CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 11. CALON MAMAKU


__ADS_3

“Sempurna! Sangat sempurna! Kamu berakting sangat bagus.” ucap Reiki Savianbersemangat, dia langsung memanggil Liona.  “Kemarilah! Siapa namamu?”


“Liona Sarabella Gantari.” jawab wanita itu.


Reiki melambaikan tangan pada asistennya “Bob...bawakan kontrak untuk nona Liona!” Dia tak ingin kehilangan Liona, bakat baru yang ditemukannya barusan. Wajahnya memerah karena gembira, dia yakin Liona akan menjadi aktris terkenal setelah ini dan dia bisa mendapatkan keuntungan sebagai sutradara yang sudah merekrutnya.


Yogi Pramudya dan Reiki Savian sudah bekerjasama beberapa kali. Yogi merasa sedikit heran melihat temannya yang kegirangan “Audisi belum selesai! Masih banyak peserta lainnya.  Apakah kamu tidak mau melihat peserta lainnya? Mungkin ada yang lebih bagus lagi dari wanita itu.”


“Tidak! Tidak! Aku sudah menemukan yang kucari. Apakah kamu tidak lihat aktingnya sangat bagus? Tidak mungkin ada yang lebih bagus dari dia.”  Reiki sudah mencari dari daftar aktris untuk peran Rosalind, tapi tak satupun yang sesuai keinginannya. Bahkan Reiki sudah hampir menyerah karena dari audisi sebelumnya pun belum ada yang cocok.  Tapi hari ini dia beruntung karena menemukan Liona diantara para peserta yang berbakat.


Liona berjalan mendekati Yogi dan Reiki. Saat wanita itu sudah dekat, kedua pria itu baru menyadari betapa cantiknya Liona, terlebih mata bulatnya dan senyumnya yang manis dan terlihat menggoda.  Bukankah ini pemeran Rosalind yang dicarinya selama ini?  Mereka mengobrol sebentar sampai asisten Reiki datang membawa kontrak kerja dan pena. 


“Nona Liona, coba dibaca dan pelajari dulu kontraknya.  Jika kamu setuju dengan kontrak ini silahkan tanda tangan dan kamu bisa mulai syuting besok. Jika ada isi kontrak yang menurutmu tidak sesuai, mohon beritahu kami agar bisa kita diskusikan kembali.”


Liona mengambil kontrak dan membacanya, ternyata syuting serial tv ini adalah sebuah proyek besar.  Isi kontrak cukup bagus dan menguntungkannya terutama soal gaji.  Sebagai pendatang baru, Liona tak menyangka akan mendapat tawaran gaji sebesar itu.  Didalam kontrak dia akan menerima sepuluh milyar rupiah dari serial tv ini saja. Dia akan menerima empat puluh persen gaji didepan dan sisanya akan diterimanya setelah syuting selesai. Setelah mengulang membaca kontrak, diapun menandatangani kontrak tanpa ragu lagi.


Berarti dia akan menerima empat milyar rupiah diawal, uang yang cukup besar baginya.  Cukup untuk biaya hidupnya dan putranya.  “Nona Liona, selamat bergabung dan terimakasih sudah menerima tawaran dari kami. Tolong berikan nomor teleponmu yang bisa kami hubungi.  Kamu mulai syuting besok pagi dan kebetulan syuting diadakan disini.  Aku akan meminta seorang staf untuk membawamu ke lokasi syuting untuk lihat-lihat.


“Baiklah Sutradara Reiki.”

__ADS_1


Seorang staf pun membawa Liona kebagian keuangan untuk menyelesaikan masalah administrasi, akhirnya dia menerima gaji pertamanya hari ini. Setelah itu staf membawa Liona ke lokasi syuting agar besok Liona sudah tahu dimana lokasi syutingnya, area studio itu sangat luas dan mudah tersesat jika tak hapal.


...*...


Delvin yang masih menatap layar komputer mendapat tatapan tajam dari Felicia. Sebagai seorang playboy yang berasal dari keluarga kaya raya, dia sudah bertemu banyak perempuan cantik, tapi kecantikan Liona mampu menghipnotisnya.  Saat melihat akting Liona yang menggoda, sontak Delvin terpesona. “Paman! Paman terlihat sangat nakal!” ujar Felicia lalu memukul pamannya.


“Ya, Tuhan! Felicia kenapa kamu memukul paman?”


