, apa Kak Dimas marah?" Gumam Adinda. Kemudian handphone yang ia pegang bergetar dan ada pesan masuk. Ting. . .


👨 : "Kamu ada hubungan dengan Yayak?"


👩 : "Maksud Kak Dimas?" Kenapa Kak Dimas tanya begitu? Gumam Adinda.


👨 : "Ada hubungan apa kamu dan Yayak?!"


👩 : "Kita enggak ada hubungan Kak, tadi hanya ngobrol biasa saja kok?"


👨 : "Kamu yakin?!" Selidik Dimas.


👩 : "Iya, beneran Adinda enggak bohong. Memang ada apa?"


👨 : "Tidak ada. Ya sudah nanti jika sudah enggak sibuk ku telepon. Lanjutkan saja belajarmu."


👩 : "Sebenarnya ada apa?" Pesan terkirim, namun tidak ada balasan dan hanya diread saja. "Ada apa sebenarnya. Kenapa sikap dia jadi kembali dingin seperti ini." Adinda yang masih bingung kembali membuka bukunya meskipun tidak fokus.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Alhamdulillah bisa up banyak, jangan lupa like vote dan comment ya kak, karena author butuh saran..


Salam hangat dari author.


__ADS_2