
“Kau bajingan! Kau adalah pria paling menyedihkan dibumi ini!. Adam! Mengapa kau sangat kejam padaku! Beberapa tahun lalu kalian menghancurkan hidupku dan sekarang pun kalian ingin menghancurkan hidupku lagi? Mimpi kau! Langkahi dulu mayatku!” Adam pasti ingin memberitahu Reynard bahwa Liona memiliki seorang putra diluar nikah, dimana Reynard pun sudah tahu semuanya. Liona tidak akan membiarkan mereka menghancurkan hidupnya lagi. Tangan Reynard segera menarik lengan wanita itu untuk menghentikannya lalu memeluknya.
Selama beberapa tahun ini Liona sudah mengalami kesulitan hidup akibat ulah mereka dan Vena dan sekarang dia akhirnya bertemu dengan pria yang sangat menyayanginya dan Liona tidak akan membiarkan kedua orang itu untuk merenggut kebahagiaannya lagi.
“Kau wanita ******! Beraninya kau memukul ayahmu ini! Aku yang memungutmu dari panti asuhan dan membesarkanmu!”
“Kau tidak pantas menjadi ayahku!” teriak Liona penuh amarah.
“Dasar pelacur kecil! Perempuan penggoda murahan!” Adam berteriak membalas.
“Diam! Berani sekali lagi kalian menghina dan memanggil Liona seperti itu, jangan salahkan aku akan bersikap kasar pada kalian!”teriak Reynard.
Kini sepasang suami istri itu semakin gemetaran ketakutan karena mereka telah membuat masalah dirumah orang yang paling disegani dan ditakuti. “Ma---maafkan kami.” ujar mereka serempak. Kesalahan terbesar mereka mendatangi Liona malam ini, andai mereka tahu Liona tinggal dirumah Reynard maka mereka tidak akan pernah datang kesana.
“Bukankah tadi kau bilang kalau kau mau menjual Liona pada rekan bisnismu? Bagaimana kalau menjual putri kandungmu saja pada mereka? Bukankah putrimu juga seorang aktris dan aku yakin wajahnya juga cantik meskipun tidak secantik Liona. Bagaimana?”
“Aku mohon Tuan! Jangan lakukan itu pada putriku! Kami yang salah, hukum saja kami.” ujar Adam ketakutan. Vena adalah putri kesayangannya bagaimana mungkin dia menjualnya.
“Kau tidak punya hak untuk memutuskan! Aku mau menghukum kalian melalui putri kalian!”
“Tu---Tuan Wilfred….kami mohon.” ujar kedua orang tak tahu malu itu.
“Kalian datang dengan angkuhnya! Mengancam Nyonya Wilfred!” ujar Reynard marah.“Keluar! Jangan pernah datang kesini lagi! Jangan pernah berani mengganggu Liona atau kalian akan menanggung akibatnya!” lalu Reynard melirik penjaga. “Seret mereka keluar!”
Keempat penjaga bertubuh kekar menyeret kedua orang itu keluar dari rumah Reynard. Mereka diserat dengan kasar sampai diluar gerbang komplek perumahan mewah itu. BRUKKKK…...mereka ditendang keluar dari gerbang komplek.
“Ahhhhhh…..sakit sekali punggungku.” rintih Adam kesakitan.
__ADS_1
“Tolong ijinkan aku mengambil mobilku!” terbata-bata Adam memohon. “Bagaimana kami bisa pulang? Daerah sini tidak ada taksi yang lewat.” mohonnya.
“Itu urusan kalian! Mobilmu akan dikirim ke pembuangan!”
Begitu penjaga itu baru saja selesai bicara tampak mobil derek keluar dari komplek membawa mobil Adam. Dia tidak bisa mengejar sehingga Hesti yang berteriak mencoba menghentikan mobil derek itu tapi si supir tak peduli. Hesti tidak kehabisan akal, dia berdiri ditengah jalan menghadang agar mobil derek berhenti, bukannya berhenti mobil derek terus melaju membuat Hesti ketakutan akan ditabrak. Saat mobil derek hanya berjaraj setengah meter lagi dari tubuhnya, Hesti berlari menepi dengan tubuh gemetaran.
Mobil derek menghilang dari pandangan, Hesti membantu suaminya berdiri lalu perlahan mereka berjalan tapi baru beberapa langkah saja Adam sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit ditubuhnya. “Telepon saja Vena. Suruh dia menjemput kita disini.” ujar Adam merintih kesakitan. Hesti pun segera mengeluarkan ponsel dari taasnya lalu menghubungi Vena.