“Jangan pandang tante cantik! Paman melihatnya seperti orang jatuh cinta! Paman tidak boleh suka sama tante cantik!” Felicia mencubit pipi Delvin yang meringis.


“Felicia! Paman tidak mudah jatuh cinta!” kata Delvin membela diri.


“Huh! Minggu lalu paman masuk berita karena kencan dengan model terkenal, minggu sebelumnya paman kencan dengan aktris baru.  Bulan lalu, paman pergi ke singapura dengan gadis cantik.  Paman tidak boleh dekat-dekat sama tante cantik.  Dia calon mamaku!”


“Aku serius, paman.  Aku akan minta papa menikahi tante cantik, jadi aku punya mama.”


Delvin dan Reynard saling pandang, Reynard kembali mengalihkan pandangannya ke komputer lagi, masih menatap Liona.


“Delvin! Beritahu Bastian untuk menandatangani kontrak dengan Liona Gantari.”

__ADS_1


“Apa?” seru Delvin terkejut.


“Kontrak itu harus berlaku selama limabelas tahun dan selama masa kontrak dia tidak boleh menjalin hubungan dengan pria manapun.  Jika dia melanggar, maka dia harus membayar denda sebesar seratus milyar rupiah.”


“Baiklah,” ucap Delvin memandang kakaknya dengan heran.  Biasanya kontrak kerja hanya berlaku lima tahun, kenapa dia merubah agar kontrak Liona selama lima belas tahun. Bukankah itu jangka waktu yang sangat lama?


...*...


Staf pria yang mengantar Liona meninjau lokasi syuting terlihat meliriknya sesekali. “Nona Liona, aktingmu sangat bagus.”


“Oh, terimakasih.” ucap Liona tersenyum membuat pria itu gugup.  Kini mereka sudah memasuki lokasi syuting, terlihat kru sedang mengambil gambar dimana tampak Vena sedang berakting.  Vena adalah saudara tiri yang membuang Liona ke jurang.  Aktingnya bagus dan wajahnya juga cantik.  Dia terlihat polos dan lemah lembut tak ada seorangpun yang tahu betapa jahatnya Vena.


Liona melihat kearah Vena yang sedang berakting, dia merasa jijik melihat wajah adik tirinya itu. Huh! Perempuan tak tahu malu! Aku sudah kembali, aku akan membalas kalian satu persatu! Liona mengomel dalam hatinya.  Liona merasa senang mendapatkan peran di serial tv itu, dia akan sering bertemu dengan adik tirinya.  Vena menjambak dan mendorongnya jatuh dan kepalanya membentur ke lantai ubin lalu membuangnya ke jurang.  Tak itu saja, Vena telah merebut kekasihnya dan masih banyak lagi kejahatannya pada Liona.


‘Oh, Vena ! Kau sangat pintar berakting seolah kau seorang gadis polos dan menjadi korban.  Kau tunggu pembalasanku, aku akan ungkapkan siapa kau sebenarnya!’ tangannya mengepal dan rahangnya mengeras menahan emosi.  Dia menatap Vena dengan tajam, tak disangka Vena mengalihkan pandangan kearah Liona, mata mereka bertemu.  Liona tersenyum manis.  Vena kaget dan wajahnya pucat seperti melihat hantu.  Seketika itu juga dia lupa dialognya, lalu berjalan keluar lokasi syuting.  Dia hendak mengambil cangkir berisi air, namun ternyata cangkir itu berisi teh panas.  Begitu Vena menyesap teh di cangkir itu, sontak dia menjatuhkan cangkir itu hingga pecah dan bibirnya terbakar.


Syuting terpaksa dihentikan karena percikan air panas mengenai kakinya.  Semua orang berlari kearah Vena yang ketakutan. “Ada apa Vena? Kenapa kamu berlari tiba-tiba?”


“Apakah kamu baik-baik saja?”

__ADS_1


“Kenapa wajahmu pucat sekali?”


Rentetan pertanyaan dari kru yang berada disana. Vena tak menjawab, tangannya memegang dadanya karena merasa sesak dan jantungnya berdebar kencang. Dia mengerjapkan mata, namun tak ada Liona disana.  Vena mengedarkan pandangan ke sekitar lokasi. “Liona j*lang! Aku yakin itu dia! Ternyata kau masih hidup!


__ADS_2