
“Kenapa kalian ada disini?” tanya Liona yang merasa bodoh setelah menanyakan itu.
“Liona sayang, apakah kamu lupa kalau ini adalah perusahaan kami?” tanya Delvin tersenyum.
“Ya, aku tahu. Siapa sih yang tidak tahu.”
“Oh benarkah kamu sudah tahu? Dan pemiliknya sudah menunggumu dari tadi.”
Liona banyak mendengar tentang Group Wilfred yang menguasai banyak bidang bisnis. Saat pertama kali bertemu Reynard dia merasa pria itu tak asing. Jadi pria ini memiliki hubungan dengan group Wilfred? Siapa nama CEO pemilik Group Wilfred? Ya, ampun! Namanya Reynard Wilfred, iyakan? Jadi Reynard yang ada didepannya ini, yang tidur seranjang dengannya tempo hari adalah bos besar Group Wilfred? Ya, ampun Liona kenapa kamu bodoh sekali tidak mengetahui siapa lelaki itu sebenarnya.
Mulut Liona menganga terkejut karena dia baru menyadari, tangannya gemetar menunjuk kearah Reynard yang tersenyum padanya “Kamu! Jadi kamu….”
Reynard adalah generasi ketiga dari konglomerat Group Wilfred, perusahaan itu didirikan oleh kakeknya. Mereka semua berasal dari keluarga yang sangat kaya raya. Jika Reynard adalah bos besar maka Delvin adiknya adalah sang playboy yang terkenal itu. Dan Felicia gadis kecil yang selalu memanggilnya ‘Mama’ pastilah putri kesayangan keluarga itu. Liona mendadak merasa pusing, kini dirinya sadar akan kontrak yang sudah ditanda tanganinya.
‘Ahh….Liona kenapa kamu begitu bodoh? Reynard dan putrinya adalah orang yang licik, sudah terbukti sebelumnya bagaimana mereka berdua selalu mencari celah untuk bersama Liona. Pantas saja di kontrak ditulis dia tidak boleh menjalin hubungan asmara dengan siapapun tanpa persetujuan pimpinan Wilfred Group.
Kepala Liona mendadak pusing dengan kenyataan itu. “Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Delvin. Liona menatap Delvin dengan tatapan tajam, dia tak menyangka pria itu adalah sang casanova yang selalu diberitakan oleh media, melihat tingkah lakunya yang seperti anak-anak membuat Liona tak menyangka Delvin adalah sang playboy. Sedangkan Reynard tak pernah diterpa gosip apapun, berbeda dengan adiknya yang selalu muncul di berita dunia hiburan. Kini wanita itu merasakan bahwa kontrak yang sudah ditanda tanganinya terasa berat.
“Apakah kalian yang menyiapkan kontrak ini?” tanyanya menatap kontrak yang ada ditangannya. Tidak mengherankan kenapa isi kontrak sangat menguntungkan dirinya.
__ADS_1
“Ya, begitulah. Kakakku yang membuat kontrak itu khusus untukmu, sayang.” jawab delvin.
“Tuan reynard, mengapa kamu lakukan itu? Kenapa kamu sangat ingin aku bergaung di perusahaanmu? Katakan apa yang kamu inginkan dariku? Mengapa kamu terus menerus mengejarku?”
“Aku berhutang budi padamu karena sudah menyelamatkan Felicia. Kini putriku baik-baik saja karena dirimu. Anggap saja kontrak itu sebagai imbalanmu karena saat aku bertanya apa yang kamu inginkan, kamu tak pernah menjawabku.”
“Jadi kontrak ini benar-benar adalah imbalanku? Tidak ada maksud lain?”
“Anggap saja itu alasannya. Kamu paham maksudku bukan?” kata Reynard tersenyum manis.
Liona merasa lega namun masih merasa sedikit beban soal kontrak itu. Meskipun sebenarnya liona pun mulai menyukai pria itu dan berharap jadi kekasihnya tapi dia berusaha membuang jauh-jauh pikirannya. Dia tak mau Reynard hanya menginginkannya untuk teman kencan sesaat saja. Dia belum yakin sepenuhnya saat Reynard memintanya untuk jadi ibu bagi putrinya.
“Terimakasih untuk semuanya. Aku janji akan bekerja keras dan tidak akan mengecewakan kalian di masa depan, bos.” Liona mengatakan kalimat itu dengan sepenuh hati.