“Halo Vena.”
“Iya ma, ada apa?” tanya Vena.
“Kau ada dimana? Cepat datang kesini menjemput kami.”
“Ha? Maksudnya? Bukankah papa bawa mobil sendiri? Kenapa harus kujemput?”
“LeGarden Residence? Kenapa kalian ada disana?” tanya Vena heran.
“Sudahlah jangan banyak tanya. Cepat jemput kami disini, nanti saja mama ceritakan.”
“Baiklah. Aku sudah selesai syuting dan bersiap pulang. Aku jemput kalian sekarang, tunggu disana ya.” ujar Vena. Dia masih merasa heran dengan situasi yang dihadapi orangtuanya.
Sementara Vena yang merasa heran kenapa kedua orangtuanya berada dikomplek perumahan Reynard pun hanya bisa mengeryitkan keningnya lalu meminta supirnya untuk pergi ke kediaman Reynard.
Saat mobil yang dikendarai Vena berada di jalan besar tak jauh dari komplek perumahan LeGarden, dia melihat kedua orangtuanya yang berdiri dipinggir jalan. Matanya membelalak tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tampak ayahnya seperti sedang menahan rasa sakit.
“Mama!” Vena bergegas turun dari mobilnya.
__ADS_1
“Ah Vena! Untunglah kau datang! Ayo bawa papa-mu kerumah sakit, dia terluka.”
Vena memanggil supirnya untuk membantu membawa ayahnya ke mobil. Lalu mereka pergi menuju rumah sakit. Adam segera dilarikan ke IGD, Hesti dan Vena menunggu diluar. “Mama, apa yang terjadi?”
“Itu semua perbuatan si ****** itu!”
“Liona?” tanya Vena membelalakkan mata. “Perempuan licik itu! Tapi----”
“Vena, dia tinggal disana! Di rumah Tuan Wilfred!”
“Apa? Liona tinggal serumah dengan Reynard?” Vena tak percaya pada apa yang didengarnya. “Bagaimana bisa?”
“Mama, membayar seseorang untuk mengikuti Liona. Lalu orang itu memberikan alamatnya pada mama. Nah, kebetulan dia terluka pas syuting jadi kami ada alasan untuk mengunjunginya.” Lalu Hesti menceritakan semua yang terjadi dikediaman Reynard, bagaimana pria itu menendang Adam hingga terluka. “Sepertinya ada tulang papamu yang patah! Pria itu kejam sekali. Mama semakin yakin kalau Liona pasti yang memprovokasi.”
“Kurang ajar! Seharusnya mama menghubungiku!”
“Mama dan papa juga sebenarnya tidak ada rencana pergi kesana. Tapi karena kau bilang dia terluka parah akhirnya papa putar balik dan pergi kesana. Sial! Tuan Wilfred malah menghajar papamu, bahkan dia memerintahkan mobil derek membawa mobil kami!”
“Sialan! Mama, tenang saja aku akan beritahu Seth tentang ini! Aku sangat yakin kalau dia pun tidak tahu kalau Liona tinggal dirumah pamannya.”
“Vena! Kau sudah bertunangan dengan Seth tapi kau bahkan tidak bisa masuk kerumah orangtua Seth. Bagaimana Liona bisa tinggal dirumah mewah itu? Hidupnya sangat mewah, dia semakin sombong dan tidak menganggap kami orangtuanya lagi.”
“Bukankah mama dan papa memang bukan orangtua kandungnya? Biarkan saja dia sendirian diluar sana tanpa keluarga! Reynard pasti akan membuangnya kalau sudah bosan.”
“Kau harus melakukan sesuatu! Jika tidak, Liona akan menjalani hidup enak dan mewah disana. Coba kau bayangkan, dia baru kembali ke negara ini dan langsung jadi artis! Kalau bukan karena dia menjual tubuhnya pada Tuan Wilfred mana mungkin dia bisa sesukses sekarang? Bahkan nilai kontraknya jauh lebih tinggi darimu!”
Vena yang terus-menerus diprovokasi oleh ibunya pun merasa tak senang dan semakin membenci Liona. “Mama benar! Lagipula didunia hiburan, sudah jadi hal biasa menjual tubuh untuk mendapatkan peran ataupun kontrak! Apalagi Reynard seorang duda! Dasar pelacur itu!”kedua tangannya mengepal karena geram.
__ADS_1