CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 108. BERTEMU ORANGTUA ANGKAT


__ADS_3

“Benar. Nyonya Liona memang tinggal disini.” jawab penjaga itu.


“Nyonya? Kenapa kau memanggilnya nyonya?” tanya Hesti lagi. Sebelum penjaga itu sempat menjawab, pintu gerbang sudah terbuka secara otomatis.


“Silahkan masuk, ikuti saja jalan ini dan parkirkan mobil anda disebelah kiri sana.” ujar penjaga rumah Reynard. Adam melajukan mobilnya dan berhenti di area yang sudah dikatakan penjaga rumah itu. Keduanya turun dari mobil dan berjalan mendekati villa.


“Wah, mewah sekali rumah ****** ini! Kira-kira siapa sugar daddy-nya bisa punya rumah semewah ini?” tanya Hesti.


“Aku juga heran. Tadi kita belum sempat tanya sama penjaga itu siapa pemilik rumah ini. Mama tahu tidak berapa harga rumah ini?” tanya Adam pada istrinya.


“Aku tidak tahu harga pastinya, sudah jelas mahal. Ratusan milyar mungkin!”


“Rumah ini seharga triliunan. Harga tanah didaerah sini sangat mahal, dengan rumah seluas ini pasti harganya mencapai triliunan!”


Sementara itu didalam rumah.


“Permisi Tuan, Nyonya. Didepan ada tamu untuk Nyonya.” ujar pelayan rumah yang baru mendapat telepon dari penjaga depan bahwa ada tamu untuk Liona.


“Tamu? Siapa yang bertamu malam-malam begini?” tanya Reynard.


“Aku tidak tahu. Tak ada seorangpun yang tahu aku tinggal dirumahmu.” jawab Liona.


“Maaf, Tuan, Nyonya. Tadi kata penjaga digerbang depan bilang itu orangtua nyonya.”


Liona mengeryitkan keningnya mendengar ucapan pelayan itu. ‘Orangtuaku? Ha! Dasar manusia-manusia tidak tahu malu! Bagaimana mereka bisa tahu aku tinggal disini?’ bisik hati Liona. Dia melirik Reynard sambil mengangkat bahunya tanda tak mengerti.


“Kau tunggu disini saja. Biar aku kedepan melihatnya.” ujar Reynard.

__ADS_1


“Ah...tidak usah Rey. Biar aku saja yang menemui mereka.”


Tanpa menunggu jawaban Reynard, dia bergegas berdiri dan berjalan ke pintu masuk. Pelayan pun membukakan pintu. Tampak Adam dan Hesti berdiri tepat didepan pintu hendak membunyikan bel. Mata keduanya melotot kaget saat tiba-tiba pintu terbuka dan Liona berdiri didepan mereka dan seorang pelayan disampingnya. “Oh, Liona! Anak malang kenapa kau memberitahu ibu kalau kau terluka parah? Ibu bisa datang untuk merawatmu!” ujar wanita itu lalu menangis sedih. Sedangkan Adam memasang wajah sedih dan khawatir.


Hesti menyeka airmatanya tetapi tidak berhenti menangis, wanita itu bahkan semakin terisak seolah semua kekhawatiran yang dia rasakan tumpah keluar. “Apa kau sudah pergi kerumah sakit? Ayo ibu antarkan kerumah sakit, aiiihhhh pasti sakit sekali ya?” tangannya terulur hendak memegang tangan Liona namun dia menepisnya.


“Ada apa kalian datang kesini? Darimana kalian tahu rumahku?” tanya Liona dingin.


“Kami mendapat kabar kalau kau terluka, makanya kami datang kesini menjengukmu. Soal itu….kami bertanya-tanya pada orang-orang dimana kau tinggal.” jawab Hesti.


“Siapa? Setahuku tidak ada seorangpun yang tahu tempat tinggalku?”


“Oh sayangku, kau itu aktris terkenal sekarang. Pasti banyak orang yang tahu dimana rumahmu.” kata Hesti lagi. “Apa kau tidak berniat mempersilahkan kami masuk?”


“Anakku sedang les didalam bersama gurunya. Duduk disini saja.” kata Liona lagi.


