CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 151. DILUAR DUGAAN


__ADS_3

“Ketika Liona kembali ke negara ini, dia mendapat peran di serial TV pernikahan ketiga. Kamu tahu sendiri bahwa drama serial ini sangat terkenal karena diangkat dari novel terkenal. Banyak orang membicarakan drama ini bahkan sebelum drama ini disiarkan.


Dan sutradara untuk serial ini adalah salah satu sutradar terbaik dinegara kita! Jadi jika dia mempekerjakan Liona itu artinya idolaku memiliki kemampuan yang sangat bagus.”


“Liona masih muda dan perjalanan karirnya masih panjang. Dia akan menjadi terkenal, ingat ya kata-kataku ini! Dan semua skandal yang menimpanya sebelumnya itu semuanya sampah! Itu ulah Vena! Liona adalah orang baik dan tidak ada yang bisa mengatakan hal buruk tentang wanita itu!” Gadis itu benar-benar banyak bicara ketika membahas tentang idolnya.


Dia sepertinya menyadari bahwa dia terlalu banyak bicara, sehingga gadis itu menggaruk kepalanya dan berkata dengan canggung,


“Pokoknya ya Liona itu sangat luar biasa!”


Liona tidak bisa menahan tawanya, “Uh, kamu terlihat lebih mirip dengan Liona saat sedang tertawa.”


Liona menyentuh kepala gadis itu dengan lembut sambil menatapnya.


“Oke, aku senang mengetahuinya. Aku lebih menyukai Liona setelah mendengar penjelasanmu.”


Mata gadis itu langsung berbinar, “Apakah aku berhasil menyakinkan dirimu?”


“Ini benar-benar luar biasa! Jika aku bertemu dengan Liona dimasa depan, aku akan bercerita tentangmu juga. Aku akan katakan padanya bagaimana kamu menyelamatkanku dan mengantarku pulang kerumah dengan selamat!”


“Aku yakin kamu akan segera bertemu dengan Liona.” lalu Liona mengirim sebuah senyum cerah kepada penggemar manisnya itu.


“Oh, aku juga berharap begitu. Aku akan naik sekarang. Selamat malam nona.” gadis itu pun melambaikan tangannya kepada Liona lalu melangkah pergi.


“Selamat malam gadis manis.” sahut Liona. Setelah dia memastikan gadis itu telah memasuki gedungnya dengan selamat, dia kemudian berbalik pulang kerumah dengan perasaan gembira.


“Aduh! Aduh!” soraknya dalam hati penuh kegembiraan. “Aku punya seorang penggemar setia!”


Hal ini sangat menakjubkan, tidak heran semua orang ingin menjadi bintang terkenal.


Perasaan dicintai dan dihargai itu terasa menyenangkan. Hari ini ternyata cukup luar biasa, pikir Liona.

__ADS_1


Dia mengibaskan rambutnya kebelakang sambil menyenandungkan lagu ceria dan terus berjalan kearah perumahan tempat tinggalnya. Setelah berjalan selama beberapa saat, Liona mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya. Sekarang sudah jam empat lebih.


Waktu berlalu dengan cepat setelah mengalami kejadian menengangkan seperti tadi. Saat ini beberapa tempat sarapan dan brunch sudah mulai buka.


‘Jika aku berjalan pulang sekarang, maka aku akan tiba disana saat Reinhard keluar untuk jogging paginya.’ Liona mulai berjalan menuju kearah komplek perumahannya dengan perlahan.


Dia menyempatkan diri melihat-lihat sekeliling saat berjalan menuju komplek perumahan itu dan tiba didepan gerbang vila Reinhard pada pukul lima kurang lima menit. Pada saat yang bersamaan, seperi sudah diduga Reinhard terlihat berjalan keluar dari vila.


‘Tampaknya pagi ini keberuntungan berpihak padaku.’ pikir Liona yang bersemangat melangkah menyambut Reinhard.


Tapi yang mengejutkannya, Reinhard hanya berjalan melewati Liona tanpa memandang wanita itu sedikitpun. Liona tercengang dengan sikap Reinhard.


‘Apa-apaan ini? Apakah mungkin dia tidak mengenaliku karena aku mengenakan riasan yang tebal?’ pikir Liona. Saat dia sibuk dengan pemikirannya sendiri, Reinhard menghentikan langkahnya.


Setelah diam sejenak, pria itu berjalan kembali. Sedangkan Liona yang khawatir jika Reinhard tidak melihatnya segera menyapa pria itu untuk menarik perhatiannya.


