
Reynard Wilfred sangat berpengaruh, dia bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan dan mudah baginya untuk menghancurkan sesuatu karena pengaruhnya. Sejak kematian istrinya yang tragis, banyak wanita yang mencoba mendekati Felicia agar bisa menjalin hubungan dengan Reynard namun pria itu tak pernah peduli. Jika dia pergi kencan buta biasanya setelah itu dia takkan menghubungi lagi wanita teman kencannya. Tapi hari ini, untuk pertama kalinya Reynard Wilfred tertarik untuk mencari tahu identitas seorang wanita.
“Kak, apakah kakak yakin? Apa yang terjadi?” tanya Delvin heran.
“Felicia menyukai wanita itu. Dia bilang wanita itu mamanya.” jawab Reynard. Toh memang itu kenyataanya Felicia menyukai wanita itu.
Baiklah. Alasan yang cukup masuk akal pikir Delvin. Felicia adalah harta paling berharga di keluarga Wilfred. Reynard berusia tiga puluh tahun dan dia kehilangan istrinya dalam sebuah kecelakaan tragis beberapa tahun lalu.
Wanita itu menikah dengan Reynard karena perjodohan, namun setelah melahirkan dia melarikan kedua bayinya. Dia ingin menggunakan bayinya untuk mendapatkan harta keluarga Wilfred tapi malang nasibnya, mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya, tapi Felicia selamat sedangkan bayi satunya tak ditemukan mayatnya. Sejak itu Felicia mendapatkan seluruh perhatian dan kasih sayang dari keluarga Wilfred. Kehadiran Felicia ditengah keluarga Wilfred menjadi cahaya kebahagiaan bagi semua orang.
Kondisi Felicia saat ditemukan sangat menyedihkan, usianya baru tiga bulan. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa bayi itu mengalami patah tulang dan tubuh mungil itu dipenuhi memar. Nyawa bayi itu berada diujung tanduk dan dimasukkan keruang perawatan intensif hingga akhirnya bayi itu bertahan dan tumbuh jadi gadis kecil yang lucu dan menggemaskan. Sejak itu, Felicia tumbuh tanpa seorang ibu, seluruh keluarga Wilfred melimpahinya dengan cinta dan perhatian membuat gadis kecil itu akhirnya bersikap arogan dan tidak peduli aturan terhadap orang asing.
Felicia juga selalu menolak wanita yang tertarik pada ayahnya. Dia selalu marah jika ada wanita yang menunjukkan minat pada ayahnya. Sikap gadis kecil itu membuat teman kencan ayahnya pun enggan melanjutkan langkah. Tapi hari ini sikap Felicia berbeda, dia ramah dan memeluk wanita itu, wanita yang tak dikenalnya. Bahkan dia mengucapkan kata “Dia mamaku.” Felicia sangat menyukai wanita itu.
“Aku akan segera mencari tahu tentang wanita itu, kak.” ucap Delvin. Sementara diruang VIP lainnya, Liona sudah masuk kembali.
“Mama, kenapa lama sekali? Aku pikir mama pergi.” anak laki-laki itu merengek dan merasa cemas. Dia berlari dan memeluk ibunya “Aku takut mama kenapa-napa.”
Ucapan putranya itu membuat hati Liona terasa hangat. Dia menggendong Elvano dan mengecup kening anak itu “Mama baik-baik saja, sayang. Tadi mama ketemu dengan seorang gadis kecil yang imut dan cantik diluar. Gadis kecil itu butuh bantuan mama.”
Apa? Gadis kecil imut dan cantik? Apakah mama lebih menyukai anak perempuan?
Anak perempuan? Apa-apaan ini, mama memuji anak lain didepanku. Wajah Elvano langsung cemberut, dia tak suka ibunya menyukai anak lain selain dirinya.
“Kenapa sayang?” tanya Liona saat melihat wajah putranya cemberut. Wanita itu mencium wajah putranya, dia tahu pasti Elvano merasa cemburu karena selama ini Liona tak pernah membicarakan anak lain didepannya. Tapi hari ini, tiba-tiba ada seorang gadis kecil yang menggemaskan dan menarik perhatiannya.
“Emm….apakah mama menyukai anak perempuan? Apakah anak perempuan lebih menggemaskan dari aku? Aduh….kenapa aku lahir jadi anak laki-laki?” bocah itu menunjukkan wajah kesal.
