CINTA DAN DENDAM LIONA

CINTA DAN DENDAM LIONA
BAB 42. KONFERENSI PERS


__ADS_3

Pagi ini di gedung Wilfred Media diadakan konferensi pers terkait dengan kontrak kerjasama yang sudah ditanda tangani oleh Liona.  Reynard dan Delvin serta Bastian Soedibjo yang merupakan presiden Wilfred Media sudah duduk berdampingan. Sementara Liona duduk disebelah Reynard.  Secara resmi konferensi pers pun dimulai yang disiarkan secara live di tv. Reynard memulai dengan kata sambutan singkat.


“Terimakasih saya ucapkan pada semua media yang hadir pada hari ini. Saya selaku CEO dari Wilfred group ingin menyatakan secara resmi bahwa Wilfred Media sudah menandatangani kontrak bersama Liona Sarabella Gantari.” ucap Reynard seraya menunjukkan dokumen kontrak yang sudah ditandatangani kedua belah pihak.


“Secara garis besar, Liona resmi menjadi artis dibawah naungan manajemen Wilfred Media dan pihak kami menawarkan kontrak untuk jangka waktu limabelas tahun senilai lima puluh triliun rupiah” saat Reynard menyebutkan nilai kontrak Liona, semua orang menganga tak percaya jika Reynard benar-benar mengontrak aktris pendatang baru dengan nilai kontrak fantastis. Ini mencetak sejarah didunia hiburan tanah air.


“Liona Sarabella Gantari juga akan menerima semua fasilitas yang disediakan oleh pihak Wilfred Media sesuai yang disebutkan di dalam kontrak.”


Para wartawan pun mulai mengajukan pertanyaan setelah Reynard selesai dengan kata sambutan dan pernyataannya tentang isi kontrak kerjasama dengan Liona.


“”Tuan Reynard, apa alasan anda memberi nilai kontrak sebesar itu untuk aktris pendatang baru?” tanya seorang wartawan wanita.


“Baiklah. Saya disini juga ingin mengumumkan bahwa Liona…..” kalimat Reynard terpotong.


“Mama Liona!” teriak Felicia yang berlari menerobos saat Reynard sedang berbicara. Entah darimana datangnya bocah cilik itu bersama Elvano "Mama". Felicia pun langsung berhambur ke pelukan Liona sementara Elvano memeluk lengannya, kejadian itu langsung mengundang banyak pertanyaan dari para wartawan. Para netizen pun berkomentar menanggapi kejadian itu. Semua kamera mengarah pada Liona dan Felicia yang terlihat mesra layaknya ibu dan anak. Apalagi terlihat Felicia sangat manja dan menyayangi Liona.


“Liona adalah kekasih saya.” kata Reynard.

__ADS_1


“Mama Liona adalah mamaku. Aku sangat menyayangi mama Liona. Kalian tahu, bukan? Mama Liona mamaku.” sambung Felicia tak mau kalah melingkarkan tangan keleher Liona sambil mengecup pipi wanita cantik itu. Reynard benar-benar terkejut dengan keusilan putrinya, tapi dia sangat senang karena dia tak perlu membuang waktu untuk menjelaskan semuanya.


Seluruh wanita setanah air sontak berkabung karena duda keren sang CEO ternyata sudah ada pemiliknya, seorang aktris pendatang baru. Banyak komentar positif dan juga negatif tentang kabar itu. Apalagi melihat kedekatan putri sang CEO dengan Liona, membuat banyak wanita meradang merasa iri dengan keberuntungan wanita cantik itu.  Vena dan Aurora yang menonton acara live itupun sontak terkejut bukan hanya karena nilai kontrak Liona sangat fantastis tapi juga karena Reynard mengumumkan hubungan mereka ke publik. Vena tak terima karena untuk ke sekian kalinya dirinya kalah dengan Liona. Dulu saat Liona menjalin hubungan dengan Seth pun Vena merebut Seth darinya karena dia tak suka Liona berpacaran dengan pria kaya.


“Mama! Lihat si anak pungut itu, dia menggaet Tuan Reynard! Pasti dia jual dirinya pada pria itu. Kalau tidak bagaimana mungkin dia bisa diberi kontrak dengan nilai fantastis. Huh…..menyebalkan sekali perempuan itu.”


“Kau harus bisa goyahkan hubungan mereka! Bukankah Seth pacarmu adalah keponakan Tuan Reynard? Kau bisa memprovokasi tentang Liona.” ucap Hesti dari seberang telepon.