"Selamat pagi Reinhard.” sapanya sambil memasang senyum manis. Reinhard menatap Liona dan sudut bibirnya naik sedikit karena merasa tidak senang.


‘Hmmmmm Reinhard sepertinya marah. Asyik, rencanaku berhasil!’ Liona merasa sangat puas dengan dirinya sendiri. Ketika dia hendak membuka mulut untuk bicara, Reinhard berkata,


“Baiklah.” Liona menurut dan mengikuti Reinhard masuk ke vila. Pada saat itu langit masih gelap. Lampu terang benderang menerangi seluruh vila.


Begitu Liona masuk kedalam vila bersama Reinhard, dia merasa hangat. Liona hanya mengenakan gaun terbuka sepanjang malam. Dia merasa lebih baik saat masuk kedalam vila.


Tiba-tiba Reinhard melepas jasnya dan menyampirkan dibahu Liona. Mantel itu membuatnya terasa hangat karena masih ada sisa panas tubuh Reinhard.


“Terima kasih.” ucap Liona menyentuh hidungnya dengan malu-malu. Dia tidak menyadari bahwa hari ini Reinhard mengenakan jas untuk lari pagi. Padahal biasanya selalu mengenakan baju olahraga.


“Reinhard……”


“Kita bisa bicara nanti tapi sebaiknya kamu duduk dulu.” kata Reinhard.

__ADS_1


“Baiklah….” Liona menuruti kata-kata Reinhard dan segera duduk di sofa.


Tidak lama setelah Liona duduk, seorang pelayan membawakan secangkir susu hangat untuknya.


“Terima kasih.” ucap Liona kepada pelayan itu sambil tersenyum.


Setelah meminum beberapa teguk, dia merasa seluruh tubuhnya terasa hangat. Liona memicingkan matanya karena merasa bahagia dan puas. Setelah menghabiskan susu, Liona meletakkan gelas diatas meja.


Lalu dia menghampiri Reinhard namun pria itu sibuk membaca koran pagi dan mengabaikannya. Beberapa menit berlalu tapi Reinhard masih tak merespon.


Liona mulai kebingungan, “Sialan! Aku sedang memakai riasan tebal dan mengenakan pakaian terbuka. Aku bahkan pulang pagi, kenapa dia tidak mengatakan apapun padaku? Dia marah atau tidak sih?’


Setelah menunggu selama beberapa saat, Liona tak bisa menahan amarahnya lagi. Dia bergerak mendekati Reinhard sehingga pria itu tidak bisa lagi mengabaikannya. Reinhard meletakkan koran dan menatap Liona dengan tatapan serius. Dia ingin tahu apa yang akan dikatakan wanita itu.


“Aku pergi ke bar tadi malam.” kata Liona dengan bangga.


“Oke, lalu?”


Mulut Liona terbuka lebar. ‘Apakah hanya itu reaksinya?’ Liona bertanya pada diri sendiri. Dia tidak bisa mempercayai telinganya. Reaksi Reinhard sangat berbeda dari apa yang dibayangkannya.


Tiba-tiba muncul sebuah ide di benaknya, “Reinhard dimana ponselmu?”


Tanpa mengatakan apapun Reinhard mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan memberikannya.


Begitu Liona menyentuh layar ponsel itu terbuka secara otomatis, ‘Apa-apaan ini? Bagaimana mungkin bisa terjadi?’ Liona merasa heran kenapa tangannya bisa membuka ponsel itu.


Melihat kebingungan di wajah cantik itu, Reinhard menjelaskan, “Aku menyimpan sidik jarimu saat kamu sedang tidur.”


“Hah?” Liona tidak menyangka Reinhard cukup mempercayai dirinya sehingga berani menyimpan sidik jarinya di ponsel pria itu. Sebagai CEO Wilfred group, ponsel pria itu pasti penuh dengan rahasia perusahaan.


Liona membuka aplikasi whatsapp milih Reinhard. Teman-teman pria itu tidak banyak dan mereka semuanya adalah teman dekatnya atau kerabatnya.

__ADS_1


Liona menggulir feed-nya dan dengan cepat menemukan postingan terbaru miliknya. Tidak lama kemudian Liona meletakkan ponsel di tangan reinhard dan menunggu reaksinya.


Pria itu hanya melirik dengan santai kearah ponselnya dan matanya menyipit saat melihat foto dilayar ponsel. Sementara itu degup jantung Liona semakin kencang.


__ADS_2