Sepasang suami istri itu pun duduk. Mata Hesti berbinar menatap sofa mahal dan furnitur serta design mewah rumah itu. ‘Ah tidak sia-sia datang kesini! Aku akan mengalah kali ini, Liona masih berguna dan bisa membawa keuntungan bagi keluarga mereka. Dan yang paling penting adalah dia sangat kaya! Dengan rumah semewah itu, pastilah Liona memiliki simpanan uang yang banyak selama tinggal diluar negeri atau rumah ini hadiah dari sugar daddy-nya!


Hesti tidak peduli apapun yang Liona lakukan untuk bisa memiliki rumah semewah itu, Hesti merasa Liona sangat beruntung dibandingkan Vena. Setidaknya wanita ini memiliki kesempatan untuk menjadi simpanan pria kaya dan hidup mewah. Liona ini seharusnya bersyukur!


“Aku tidak punya banyak waktu, mau istirahat! Katakan apa yang kalian mau?” kata Liona.


“Tidak ada! Kami hanya ingin menjengukmu!”


Dalam hatinya Liona mencibir, menjenguk katanya? Bertahun-tahun mereka tidak bertemu apa mereka lupa atas semua perlakuan buruknya padaku? Wanita ini bahkan sekongkol dengan putrinya untuk menyingkirkanku tapi sekarang kenapa tiba-tiba peduli? Bisik hati Liona.


Hesti sebenarnya mulai emosi melihat reaksi Liona yang dingin dan angkuh tapi dia masih berusaha menahan emosinya. Adam hanya banyak diam sambil sesekali melirik seputaran rumah itu. Dia sudah banyak melihat rumah mewah tapi belum pernah melihat yang semewah ini.

__ADS_1


“Kenapa kalian diam? Aku jadi heran melihat kalian berdua! Setelah bertahun-tahun tiba-tiba datang menjengukku? Ada apa ini?”


Hesti yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi pun jadi terpancing. Dia memang mudah emosi dan tidak mau pura-pura lagi.


“Liona! Sebagai ibumu, aku harus mengatakan kau sangat sombong dan tidak sopan!”


“Nyonya Hesti Maulana, ibuku sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu!” sela Liona tanpa ekspresi diwajahnya.


Wajah Hesti sontak membeku sesaat, “Apa kau bilang barusan? Apa yang salah denganmu hari ini? Mentang-mentang kau sudah kaya kau bisa bicara seenaknya?”


Liona hanya memandangnya dengan tatapan jijik. Dulu dia mengira Hesti dan Adam bersikap tulus padanya tapi ternyata dia hanya termakan akting mereka yang sempurna.


Setelah apa yang terjadi empat tahun lalu, Liona menyadari kepribadian Hesti yang sebenarnya. Dia adalah seorang wanita yang sangat kejam. Wanita itu telah membunuh ibunya! Dia mengetahui kebenarannya setelah dia tinggal diluar negeri dan meminta seseorang menyelidiki asal usulnya dan kenapa dia bisa berada di panti asuhan. Kemudian seolah masih belum puas, empat tahun lalu dia dan putrinya mencoba membunuh Liona! Hesti hanya berpura-pura menjadi ibu angkat yang baik hati didepan Liona.


Untungnya sekarang Liona tahu siapa sebenarnya Hesti. Sebuah senyum mengejek muncul diwajah Liona, “Kenapa kau bisa lupa?”


Jika dilihat sepintas penampilan Hesti tidak seperti orang jahat, dia wanita bertubuh agak gemuk dan tampak sangat aik hati setiap kali dia tersenyum, tampak penuh welas asih.


“Liona! Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan!” Hesti tergagap. Dia menyadari sesuatu dan sensasi dingin menjalar dipunggungnya.


“Jangan khawatir, aku akan segera memberitahumu!”


Lagi-lagi tatapan Liona dingin dan tajam. ‘Teruslah berpura-pura Nyonya Hesti Maulana! Apa kau pikir aku ini bodoh? Aku masih ingat semua perlakuanmu dan anakmu dimasa lalu. Kau mendorong anakmu untuk merebut tunanganku dan menendangku. Kalian membunuhku! Tapi aku masih hidup sampai sekarang! Hidup untuk membalaskan dendamku pada kalian semua!’ bisik hati Liona.


Hesti tampak pucat sekejap tapi dia kembali seperti biasa. “Liona, aku tidak tahu apa yang kau bicarakan.” suaranya terdengar tenang.


‘Apa karena dia sangat cerdik atau karena aku tidak punya bukti untuk mengungkapkan sifat aslinya sehingga dia setenang itu dan tidak merasa takut?’ Liona bertanya-tanya dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2