Reynard terdiam mendengar perkataan wanita itu, dia tak menyangka reaksi Liona itu karena pria itu sempat berpikir Liona akan marah dan mencaci makinya karena memberinya kontrak yang sengaja dibuat untuk mengikatnya.
“Bos, apa yang bisa aku lakukan padamu? Adakah sesuatu yang anda inginkan?” tanya Liona tak sadar akan kalimatnya membuat Reynard tersenyum puas.
“Ya, ada. Aku menginginkan agar kamu jangan memanggilku bos. Dan aku menginginkan makan malam bersamamu dirumahmu. Aku suka masakanmu. Bagaimana?” kata Reynard yang membuat wajah Liona merona merah.
__ADS_1
“Mengenai kontrak itu...mungkin kamu khawatir jika isi kontrak di publikasikan, bukan?”
“Kamu jangan memikirkan itu. Kita akan publikasikan isi kontrakmu agar semua orang tahu betapa spesialnya kamu bagiku. Jadi tidak akan ada seorangpun yang akan berani mengganggumu. Aku rasa itu hal penting, iyakan?” ucap Reynard. Dengan mempublikasikan kontrak yang ditanda tangani Liona, secara tidak langsung Reynard mengumumkan bahwa Liona adalah miliknya.
Liona juga memikirkan hal yang sama, jika kontrak itu sampai diketahui oleh publik maka setidaknya dia akan lebih aman dari gangguan. Dia bisa fokus pada karirnya, biarlah apa penilaian publik mengenai dirinya dan Reynard toh pria itu juga menginginkan hal yang sama.
“Ingat, patuhilah semua ketentuan di kontrak itu. Jika kamu melanggar salah satu poin yang tertulis di kontrak, aku takkan bisa membantumu.” kata Reynard menjelaskan. Liona menjawab dengan mengganggukan kepalanya.
“Baiklah. Jangan khawatir, aku tidak akan menjalin hubungan asmara dengan siapapun tanpa persetujuanmu.” kata Liona yang membuat Reynard kembali tersenyum. Dia sudah berhasil mengikat wanita itu sekarang, tinggal mencari jalan untuk mengikatnya dalam pernikahan.
“Sekarang kamu adalah bagian dari Wilfred Media, kamu sudah resmi jadi artis yang berada dibawah naungan manajemen kami. Kamu harus mengikuti semua kebijakan yang ditetapkan perusahaan. Rumah yang kamu tempati bersama Elvano sangat kurang keamanan dan privasinya, kamu harus segera pindah dari sana. Aku sudah menyiapkan sebuah rumah untuk kalian, letaknya ada di daerah yang aman dan nyaman. Aku sudah menyuruh beberapa orang untuk membantu kalian pindah kerumah yang baru.”
“Mungkin sekarang mereka sudah berada dirumahmu untuk mengemasi barang-barang kalian.” kata Reynard lagi melirik jam di tangannya.
“Apakah saya harus pindah malam ini?” waktu sudah menunjukkan pukul delapan tiga puluh malam. Elvano hanya seorang diri dirumah, pasti dia ketakutan jika ada orang yang tak dikenalnya datang kerumah dan mengemas barang-barang mereka. Seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Liona, Reynard pun berkata “Jangan khawatir soal Elvano. Felicia sudah ada disana menemaninya. Tadi Felicia pergi kesana bersama orang-orang itu untuk menjelaskan pada putramu tentang kepindahan kalian. Jadi tak perlu khawatir.”
Liona menghela napas lega. Dia menyadari betapa perhatiannya Reynard dalam mengatur semua untuknya. Apakah memang pria itu memperlakukan semua karyawannya sama sepertiku? Liona sudha merasa puas dan tak bisa berkata-kata lagi. Dia hanya mengikuti arus, apapun kemauan pria itu biarlah toh dia sangat tampan/
“Baiklah, sekarang pulanglah dan segera pindah rumah.” kata Reynard.
__ADS_1
“Terimakasih bos. Kamu sangat baik hati dan perhatian. Sekali lagi terima kasih.” kata Liona mengatupkan kedua tangan didada dan membungkuk. “Sampai jumpa besok bos.” Liona segera pergi meninggalkan kedua pria itu. “Ha..hahahah! Ha...ha...ha...” Delvin tertawa terbahak-bahak begitu Liona sudah pergi. Dia tak tahan lagi untuk tidak mentertawai kakaknya.