“Benar sekali, mama. Keluarga Wilfred sangat tidak menyukai jika menantu dikeluarga mereka adalah artis.” kata Vena penuh amarah. Dia sudah menjalin hubungan dengan Seth selama beberapa tahun dan belum juga menikah karena keluarga Wilfred tidak menyukainya. Ada aturan dikeluarga itu bahwa mereka tidak mengijinkan anak-anak mereka untuk menikahi artis. Alasan itulah makanya Vena dan Seth masih menjalin hubungan tak jelas ujungnya. Sementara Reynard yang tahu aturan di keluarganya, tak peduli. Dia siap menangung akibat dari pilihannya, baginya Liona adalah wanita yang pantas untuk jadi istri dan ibu bagi Felicia. Bahkan pria itu sudah siap jika harus berhadapan dengan keluarga besarnya dan menentang mereka.


Konferensi pers yang berlangsung sekitar satu setengah jam itupun selesai. Senyum tak lepas dari wajah tampan Reynard, kini dia merasa lega dan tenang karena seluruh dunia sudah tahu jika Liona Gantari adalah miliknya. Jerat yang dipasangkan Reynard tanpa disadari Liona yang akan menjauhkan semua pria yang ingin mendekati wanita cantik itu.


“Aku datang untuk membantumu. Aku tahu papa pasti kesulitan untuk mengatakan pada dunia kalau mama Liona adalah mamaku.”


“Siapa yang bilang begitu?” tanya Reynard mengeryitkan kening.


“Papa gugup...hihihihi…...papa harus terimakasih sama Feli dan Kak El karena kami sudah membantumu.” jawab Felicia dengan bangga. Dia merasa bahwa dirinya adalah pahlawan yang sudah menyelamatkan sang ayah yang terlihat gugup saat ingin menyampaikan tentang hubungannya dengan Liona ke publik. Gadis kecil itu merasa bahwa dirinyalah yang berjasa dalam hubungan Reynard dan Liona. Tak heni-henti senyum Felicia sambil sesekali mengecup pipi Liona yang masih menggendongnya.

__ADS_1


“Feli! Jangan terlalu manja, Liona masih harus kembali ke tempat syuting.” ujar Reynard yang cemburu melihat putrinya begitu lengket dengan Liona.


“Aduh...papa. Aku kan manja sama mama Liona saja. Aku menyayangi mama seperti papa menyayangi mama Liona, iyakan?” godanya melingkarkan kedua tangan ke leher Liona yang tersipu malu.


“Tapi mama Liona harus syuting hari ini. Kamu sama Elvano balik kerumah ya,” kata Reynard.


“Oh...tidak! Aku dan Kak El mau ke tempat syuting! Kami mau lihat mama syuting. Plissss papa ijinkan putrimu yang cantik ini ke tempat syuting.” ujarnya sambil menangkup kedua tangan didada dan memohon dengan wajah memelas pada sang ayah. Siapapun takkan mampu menolak keinginan gadis itu dengan wajah memelas yang menggemaskan. Liona yang tahu betul jika Felicia hanya berakting hanya tersenyum menahan tawa. Betapa sempurnanya gadis kecil ini selalu berakting layaknya seorang aktris pikirnya. “Baiklah….kalian bisa pergi ke tempat syuting jika Liona mengijinkan.” ujar Reynard menatap Liona yang juga sedang menatapnya.


“Mama...plisssss.” kini Elvano dan Felicia yang memohon. Elvano bahkan tak merasa cemburu melihat Liona yang menggendong Felicia, karena kedua bocah itu sudah merencanakan sesuatu saat mereka tiba ditempat syuting nanti.


“Iya. Kalian berdua boleh ikut mama ketempat syuting, tapi dengan syarat tidak boleh membuat keributan.” ujar Liona lalu mengecup pipi tembem Felicia.


“Hore! Hore!” teriak kedua bocah itu saling tos. “Janji….janji….gak akan bikin mama susah.” ucap keduanya serempak dan saling melempar senyum, seakan keberuntungan sedang berpihak pada mereka untuk menjalankan misi berikutnya.


Sementara ditempat syuting kemarahan Aurora semakin memuncak begitu tahu jika Liona mendapat nilai kontrak tertinggi dibawah naungan manajemen Wilfred Media.


“Nona Aurora sebaiknya jangan lagi mencari masalah dengan Liona. Dia akan sangat populer begitu serial ini disiarkan di televisi dan promosi besar-besaran dari Wilfred Media untuknya. Sebaiknya kamu jangan menyinggung perasaannya lagi, akan jauh lebih baik bagimu jika berhenti mencari masalah dengan Liona.” kata asistennya pada Aurora.

__ADS_1


“Jadi maksudmu aku harus melepaskan wanita j*lang itu, ha? Tidak akan pernah kulepaskan, langkahi dulu mayatku. Perempuan j*lang itu akan kubalas!”


 


__ADS_2