__ADS_1
Liona merasa geli melihat tingkah lucu putranya, dia mencubit pipi Elvano dan berkata “Mama hanya menyukai Elvano. Mama hanya mencintai kamu, sayang. Kamu adalah harta mama paling berharga. Tidak ada orang lain yang mama cintai selain kamu.”
Elvano merasa senang mendengar ucapan ibunya. Wajahnya merona merah, dia memeluk erat ibunya. “Aku tidak mau mama menyukai anak lain.”
“Apakah kamu cemburu, sayang?” tanya Liona menggoda putranya “Wah….kamu seperti remaja saja yang sedang jatuh cinta, tahu cemburu.”
...*...
Sementara dikediaman Reynard Wilfred, gadis kecil yang terlelap dalam dekapan ayahnya itu terbangun saat mendengar pintu rumah terbuka. Matanya berkeliaran seperti mencari sesuatu. “Ada apa sayang? Kita sudah dirumah.” ucap Reynard menatap putrinya yang celingak celinguk. Sepertinya gadis kecil itu mencari sesuatu atau lebih tepatnya sedang mencari seseorang.
“Aku mencari tante cantik tadi, papa. Apakah dia tidak ikut bersama kita?”
Reynard pun kaget, ini pertama kalinya putri kesayangannya mencari seorang wanita yang baru dikenalnya. “Tidak, sayang. Dia tidak ikut pulang bersama kita. Kamu lupa kalau tadi dia sudah pamit saat di restoran?”
“Ta—tapi, aku mau tante cantik itu jadi mamaku. Aku hanya mau tante cantik.” ujarnya mengerucutkan bibir dan pura-pura bersedih.
“Kita lupa tanya nomor telepon tante cantik,” ucapnya lagi dengan suara lirih.
“Apa kamu benar-benar suka pada wanita itu?” tanya Reynard membaringkan putrinya diatas ranjang. Felicia menjawab dengan mengganggukkan kepalanya.
“Iya, papa. Tante itu sangat cantik, Feli suka deh.”
Reynard hanya memandang wajah gadis kecil itu heran, biasanya Felicia benci pada wanita yang mau dekat dengan ayahnya. Entah darimana datangnya wanita cantik tadi, dia sudah mencuri hati putriku, gumamnya dalam hati.
“Papa…..berjanjilah akan mencari tante cantik,” mohon Felicia mengerjapkan mata bersiap-siap untuk menangis agar permintaannya dipenuhi sang ayah.
“Baiklah. Kamu tidur ya, besok papa suruh orang untuk mencari wanita itu.” kata Reynard menghibur putrinya.
__ADS_1
...*...
Liona semakin mendalami cerita dalam buku itu, Liona merasa sangat tertarik dan ingin lulus audisi untuk mendapatkan peran itu.
“Mama! Mama!”
“Ada apa, Elvano?”
Bocah laki-laki itu sedang berusaha mengambil perhatian ibunya yang tampak asyik membaca. “Pama Hiro memanggil mama.”
“Ah benarkah? OH….mama terlalu serius membaca jadi tidak mendengar.”
Hiro dan Elvano hanya bisa menghela napas, kemudian Hiro berkata pada Elvano “Sudah larut malam, waktunya kamu tidur. Jangan lupa mandi dulu dan ganti pakaianmu ya. Paman sudah siapkan semua pakaianmu dilemari di kamar tidurmu.”
Bocah itupun pergi meninggalkan Hiro dan Liona yang masih serius membaca buku yang menarik perhatiannya. “Jika ingin bicara padaku, katakan saja Hiro. Aku akan mendengarkanmu.” kata Liona yang melihat Hiro tampak serius.
“Ya. Ada hal penting yang harus kusampaikan padamu.” ucapnya dengan wajah serius.
“Aku mendengarmu.” ucap Liona tanpa mengalihkan pandangan dari buku yang dibacanya.
“Dengarkan aku baik-baik. Karena apa yang akan kusampaikan sangat berguna untukmu. Aku tidak mau kamu merasa tak nyaman setelahnya.”
“Baiklah.” kini Liona memandang wajah Hiro yang tampak serius.
“Pemeran untuk serial TV itu sudah ditetapkan.”
“Oh bagus kalau begitu. Aku tak ada masalah sama sekali.” kata Liona, toh dia memang tak mengikuti audisi untuk pemeran utama di serial TV itu.
__ADS_1